menikahi wanita yang sedang hamil karena pemerkosaan dengan iklas karena ia mencintainya. kepahitan seorang laki- laki yang mempunyai hati bak berlian. Kesempuarnaan yang tak pernah tampak akan menyakiti... namun lelaki ini mampu membuktikan bahwa kelebihan dan kekurangannya akan menyatu menjadi kebaikan bila disikapi dg sudut pandang yg baik...
silahkan membaca karyaku semoga syuka.
kisah ini hanya khayalan penulis saja bukan kisah nyata.
mohon kritik dan saran yang membangun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wardhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. RUMAH SAKIT
aisyah termenung mengingat ucapan danis dan manda. sebenarnya aisyah juga tidak tau apa perasaanya terhadap danis. selama ini ia mengira manda adalah istri danis.
****
frans dan manda tertidur di kursi rumah sakit saling bersandar. danis terbangun dahinya sudah diperban. rasanya ia ingin mandi karena aroma alkohol masih tersisa ditubuhnya. ia pergi ke kamar mandi. sebelum ia mandi ia mengambil ponsel dan memotret kejadian langkah.
manda terbangun melihat tangannya melingkar diperut frans.
"haaaahhh." teriakan manda membangunkan frans.
"kenapa menjerit, seperti diapakan saja." ucap frans.
"kau mengambil kesempatan kepadaku." dengus manda kesal.
"hey nona kau yang memelukku terlebih dahulu." ucap frans sambil tersenyum lebar.
"bodo ah." sahut manda.
manda memikirkan "apa benar ia yang memeluk laki-laki itu. aaah kalau iya mau diletakkan dimana muka ku ini." manda menutup wajah dengan kedua tangannya.
danis keluar dari kamar mandi sudah terlihat segar.
"sudah kau memang memeluknya dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri." ucap danis.
"aku tidak percaya, kau pasti telah bersekongkol untuk menyerangku. ha ha." manda berseru dengan yakinnya.
"kau lihat ini." danis memperlihatkan foto manda dan frans tidur.
"daaniiisss... berikan ponselmu!" manda menjerit.
mereka berdua berlari di dalam kamar rumah sakit seperti anak TK bermain. frans hanya tersenyum melihat keduanya.
manda berhenti mengejar dan berdiam dengan nafas terengah-engah. meletakkan tangan di pinggang.
trus berkata " jangan merasa menang tuan muda, kau tak ingat semalam kau mengakui cintamu kepada wanita berjilbab. haha." manda tertawa begitu bahagianya.
"kau juga mengakuinya di depan wanita berjilbab itu langsung." sambung manda lagi dengan senyum bahagianya telah mengganggu iparnya.
"gak mungkin" .. ucap danis.
"tanyakan pada frans!" sahut manda.
"iya bos tadi malam anda mengakuinya bahkan menyebutkan namanya. mbak aisyah disana juga lo. dia yang menemukan bos mabuk." sambung frans begitu tepat untuk menggoda danis.
ibu menelpon..
"iya bu ada apa? apa belva rewel dan nakal?" tanya danis pada ibu.
"tidak nak, ibu hanya meminta ijin untuk disini lebih lama menunggu sampai opa sembuh. jadi kau akan lebih lama tidak berjumpa dengan putrimu." ibu menjelaskan agar danis mengijinkan.
"tak apa bu, lusa mungkin aku kesana," jawab danis.
"bagaimana tuan danis keadaanya? kita lakukan pemeriksaan sebelum anda diperbolehkan pulang." dokter datang.
danis belum sempat mematikan ponsel saat dokter datang. ia yakin setelah ini bakal ada drama.benar saja dugaannya. ibu menelfonya berkali-kali tapi sengaja tidak diangkat.
"siap-siap kau mencari alasan manda!" ucap danis sambil menatap manda.
tak lama ponsel manda berdering dan benar saja ibu menelfon manda.
"manda apa kau bersama danis? apa dia sakit? " tanya ibu dari ujung telfon.
"iya tante aku bersamanya, tuan muda ini semalam mabok untuk pengakuan cintanya tante." ucap manda kemudian ponselnya sudah direbut danis.
"hmmm puas kau menjatuhkan ku!" dengus danis sambil melemparkan bantal ke arah manda.
"auu" danis mengerang kesakitan. kedua tangannya memegangi kepala.
"danis kenapa?" manda dan frans menghampiri.
"jangan bercanda kau danis." ucap manda lagi.
danis masih saja memegangi kepala. frans segera memencet tombol darurat yang terhubung langsung kapada dokter.
dokter datang bersama beberapa perawat.
" tuan danis tidak apa-apa hanya dia sedikit stress dan benturan yang terjadi mungkin agak keras. setelah istirahat cukup ia akan baik kembali." ucap dokter pada amanda.
