NovelToon NovelToon
PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:383k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

Semua orang pikir hidup Sheana begitu Indah padahal jauh di luar itu. Banyak kesakitan yang ia lalui selama ini. Dan ia menutupi kesakitan nya dengan sikapnya yang seenak sendiri serta arogan. Bukan itu saja banyak keburukan telah ia lakukan selama ini.

Hingga dia bertemu seorang polisi yang menyelamatkan nyawanya dulu, membuatnya perlahan tertarik dengan Polisi yang ia pikir munafik itu.

Zidan Gautam Aditya, Polisi tampan yang harus berurusan dengan perempuan pembuat onar. Dia yang tak perduli, perlahan mulai perduli dan kasihan terhadap perempuan yang terlihat kuat di luar ternyata rapuh didalam. Rasanya ia ingin terus berada disisinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 32

Sheana kembali kerumahnya, dia masuk kedalam rumahnya saat ini sambil melihat sekeliling takut kalau ada orang yang memergoki dirinya pulang dengan berantkan seperti ini. biasanya dia tak pernah takut pulang kerumah dalam keadan apapun, tapi entah kali ini dia takut kalau ada yang melihatnya pulang dalam kondisi yang seperti ini berjalan sedikit kesusahan karena terasa sakit di pusat kewanitaannya, dia tadi tak sempat mandi atau merapikan dirinya. Ia langsung berganti baju dan pulang begitu saja kerumahnya.

“Kak Sheana?” ucap seorang dari belakang Sheana saat dia akan menaiki tangga tentu saja itu membuat Sheana sedikit terjingkat dan langsung membuatnya melihat kebelakang. Dan berusaha menahan sakit.

Selina berdiri menatap aneh Sheana yang seakan mengendap bak pencuri dan apalagi ekspresi kakaknya itu yang seperti maling yang ketangkap basah.

“Lo hantu atau apa hah, ngapain manggil-manggil” ketus Sheana kemudian.

“kau Darimana kak, kamu mau maling ngendap-endap begitu” Selina seakan menatap menyelidik pada Sheana.

“Nggak perlu tahu gue darimana, bukan urusan lo juga” pungkas Sheana begitu tak bersahabat dan dia langsung akan menaiki tangga lagi. Tapi ucapan Selina menghentikannya.

“bekas apa itu dilehermu?’ tanya Selina saat tadi dia tak sengaja melihat leher Sheana yang tampak kemerahan.

Sheana langsung menunduk melihat lehernya sendiri, dna benar saja ada bekas yang dibuat Zidan disitu.

Bukannya menjawab Sheana malah langsung berjalan cepan menaiki tangga meninggalkan Selina yang menatap aneh pada Sheana.

Selina tersenyum miring melihat itu dan dia langsung berjalan pergi kearah ruang makan,

Sheana masuk kedalam kamarnya mengunci rapat-rapat kamarnya itu dan dia langsung melempar tasnya begitu saja.

“Bodoh kau Sheana, kau memang bodoh. Kenapa kau ceroboh seperti ini,” Sheana merutuki driinya sendiri mendudukkan kasar dirinya di tepi tempat tidur.

“Bagaimana bisa aku langsung mau begitu saja, seharunys aku menolak, Sheana kau memang bodoh Sheana” Sheana kesal dengan dirinya sendiri bagaimana bisa dia mabuk dan tak mengontrol keinginan dirinya pada Zidan. Seharunya dia menolaknya,

“Kau memang bodoh Sheana, bagaimana kalau kau hamil? Bagaimana nasib anakmu” kekhawatiran menyerang diri Sheana andai kala dia berbadan dua nantinya, bagaimana dengan nasib anaknya. Ia tak ingin anaknya nanti bernasib sama sepertinya terlahir dari anak selingkuhan pasti pasangan Zidan tidak akan menyayangi anaknya seperti mamanya tak menyayangi dirinya.

“bodoh Shean, Argghhh...” kesal Sheana menarik rambutnya kesal.

Sheana benar-benar kalut dan frustasi, dia merebahkan diirnya menatap langit-langi kamar dengan ketakutan yang memenuhi pikirannya saat ini.

