NovelToon NovelToon
Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romantis / Fantasi / Komedi / Kebangkitan pecundang
Popularitas:37.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adhy Artha

"Siapa aku? Aku ... Ling Tian!"

Terlahir dalam dunia yang kejam, di mana yang kuat disebut sebagai 'Pahlawan' dan yang lemah disebut sebagai 'Pecundang', Ling Tian hanya bisa pasrah dengan keadaan tubuhnya yang lemah dan tidak mampu berkultivasi.

Dia terlahir 15 tahun yang lalu dengan Meridian yang tersegel, sehingga tubuhnya bisa juga dikatakan CACAT.

Tapi, Dewa Keberuntungan ternyata berpihak padanya hingga menjadikannya sangat kuat dan tak terkalahkan.

"Apa itu yang disebut JENIUS ...?!"

Mereka semua ada di bawah telapak kakiku, karena aku dijuluki 'LING TIAN SANG MONSTER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhy Artha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32. Di Interogasi Lagi

Ling Han segera masuk ke arena pertandingan saat nomor kelompoknya telah di umumkan. Dia juga telah menurunkan tingkat kultivasinya ke tingkat kesembilan Bintang Perak.

Saat pertarungan telah di mulai, Ling Han tetap santai di dalam arena. Jika ada yang menyerangnya, dia akan memukulnya. Dan jika tidak ada yang menyerangnya, dia hanya akan diam saja menonton para jenius tersebut bertarung.

Namun karena menurutnya pertarungan tersebut telah berlangsung lama, dia segera mengakhirinya dengan menghajar semua para jenius tersebut.

Ling Han juga membuat semua orang sangat terkejut tetapi kejutannya tidak seperti yang di buat oleh Lin Yue. Mereka berpikir meskipun tingkat kultivasinya sama seperti Lin Yue, tapi usia Ling Han 1 tahun lebih tua dari Lin Yue.

Beberapa saat kemudian, babak penyisihan telah berakhir dan 500 kultivator telah berhasil maju ke babak selanjutnya.

Untuk babak selanjutnya akan di laksanakan esok hari, dan peserta masih akan di bagi menjadi kelompok hingga mendapatkan 50 peserta terbaik.

"Aku akan kembali dulu ke Klan Lin, besok kita akan bertemu lagi di sini." Ucap Lin Yue sambil melihat ke arah Klannya yang akan segera pergi.

"Hmmm.. Baiklah." Ling Tian mengangguk padanya.

Lin Yue kemudian pergi mengikuti anggota Klannya untuk kembali ke Klan Lin bersama mereka.

"Kakak..! Ayo kita kembali juga ke tempat Paman Zhang."

"Baiklah Tian'er."

Mereka berdua pun kembali ke rumah makan Zhang Xuan. Saat di perjalanan, mereka bertemu dengan banyak kultivator pria yang memiliki pandangan bermusuhan ke arah mereka terutama pada Ling Tian.

Ling Tian melambai-lambaikan tangannya lagi ke arah mereka sambil tertawa. Melihat tingkah Adiknya melakukan hal seperti saat berada di area Turnamen, Ling Han hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dia berpikir.. Meskipun Ling Tian saat ini telah menjadi sangat kuat, tetapi sikap suka bercandanya itu tidak pernah menghilang sampai sekarang.

"Huuuuuu.." Para kultivator itu semuanya berteriak dan mengangkat tinju mereka ke arah Ling Tian.

"Mengapa aku tidak melihat dia memasuki arena pertarungan..? Apakah dia tidak mengikuti Turnamen..?"

"Iya..! Aku juga tidak melihatnya."

"Dia mungkin tidak mengikuti Turnamen karena merasa itu akan mempermalukan dirinya sendiri. Coba kamu memeriksanya..! Kultivasinya tidak terlihat sebab dia menyembunyikannya. Mungkin dia malu karena tingkatannya terlalu rendah."

"Hmmm.. Sepertinya begitu. Padahal aku sudah menantikan dia di hajar oleh kultivator lainnya."

Semua kultivator jenius itu tidak menurunkan pandangan bermusuhan mereka ke arah Ling Tian, tetapi malah menambahkan cibiran terhadapnya.

"Ling Tian..!" Suara Wan Ying terdengar memanggil Ling Tian. Dia dan Su Mei segera berjalan ke arahnya.

