NovelToon NovelToon
Om Gibran?

Om Gibran?

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:42.6k
Nilai: 5
Nama Author: Icha Annisa Amanda

Ini semua berawal dari keisengan Melisa dan teman-temannya, yang membawa Melisa pada sebuah kisah percintaan dengan seorang pria yang memiliki selisih usia 7 tahun darinya.

Karena suatu alasan Melisa dan Gibran terjebak pada pilihan, lepaskan atau pertahankan. Lepaskan? Tidak semudah kata! Pertahankan? Keluarga yang menjadi dinding penghalangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 02 : Liburan (7)

"Gimana, udah mendingan?" tanya Hesti pada Gibran yang duduk di meja makan, lalu meletakkan sepiring nasi, sepiring ayam balado, dua butir telur mata sapi, semangkuk capcay, dan segelas air putih di atas meja.

"Udah, Ma. Kan Gibran bilang cuman butuh istirahat aja!"

"Syukur deh kalo gitu! Berarti nanti malam mau keluar?"

"Iya, mau nemenin Livi, Ma!"

"Eh, baru aja mau Mama ajakin keluar sama Euni!"

"Euni lagi, Euni lagi. Ma, Gibran nggak suka sama dia! Lagian Gibran juga udah punya cewek yang Gibran suka!"

"Siapa? Kenapa nggak pernah kenalin ke Mama?!"

"Kalo udah waktunya pasti Gibran kenalin, kok, cuman sekarang belum bisa!"

"Gibran, Mama nggak mau ya liat kamu pacar-pacaran lagi sampai bertahun-tahun, dan ujung-ujungnya ditinggalin lagi! Kalo udah sama-sama siap, langsung nikah aja!" tegas Hesti.

"Nggak bisa gitu dong, Ma..."

"Kenapa nggak bisa? Dia belum siap, hmm? Kalo belum siap, udah cari yang lain aja!"

"Mama kenapa sih? Ini nikah loh, Ma. Hubungannya bukan sehari dua, jadi nggak bisa dong kalau terkesan terburu-buru gitu!"

"Iya, Mama faham. Cuman buat apa pacaran lama-lama kalo ujung-ujungnya pisah? Kan mending langsung nikah aja kalau udah ngerasa sama-sama cocok!"

"Tapi Gibran nggak ngerasa cocok sama Euni!"

"Ya udah kalo gitu bawa cewek kamu, kenalin ke Mama, secepatnya!"

"Ma--" Gibran tertunduk mengaduk-aduk nasinya. "Belum bisa sekarang, Ma."

"Intinya sebelum kamu bawa cewek itu Mama bakal tetap lanjut jodohin kamu sama Euni!"

"Ma? Gibran nggak mau, Ma!"

"Husst, lanjut makannya, serahin urusan ini ke Mama!"

Gibran melepas sendok di tangannya, mengambil segelas air putih, meneguk hingga setengah gelas. "Mungkin aku bisa aja nungguin kamu sampai tiga atau empat tahun, Mel. Tapi Mamaku?"

Gibran meninggalkan meja makan, tidak selera lagi untuk menghabiskan makanannya.

* * *

Livi tersenyum sinis saat melihat kedatangan Euni ke Villa mereka, katanya sih dia datang untuk menjenguk Gibran! Bahkan orang yang dia jenguk saja belum menampakkan batang hidungnya sampai sekarang, masih berdiam diri di dalam kamar!

"Kak Gibran?" Livi mengetuk pintu kamar Gibran, padahal hari sudah mulai petang, tapi Gibran belum kunjung keluar juga!

"Buka, Kak. Ini Livi!"

Setelah cukup lama dan lelah mengetuk pintu kamar Gibran, akhirnya pintu dengan chat hitam itu pun terbuka.

"Dia masih di sini?" tanya Gibran. Euni tadi mengirim pesan padanya, memberitahu bahwa gadis itu sedang berada di ruang tengah Villa mereka!

"Masih, tuh lagi ngobrol sama Mama!"

"Huh."

"Tau nggak, Kak?"

"Apa?"

