NovelToon NovelToon
Sunny Day For Us

Sunny Day For Us

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina0801

Empat bersaudara Jafar, Ira, Iskan, dan Tina harus berjuang melawan kehidupan yang keras dan tidak adil bagi mereka, yang dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tua mereka.

Jafar, sebagai kakak tertua yang kini masih duduk di kelas 12 terpaksa berhenti sekolah dan mencari pekerjaan, serta banting tulang untuk menghidupi ketiga adiknya yang masih sekolah.

Dan Ira, yang kini baru duduk di kelas 10 berusaha dengan sangat baik, belajar dengan giat dan bekerja paruh waktu untuk membantu sang kakak.

Serta Iskan, yang kini masih duduk di kelas 8 selalu bertugas untuk menjaga adik bungsunya-Tina yang masih duduk di kelas 5 SD.

Masalah demi masalah terus berdatangan kepada mereka. Membuat hidup mereka sangat menderita dan terkadang tertimpa oleh rasa putus asa. Lantas, akankah mereka berhasil membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik?

Yuk, ikuti kisah mereka. Jangan lupa like dan komen yah! Semoga para readers suka ama ceritanya.

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina0801, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 32

Iskan tetap tak membalas pukulan mereka walaupun ia sudah sangat terluka. Ia pikir, ia harus tetap bertahan supaya tak membalas pukulan mereka.

Tiba-tiba ada suara sirine polisi yang membuat mereka berhenti memukuli Iskan dan bergegas kabur terbirit-birit karena takut ditangkap.

"Polisi woi! Kabur kabur!"

Mereka pun akhirnya pergi karena ketakutan setelah mendengar suara sirine polisi itu. Iskan yang lemah habis dipukuli sejenak berbaring di tanah sambil melihat langit yang begitu gelap tanpa cahaya rembulan ataupun gemintang. Nafasnya terengah-engah, ia mencoba menelan rasa sakit disekujur tubuhnya. Ia menutup matanya sejenak.

Dan ternyata tak lama kemudian, dua orang menghampiri Iskan dengan cemas.

"Iskan! Loh gak papah?"

Suara itu, sangat dikenal oleh Iskan. Suara yang tak asing dan begitu akrab. Iskan pun membuka kedua matanya dan melihat sosok cantik dengan wajah cemas terpampang di wajahnya. Memberikan tatapan yang menyakitkan.

Ternyata, suara sirine polisi itu adalah perbuatan Maya dan kakaknya. Ternyata Maya tak tega membiarkan Iskan pulang jalan kaki, malam-malam begini. Jadi, ia meminta pada kakak laki-lakinya untuk balik lagi dan mengajak Iskan. Tapi ternyata, Iskan yang diseret oleh teman-teman Gio terlihat oleh Maya dan kakaknya. Sehingga mereka pun mengikutinya.

"Maya?" sahut Iskan.

Kakak Maya membantu Iskan untuk duduk.

"Loh gak papah, bro?" tanya lelaki tampan yang begitu mirip dengan Maya.

"Gue gak papah. Thanks udah bantuin tadi," balas Iskan.

Maya tak angkat bicara lagi dan hanya menatap Iskan dengan khawatir. Kedua matanya berkaca-kaca menahan bendungan air mata kekhawatiran agar tidak lolos dan ditangkap oleh pandangan Iskan. Tetapi, sekuat apapun Maya mencoba menahannya. Ia tetap tak bisa. Dan akhirnya tangisnya pecah membuat suasana yang hening menjadi sendu karena tangisannya yang keras.

"Dasar bodoh! Kenapa kamu tidak melawan? Bagaimana kamu bisa diam saja seperti itu? Tidak seperti kamu... bagaimana jika kamu tadi..."

Maya memarahinya sambil menangis. Iskan tak tega melihat Maya yang menangis seperti itu karena mengkhawatirkannya.

Iskan pun hanya diam membiarkan Maya menangis. Ia bahkan tak berusaha untuk menenangkannya. Tatkala kakak laki-laki Maya memahami perasaan adiknya yang tidak biasa terhadap Iskan. Namanya kakak Maya adalah Fahri.

"Woi! Kenapa loh diam saja? Maya sangat khawatir sama loh," tukasnya.

"Gue tahu. Maafin gue. Jangan menangis lagi," sahut Iskan menimpali dengan santai dan tenang.

Fahri hanya menatap kosong pada Iskan. Ia merasakan betapa rumitnya hidup yang dimiliki Iskan hanya melihat dari tatapan matanya itu.

"Sudahlah, Maya berhenti menangis! Ayo, kita harus mengobati luka loh terlebih dahulu," ujar Fahri seraya membantu Iskan berdiri.

