Sinopsis
Serra Alifiana gadis berusia 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Gadis itu sudah menikah diumurnya yang masih muda dan suaminya juga seumuran dengan dirinya, bernama Arkananta Xander. Serra menikah bukan karena perjodohan, melainkan Arka yang melamarnya begitu cepat. Serra yang memang mencintai Arka, membuat gadis itu tak bisa menolak lamaran tersebut.
Pernikahan mereka disembunyikan dari semua orang diluaran sana, teman-teman sekolah mereka pun tidak ada yang mengetahuinya. Arka dan Serra juga satu sekolah di ‘Xander High School International’ sekolah milik kakeknya Arka.
Tetapi bagaimana kedatangan seorang Alrezivanno Eldrick Xander, pria berusia 30 tahun, bekerja sebagai Ceo di perusahaan yang dibangun olehnya sendiri, perusahaan itu bernama Eldrick’s Corp. Pria itu adalah uncle dari Arka.
Arlez adalah sosok yang kejam, dingin dan misterius, banyak rahasia tentang dirinya yang tidak diketahui oleh keluarganya. Tapi bagaimana jika pria kejam itu terpikat dengan kecantikan, kelembutan, dan ketulusan istri keponakannya dan bukannya menjauh pria itu malah berusaha mendekati, dengan beraninya mengungkapan perasaan yang dimiliki pada istri keponakannya. Sayangnya pria itu mendapatkan penolakan, karena cintanya semakin dalam pada gadisnya membuatnya tidak mudah menyerah dan semakin gencar mendekati gadisnya untuk mendapatkan dan menjadikannya miliknya seorang.
Kehidupan Serra yang tadi tenang, seakan berubah setelah kedatangan Arlez. Sampai dimana keduanya terjebak sebuah hubungan terlarang, yang membuat Serra merasa bersalah terhadap suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon antiloversn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31
Arlez dan Angga sudah berpakaian rapi dengan tuxedo hitamnya. Kedua pria tersebut telah duduk di dalam mobil.
Mobil Alphard berhenti tepat di lobby ballroom hotel. Dengan sigap petugas yang berjaga menghalangi para wartawan yang ingin maju, ditambah kilat blits menyambut kedatangan kedua pria tersebut.
Suasana di dalam ballroom sangat ramai, Arlez memilih untuk duduk di salah satu meja VVIP paling depan.
Sebenarnya Arlez dan Angga datang sedikit terlambat. Disebabkan oleh Arlez yang ketiduran setelah menelpon Serra. Acara sudah dimulai sejak tadi, tuan Altan sang pemilik acara sudah berpidato tentang pencapaian perusahaan Eshaq Group selama kurang lebih lima tahun.
Tuan Altan sang pemilik acara, melihat kehadiran Arlez teman baiknya langsung menghampiri ke mejanya.
“Selamat datang Arlez, Ceo dingin yang super sibuk,” sambut Altan sedikit bercanda dalam kalimatnya.
“Hem! Selamat juga atas ulang tahun perusahaan mu ini,” ucap Arlez menjabat tangan Altan dan keduanya berpelukan.
“Saya senang melihat kau datang ke pesta perusahaan ku ini Arlez. Saya tidak pernah menyangka, kau akhirnya datang. Biasanya setiap saya udang, kau selalu banyak alasan,” ujar Altan.
Memang benar Arlez selalu tidak mau datang ke pesta. Bukan hanya pesta Altan tetapi setiap pesta rekan bisnis yang mengundang dirinya.
“Saya banyak kerjaan, tapi kau bisa lihat sekarang saya datang memenuhi permintaan mu itu. Kau senang melihat saya datang akhirnya,” tukas Arlez.
“Ya, saya senang kau datang. Bagi saya berkat kau perusahaan saya menjadi sukses sampai semaju ini. Terimakasih teman,” ucap Altan mengatakannya.
“Semua ini bukan karena saya Altan. Tetapi usaha dan kerja keras kau sendiri yang membuat perusahaan mu terus maju sampai sekarang,” papar Arlez.
“Altan, aku cariin kamu dimana-mana ternyata disini,” ucap Cemile yang mencari tunangan, karena temannya ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan perusahaan Eshaq Group.
“Ada apa sayang nyariin aku?” Tanya Altan pada tunangan tercintanya.
“Ini loh Altan, teman ku Luciana ingin mengucapkan selamat padamu,” ujar Cemile.
“Selamat tuan Altan atas ulang tahun perusahaan dan kesuksesan Eshaq Group,” kata Luciana.