"syukurlah." jawab amanda.
manda mendekat kearah ranjang menatap danis, yang juga menatapnya dengan sayu.
"puas kau melihat aku." ucap danis.
"dasar bodoh, kau senang melihat aku kawatir." balas manda.
mereka tersenyum.
"istirahatlah, aku keluar sebentar." ucap manda sambil menarik frans keluar dari ruangan.
manda dan frans keluar dari ruangan. berjalan menyusuri koridor rumah sakit. langkah mereka berhenti di kantin. mereka sarapan bersama.
" kau terlihat begitu mengkhawatirkan tuan, apa kau menaruh rasa?" tanya frans serius.
plak jitakan bahunya. "aku menyayanginya karena dia suami adikku itu saja, dia sudah berkorban banyak untuk kehormatan adikku. suatu saat kau akan tau alasannya." manda berusaha menjelaskan.
"pria ini mengapa menanyakan pertanyaan bodoh." manda membatin.
siang menjelang. ayah mendatangi danis. diruangan danis sudah ada paman.
"apa yang kau lakukan anak muda?" tanya ayah pada danis yang masih terlelap.
"akhi-akhir ini ia terlalu keras bekerja, masalah diperusahaan membuatnya sedikit tertekan. maafkan aku." ucap paman pada ayah.
"tidak masalah, semoga danis akan lebih siap menjalankan bisnis ini." sahut ayah dengan menepuk bahu pak bara.
setelah beberapa hari ia istirahat. danis kembali ke kantor. begitu banyak dokumen yang harus diperiksanya.
"farah hubungi frans untuk menghadiri metting dengan iklan. aku akan ke kampus dan beristirahat." perintah danis.
"baik bos." jawab farah.
danis bergegas meninggalkan kantor. sebelumnya ia sudah berganti pakaian lebih kasual. dikampus ia bertemu dengan tio dan fatwah temannya.
"hay bro!" sapa fatwa.
"hay sudah lama kita gak ketemu." sahut danis.
"kau terlalu sibuk sekarang tidak ada waktu untuk kekampus lagi banyak gadis yang menannyakanmu." ceplos tio.
"untuk apa aku kekempus kalau sudah tidak ada kelas bro. mending aku ngurusin kerjaanku." jawab danis.
mereka bergurau bersama. saat danis akan pulang dijalan bertemu aisyah. dari kejauhan mereka sudah saling memperhatikan.
"kalau yang dikatakan manda benar bahwa aku bicara aku menyukainya bagaimana ini aku bersikap apa?" danis membatin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"heem. kenapa harus ketemu sih. dia inget gak ya mengakui menyukai aku? tapi apa aisyah yang dimaksud itu aku? banyak aisyah aisyah diluar sana." aisyah berkata dalam hati.
ketika jarak mereka semakin dekat.
" aisyah." danis menyapa.
"asalamualaikum mas?" aisya membalas sapaan danis.
"kuliah disini juga?" tanya danis. pura-pura gak inget aku ngomong apalah. dengus danis dalam hati.
"iya mas." jawab aisyah. pura-pura gak tau ajalah. dari pada baper sama yang belum pasti. dan aku ini siapa mengharapkan cinta dari tuan pangeran. aisyah juga membatin.
setelah saling menyapa mereka kembali ke aktifitas masing-masing. mereka merasakan getaran yang sama. danis belum mau mengakuinya, danis masih takut ketika mencintai seseorang ia akan dituntut untuk melupakan aqilla, sementara ia mengakui kalau ia tidak akan pernah bisa melupakan aqilla. belva juga masih prioritas utamanya. ia berjanji kalau ia akan menikah ketika yakin pasangannya menerima putrinya itu.
aisyah menunggu kejelasan. ia tidak mau hanya menerka-nerka perasaannya. ia juga masih bingung dengan perasaannya. ia juga sadar ia siapa sedangkan danis pria mapan yang punya segalanya. kalo dibandingkan aisyah gak ada apa-apanya. hanya gadis penunggu toko bunga.
***
danis sedang istirahat suara ponsel berdering. panggilan dari billy.
"bro bulan depan aku akan menikah, kau harus datang." cerocos billy.
"selamat bro akhirnya ada wanita yang ingin kau nikahi. siapa wanita yang bersedia mendampingimu bro?" sahut danis.
"siapa lagi." jawab billy.
"oo jangan bilang reva yang kau nikahi?" tanya danis penasaran.
"kau tau aku menyukainya sejak dulu." jawab billy.
obrolan keduanya panjang, tak sadar sampai ponselnya lowbat
bersambung...
up setiap hari y...🙏🙏🙏