Maya pun berhenti menangis dan membantu Fahri memapah Iskan sampai ke mobil. Kemudian mereka pun membawa Iskan ke rumah Maya untuk diobati lukanya. Karena Iskan menolak pergi ke klinik.

***

Hari ini Jafar terus saja menghela nafas panjang setelah bertemu dengan Dina. Ia terus memikirkannya, dan terus merasa cemas setelah membuat Dina menangis seperti itu dan meninggalkannya. Ia bahkan tidak bisa fokus pada apa yang ia kerjakan. Sehingga, salah satu baju yang sedang ia setrika bolong dan rusak.

"Oh, astaga! Bagaimana ini? Apa yang sudah gue lakuin? Ah, sial banget sih!"

Padahal baju yang sedang ia setrika adalam milik pelanggan VIP mereka yang akan segera di ambil malam ini. Dan harga baju tersebut bukanlah harga pasaran yang murahan.

"Jafar? Baju yang tadi saya kasih untuk kamu setrika mana? Orangnya udah dateng mau ngambil bajunya!" ucap Marwan rekan kerjanya.

Jafar pun tak bisa menjawab dan hanya memberikan baju tersebut dengan perasaan bersalah.

Marwan langsung menganga terkejut melihat bajunya bolos dan rusak.

"Astaga, Far! Kamu gimana, sih? Kok bisa bolong kayak gini? Wahh ini sih bisa berabeh kalau gini ceritanya! Waduh loh... loh kenapa gak hati-hati sih?! Terus ini gimana urusannya, Jafar? Haduh! Pusing dah kepala gue!"

Tak sengaja ternyata ocehan Marwan sampai terdengar oleh bos mereka sehingga menarik perhatiannya untuk melihat apa yang terjadi.

"Ada apa ini?" tanya bosnya.

"Eh, Bos. Ini, si Jafar ngerusak baju pelanggan VIP kita. Mana orangnya udah dateng mau ngambil," adu Marwan kepada bosnya.

"Aduh, Jafar! Kenapa bisa kayak gini? Gak biasanya kamu melakukan kesalahan sampai seperti ini. Kamu tahu berapa harga baju ini?" tanya bosnya memarahi Jafar.

Jafar menggeleng tak tahu.

"Sepuluh juta, Jafar! Kalau gini jadinya, kamu mau ganti rugi darimana coba. Gajih bulanan kamu aja gak nyampe segini!" geram bosnya.

"Saya minta maaf, bos," tukas Jafar hanya bisa menyesalinya.

"Udah gini saja! Saya akan urus masalah ini. Tapi, bukan berarti kamu gak akan kena masalah karena ini. Saya hanya akan memberi kamu kesempatan. Saya akan memotong setengah dari gajih kamu perbulannya untuk mengganti rugi pakaian yang sudah kamu rusak, paham?"

"Paham, bos. Sekali lagi saya minta maaf."

Jafar pun hanya bisa pasrah dengan keputusan bosnya. Masih syukur ia tidak dipecat walau pun penghasilannya akan berkurang banyak. Tapi, apalah daya. Lagi pula ini adalah kesalahannya yang lalai dalam pekerjaannya.

1
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bawang merah Mahal thor ampe ikut deres air may aku😭😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
seriap baca karyanya ka tina pasti ikut mewek😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya Allah kuatkan ka kanya tina😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tina masih kecil harus merasakan sakit parah apa tina umurnya udah ga lama
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
baru aja kebahagian mereka di mulai sudah di uji dengan sakitnya tina semoga penyakitnya tidak parah
Ifah
Tetap semangat 💪😉🤗
Imarin
Saling dukung yok kak, baca novel juga "Cinta Jarak Jauh berujung Miris"
Jae-Tina: Iyah kak.. nanti mampir
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ga up ka
Jae-Tina: Masih di riview kak
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kalau ada gcnya bisa aku promoin tiap GC karya kaka
Jae-Tina: Iyah kakak makasih
total 5 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
semangat ka upnya
Jae-Tina
Makasih Kakak udah jadi pembaca setia... Moga kakak tetap sehat biar bisa terus dukung karya aku😊
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: Amiin ka
total 1 replies
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
belum ada GC nya ya aku sudah kirim bunga biar up lagi😁
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kenapa setiap baca dapet banget rasa ampe nyyesek aku cengeng tiap baca pasti bawang bombay😭 terharu sama empat bersaudra
zha
sedih bawang Bombay😭😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
belum up
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
sedih banget bawang bombay deres nig😭😭
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya Allah dimana hati nurani para tetangganya ga ada Belas kasihan sama sekali untuk menolongnya
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
makin rumit kasian anak2 men jadi korban
ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ya ampun kasian iskan semoga ada yg membantunya
diananaibaho18
aku suka aku suka😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!