NovelToon NovelToon
Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Dara tak menyangka kalau suaminya akan berhianat. Sebelum menikahinya, ternyata Revan pernah bertunangan dengan Mirna.

Karena sesuatu hal, Revan dan Mirna batal menikah.
Dan saat situasi patah hati, Revan bertemu dengan Dara.

Setelah Dara menikah dengan Revan, muncul konflik dalam rumah tangga mereka. Mirna hadir lagi dalam kehidupan Revan

Mirna balas dendam karena Daralah yang menggoda Revan tunangannya.

Dara tak terima dan berusaha merebut kembali hati suaminya dengan menjadi pelakor, dengan identitas Mutia.

Berhasilkah Dara merebut cinta Revan. Ataukah dia merelakannya untuk Mirna. Yang ternyata adalah sahabatnya sendiri, semasa SMA.

Akankah cinta Yudi bersambut, yang diam- diam mengagumi Dara.

Yuk, kupas abis kisahnya di sini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Mirna menikmati setiap moment saat berkeliling. Kota yang ia tinggalkan lima tahun lalu, kini sudah jauh berubah. Sama seperti dirinyakah? Sejak lima tahun lalu juga mengarungi, gelombang pasang surut dalam kehidupapnnya

Setelah keluar dari rumah sakit paska keguguran. Mirna memutuskan pergi meninggalkan kota ini.

Kota yang memberinya banyak kenangan manis sekaligus pahit. Kota yang telah banyak mengajarkannya tentang kehidupan. Betapa keras dia berjuang dulu di kota ini. Hanya saja dia mungkin termasuk salah satu korban yang tergilas di kota ini.

Terperosok ke lubang yang sangat hitam dan gelap. Yang menoreh tinta merah dalam sebuah penggalan kehidupannya. Akankah hitam bisa berubah putih? Ataukah merah menjadi abu- abu? Hidup ini adalah sebuah pilihan. Terserah mana jalan yang kamu pilih. Terserah warna apa yang hendak kau toreh di atas canvas hidup yang kamu lukis.

" Stop pak!" seru Mirna tiba- tiba. Harun supir Mirna menepikan mobil di pinggir jalan.

" Kenapa bu?" tanya Harun heran. Pemuda berusia dua puluh lima tahun itu, menatap ke arah majikannya.

" Aku mau mampir sebentar di toko roti itu." hunjuk Mirna ke salah satu toko roti yang terkenal di kota itu. Dulu Mirna suka belanja di sana.

" Baiklah bu, aku cari dulu area parkir. Sepertinya di sana sudah padat." mata Harun celingukan mencari celah untuk parkir. Tiba- tiba seorang juru parkir datang menghampiri. Mengarahkan Harun ke area parkir yang masih kosong.

" Tunggu sebentar, ya." Mirna keluar dari mobil. Dan bergegas menuju arah toko roti. Setelah Mirna berkeliling beberapa menit, Mirna memutuskan membeli beberapa roti kesukaan- nya dan putrinya Grace.

Mirna keluar dari toko itu, menenteng dua paper bag, besar. Kembali menuju arah mobil di mana Harun supirnya menunggu.

Tinggal beberapa langkah lagi, kaki Mirna terhenti saat ia mendengar namanya di panggil seseorang.

" Hai, Mirnakan?" sapa seseorang mengalihkan perhatian Mirna.

" Eh, kamu Nesa?" sebut Mirna ragu. Karena penampilan Nesa yang jauh berubah dari dulu. Tubuh Nesa nampak lebih berisi dan montok.

" Iya, aku Nesa. Masak kamu lupa sih sama aku. Dari mana aja Mir, sudah lama kita tak bertemu?" cecar Nesa riuh.

" Maaf ya Nes, aku buru- buru soalnya." tukas Mirna sepertinya menjaga jarak. Mirna melanjutkan langkahnya, tanpa menoleh lagi pada Nesa.

" Huh! Sombongnya." Nesa merengut sebal melihatnulah Mirna yang mengabaikannya.

