NovelToon NovelToon
Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:237.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ciber Ara

Li Jihyun dijadikan selir sebagai tawanan kaisar Long Jian. Tapi Li Jihyun bukanlah gadis biasa melainkan reinkarnasi dari seorang pembunuh bayaran terkemuka di abad 21. Dengan ingatan di kehidupan sebelumnya dia pun berusaha bertahan hidup dan menguasai istana. Apakah Li Jihyun berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ciber Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Panglima itu mencabut pedangnya dengan penuh amarah. Matanya nyalang menatap Li Jihyun. Dia melemparkan pedang sumbang itu ke sembarang arah. Tatapan yang tajam seolah hendak membunuh Li Jihyun. Tapi Li Jihyun tak peduli. Dia justru memasang kuda kuda bersiap menerima serangan dari panglima itu. Tangannya pun dikepal erat membentuk tinju.

"Nekat sekali kamu anak muda," ujar panglima itu tersenyum remeh. Li Jihyun balas tersenyum.

"Bukankah pak tua terlalu cepat menyimpulkannya?" ejek Li Jihyun memancing amarah panglima itu. Suara geraman pun terdengar. Panglima itu melesat maju dengan pedang ditangannya. Walau tak secepat sebelumnya tapi sebagai panglima perang dia cukup tangguh. Dia mengangkat pedangnya setinggi kepala lalu diturunkan mengarah bahu Li Jihyun.

Gadis itu tersenyum dan bergeser sedikit. Kali ini serangannya mengenai udara kosong. Suara geraman terdengar. Matanya mendelik. Panglima itu memutar pedangnya dan mengincar lengan Li Jihyun. Sekali lagi dia berkelit dengan cepat membuat serangannya mengenai udara kosong lagi. Mata panglima itu melotot. Li Jihyun tersenyum mengejek. Panglima itu mengayunkan pedangnya lagi. Tapi sebelum pedang itu mengores tubuh Li Jihyun.

Sebuah pukulan telak melesak mengenai perut pria itu. Pria itu terjengkang ke belakang. Dia terbatuk batuk merasakan napasnya tercekat. Matanya berair menatap Li Jihyun yang tertawa.

Sejak tadi Li Jihyun sudah mempersiapkan tinjunya. Dia tak bisa membiarkan panglima itu membunuhnya. Pertarungan ini apapun ceritanya dia harus menang. Panglima itu menarik napas dengan susah payah. Deru napasnya sangat cepat. Bahunya sampai naik turun.

"JIN!" sebuah teriakan mengalihkan atensi semua orang termasuk Li Jihyun. Kepalanya tertoleh ke arah tempat barisan penonton. Matanya menyipit saat mengenali pria renta yang berdiri diantara kerumunan penonton. Li Jihyun melambaikan tangan diudara sambil tersenyum. Wajahnya babak belur dan tubuh yang dipenuhi luka membuat pria renta itu khawatir. Tapi kekhawatirannya tak cukup sebatas luka disekujur tubuh Li Jihyun. Matanya menangkap sesuatu yang tak beres. "JIN DIBELAKANGMU!" teriaknya lantang.

Belum sempat kepala Li Jihyun tertoleh. Sebuah pedang menusuk punggungnya dan menembus keluar. Semua orang terpekik kaget. Pria renta itu langsung terduduk lemas. Lututnya mendadak lemah. Wajahnya memucat dan air mata pun berjatuhan.

"Dasar bodoh! Kamu pikir semudah itu mengalahkanku?" bisik panglima itu tersenyum licik. Dia mendorong pedangnya lebih dalam menancap tubuh Li Jihyun. Darah membanjiri keluar dari tubuhnya. Mata Li Jihyun nanar dan perlahan melirik panglima dibekakangnya. Dia terkekeh pelan membuat panglima itu dengan cepat mencabut pedangnya. Darah muncrat keluar membasahi hanfu dan wajah panglima itu. Dia dengan santai mengusap wajahnya menggunakan punggung tangan.

