novel ini menceritakan cinta yg berubah jadi benci namun perjodohan membawa ke pernikahan bisakah benci kan berubah jadi cinta lagi????
ayo mampir ke novel perdana saya maaf bila Ada pemilihan kata yang kurang sesuai🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32.
Cuaca siang hari begitu panas tapi tidak lah sepanas hati dan perasaan putri pak Handoyo yaitu Dara.
Dia yang sedang dalam perasaan resah, kesal, kecewa dan emosi menjadi satu, lantaran menunggu kedatangan Reno yang tak kunjung tiba.
Sudah satu jam Dara menunggu Reno, dia yang ditemani temennya sudah merasa bosan dan lapar.
"Dara, mana bang Reno kok lama sekali, jadi jemput kamu gak sih dia" keluh salah satu temen Dara sambil pasang muka kesal.
"Dara kita pulang duluan aja ya, aku sudah lapar" tak kalah drama,temen Dara yang satu ini seakan merasakan siksaan karena lapar.
"eeeeeee kalian jagan gitu dong,temenin aku dulu kita tunggu bentar lagi deh"Dara yang seolah tak mau ditinggalkan temen temennya merengek sambil memeluk lengan temennya.
" huh menyebalkan sekali, coba kamu telfon sudah sampai mana, apa jangan jangan lupa dia"
mendengar ucapan temennya Dara lalu mengambil ponsel yang ada di dalam tas untuk menghubungi Reno.
***
Reno yang merasakan lelah setelah harus mengurus sendiri semua permasalahan yang ada di kantor, ditambah lagi dia juga harus membantu Frans menyelesaikan permasalahannya dengan wanita.
tak dipungkiri semua itu menguras tenaga dan pikiran nya.
Reno mencoba memejamkan matanya dengan bersandar di kursi kebenarannya.
belum sempat mata terpejam dengan sempurna dia dikagetkan dengan dering ponsel yang ada di atas meja, dengan cepat dia mengambil ponsel itu, namun betapa terkejutnya dia melihat nama Dara di layar ponsel nya..
"Ya Tuhan aku sampai lupa sudah janji akan menjemput dia" ucap Reno sambil mengusap wajah dengan kasar.
Dengan rasa takut Reno menggeser tombol hijau di layar ponselnya "hallo assalamu'alaikum""
"waalaikum salam, abang udah sampai mana, jadi jemput Dara ga sih? ni Dara sudah satu jam nunggu, bisa bisa kering ni badan" ocehan Dara yang begitu memanjang membuat Reno menjauhkan ponsel dari telinganya.
"maaf banget dek abang lupa ni abang masih di kantor soalnya" belum sempat melanjutkan perkataannya Dara sudah mematikan telfon terlebih dahulu.
"Pasti dia marah" gumam Reno sambil mengusap wajah dengan kasar.
***
Di tempat lain, Leo yang selalu mencoba menghubungi Serly, namun semua hanya sia-sia karena tak pernah mendapat Jawaban dari Serly. untuk kali ini dia memutuskan untuk ke rumah Serly.
"mungkin dengan menemui orang tua nya aku tau dimana Serly berada.
Leo pun langsung menuju rumah Serly untuk menemui orang tuanya.
Sesampainya di rumah Serly dia melihat pak Amir dan bu Nita sedang duduk di teras depan rumah.
" assalamu'alaikum om, tante"
"Walaikumsalam nak Leo tumben kalau boleh tau ada perlu apa ya"?
"om tante sebelumnya saya minta maaf, kedatangan saya kesini ingin bertemu Serly, karena akhir akhir ini sangat susah untuk menemui nya, bahkan sekarang sekedar telfon saja tidak bisa.
mendengar pernyataan dari Leo, bu Nita dan pak Amir hanya bisa saling pandang, mereka tidak menyangka kalau Serly menyembunyikan pernikahan nya dari Leo
"gini nak Leo, sebenarnya Serly itu sudah menikah" dek mendengar ucapan pak Amir, jantung Leo seakan berhenti berdetak. dia benar benar tak menyangka kalau Serly menyembunyikan semua ini.
" maaf om kalau boleh tau kapan Serly menikah"?
"sekitar 3bulan yang lalu, dia menikah dengan anak sahabat om, dan pernikahan mereka memang dilaksanakan dengan sederhana" ucap pak Amir yang dengan sengaja memberi tahu ke Leo, karena dia gak mau Leo menaruh harapan ke Serly yang notabennya sudah menjadi istrinya Frans.