"Hai Wan Ying..! Kalian tampaknya telah sangat membaik selama beberapa bulan ini." Ling Tian tersenyum ke arah mereka berdua.

"Aahh.. Itu karena Paman Zhang memberi kami daging Binatang Roh tingkat 3 secara gratis, dan juga mengizinkan kami untuk memakai ruanganmu berkultivasi."

"Paman Zhang memang orang yang sangat baik." Kata Ling Tian sambil tersenyum.

"Apakah kamu akan pergi ke tempat Paman Zhang..?"

"Iya nih..! Aku akan pergi kesana."

"Kalau begitu, kami berdua juga akan mengikutimu ke tempat Paman Zhang."

"Baiklah.." Ling Tian mengangguk kepada mereka berdua.

Melihat Wan Ying dan Su Mei yang datang menghampiri Ling Tian, para kultivator jenius itu menjadi semakin geram.

"Sial..! Keberuntungan anak itu terhadap gadis-gadis sangat bagus."

"Bukankah gadis itu bernama Su Mei yang lolos di babak penyisihan Turnamen."

"Yaa.. Itu dia..! Aku pernah mendengar rumor bahwa kota Bulan Biru memiliki kecantikan Nomor Satu bernama Su Mei."

"Itu benar..! Aku juga pernah mendengarnya. Dan melihat dari parasnya yang sangat cantik itu, mungkin dia lah orang yang di maksud sebagai kecantikan Nomor Satu di kota ini."

"Sial.. Sungguh sial..! Entah apa yang telihat menarik dari anak pedesaan tersebut sehingga bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu."

Semua kultivator jenius tersebut mengutuk ke arah Ling Tian yang telah berjalan kembali ke tempat Zhang Xuan.

Dalam beberapa saat, mereka telah sampai di rumah makan Zhang Xuan. Ketika Ling Tian akan membawa mereka masuk ke ruangannya, Wan Ying segera berkata kepadanya.. "Sebenarnya kami berdua ingin meminta bantuan dari kamu.."

"Ooo.. Katakanlah..! Jika aku bisa membantu kalian, aku akan melakukannya."

"Mmm.. Kami ingin meminta bantuanmu untuk meningkatkan kultivasi kami. Karena besok mungkin akan menjadi pertarungan yang melelahkan bagi kami berdua."

"Hmmm.. Jika hanya itu, baiklah..! Masuklah dulu ke dalam." Ucap Ling Tian kemudian membawa mereka masuk ke ruangannya.

"Mungkin kalian telah melihatnya di Turnamen tadi, dia adalah Kakakku.. Namanya Ling Han." Setelah berada di dalam ruangannya, Ling Tian memperkenalkan Ling Han kepada Wan Ying dan Su Mei.

"Hai.. Salam kenal." Ling Han berkata canggung.

"Salam kenal juga..! Namaku Wan Ying dan ini Su Mei." Kata Wan Ying sambil menunjuk Su Mei yang hanya menganggukkan kepalanya kepada Ling Han.

"Kakak..! Apakah kamu masih memiliki Pil Kondensasi Roh..?" Tanya Ling Tian.

"Aku masih memilikinya."

"Berikan kepada mereka berdua masing-masing sebutir pil itu."

Ling Han mengeluarkan Pil Kondensasi Roh yang di buat oleh Ling Tian dan memberikannya kepada Wan Ying dan Su Mei.

Wan Ying dan Su Mei terkejut dengan itu semua, karena untuk meningkatkan kultivasi mereka seharusnya membutuhkan Pil Kondensasi Roh sekitar 9 butir. Tetapi Ling Tian hanya meminta Ling Han memberikan 1 butir saja dari pil tersebut.

Wan Ying menerima pil itu dengan canggung tapi saat tangannya menyentuh pil, dia merasakan energi yang sangat kuat menjalar ke tangannya. Dengan cepat dia memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya dan langsung duduk bersila.

Su Mei pun merasakan hal yang sama seperti Wan Ying, dia juga segera duduk bersila untuk menyerap energi dari pil itu.

Ling Tian hampir tertawa melihat tingkah mereka berdua. Dia pun duduk di belakang mereka dan mulai membantu menyerap semua energi dari pil buatannya tersebut.