"Mama nggak ngizinin Livi keluar sama Kak Gibran, kata Mama kasih waktu buat Kak Gibran kenal Euni lebih dekat lagi!"

"Huh, tau gitu Kak Gibran mending diam di kamar, ngurus kerjaan yang udah lama ditinggal! Daripada harus keluar sama tuh orang!"

"Iya, nggak seru banget! Mama kenapa sih sampai segitunya sekarang!"

"Entah, mau heran, tapi itu Mama kita!"

"Mungkin Mama pengen Kak Gibran cepet-cepet nikah ya?"

"Mungkin gitu!"

"Eh, terus Kak Melisa nanti gimana? Masak mau Kak Gibran tinggal nikah?!"

"Heh, lagian Kak Gibran mau nikah sama siapa, hmm? Kak Gibran nggak bakal nikah sama Euni, nggak bakal!"

"Kalau Mama udah nyuruh, Kak Gibran bisa apa?"

"Apapun alasannya, tetap nggak kalau sama dia!"

"Kak Gibran berani nolak permintaan Mama?"

"Lebih baik nolak daripada terpaksa nikah sama orang yang nggak Kak Gibran suka!"

"Bagus, bagus, tapi Livi takut Kak Gibran bakal luluh kalau Mama udah angkat suara!"

"Hmmm, mungkin iya kalau ceweknya bukan Euni!"

"Eh?" Livi menatap Gibran yang tertunduk menatap lantai kamar.

"Terus Kak Melisa gimana?"

"Entah, suatu saat nanti Melisa pasti bakal ketemu juga kan sama orang yang lebih dari Kak Gibran?"

"Emang nggak ada harapan lagi ya?"

"Sedikit."

"Nah, itu kan masih ada! Walaupun sedikit!"

"Tapi risiko terlalu berat, Livi!"

"Kata orang cinta itu bakal jadi kekuatan seseorang kan? Ada juga yang bilang sebagai alasan kenapa seseorang masih berjuang dan bertahan!"

"Pertanyaannya, apakah perjuangan Kak Gibran akan berharga di mata Ayahnya Melisa?"

"Kak Gibran nggak bakal tau sebelum Kak Gibran mencoba!"

"Livi?" panggil Gibran setelah diam beberapa saat.

"Iya?"

"Menurut Livi, Melisa mau Kak Gibran buat berjuang atau nggak?"

"Kayaknya sih iya! Cewek mana sih yang nggak mau diperjuangin, Kak!"

"Emmm, gitu, ya."

"Jadi? Mau nyerah atau--"

"Belum tau, Kak Gibran bingung sekarang!"

"Ya udah, mending Kak Gibran tenangin pikiran Kak Gibran dulu, jangan gegabah, jangan ada paksaan, ambil keputusannya tanpa ada rasa penyesalan di hati Kak Gibran! Semangat!"

"Makasih, ya, Livi!"

"Iya sama-sama, Kak. Ya udah kalo gitu, Livi mau ngecek Sik Mak Lampir dulu, masih ada tau nggak!"

"Huh, semoga udah enyah tuh orang!"

"Hahaha! Bentar liatin dulu!"

Livi menutup pintu kamar Gibran. Menghembuskan napas pelan, lalu melangkah menuju ruang tengah, ternyata Euni sudah tidak ada lagi di sana!"

"Huh, nih orang datang jadi pengganggu aja!"

* * * *

Melisa menggeser foto berikutnya, sedang melihat-lihat foto-foto yang dia ambil hari ini, ada dua foto bersama Livi saat di rumah makan tadi.

"Gibran ada di sini juga, ya?" gumam Melisa.

"Eh, kalo dia beneran ada di sini, berarti orang yang aku liat waktu itu beneran Gibran nggak sih?" ucap Melisa yang teringat dengan seseorang yang ia lihat di pantai, yang begitu mirip dengan Gibran!

Melisa merebahkan tubuhnya di atas kasur, menatap langit-langit kamar, matahari mulai terbenam di luar sana, tapi entah kenapa Melisa sedang tidak bersemangat untuk menikmati senja. Perasaannya sedang campur aduk sekarang, terlebih lagi setelah mengetahui alasan Ayahnya yang menyuruhnya untuk menjauhi Gibran!

