Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dugaan
Alex membalikkan tubuh. Menatap Emma yang saat ini juga menatapnya. Menatapnya dengan tatapan nanar. Seakan ingin mengatakan pada Alex bahwa dirinya tahu semua tentang apa yang terjadi pada kakaknya. Lalu ia juga ingin menyampaikan kalau dia sangat khawatir dan sedih.
Mengerti kekasihnya bersedih, Alex langsung mendekati Emma dan memeluk erat kekasihnya. Seakan paham akan apa yang dirasakan oleh kekasihnya.
"It's oke! Kakakmu sudah ditemukan. Hanya saja kabarnya sedikit kurang mengenakan. Maafkan aku," ucap Alex sembari mengelus punggung kekasihnya.
"Kenapa pria itu jahat sekali? Kanaya salah apa?" tanya Emma, di sela-sela tangisnya.
"Kanaya mungkin tidak salah. Aku rasa dia korban. Yang punya masalah sebenarnya adalah orang tuanya. Mereka terlalu berani berhutang, Yang. Sehingga kakakmu yang jadi korban. Tapi kamu tenang saja, aku akan bantu Kanaya bebas dari Steven, hem!" ucap Alex memastikan.
Emma memeluk Alex. Lalu menangis menjadi-jadi di dalam pelukan pria itu.
Rasanya ia tak bisa berpikir jernih lagi. Bagaimana tidak? Selama ini Kanaya sangat diagungkan oleh keluarganya. Di sanjung bahkan apapun yang Kanaya inginkan selalu dituruti oleh ayahnya. Lalu secara logika, apa mungku seseorang yang mereka sayang. Tapi mereka tega menjerumuskan.
"Aku paham dengan apa yang kamu pikirkan Yang, Tapi percayalah, jangan pernah tertipu dengan kasih sayang. Bisa saja itu hanyalah tipuan semua untuk Kanaya. Agar Kanaya mau menurut dengan mereka. Dan inilah Akhirnya. Kanaya masuk ke dalam jebakan dan tipu muslihat orang tuanya sendiri," ucap Alex sembari memeluk kuat tubuh kekasihnya itu.
"Mungkinkah mereka tahu kalo Kanaya dijual oleh suaminya pada laki-laki hidung belang?" tanya Emma.
"Bisa mungkin, bisa juga tidak, Yang. Aku sedang meminta Vian untuk menyelidiki itu. Semoga mereka tidak tahu, kalo sampai mereka tahu dan mereka diam saja, aku rasa Kanaya akan sangat kecewa!" jawab Alex serius.
"Sungguh aku nggak habis pikir dengan jalan pikiran mereka. Mengapa mereka begitu tega melakukan itu pada Kanaya. Padahal, Kanaya adalah kebangangan mereka. Dibanding aku!" ucap Emma bingung.
"Sudah ku bilang jangan terlalu percaya pada orang. Meskipun itu orang terdekatmu. Kamu tahu kan kasus yang aku hadapi sekarang. Aku yakin yang bermain di sini adalah keluarga dekat oma. Yang tidak menyukaiku tentunya. Namun siapa itu, aku sedang berusaha menemukan jawabannya." Alex tersenyum sekilas. Berusaha membangkitkan semangat Emma lagi. Berharap pertemuannya dengan Kanaya nanti, bisa membangkitkan semangat juang wanita itu lagi.
"Makasih banyak kamu sudah membantu aku dan Kanaya, Lex. Maaf jika aku tidak bisa membalas perbuatan baikmu ini. Namun aku berjanji, aku bakalan setia padamu. Apapun yang terjadi," jawab Emma.
Alex tersenyum lalu mengajak Emma bersiap untuk menjenguk Kanaya di rumah sakit.
***
Di lain pihak...
Steven gusar karena apa yang ia lakukan pada Kanaya telah tercium polisi dan juga awak media.
Steven pun bersiap untuk meninggalkan negara ini. Namun sayang, saat ia hendak keluar apartemen beberapa polisi menghadangnya. Membawa surat penangkapan untuknya.
Awalnya Steven meronta dan memaki. Tak Terima dengan perlakuan tak menyenangkan yang ia dapatkan dari para polisi ini.
"Lepaskan! Apa yang kalian lakukan padaku?" tanya Steven marah.
"Bapak tidak perlu bertingkah! Alasan penangkapan anda sudah jelas bukan, semua tertulis jelas apa kesalahan anda. Jika anda ingin membela diri, silakan anda lakukan," jawab salah satu petugas itu.
Tangan Steven mengepal marah ia tahu siapa dalang dari penangkapan ini. Kalau Kanaya yang melaporkan, Steven yakin dia tidak akan berani. Steven yakin ini pasti ulah Alex.
Bersambung...
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