Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.
Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.
Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.
Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Sudah hampir 2 bulan Adzkiya sekolah di SMA Xendaria, tetapi dirinya selalu merasa tidak mendapatkan apa apa.
Entah jati dirinya yang hilang, setelah kepergian keluarga nya semangat belajarnya mulai menurun, Adzkiya tidak lagi memperhatikan pendidikan nya, terkadang Adzkiya bolos hanya untuk menemani nenek nya.
Berita atas bolos nya Adzkiya terdengar sampai di New York, Rasya yang selalu mendapat kabar dari pak Elvan bahwa grafik prestasi Adzkiya yang makin lama makin menurun.
Dalam bulan ini Rasya sudah mendapat 5 kali panggilan atas kasus perkelahian yang dilakukan Adzkiya, bahkan dalam bulan ini Adzkiya sudah bolos selama 1 minggu. Hal ini membuat Rasya menjadi sangat marah, setiap ia menghubungi Adzkiya pasti selalu memarahi nya bahkan Rasya dan Tazkia mulai memaki Adzkiya.
Zakia yang tidak mengetahui semua tentang masalah kakak nya di Indonesia, ia selalu tenang tenang saja karena selalu di beri kabar oleh Adzkiya dengan keadaan baik, dan belum mendengar berita atas kenakalan Adzkiya.
Adzkiya yang duduk di teras rumah, dengan satu cangkir kopi yang ditemani brownies coklat kesukaan nya. Adzkiya melirik ke arah kucing nya Oca sedari tadi Adzkiya terus berdialog dengan Oca. Nenek Fatma dan bu Lela yang melihat Adzkiya makin hari menjadi makin menyendiri, dan mudah terjatuh sakit.
Bu Lela mendorong kursi roda nenek Fatma menghampiri Adzkiya.
"Nak Adzkiya."
Adzkiya menoleh, sedikit terkejut dengan kehadiran Bu Lela dan Nenek nya. "Eh, iya bu? sejak kapan Nenek dan bu Lela disini?."
"Tidak lama, Nenek dan Bu Lela barusan sampai." ucap Nenek Fatma yang menatap wajah Adzkiya, terlihat kelopak matanya yang semakin gelap bahkan kantung mata Adzkiya semakin besar.
"Tapi dari tadi, Bu Lela dan Oma Fatma sudah memperhatikan Nak Adzkiya sejak awal meminum kopi."
"Hehe... maaf ya Bu Lela, Nenek. Adzkiya aneh ya? masa ngobrol sama Oca." ucap Adzkiya yang menyengir.
Bu Lela melirik Nenek Fatma, begitu juga Nenek Fatma yang melirik bu Lela. setelah itu mereka berdua tersenyum.
"Tidak apa Adzkiya, hm... apakah cucu Nenek sudah sembuh?."
"Alhamdulillah sudah Nek, sekarang badan Adzkiya sudah enakan."
Bu Lela melirik cangkir di atas meja, terlihat cangkir berisi ampas kopi, bu Lela melihat Adzkiya pasti ini ulahnya. "Tapi kok minum kopi si nak Adzkiya, nanti lambungnya kumat lo."
Nenek Fatma melirik Adzkiya, ia sedih dengan keadaan cucu nya sekarang. Semakin hari semakin memburuk, bertambah kepucatan wajahnya, tidak hanya itu bahkan terlihat dari aura wajahnya yang lesu seperti tanpa cahaya.
"Adzkiya, cerita pada Nenek, jangan seperti ini.Nenek tau apa yang kamu rasakan sekarang, tapi nenek minta pada mu cucu Nenek, jangan putus asa, jangan pikirkan ucapan Ayah dan Bunda mu. Nenek yakin itu hanya khilaf diluar kendali mereka, tidak ada orang tua yang dengan sengaja mau membuang anaknya." Nenek Fatma terus menatap Adzkiya, sedangkan Adzkiya terus menghadap kedepan. Terlihat pandangan nya yang kosong, ucapan Nenek nya hanya seperti angin saja di telinganya.
"Nak Adzkiya! Nenek lagi berbicara, coba dengarkan." ucap Bu Lela yang sedikit meninggikan nada bicaranya, ia gemas akan tingkah Adzkiya tetapi ia tidak bisa menyalah kan nya, karena ini semua adalah akibat dari perilaku kedua orang tuanya.
Adzkiya menoleh ke arah bu Lela dan Nenek Fatma. "Adzkiya dengar kok bu! hanya saja yang dikatakan Nenek itu hanya pencitraan untuk ayah dan Bunda!."
"Tidak Adzkiya! tidak, percaya pada Nenek ya sayang." Nenek Fatma terus berusaha menatap mata Adzkiya, terlihat dari bola matanya hanya ada tatapan kosong, keadaan Adzkiya sekarang seperti tidak berjiwa.