"Ayah takut Gibran bakal nyakitin aku kan? Tapi kenapa aku yakin banget, kalau Gibran nggak bakal kayak gitu!"

Melisa berguling ke kiri, "Kalo tujuannya buat nyakitin aku, pasti udah dia lakuin dari awal, kan? Tapi kenapa ini malah sebaliknya! Bukannya nyakitin malah buat aku bahagia!"

"Huh, terus kenapa juga Ayah tanya kayak gitu tadi!" gumam Melisa, mengingat akan pertanyaan tentang perasaannya terhadap Gibran!

"Kan aku nggak tau mau jawab apa! Jujur salah, bohong juga salah!"

Melisa meraih guling untuk ia peluk. "Aku nggak ngerti sama perasaanku sendiri sekarang! Satu sisi aku masih belum bisa lupain Gibran! Satu sisi lagi aku nggak mau buat Ayah khawatirin aku terus!"

"Huh, kayaknya aku benar-benar butuh Via dan Rere deh sekarang! Kangen banget sama mereka!!"

Malam itu Melisa merayakan malam tahun baru bersama keluarganya, menyalakan kembang api bersama, bertukar canda tawa bersama Arkan dan Erlan!

Malam itu untuk pertama kalinya Melisa tidak melihat wajah Jefri, entah pria itu kemana, sampai tak kunjung menampakan batang hidungnya!

Sedangkan di bagian pulau yang lainnya, Gibran menghabiskan malam tahun barunya di halaman Villa, bersama Livi, Mama dan Papa, tidak menerima tamu siapapun itu!

Bahkan Gibran dengan tegas menolak saat Mamanya hendak mengundang Euni untuk bergabung bersama mereka!

"Melisa, kamu lagi apa sekarang?"

Batin Gibran sembari menatap langit malam yang dihiasi oleh kembang api dan bintang-bintang.

Pernah terlintas dalam pikiran Gibran untuk merayakan akhir tahun bersama Melisa, namun sayang sekali, semuanya hanya rencana. Entah, bisa atau tidak Gibran mewujudkannya!

1
Atik Marwati
Semangat akak otor ditunggu season selanjutnya🥰🥰🥰
Atik Marwati
pak Tio terbaik jagain melisa
Atik Marwati
aamiin....
saatnya mereka berdua bahagia...
Atik Marwati
gpp egois...
semangattt💪💪💪💪
Atik Marwati
selamat berjuang Gibran...
sukses🎉🎉🎉🎉
Atik Marwati
ya.... elah pantesan Jefri boleh mevet terus sama melisa
Atik Marwati
semoga berjodoh.. aamiin
Atik Marwati
😭😭😭😭sedih banget aq tuh sampai mewek bacanya thor
Atik Marwati
maunya mereka tetap bersama sampai maut memisahkan🥺🥺
Atik Marwati
akak masa sih pisah gitu aja
Atik Marwati
waduh ... kok kayak musuhan yak
Atik Marwati
kok nomer nya di blur kak 🤔🤔..
Atik Marwati
Luar biasa
Atik Marwati
Lumayan
Atik Marwati
Melisa yang sabar ya...
Atik Marwati
Gibran galau jadi dihapus semua mel...
yang kuat mel..kamu hebat
Atik Marwati
gabung akak...
Heryta Herman
hahaha..euni si uler keket...eemmm..wanita ular medusa.../Chuckle/
Heryta Herman
tdk harus begitu juga konsepnya menyayangi dan melindungi anak...itu terlalu kejam...anakmu tdk tau apa",tdk slh apa"..trauma mu,orang lain blh paham,tapi tdk dgn tindakanmu yg terkesan sangat tdk menyukai kehadiran anakmu ke dunia ini..tindakanmu tdk masuk akal....
Atiah arini
udah tamat aja lanjud dung
ChaManda: Terimakasih karena udah berkenan mampir, Kak. Rencana ada S2 tapi gak tau kapan, belum nemu waktunya 🙏💐
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!