" Ayo jalan!" seru Mirna pada supirnya. Seraya menyemburkan nafasnya. Harun melirik dari kaca spion ulah majikannya itu. Entah apa yang terjadi hingga majikannya berubah kesal seperti itu.

Bagi Mirna pertemuan itu adalah hal yang ia hindari. Dia enggan bertemu atau sekedar menyapa dengan mereka. Nomor kontak mereka telah ia hapus dari WA juga pertemanan dari FB.

" Kita langsung pulang, bu?"

" Iya." sahut Mirna singkat

Harun memutar arah jalan, kembali ke rumah. Padahal tadi majikannya minta muter- muter dulu. Tapi sepertinya majikannya sudah kehilangan moodnya.

" Tiinnn... tiiinn...!!!" suara klakson mobil dan decit ban beradu dengan aspal terasa memekakkan telinga. Harun terkejut karena ada pejalan kaki yang mendadak menyeberang.

" Gubrak!!!" mobil yang di kemudikan Harun telah menabrak sesuatu. Harun terkejut dan menginjak rem, tiba- tiba. Mirna yang duduk di kursi penumpang terdorong ke depan. Untung pake sabuk pengaman. Sehingga tubuhnya tidak sampai terjungkal.

" Ada apa, Harun?!" teriak Mirna kaget.

" Sepertinya saya menabrak seseorang bu. Tadi ada yang mendadak menyeberang."

" Ayo, cepat keluar. Periksa!" titah Mirna panik.

Buru- buru Harun keluar mobil, dan melihat seorang ibu paruh baya jatuh terduduk di sisi mobil.

" Astaga, ibu tidak apa- apa?! Kenapa ibu buru- buru nyeberang tadi?"

" Saya tidak apa- apa." wajah ibu itu pucat dan ketakutan. Dia menoleh ke belakang dan di sana dua pria yang mengejarnya tadi, terus

mengikutinya.

" Mana yang luka, bu?" Harun memeriksa kaki ibu itu. Tak ada luka yang serius, hanya berupa lecet. Mungkin karena kaget, sehingga wajah ibu itu pucat. Tapi tatap mata ibu itu yang menoleh ke belakang, terus serta usahanya untuk berdiri kembali. Membuat Harun curiga.

Harun mengikuti arah pandangan mata ibu yang ia tabrak. Sikap ke dua lelaki itu sangat mencurigakan.

" Ayo, bu kita ke dokter mengobati luka ibu,"

" Tidak perlu nak, ibu tidak apa- apa. Biarkan ibu pergi." wanita paruh baya itu berisaha berdiri dengan susah payah. Lututnya terasa ngilu. Tapi dia harus pergi segera. Sebelum ke dua laki- laki itu menagkapnya dan melukainya lagi.

" Siapa yang kamu tabrak, Harun?" seru Mirna tak sabar, karena supirnya itu masih saja di luar. Mirna ke luar dari mobil.

" Eh, bi Arsi?" beliak Mirna kaget. Tenyata mantan pembantunya yang kena tabrak.

" Non Mirna? Non Mirna kembali ke kota ini?" beliak bi Arsi girang. Tak dia hiraukan sakit di lututnya. Juga rasa takutnya karena ke dua lelaki yang mengejarnya.

" Iya, aku Mirna, bi. Apa khabar, bi?" terus terang Mirna kangen dengan mantan pembantunya ini. Menyesal dulu ketika meniggalkan bi Arsi pembatunya sendirian. Padshal bi Arsi sangat sabar melayaninya.

" Aduh non ternyata kita masih di beri Tuhan kesempatan bertemu." isak bi Arsi terharu.

" Ayo, bi. Kita ke dokter. Luka bibi harus di obati."

" Tidak apa- apa non. Cuma lecet saja." bi Arsi kembali menoleh ke belakang. Ke dua orang yang mengejarnya masih berdiri di seberang, dengan tatapan tajam dan mengancam.

" Siapa mereka, bi?"

" Bukan siapa- siapa. Bibi pergi dulu." bi Arsi hendak beranjak pergi. Tapi tetiba jatuh saat melangkah.

