Novel ini diperankan oleh 2 orang pemeran utama yakni Eza Aditya dan Reisya Salsabila.
Eza dalam novel ini digambarkan sebagai seorang lelaki yang penyayang. Eza adalah lelaki yang aktif dalam organisasi dan event. Eza adalah sosok lelaki yang baik, bertanggung jawab dan setia.
Reisya dikisahkan sebagai wanita cantik, yang sangat mahir dalam mengisi acara-acara (nge-mc).
Bagaimana suka duka perjalanan cinta Reisya dan Eza?
Penasaran?
Langsung baca aja yukk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivamaisya Desnasyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kritis
~Sesampai di rumah sakit.
Saat sampai di rumah sakit Reisya langsung melangkah kan kakinya menuju ke UGD. Karena yang Reisya tau apa pun sakitnya, gimana pun sakitnya pasti bakal ke UGD terlebih dahulu. Tak lama kemudian, Dani teman kantor Eza pun menghampiri Reisya.
"Ca, yuk ikut aku" Ajak Dani.
"Bukan di UGD?" Tanya Reisya.
"Enggak Ca, Eza udah di ruang ICU" Kata Dani.
Betapa hancurnya hati Reisya mendengar bahwa Eza calon suaminya itu berbaring lemah di ruang ICU.
Pelan-pelan sampailah Reisya di ruang ICU. Reisya melihat Eza terbaring sangat lemah dengan bantuan alat-alat medis di sekujur badannya. Reisya melihat Eza menutup mata dan sudah tak bisa berbicara, Reisya menguatkan dirinya untuk berjalan menghampiri Eza. Reisya berdiri tepat di samping Eza terbaring.
"Ya Allah, kasih aku kekuatan, beri Eza calon suamiku kesembuhan agar bisa melakukan ijab kabul dan memulai kehidupan baru dengan ku" Reisya terus-terusan berdoa kepada Allah.
Reisya sangat lemas, kaki Reisya seolah sulit untuk berdiri seperti biasanya. Lalu Reisya di pegangin oleh Papa dan Om Deski.
"Mbak pasangannya?" Tanya petugas di ruang tersebut.
"Iyaa" Jawab Reisya singkat.
"Gimana kondisi Eza?" Tanya Reisya kembali.
"Kondisi Eza kritis Mbak. Hanya keajaiban Tuhan yang bisa menyelamatkan Eza" Jawab petugas tersebut.
Mendengar jawaban dari petugas tersebut hati Reisya semakin hancur dengan air mata terus mengalir di pipi Reisya, seolah harapannya untuk memulai kehidupan bersama Eza telah sirnaa.
Reisya pun duduk di kursi tepat di samping kekasihnyaa itu. Reisya pegang rambut Eza, Reisya usap rambut Eza.
"Ay, maafin aku. Ini semua salah aku. Aku udah disini ay, aku udah jemput kamu. Kamu kenapa sayang? Yuk kita pulang, kamu harus bangun sayang, 2 hari lagi kita akan nikah. Itu kan kan yang kita tunggu-tunggu? Yuk sayang bangun" Reisya terus-terusan membisikkan itu semua pada Eza.
Eza tak menjawab sepatah kata pun. Disitu Reisya semakin lemas.
"Ini sebenarnya kenapa sih?" Tanya Reisya meminta penjelasan sebenarnya perihal bagaimana kronologi ceritanya.
"Ecaaaa, Eza mengalami kecelakaan. Eza melaju mobil dengan kecepatan tinggi lalu mobil Eza menabrak trotoar" Kata Dani menjelaskan.
Reisya yang mendengar penjelasan dari Dani pun terus menangis dan tak bisa memaafkan dirinya sendiri.
"Sayang, kamu harus kuat nakk. Doain Eza bisa melewati masa kritis ini" Kata Mama yang berusaha menguatkan Reisya.
Saat itu Reisya terus-terusan memanjatkan doa kepada Allah dan berharap Allah akan segera mengabulkan permintaan Reisya.
"Ya Allah, aku percaya kuasa mu. Banyak orang yang bisa melewati masa kritis bahkan banyak orang yang mati suri karena engkau kasih kesempatan untuk hidup kembali. Aku belum siap kehilangan orang yang sangat aku sayang. Berilah Eza kekuatan dan kesembuhan untuk hidup kembali. Dan aku janji aku bakal jadi lebih baik lagi Tuhan" Reisya terus berdoa meminta kesembuhan Eza kepada Allah sang maha pencipta.
Reisya benar-benar merasa seperti mimpi, andai saja Reisya mau mendengarkan perkataan Mama, pasti semua ini tidak akan terjadi.
Tak lama kemudian Papa dan Mama Eza pun tiba di ruang ICU. Mama Eza menangis histeris dan berteriak seolah tak tega melihat anak laki-laki semata wayang nya itu terbaring lemah diruang ICU.
"Eca harus kuat ya nak, ini semua takdir Allah" Kata Papa Eza yang berusaha menguatkan Reisya.
"Iya Pa, maafin Reisya ya. Ini semua salah Reisya" Kata Reisya.
"Kamu gak salah sayang, ini semua sudah kehendak Allah. Doain Eza agar bisa melewati masa kritis ini dan tidak ada yang tidak mungkin sayang" Ujar Mama Eza.
Sampai akhirnya Reisya pun berfikir bahwa "Aku harus kuat, aku harus bisa nguatin dan nyemangatin Eza agar Eza bisa melewati semua ini".
"Sayang kamu harus kuat yaa, aku sayang kamu" Bisik Reisya pada Eza.
Eza pun seolah mendengar perkataan Reisya, air mata Eza pun mulai menetes. Reisya pun segera menghapus air mata di pipi Eza.
"Kamu jangan nangis sayang, kita semua yakin kamu bakal kuat dan bisa melewati ini" Kata Reisya sambil menghapus air mata di pipi Eza.
"Iya sayang. Mama, Papa dan semuanya yang ada disini bakal selalu mendoakan yang terbaik buat kamu" Sambung Mama Eza.
Mereka tak saling menyalahkan hanya saja ini kehendak dan takdir Allah. Mereka saling menguatkan satu sama lain dan berharap Allah akan mengabulkan doa-doa yang telah dipanjatkan oleh mereka semua.
•
•
•
Terimakasih untuk semua pembaca setia Novel AKU, KAMU Dan CERITA KITA ini. Jangan lupa vote, like dan komennya agar cerita ini bisa terus up ❤❤
jangan lupa mampir ke karya aku juga ya kk salam dari "Rintangan Hidup"
Ceritanya aku suka bangett
Kapan kapan mampir dikaryaku yuk, 'Tak Kasat Mata'😂
Hai kak, aku dah mampir. Ditunggu feedback nya ke ceritaku yg judulnya "If You Hate Me So" ya 💖 Terus semangat berkarya💖
like like like semangattt!!!
nongol lagi nih
akaaa... padahal Mengintip Jodohku always like looh
ditunggu ya kaaa..
salam kangen
mengintip Jodohku 🙏
tinggalkan jejak dulu:-)
para kakak kakak mampir juga dong ke novel pertama ku yang berjudul MENIKAH KARENA TERPAKSA 🤗🤗🤗