NovelToon NovelToon
Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:127.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ken Larasati

Melisa, seorang gadis yang selalu terlihat dingin dan angkuh, ia tak memiliki seorang teman pun, hingga suatu hari datanglah seorang Satria yang mencairkan dinding beku Melisa. Satria adalah matahari bagi Melisa yang selalu menghangatkannya.

Meski begitu, tak mudah bagi mereka untuk selalu bersama karna status sosial mereka yang berbeda. Akankah mereka bisa terus bersama? Atau akhirnya memilih untuk menyerah?



update setiap hari ❄️❄️❄️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta ijin

Setelah kepergian pak Gunawan dan sekertaris nya, Bobi mendekat duduk di samping Melisa.

"Mel, kita ke pulau Y aja yuk. Aku pernah ke sana sama keluargaku dulu. Tempatnya asik loh, pemandangannya bagus, banyak tempat wisata juga," usul Bobi.

"Terserah kak Bobi aja, yang penting Satria harus kakak ajak. Kalau ga, kakak ga boleh ikut liburan," Melisa.

"Oke, kita ajak Manda juga y," Bobi meraih ponselnya hendak menghubungi Amanda.

"Kak Amanda bukannya ada acara sama keluarganya?" Melisa.

"Oh ya? Aku gak tau tuh, dia bilang sama kamu?" Bobi.

Melisa mengangguk, "tapi coba aja kakak telepon, siapa tau kak Amanda mau ikut."

Bobi menelpon Amanda, terdengar nada tunggu dan tak lama gadi itu mengangkatnya.

"Halo..." Amanda.

"Man, elu mau ikut ga?" Bobi.

"Kemana?" Amanda.

"Ke pulau Y," Bobi.

"Ngapain?" Amanda.

"Ya liburan lah," Bobi.

"Kapan?" Amanda.

"Lusa berangkat," Bobi.

"Siapa aja yang ikut?" Amanda.

"Gue, Melisa, Satria. Tapi gue belum nelpon Satria sih," Bobi.

"Ya udah gue ikut," Amanda.

"Bukannya elu mau jalan-jalan sama keluarga?" Bobi.

"Enggak ah, lebih asik sama kalian," Amanda.

"Pastinya dong, apalagi ada gue yang bikin hari lu tambah berwarna, eeeaaa," Bobi menggoda Amanda.

"Apa sih? Gue gak ikut nih," Amanda mengancam Bobi.

"Eh iya iya, ga asik ah dibecandainnya, lagi PMS ya?" Bobi.

"Kok tau?" Amanda.

"Tau dong, kita kan sehati," Bobi kembali menggoda Amanda. Namun tut tut tut. Sambungan telepon terputus.

Bobi tertawa karena merasa senang mengerjai Amanda.

"Kakak tuh suka ya sama kak Amanda?" Melisa terlihat bingung dengan tingkah Bobi yang kerap kali menggoda Amanda.

"Sssttt..." Bobi menempelkan jari telunjuknya di depan bibir.

Melisa melihat Bobi dengan tatapan aneh, "terserahlah, pokoknya tugas kakak ajak Satria juga y."

"Siap, sekarang mau mandi dulu terus cabut ke rumah Satria." Bobi meletakkan ponselnya di atas meja, beranjak meninggalkan Melisa menuju kamarnya.

"Aku juga mau ikut ke rumah Satria," Melisa merengut melihat Bobi yang sudah memasuki kamarnya. "Aku kangen ibu dan ayah."

Melisa memikirkan kedua orang tua Satria yang selalu baik padanya. Meski hanya bertemu beberapa kali saat Melisa datang ke rumah Satria, namun Melisa merasa nyaman berada di dekat mereka.

Apalagi bu Lastri yang selalu perhatian dan memberikan wejangan pada Melisa. Meski bu Lastri telah memberi batasan keras pada Melisa dan Satria untuk tidak berpacaran. Namun bu Lastri tetap memperlakukan Melisa dengan sangat baik.