Matanya menatap tubuh Li Jihyun yang ambruk ke tanah. Long Jian yang sejak menonton berdecak sebal. "Membosankan," gumamnya menopang dagu. Wajahnya tampak suntuk melihat akhir dari pertarungan itu. Pemenangnya sudah jelas yaitu panglima itu. Panglima itu tersenyum sumringah menyapu penonton. Dia mengangkat pedangnya ke udara membuat suara sorakan terdengar riuh.

Wasit berjalan mendekat sembari memeriksa keadaan Li Jihyun. Tubuh gadis itu dibanjiri darah. Matanya pun terpejam rapat. Wasit itu menghela napas berat. Diusia semuda itu dia sudah pergi secepat itu. Baru saja wasit itu berbalik dan hendak mengumumkan pertarungan itu. Tiba tiba Li Jihyun bangkit dan berdiri sempoyongan.

Sorakan penonton terhenti. Semua mata tertuju kearahnya. Bahkan wasit yang selangkah menjauh darinya pun berhenti dan membalikkan badan. Matanya terbelalak kaget melihat Li Jihyun berdiri tegak. Tak ada ringisan ataupun kesakitan diwajahnya. Pria renta yang sempat khawatir itu pun segera berdiri saat melihat Li Jihyun. Dia menyibak kerumunan penonton untuk melihat lebih dekat Li Jihyun. Wajahnya masih khawatir dengan keadaannya yang kacau. Bahkan Long Jian hampir berdiri saking tertarik. "Bagaimana caranya dia bertahan selama itu? Bahkan tak menjerit kesakitan," gumam Long Jian tertarik. Matanya menatap lekat Li Jihyun. "Menurut Kasim Bo apakah dia cocok mengantikan posisi panglima?" tanya Long Jian menyadarkan lamunan kasim Bo.

Pria itu menelan ludah sebelum menjawab pertanyaan Long Jian. "Menurut saya apapun yang anda sukai bukanlah masalah untuk saya," ucap kasim Bo dengan sopan. Alis mata Long Jian naik turun. Kasim Bo merasakan firasat buruk. Matanya yang berbinar dan penuh ketertarikan melihat keanehan pada tubuh Jin. Bagaimanapun luka dan lebam yang dia derita tidak membuat Li Jihyun mengeluh sedikit pun. Wajahnya pun terbilang santai untuk luka sebanyak itu. Belum lagi tubuhnya berlumuran darah. Dia sudah terlalu banyak mengeluarkan darah.

"Apa kamu yakin? Lalu kalau aku menikahi rakyat jelata. Apakah akan ada yang menentang?" tanya Long Jian mendelik tajam. Keringat dingin mengucur deras membasahi hanfu kasim Bo. Pria itu tampak berpikir keras. Sesekali matanya melirik Li Jihyun.

"Ada apa wasit? Kenapa kamu diam saja?" tanya panglima itu penasaran. Mendengar tak ada jawaban dari wasit. Dia berbalik dan terkejut melihat Li Jihyun. Sial! Dia masih bisa bangun rupanya, batin panglima itu dengan geram.

Dia mendengus mendekati Li Jihyun. Wasit yang berada didepan Li Jihyun langsung menghentikan langkah panglima itu. Mata panglima itu melotot ke arahnya. Membuat nyali wasit itu ciut. Dia segera mundur dengan lutut gemetaran. Tak berani berhadapan dengan amarah panglima itu. Melihat wasit sudah mundur jauh. Dia kembali menatap Li Jihyun yang masih berdiri. Langkahnya yang sempat tertunda pun dilanjutkan. Kali ini pedangnya terhunus tepat didepan Li Jihyun. Tapi Li Jihyun tak menghindar justru menunggu serangan dari panglima itu.

Dia menarik napas sambil mengepalkan tinju. Begitu panglima itu muncul tepat didepannya. Dia langsung melayangkan tinju ke wajah panglima itu. Meski pedang itu menusuk bahunya dan menembus hanfu. Darah muncrat dari mulutnya.

Panglima itu terhuyung ke belakang. Kepalanya berdenyut dan rahangnya yang terasa nyeri. Pandangannya pun terasa berkunang. Li Jihyun mencabut pedang di bahunya dan memegangnya erat.