Semuanya selesai hanya dalam beberapa menit saja. Kultivasi Wan Ying dan Lin Yue kini telah meningkat dan sangat stabil di tingkat kesembilan Bintang Perak.

"Terima ka..."

Saat mereka berdua telah berdiri dan akan mengucapkan terima kasih kepada Ling Tian, dia segera menahan mereka dan berkata.. "Untuk sesama teman, sangat wajar jika saling membantu. Tidak perlu ada ucapan terima kasih lagi."

"Hmmm.. Baiklah..! Ngomong-ngomong, pil apa yang kami telan tadi..?" Tanya Wan Ying penasaran.

"Itu adalah Pil Kondensasi Roh." Jawab Ling Tian dengan santai.

"Jangan berbohong..! Walaupun kami bukan Alkemis, tapi kami mengetahui bentuk dan warna Pil Kondensasi Roh karena kami juga sering menelannya."

"Itu pil buatanku sendiri dan tidak sama seperti yang di jual di pasaran. Jadi wajar kalian tidak mengetahuinya."

"Apaaaaa..! Mungkinkah kamu juga seorang Alkemis..?" Wan Ying berteriak kaget. Sedangkan untuk Su Mei, dia hanya tersentak lalu dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya.

"Kira-kira seperti itulah." Jawab Ling Tian seraya mengangkat bahunya.

"Monster.." Kata Wan Ying lagi.

"Hahahaha.." Ling Tian hanya tertawa mendengar Wan Ying menjulukinya Monster.

"Apakah kamu juga mengenal Lin Yue..? Aku melihatmu tadi sedang bersamanya." Mata Su Mei segera menatap langsung ke arah mata Ling Tian saat mendengar pertanyaan Wan Ying ini.

"Itu benar..! Kami telah saling mengenal dalam waktu yang lama."

"Hmmm.. Kelihatannya kalian berdua sangat dekat, apakah kalian juga telah menjadi sepasang kekasih..?" Wan Ying tersenyum menyelidik.

"Apakah aku sedang di interogasi oleh kedua gadis ini..?" Ling Tian membatin.

"Yaa.. Mungkin bisa di bilang seperti itu." Jawab Ling Tian sambil tertawa.

Mendengar itu, hati Su Mei tiba-tiba kembali menjadi sakit. Perasaan mulai gusar dan tidak tenang sedikit muncul dari ekspresi wajahnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghilangkan perasaan sakit yang tiba-tiba muncul itu.

"Mengapa mendengar semua itu membuat hatiku sakit..? Apakah sebenarnya yang terjadi pada diriku ini..?" Ucap Su Mei di dalam hatinya.

***

Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

1
Roni Sakroni
kasusnya sama dengan yang sudah....emang nda ada cara lain lagi....
Roni Sakroni
emang pembuat masalah
Roni Sakroni
makanya semua hal dianggap enteng... sekarang rasakan sendiri akibatnya. dikira semuanya mudah untuk diselesaikan. sombong dan angkuh jadi menyulitkan diri sendiri
Roni Sakroni
ha....ha....ha....ha.....kwk...kwk
Roni Sakroni
narsis banget
Roni Sakroni
weleh akhirnya putus asa ya....sekali kalau mengalami kekalahan
Roni Sakroni
dasar penjudi...
Roni Sakroni
tambah kaya raya
Roni Sakroni
xioahai narsis banget
Roni Sakroni
ternyata ada pihak lain yang menjadi musuh pemilik penginapan
Roni Sakroni
pemimpin sekte yang tidak tanggung jawab....habis ngamuk lari
Roni Sakroni
asyeemm tenan mcnya nih
Roni Sakroni
haaaahhhh.... komentar apa ya.....
Roni Sakroni
narsis banget lakone ....
Roni Sakroni
ayo perbanyak lagi haremnya..... ceritanya makin nda jelas
Roni Sakroni
semangat sih semangat tapi tidak usah sampai menghancurkan bangunan segala. blm bisa mengontrol kekuatan sendiri.
Roni Sakroni
pendekar utama benar benar bodoh dan tidak peka perasaan wanitanya
Roni Sakroni
ternyata masih kurang pengalaman menghadapi musuh kuat
Roni Sakroni
begitu mudahnya jatuh cinta
Roni Sakroni
kenapa tidak pulang dulu sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!