Selesai mandi, Bobi lekas memakai pakaian kasualnya. Ia mengambil kunci motornya dan bergegas pergi menuju rumah Satria.

Sesampainya di kediaman rumah pak Joni, Bobi melihat ayah dan ibu Satria tengah duduk santai di teras rumah mereka.

"Ayah... Ibu..." Bobi mengangkat tangan kanannya seraya menyapa kedua orang tua Satria itu saat turun dari motor.

"Eh, nak Bobi. Sudah makan belum?" Bu Lastri.

"Udah dong bu," Bobi mencium tangan pak Joni dan bu Lastri. "Satria mana?"

"Ada di dalam, masuk sana." ucap pak Joni.

Namun Bobi memilih duduk di kursi yang tak jauh dari mereka.

"Yah, bu. Besok kan Satria udah bagi rapot, Lusanya boleh aku ajak pergi ga?" Boni.

"Mau kemana nak?" Bu Lastri.

"Liburan bu, ke pulau Y. Sama temen-temen Bobi juga," Bobi.

"Duh, ke pulau Y ongkosnya berapa nak?" Bu Lastri memperlihatkan wajah khawatir.

"Ayah sama ibu tenang aja ga usah khawatir, masalah biaya transportasi, makan, dan penginapan udah ada yang nanggung," ucap Bobi percaya diri.

"Siapa? Nak Bobi?" Pak Joni menatap Bobi dengan tatapan tak percaya.

"Hehe, sebenarnya om aku sih yang mau bayarin. Tapi ayah dan ibu boleh beranggapan itu dari aku, haha.. ya anggap saja begitu," Bobi membanggakan dirinya.

"Apa gak papa nak Bobi? Ongkos ke pulau Y itu kan setau ibu sangat mahal," bu Lastri.

"Ga papa bu, tenang aja. Anggap saja ini hadiah kelulusan untukku dari om ku, haha," Bobi terlihat sangat sumringah.

"Ya kalau hadiah kelulusan kan harusnya buat nak Bobi sendiri, tapi ini kan..." bu Lastri masih terlihat ragu-ragu dengan ajakan Bobi.

"Om ku bilang, aku boleh bawa temen-temenku bu, semua biaya om yang tanggung. Dan Satria adalah salah satu temanku yang beruntung," Bobi bertepuk tangan sendiri sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Bener ga papa nak Bobi? Soalnya, ayah ga punya uang buat ongkosin Satria ke sana." Pak Joni.

"Iya ayah, tenang aja. Semua Bobi yang tanggung," Bobi menepuk-nepuk dadanya.

"Syukurlah kalau begitu, ibu sih boleh aja. Ibu juga sebenarnya kasihan lihat Satria yang selalu belajar. Dia juga pasti butuh refreshing. Tapi ibu dan ayah belum punya cukup uang buat ajak Satria dan Rian jalan-jalan," bu Lastri sudah berlinang air mata, membayangkan Satria yang bahkan tak pernah mereka ajak jalan-jalan kemanapun.

"Iya bu, makanya Bobi cuma butuh ijin ibu dan ayah buat ajak Satria ikut berlibur sama Bobi," Bobi.

"Iya nak, ayah ijinin kamu ajak Satria. Titip dia ya nak, terima kasih, karena kamu sudah mengajak Satria ikut serta dalam liburanmu," mata pak Joni sudah berlinang air mata.

"Hehe, sama-sama yah, Bobi pasti akan jagain Satria. Dia kan udah Bobi anggap kaya adik Bobi sendiri," Bobi tersenyum menatap kedua orang tua Satria.

"Ya sudah, kamu temui Satria dulu sana," pinta pak Joni.

Bobi bergegas masuk ke dalam setelah diberi ijin oleh pak Joni.