............................................

Pagi Hari Zidan berangkat dinas dengan keadaan yang kacau, kantung mata begitu terlihat jelas dan wajah yang kucel seperti tak mandi membuat rekan-rekannya yang melihat menatapnya heran.

“Hey kenapa Bro, lesu banget? Kemarin kemana perasaan ngejar anak balap motor tapi nggak balik-balik ke kantor” sapa Januar yang duduk disamping Zidan yang baru saja mengambil minum dan duduk di kursi luar ruangannya.

“Ada urusan” jawab Zidan singkat dan dia langsung menguk air dari botol mineral di tangannya.

“urusan? Urusan apa? diluar dinas lagi untung Toni pinter kasih alasan ke ketua. Kalau nggak bisa kena sanksi kamu bro” pungkas Januar.

“Aku keruang dulu” Zidan bukannya menjawab dia malah pamit untuk keruangannya.

Zidan langsung pergi kearah ruangannya, ia membuka pintu ruangannya itu dan masuk kedalam. Dia sedang malas untuk mengobrol dengan seseorang, pikirannya begitu ruwet saat ini. ia langsung mengeluarkan ponsel miliknya sekarang, melihat ponsel itu yang tak ada balasan dari Sheana. Sedari semalam saat dia terbangun dari tidurnya, ia mencoba menghubungi Sheana untuk bilang maaf pada perempuan itu.

“Kenapa dia belum membalasa pesanku sama sekali?’ risau Zidan melihat pesan yang ia kirim pada perempuan itu belum di balasa juga. ia lalu meletakkan kasar ponselnya di atas meja, menyandarkan tubuhnya di kursi.

“Apa yang harus kulakukan nantinya, bagaimana aku mengatasi masalah ini” bingung Zidan

Ting,

Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Zidan saat ini, membuat Zidan bergegas melihatnya tapi wajahnya langsung berubah kecewa saat melihat ternyata bukan pesan dari orang yang ia harapkan. Pesan itu datang dari Gladys, perempuan itu menyuruh Zidan untuk makan siang dirumahnya.

“Gladys,.” Gumam Zidan sambil melihat pesan itu, rasanya tak ada niatan ia untuk membalasnya.

“Maaf Glad, aku tidak bisa hari ini” jawaban singkat yang Zidan ketikan di keybord ponselnya dan mengirimkannya pada Gladys.

Rasanya ia malu dan sedang tak ingin menemui Gladys ditengah dirinya yang begitu banyak beban sekarang.

Tok, tok

“Masuk,” seru Zidan saat terdengar ketukan pintu dari luar.

Pintu langsung terbuka, Toni yang mengetuk pintu tersebut. Dia masuk kedalam saat rekannya itu mengijinkan untuk masuk. Zidan menatap heran Toni yang tak biasanya bertandang keruangannya.

“Ada apa Ton?” tanya Zidan saat Toni sudah duduk di depan Zidan.

“Senior kemarin pergi kemana?” tanya Toni yang terlihat formal saat bertanya. dia tak biasanya memanggil Zidan senior.

Kernyitan di dahi tampak di wajah tampan Zidan saat Toni bertanya seperti itu padanya.

“Ada urusan” jawaban yang sama yang Zidan berikan pada Toni.

“Kencan? Sebenarnya senior ada huungan dengan nona Sheana atau tidak. Kenapa kemarin saya melihat situ menarik kuat nona Sheana keluar dari bar dan masuk ke mobilnya” pungkas Toni menatap menyelidik.

Zidan sedikit melebarkan matanya, karena Toni melihat dirinya yang keluar dari Bar sambil menarik Sheana.

“kenapa kau bertanya begitu?”

“hanya penasaran, bukannya senior bilang sudah ada tunangan lalu kenapa bersikap seperti yang saya lihat kemarin”

“Jika memang tidak ada hubungan apa-apa dengan nona Sheana, seharusnya anda tidak usah perhatian padanya atau jangan-jangan anda ada rasa dengannya” lanjut Toni menatap dingin Zidan.