"oh gitu ya om, saya minta maaf kalau kedatangan saya ke sini terkesan lancang, soalnya Serly gak pernah cerita tentang pernikahannya, bahkan seminggu yang lalu kita ketemu juga Serly gak cerita apa-apa." Leo yang menahan rasa kecewa berusaha terlihat tegar di depan orang tuanya Serly
sebagai orang tua Serly, bu Nita pun merasa kecewa kenapa Serly masih ada hubungan sama Leo, "nak Leo kita sebagai orang tua Serly minta maaf, kalau Serly menyembunyikan semua ini" ucap bu Nita yang. merasa bersalah atas apa yang dilakukan putrinya.
"Ga papa buk mungkin Serly butuh waktu untuk mengatakan semua ini, om tante berhubung sudah sore saya pamit pulang dulu, terimakasih buat semuanya" Leo yang merasa sudah tak mampu lagi menahan rasa kecewa yang ada dihatinya memutuskan meninggalkan rumah Serly.
"iya nak Leo, kita doakan semoga nak Leo menemukan jodoh yang tepat" ucap bu Serly sambil berjabat tangan yang diiringi doa untuk Leo.
"Iya nak Leo, kita percaya nak Leo orang yang baik pasti akan dipertemukan dengan jodoh yang baik pula" Pak Amir sebagai sesama lelaki bisa membaca dari raut muka Leo dan diapun mencoba menguatkan hati pemuda yang baik itu.
"Amin iya om, tante Terima kasih atas semuanya assalamu'alaikum"Leo pun langsung melangkah memasuki mobilnya dan melaju untuk kembali pulang.
" waalaikum salam"jawab pak Amir dan bu Nita yang melihat langkah lunglainya Leo .
***
Di sepanjang perjalanan pulang Leo hanya memikirkan Serly, "kenapa kamu harus sembunyikan semua ini? apa yang terjadi sama kamu? aku memang sangat mencintaimu, aku hanya ingin kamu bahagia"
kembali mengingat kenangan bersama Serly membuat air mata seorang laki laki bernama Leo pun tak mampu tertahan di pelupuk matanya. terlalu dalam rasa cinta, terlalu cepat pula datang sebuah kecewa seakan membuat Leo tak mampu lagi menahan air matanya.
Sesampainya di rumah Leo mengemasi pakaian yang ada di lemarinya "mungkin dengan meninggalkan kota ini aku bisa melupakanmu, walau itu tak akan mungkin mampu aku lakukan" Rasa kecewanya dengan seorang wanita kembali lagi harus Leo alami.
"Serly aku sudah tau semuanya
selamat ,semoga kamu bahagia
aku akan meninggalkan kota ini dan suatu saat aku kan kembali melihat senyuman di wajahmu.
aku hanya inggin melihat kamu bahagia, jika tidak, aku berjanji akan membawamu menemukan kebahagiaan kita.
l love u"sebuah pesan yang ditulis Leo dikirim untuk Serly.
***
Di Kamarnya Frans masih setia menunggu Serly, walau dia tak tau keberadaan nya itu berarti atau tidak.
situasi yang begitu sulit rasanya buat Frans,berdua didalam kamar dengan Serly yang hanya terdiam tanpa kata.
ponsel yang berulang kali berbunyi sama sekali tak disentuh oleh Frans, entah itu kabar penting atau tidak seolah dia sudah gak peduli.
tok tok tok "kak kakak" suara teriakan Dara dari balik pintu memecah keheningan dalam kamar itu.
Frans pun berdiri membuka pintu menemui adiknya
"ada apa"? tanya Frans dengan lesu
" kakak aku telfon gak di angkat sih? kak Serly mana? "ucap Dara yang langsung nyelonong masuk ke kamar yang ingin menemui Serly.
melihat Serly yang dirasa tidak baik baik saja membuat Dara seakan mematung dalam sekejap,
" maaf kak enggak jadi"dengan rasa takut dan rasa bersalah Dara mengurungkan niatnya dan langsung keluar meningkatkan kamar kakaknya.
Dukung terus ya kak terimakasih buat dukungan dan support nya🙏
like dan komentar ya kak terimakasih
terimakasih atas dukungannya