" Aduh, bi. Luka bibi harus di periksa. Nanti jadi bertambah parah. Ayo, Harun. Bantu bibi naik ke mobil."

" Mari bu. " Harun membantu bi Arsi masuk ke dalam mobil. Masih sempat bi Arsi melirik ke orang yang mengejarnya. Tapi mereka sudah pergi. Bi Arsi menarik napas lega.

" Sebenarnya mereka siapa, bi? " Mirna masih penasaran dengan sikap bi Arsi yang misterius.

" Sebenarnya bibi juga tidak mengerti. Hidup bibi jadi kacau sejak bibi bertemu suami bibi."

" Bibi sudah menikah, ya?" setau Mirna bi Arsi tidak pernah menikah.

" Eh, maksud bibi mantan pacar bibi."

" Hahaha...! Sejak kapan bibi punya pacar?" Mirna

merasa geli mendengar cerita bi Arsi.

" Bukan pacar masa sekarang,non. Tapi dulu, saat bibi masih muda." cebik bi Arsi merengut.

" Maaf bi, aku cuma becanda tadi. Trus, bibi jumpa dengan mantan bibi, lalu bibi CLBK sama mantan. Istrinya ngamuk, gitukah?"

" Bukan. Nanti sajalah bibi cerita. Gak enak." bi Arsi merasa sungkan. Karena bercerita di dalam mobil yang tengah melaju.

" Baikalah bi, bibi ikut saja ke rumah saya. Nanti kita cerita lagi di sana."

" Non Mirna mengajak bibi ke rumah, non?"

" Iya, kenapa rupanya bi. Bibi gak mau?"

" Bukan. Bibi, tidak ingin merepotkan non Mirna. Bibikan tidak kerja lagi dengan, non Mirna. "

" Apakah bibi mau kerja dengan saya , lagi bi?"

" Non serius?"

" Iya, biar ada teman Grace."

" Grace? Siapa Grace, non?"

" Putri saya, bi. Umurnya empat tahun, bulan depan."

" Oh, Non Mirna udah menikah lagi?" tatap Bi Arsi senang.

" Iya, bi.Empat tahu yang lalu.Tapi saya sudah bercerai, makanya saya kembali ke kota ini.

****

1
Maria Christanti
lanjut thor
Holipah
lanjut Thor
Lilis Yuanita
lnjt
Tipa Ghorky
yg namanya pengkhianat itu ga akan pernah bisa tobat dan selingkuh itu penyakit ga akan sembuh hanya dgn kata maaf , sekali berselingkuh dia akan mengulangi nya lagi dan lagi
Linda pransiska manalu
makasih telah mampir mak.
Shizi🦁🦁
gas mak.
Shizi🦁🦁
mak ah bisa bae buat ceritanya... biasanya kan toko roti atau toko, toko bunga ini toko kain.
Shizi🦁🦁
aku mengintip mak
Sarry Okto
penasaran dgan kehidupannya, trus lama2 ada rasa ketertarikan, jadi CLBK donk, ga ju2r sama istri. kalo gitu cukup sekian lah, jantung gak sanggup, rasanya mau darah tinggi aja.
Sarry Okto: habis laki nya tu kayak ga tegas gitu, ji2k liatnya, ketemuan sama mantan malah salting n canggung gitu
total 2 replies
Noor Zayanah
mirna mcm mana bole jadi kaya?
ada bau2 perselingkuhan lagi kahh
Linda pransiska manalu
iya kayaknya. kita lihat sejauh mana revan, mengahadapinya. makasih komennya , ya.
Sarry Okto
CLBK lgi ni, kalo iya ga kapok jga tu pelakor ma penghianat..
Rizky Sandy
masa kantor gvada cctv, yg berantakan cm Mirna baju rvan msh utuh kan,,, aneh ceritamu thor,,, cukup sampai disini,,,
Linda pransiska manalu: hehe..betul bun, terima kasih untuk kejeliannya. kejelasannya di bab berikutnya ya...
total 1 replies
Linda pransiska manalu
makasih dukungannya ya thor. kita akan mampir nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!