Zidan sendiri merasakan aura yang berbeda saat Toni berubah menatapnya, pria didepannya seperti tak suka dengannya.

“kenapa kau penasaran sekali, aku sudah bilang tidak ada hubungan dengan Sheana. Itu hanya kebetulan saja”

“Oke, jika itu benar begitu. Saya permisi dulu” pungkas Toni dan langsung berdiri, hal itu semakin mengundang keheranan pada Zidan dengan sikap Toni tersebut.

Zidan hanya diam sambil melihat kearah Toni yang sudah keluar dari ruangannya, dia terus melihat pria itu dari balik jendela dimana Toni juga melihatnya sekilas.

...............................................

Istirahat siang, Zidan nekat pergi kerumah Sheana karena perempuan itu tak kunjung membalas pesannya. Dia begitu ingin bicara dengan perempuan itu menyelesaikan permasalahan mereka ini mencari jalan keluar jika memang kedepannya sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Zidan yang sudah di perbolehkan masuk kedalam rumah, duduk di ruang tamu menunggu perempuan itu yang tengah di panggil oelh asisten rumah tangga rumah besar itu.

Zidan melihat sekeliling dimana tak banyak berjajar foto-foto keluarga itu, tapi dari keseluruhan foto tersebut hanya Sheana yang tak tersenyum bahkan ada foto dimana Sheana tak ada di dalam foto itu.

Saat dia tengah asik melihat foto-foto tersebut, sebuah suara yang baru masuk mengkagetkan Zidan.

“Wow, ada Polisi? Ada apa pak kerumah ku” Selina yang baru saja masuk kedalam rumah sedikit terkejut saat melihat ada polisi tampan didepannya.

“Saya ada uru...”

“Dia tamuku, kenapa kau bertanya padanya. Pergi sana?” tukas Sheana yang baru saja muncul sambil melipat tangannya di dada.

“oh, kenapa kau ada urusan dengan Polisi. Kau buat masalah? Eh memang kau tukang buat masalah, upps” ucap Selina seakan meledek Sheana dan menutup mulutnya melihat dengan tatapan mengejek kakaknya itu.

“Kau mau aku usir paksa atau kau per..”

“Ya aku pergi sendiri, kau tidak perlu takut priamu ini aku ambil” tukas Selina dan langsung pergi menatap kesal Sheana.

Sheana melihat sekilas Selina yang berjalan menjauh, dia memastikan dulu kalau perempuan ular itu pergi dari mereka berdua.

“Ada apa kau kemari?” tanya Sheana setelah memastikan kalau Selina sudah pergi.

“kita perlu bicara” ucap Zidan.

Sheana diam sejenak,

“Tidak disini, ayo ikut denganku” Sheana langsung melenggang pergi mendahului Zidan. Ia menuju keluar rumah, dan Zidan langsung mengikuti dirinya.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Kalau bukan sesuatu yang penting sebaiknya kau pergi” ucap Sheana saat mereka sudah berada di luar.

“Soal kemarin, aku minta maaf padamu. Aku salah” ucap Zidan.

“untuk apa minta maaf, semuanya sudah terjadi”

“Sheana, aku menyesal telah melakukan itu padamu. Aku , aku benar benar minta maaf, aku akan...”

“Sudah aku bilang untuk apa minta maaf, itu bukan hal biasa bagiku. Lagi pula kejadian semalam hanya kesalahan dan aku sudah melupakannya” tukas Sheana memotong ucapan bersalah dari Zidan.

Zidan yang mendengar itu sedikit tertusuk hatinya, entah kenapa dia sedikit kecewa saat Sheana bilang hanya kesalahan dan aku sudah melupakan segalanya. Dan kenapa perempuan itu berbohong soal sudah biasa padahal jelas-jelas Sheana sebelumnya masih belum terjamah oleh pria.

“Kau berbohong, kau masih perawankan sebelumnya. Dan aku yang mengambilnya darimu, untuk apa kau berbohong dan kenapa kau bilang akan melupakannya. Kau pikir ini bisa di lupakan begitu saja, bagaimana kalau kau hamil kedepannya” Zidan sedikit tersulut emosi seakan tak terima dengan ucapan Sheana.