Penonton yang menyaksikan menahan napas. Li Jihyun tak menunjukkan rasa sakit sedikit pun. Dia tampak santai meski menderita luka di sekujur tubuh. Dengan langkah terhuyung berjalan mendekati panglima itu. Panglima itu masih belum kalah.

Meski tanpa senjata dia masih bisa memukul Li Jihyun dengan tinjunya. Pedang ditangan Li Jihyun terlempar ke tanah. Dia juga ambruk ditanah. Napasnya sudah tersengal. Melihat lawannya tak berkutik panglima itu dengan penuh amarah memukuli Li Jihyun hingga babak belur. Bahkan tak bergerak sama sekali.

Long Jian berdecak sebal. "Menyebalkan," gumamnya. Kasim Bo menatap prihatin Li Jihyun yang habis dipukul dan ditendang panglima itu sampai puas. Panglima itu tersenyum melihat tubuh Li Jihyun tak berkutik.

Pria renta yang berdiri diantara barisan penonton terdiam. Air matanya pun kembali jatuh berlinang. Semua penonton terdiam. Sepertinya pemuda yang terbaring itu sudah tewas. Panglima memutar tubuhnya dan menatap penonton yang membisu.

"Pe-Pemenangnya panglima," ucap wasit itu dengan terbata. Dia tak berani mendekati tubuh Li Jihyun yang berlumuran darah. Suara sorakan penonton terdengar. Mereka mengelukan nama panglima itu dengan lantang.

1
Baboros
Novel yang bagus. Andai saja konflik utamanya kamu menggunakan permainan pikiran dan trik bukan fisik mungkin novel ini akan lebih bagus.
orang yang hidupnya penuh dengan kekerasan seperti itu biasanya punya masa lalu yang kelam dan tidak akan mudah mencelakai orang yang di anggap mainannya karena mereka akan kesepian nantinya.
biasanya mereka akan menggunakan toko itu sebagai bahan permainan atau bahan gabut. permainan pikiran seperti novelku Mr. R 😊🥰🥰✌️✌️✌️🙏🙏🙏🙏
Baboros
gadis kecil itu sepertinya selir li di kehidupan sebelumnya, Krend
Baboros
kenapat tidak pake karakter Indo dan kawinkan dengam budaya Indo kayak Wiro Sableng, cuma karangan fiktif tapi di terima khalayak luas, Ciber 😊😅😅✌️
Sutami Andriani
👍
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
ciber ara: terimakasih kak
total 1 replies
azka aldric Pratama
MC ceweknya kurang kuat ,masih kalah Ama kaisar 😏😏😏😏
azka aldric Pratama
Thor pas flashback dunia modern GK di tulis jd bingung 🥺🤧🤧🤧
ciber ara: ah itu 😅 ad sedikit kendala waktu penulisannya
total 1 replies
azka aldric Pratama
keren MC ceweknya Badas 👏👏👏 pertahankan 👍👍👍👍
nyebelline♋❗❗❗🤪
ach.... aku penasaran sama gadis itu....
Linda Waty
berikan musuh menikmati kebahagiaan y dulu sebelum kehancuran mendatangkan...
✊ thor ❤️❤️❤️❤️❤️
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
kereeen,,, 👍👍👍
d tunggu kembali karya barunya thor,,,
semangaaat,,, 🔥🔥🔥
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐: sama2,,, 😊😊
total 2 replies
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
semangaaat,,, 🔥🔥🔥
MFay
Eng,ing,eng pembalasan akan dimulai! senang saya kalau perempuannya tangguh
ciber ara: terimakasih kak 🙏🙏
total 1 replies
up up up up
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
Crazy up up up,,,
Sitisaipul
kok nanggung sich...lagi tegang nich
Dewi
Sifat Li Jihyun yang selama ini ditahan akhirnya Terluapkan. Keji dan sadis, bayangin pembantai di keluarga Xu
up up up up
Dewi
Kena batunya kedua penjaga itu
Dewi
Musuh dalam selimut, Lien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!