Bobi langsung melangkahkan kaki menuju kamar Satria, dia masuk tanpa mengetuk. Bobi melihat Satria masih sibuk dengan buku pelajaran.

"Eh, kak Bobi. Kapan datang kak?" Satria beranjak bangun dari kursi belajarnya.

"Ya ampun, ujian udah beres masih aja belajar." Bobi menggelengkan kepalanya.

"Iya dong kak, memang sudah seharusnya aku belajar, karena aku ini kan seorang pelajar. Ujian itu kan cuma tolak ukur seberapa paham aku akan pelajaran tersebut, ketika ujiannya selesai bukan berarti selesai juga belajarku," Satria menjelaskan.

"Iya dah iya... Ga ngerti gue, beda aliran kita kan," Bobi bergegas masuk dan duduk di atas ranjang milik Satria.

"Ada apa kak ke sini malam-malam?" Satria.

"Sat, lusa ikut yuk," Bobi.

"Kemana kak?" Satria.

"Liburan lah, besok elu kan bagi rapot tuh," Bobi.

"Liburan kemana kak?" Satria.

"Ke pulau Y," Bobi.

"Hah? Jauh banget, sama siapa aja?" Satria.

"Gue, elu, Melisa, sama Manda. Yuk," Bobi.

"Aku ijin dulu ya kak sama ayah dan ibu," Satria.

"Tenang, udah dapet ijin kok. Gue ini orangnya gercep, apalagi soal beginian," Bobi.

"Yang bener kak? Emang dibolehin?" Tanya Satria tak percaya.

"Bener donk, pokoknya Sat elu ga usah mikirin uang. Siapin aja baju-baju buat di sana. Karena kita bakal pergi selama 3 hari di sana," Bobi.

"3 hari kak? Wah, ini pertama kalinya aku liburan kak..." mata Satria berbinar-binar membayangkan dirinya yang akan pergi ke pulau Y.

Sebelumnya ia tak pernah membayangkan sekalipun bisa pergi keluar pulau apalagi hanya sekedar untuk berlibur. Melihat ekonomi mereka yang sangat pas-pasan.

"Ya ya... berterima kasihlah padaku," Bobi mengangguk-angguk membanggakan dirinya.

Satria merasa sangat senang, tak hanya bisa berlibur di pulau Y yang biasanya hanya bisa ia lihat di televisi atau di berita-berita. Tapi juga karena ia akan menghabiskan waktu 3 hari bersama Melisa.

"Iya kak, terima kasih," Satria tersenyum pada Bobi.

1
Aisyah Nabila
semangat yaaa
Aisyah Nabila
keren nyaaa
Dehan
2 iklan mendarat buat kakak author
Dehan
penjahit cantik mampir kak..
Dehan
hallo thor.. aku mampir
Dehan
satria minder dluan sebelum jadian sama melisa..

mampir lagi ya thor ke penjahit cantik..
Dehan
keep strong melisa 💪💪
Sonny saputra
semangat terus dalam berkarya thor
Dehan
ada2 aja panitia nya, perpisahan anak sma pakai syarat harus bawa pasngan 😑
nanda
semangat
Dehan
ya elahhh bobi, kau itu mengganggu melisa, bukannya menemani isss
Dehan
nyelonong masuk aja nih si bobi, belum juga dipersilahkan masuk
zhang official
up yang bnyk thor
Dehan
wkwkwk.. ada2 aja lu sat
Dehan
yahhh satria pindah kelas, udah gak sekelas lagi dong sama melisa 😞
zhang official
bagus
zhang official
up lh yang banyak thor
Sonny saputra
wanita selalu benar
Ken Zaoldyeck
Aku salah klik tanggal update, seharusnya bab ini tayang besok 🤭
Jadi besok absen dulu ya, akan ada lagi tanggal 5 jam 00.01 ☺️
Dehan
apasih bu natasya.. dateng dateng kok ngatur ngatur 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!