“Kenapa kau emosi, disini aku yang harusnya emosi. Kau memanfaatkanku saat mabuk” tukas Sheana yang menuduh Zidan memanfaatkannya. Tadinya ia tak ingin mengatakan begitu tapi Zidan yang memulainya.

“Kau bilang apa memanfaatkan, aku tidak memanfaatkanmu. Itu gara-gara minuman yang ku minum asal kau tahu.”

“Tidak masuk akal garagara minuman itu, hanya segelas dan kau sudah mabuk begitu. Kau memang polisi munafik, kau bilang tak menyukaiku tapi apa kau menyntuhku. Dan soal aku akan hamil gara-gara hal ini, aku rasa tak masuk akal hanya sekali kau melakukannya dan aku hamil. Jangan mimpi,”

“kau memang perempuan keras kepala dan ternyata juga bodoh. Asal kau tahu minuman yang akan di berikan padmau itu sudah di campur obat perangsang mengerti. Dan bosohnya aku malah yang meminumnya menggantikanmu” kesal Zidan.

“Dan soal kau hamil atau tidak nantinya, aku akan tanggung jawab.” Lanjut Zidan dengan tegas.

“Kurasa tidak perlu, untuk apa kau tanggung ajwab aku saja tidak hamil anakmu. Dan kau, jangan sok jadi pria bertanggung ajwab pada wanita lain, tunanganmu saja belum kau nikahi. Sudah sana pergi, tidak ada yang ingin kau katakan lagi kan”

“Dan jika misalkan aku hamil nanti, aku tidak akan membiarkannya tumbuh dirahimku mengerti. Dia anak haram, jadi harus ku buang jauh-jauh dari hdupku” pungkas Sheana menatap Zidan.

“Kau gila, anak mu sendiri akan kau bunuh. Jika itu terjadi aku tidak akan membiarkanmu, itu anakku” mata Zidan menatap tajam Sheana dan tangannya mencekram lengan perempuan tersebut. Keduanya saling melempar tatapan tajam dengan jarak yang cukup dekat,

°°°

T.B.C

1
Dini Mulyati
keren Thor di tunggu up nya/Smile/
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐
Luar biasa
Maryati ramlin
kapan di lanjutkan sudah 1 tahun hiatus kami tunggu kelanjutan nya..
Japzavan Pro
saya pernah diposisi zidan, dan akhirnya saya hancur dengan sikap saya sendiri, yang mengarahkan hidup saya untuk tidak memilih siapapun saat ini kecuali diri sendiri. yahh setelah sy pikir lagi ya memang ini yg terbaik wkwk, maap curhat thorr
Denis blora
jjj Jjjjjjj jj jjjjjlj
Fafacho: mampir di novel author yang judulnya "Jatuh Cinta Pada Duda Muda Posesif"
total 1 replies
Denis blora
j jJjpJ jjj HT jjjjjjj
Sadiah Syarief 🐻😸
next
who am I
haah, pasti anak hasil darkhub yang tersiksa 😟
Fafacho: mampir di novel author yang judulnya "Jatuh Cinta Pada Duda Muda Posesif"
total 1 replies
Janah
bagus banget cerita ny di tunggu cerita selanjutnya ya kak😇😇😇selamat berkarya 🙏🙏
Janah
cerita selanjutnya di tunggu ya kak😇😇
Lya Leztary Jumiadi
sebener nya nm nya siapa si thorr..
sbntar author sebut, zidan itu fahri.
sebut sean utu darren. buat bungung z😣😣
Ryanti Yanti
awl yg menarik
Fafacho: mampir di novel author yang judulnya "Jatuh Cinta Pada Duda Muda Posesif"
total 1 replies
Indri Ayda
aq kok bayangin visualnya satria mlah kim yaehyung ya... 😅🐯🙏🏻
cici
pasti ibunya zidan
ine
ceritanya bagus👍💪
ine
up thor 💪💪
dyve
kok tiba tiba horor
dyve
moodnya*
dyve
mengecup*
dyve
membawaku*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!