Adzkiya berdiri dari kursi, menatap Nenek Fatma setelah itu bergantian menatap Bu Lela. Adzkiya tersenyum "Adzkiya sayang sama Nenek dan bu Lela, hanya kalian yang sekarang Adzkiya punya di dunia ini. Bukan karena Adzkiya tidak mau mendengarkan Nenek, hanya saja siapa didunia ini yang hatinya tidak sakit saat diungkit ungkit Bunda nya. Dikatakan anak tidak becus, iblis, durhaka secara tiba tiba. Mereka disana tidak tau bagaimana kehidupan Adzkiya Nek!."
Adzkiya pergi meninggalkan bu Lela dan Nenek nya di teras rumah.
Nenek Fatma menggenggam tangan Bu Lela, ia terus menangis. "Lela, bagaimana jika umur ku tidak sampai untuk menemani Adzkiya, bagaimana dengan nya."
"Tenang Oma, Lela yakin Oma pasti sembuh." ucap Bu Lela yang berusaha menguatkan Nenek Fatma, walau sebenarnya hatinya rapuh mendengar itu.
...****************...
Pagi ini, tepat di hari senin Adzkiya bangun pagi. Ia melaksanakan sholat shubuh lalu dilanjutkan dengan membaca Al-Quran. Setelah itu Adzkiya bergegas masuk ke kamar mandi untuk bersiap sekolah.
Selepas 30 menit, Adzkiya sudah siap dengan seragam sekolahnya. Adzkiya turun menemui Bu Lela dan Nenek nya yang diperkirakan sudah siap untuk sarapan.
Sesampainya di bawah, Adzkiya sudah melihat berbagai macam hidangan sarapan yang memenuhi meja makan. "Assalamualaikum Nek, maaf sudah menunggu. Ayo kita makan!." ajak Adzkiya dengan antusias, ia langsung mengambil piring, mencentongkan nasi dan mengambil lauk, dan sayur mayur.
Berbeda dengan Nenek Fatma dan Bu Lela yang sedari tadi Adzkiya datang sampai sekarang masih menatap Adzkiya dengan raut wajah melongo.
"Ada apa?." tanya Adzkiya yang terheran heran akan kedua perempuan di depan nya ini.
"Na-nak Adzkiya bener mau berangkat sekolah kan?." tanya Bu Lela dengan ekspresi yang masih tidak percaya.
"Iya." ucap Adzkiya yang mengangguk dan melanjutkan sarapan nya.
Nenek Fatma tersenyum bahagia, bisa melihat Adzkiya yang mau berangkat sekolah dengan kesadaran dirinya sendiri.
"Alhamdulillah, Nenek seneng cucu Nenek mau sekolah." ucap Nenek Fatma yang terus tersenyum ke arah Adzkiya.
Adzkiya menyudahi sarapannya, ia menatap Nenek nya. "Iya Nek, tapi ada syaratnya."
Bu Lela langsung menatap ke arah Adzkiya. "Syarat apa Nak?."
"Jadi, Adzkiya sekarang mau bawa motor sendiri." ucap Adzkiya yang menatap Bu Lela dan beralih menatap Nenek Fatma.
"Tapi Adzkiya itu berbahaya, Nenek tidak izinkan." ucap Nenek Fatma yang melanjutkan sarapan nya.
Raut wajah Adzkiya seketika berubah. "Yah! Nek ayolah. Adzkiya mau bawa motor, Adzkiya ga mau cuma dibilang benalu, merepotkan, lagi pula dengan membawa motor milik sendiri pakai uang sendiri itu lebih membuat hati tenang."
"Adzkiya, Nenek kan sudah katakan jangan dengar ucapan Ayah dan Bunda mu. Bagi Nenek kamu tidak merepotkan, apalagi benalu." sekarang raut wajah Nenek Fatma semakin sedih, dan mata nya mulai berkaca kaca.
Adzkiya mendekati Nenek nya, ia menggenggam tangan nenek nya."Adzkiya janji akan membawa motor dengan hati hati." ucap Adzkiya yang menjulurkan jari kelingkingnya.
Dengan situasi seperti ini, mau tidak mau pasti Nenek Fatma akan mengiyakan.
"Yasudah boleh, tapi janji sama Nenek, bawa motor hati hati, waktu pulang langsung pulang."
Adzkiya memancarkan wajah bahagianya, senyum lebar terbit di bibirnya. "Terimakasih Nenek. Adzkiya berangkat ya." ucap Adzkiya yang mencium Nenek Fatma, setelah itu melirik bu Lela dan mencium tangan bu Lela.
"Bu, Adzkiya berangkat Assalamualaikum."
Bu Lela dan Nenek Fatma hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat Adzkiya yang sudah melangkah pergi menuju luar rumah.
...****************...
^^^Oktober 2022^^^
^^^Gaga^^^
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