Debora gadis yang sangat cantik dan suka menolong namun Debora selalu menyembunyikan kecantikannya untuk menghindari dari orang yang berbuat jahat.
Hingga suatu ketika Debora menyelamatkan seorang pria yang mengalami kecelakaan mobil dan ternyata pria tersebut terkena amnesia.
Debora yang mempunyai hati yang sangat baik menolong pria tersebut dan tinggal bersama keluarga besarnya. Awalnya ibu tirinya tidak setuju tapi anak kandungnya mempunyai rencana jahat hingga ibu tirinya menyetujuinya.
Satu hari sebelum acara pernikahan Debora dengan calon suaminya, calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya Debora hingga ibu tirinya mengusulkan ke suaminya untuk menikahkan Debora dengan pria amnesia yang diselamatkan oleh Debora untuk menutupi rasa malu.
Akhirnya adik tirinya menikah dengan calon suaminya sedangkan Debora menikah dengan pria amnesia.
Bagaimana pernikahan Debora ? Apakah berakhir bahagia atau bercerai?
Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jordan dan Julia
"Debora!!" panggil Deren dengan wajah kuatir.
Bruk
Tidak berapa lama Deren ikut tidak sadarkan diri dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
xxxxxxx
Perlahan Debora membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan yang sangat asing. Debora memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, wajahnya yang sendu karena suaminya tidak ada di sisinya.
"Lebih baik aku pergi dari sini," ucap Debora sambil berusaha bangun.
Debora menarik selang infusnya membuat Debora meringis menahan rasa sakit namun rasa sakit itu tidak seberapa ketika dirinya ingat suaminya di peluk seorang wanita lain.
Debora turun dari ranjang dan keluar dari kamar perawatan meninggalkan rumah sakit. Debora melambaikan tangannya ke arah taksi kemudian naik taksi tersebut sambil menatap gedung rumah sakit.
("Seperti aku katakan dulu, aku akan pergi dari kehidupan kak Deren jika kak Deren menemukan pengganti diriku dan semoga Kak Deren bahagia walau hatiku terluka," ucap Debora dalam hati).
Debora yang masih terpengaruh obat bius kembali tertidur membuat sopir taksi tersebut tersenyum menyeringai.
("Bagus, gadis itu tidur dengan nyenyak aku akan menjualnya di pasar lelang di mana banyak orang membeli organ tubuh dengan harga yang sangat mahal," ucap sopir tersebut).
("Jantung, hati, sepasang mata dan apa saja yang bisa di jual di pasar lelang. Aku akan menjadi pria yang kaya dan aku bisa bersenang-senang dengan wanita lain," sambung pria tersebut dalam hati).
Pria itupun melajukan mobilnya ke arah yang tidak di tunjuk oleh Debora sedangkan di rumah sakit perlahan Deren membuka matanya dan menatap ke arah sekeliling ruangan sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Aku di mana?" tanya Deren yang masih setengah sadar.
"Syukurlah kakak sudah sadar. Kakak ada di rumah sakit, apakah ada yang sakit kak?" tanya gadis itu.
"Kamu siapa? Di mana istriku?" tanya Deren sambil bangun dari ranjangnya.
"Kakak, aku ini adikmu Julia masa kakak lupa?" tanya Julia dengan wajah di tekuk.
"Kamu sudah menikah?" tanya Jimmy.
"Gadis itu istrimu?" tanya Jessica secara bersamaan.
"Maaf aku tidak ingat sama sekali dengan kalian dan aku ingin bertemu dengan istriku. Istriku ada di mana?" tanya Deren sambil melihat sekeliling ruangannya.
Deren menarik selang infus namun di tahan oleh Jimmy.
"Kamu mau kemana?" tanya Jimmy sambil masih menahan tangan Deren.
"Aku ingin bertemu dengan istriku, aku mohon lepaskan tanganku," mohon Deren untuk pertama kalinya.
Entah kenapa Deren tidak berani memarahi atau membentak pria tersebut karena itulah dirinya hanya bisa mengatakannya dengan kata memohon karena dirinya sangat kuatir dengan istrinya.
"Daddy, akan mengantarmu ke ruangan istrimu," ucap Jimmy walau dalam hatinya bingung apa yang terjadi.
"Mommy akan ambilkan kursi roda" ucap Jessica.
"Tidak perlu, biar Deren ke ruangan istriku," ucap Deren.
"Deren?" tanya ulang mereka serempak.
"Iya namaku Deren," jawab Deren.
"Kamu bukan Deren, namamu Jordan putra kami," ucap Jessica.
"Apa kata Mommy benar, kami adalah orang tuamu Jordan," sambung Jimmy sambil melepaskan tangannya yang tadi menahan tangan Deren.
"Jordan ... Namaku Jordan?" tanya Deren sambil memegangi kepalanya dengan ke dua tangannya.
"Akhhhhhhhh ... Sakitttt!!" teriak Deren sambil menarik rambutnya dengan ke dua tangannya.
"Jordan / kak Jordan, kamu kenapa?" tanya mereka serempak.
Jimmy menekan tombol darurat yang ada di atas kepala Deren yang menempel di dinding.
"Jessica, lebih baik kita ke ruangan sebelah untuk melihat istrinya Jordan," ucap Mommy Maya.
Ya mereka adalah keluarga besar Alexander, mereka sangat senang bisa bertemu kembali dengan Jordan. Putra pertama dari pasangan Jimmy dengan Jessica yang dicarinya selama ini.
"Baik Mom," jawab Jessica dengan patuh.
Mommy Maya dan Jessica berjalan ke arah pintu ruangan bersamaan kedatangan dokter dan perawat untuk memeriksa keadaan Deren atau Jordan.
mampir thor☺️