“Terimakasih nona Luciana! Oh ya dimana tuan Benedicto? Saya juga mengundang orang tua mu..” Altan bertanya pada Luciana karena tak melihat kehadiran Benedicto orang tua dari Luciana.
“Daddy dan mommy tidak bisa hadir tuan. Jadi sayalah yang menggantikan mereka menghadiri pesta perusahaan anda,” jawab Luciana lugas.
Altan hanya mangut-mangut saja. Pria itu beralih pada temannya, ia lupa mengenalkan tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
“Sayang kenalkan ini teman baikku Arlez dan disampingnya Angga asissten kepercayaannya,” ujar Altan mengenalkannya.
Setelah berkenalan, tiba-tiba saja Luciana menyeletuk pura-puta baru mengetahui keberadaan Arlez.
“Tuan Arlez ternyata ada disini juga,” celetuk Luciana.
“Hem...” dehem Arlez sebagai jawaban.
Membuat Luciana bingung ingin bicara apalagi. Jawaban Arlez sungguh singkat, tidak ada basa-basi sama sekali. Luciana semakin dibuat tertarik dengan sikap Arlez yang susah didekatin.
Angga yang mendengar tanggapan bossnya, ingin sekali tertawa melihat wajah wanita yang tampak kesal dengan jawaban singkat bossnya.
“Arlez, Angga saya tinggal dulu masih ada beberapa rekan bisnis yang akan sapa. Kalian nikmati saja pesta ini, sebentar lagi akan ada acara dansa. Kau bisa mencari wanita untuk diajak berdansa atau kau mau berdansa dengan nona Luciana,” tukas Altan yang malah mendapat tatapan tajam dari Arlez.
Luciana terlihat tersenyum dan akan menjawab mau jika Arlez mengajaknya berdansa.
“Luciana aku tinggal ya, kamu nikmati saja pestanya,” ujar Cemile lalu pergi bersama Altan menyapa rekan bisnis yang lainnya.
“Emm, tuan Arlez bolehkah saya bergabung bersama kalian, saya tak mengenal orang-orang disini, saya hanya mengenal Cemile karena dia teman saya,” ucap Luciana meminta izin agar diperbolehkan duduk di meja yang sama dengan Arlez dan Angga.
“Ya, silahkan saja,” bukan Arlez yang bicara melainkan Angga.
Angga paham bossnya lagi sangat malas bicara pada wanita yang bergabung bersama mereka.
Acara pesta dansa pun di mulai, para tamu pesta yang ingin berdansa pun berdiri. Tidak dengan Arlez dan Angga yang tak memperdulikannya, tetap duduk di meja mereka dan menikmati minuman yang tersedia. Luciana yang melihat orang-orang berdansa membuat wanita itu juga ingin berdansa seperti yang lainnya, tetapi tidak ada yang mengajaknya, dengan keberanian yang dimilikinya akhirnya wanita membuka suara setelah hanya diam.
“Tuan Arlez tidak mau berdansa seperti yang lainnya?” Tanya Luciana.
“Saya tidak suka berdansa dan tidak tahu caranya,” jawab Arlez berbohong padahal pria sangat ahli dalam berdansa, hanya saja ia tak mau berdansa dengan sembarang wanita.
“Eung kalau begitu saya bisa mengajari anda tuan,” ujar Luciana cepat dan tersenyum saat sebuah ide muncul dikepalanya.
“Tidak perlu nona, saya bisa belajar sendiri,” tolak Arlez.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampiri ke meja mereka dan malah mengajak Luciana berdansa.
“Nona apakah kau ingin berdansa dengan ku?” Tanya lelaki tak dikenal mengajak Luciana berdansa.
Luciana menatap enggan pada lelaki tak dikenal yang mengajak berdansa. Baru saja ia akan menjawab mau menolaknya tetapi sudah keduluan Angga bicara.
“Nona bukankah tadi anda sangat ingin berdansa, jadi tunggu apalagi. Terima saja ajakan pria didepan anda, tidak baik menolak niat baik seseorang yang mau mengajak anda berdansa, daripada bersama boss saya yang memang tak tahu dalam berdansa...” imbuh Angga menatap boss yang diketahuinya berbohong menghidari berdansa dengan wanita yang bergabung bersama mereka.
“Bagaimana nona? Lebih baik bersama saya yang mahir dalam berdansa ini daripada dengan orang tak bisa berdansa sama sekali...” Arlez yang mendengar perkataan lelaki sombong yang berdiri di dekat meja mereka ingin sekali ia membogem wajah lelaki tersebut.
“Yang kau katakan benar, saya mau berdansa dengan anda. Karena lebih baik saya berdansa dengan orang yang sudah mahir daripada tidak tahu sama sekali,” ujar Luciana, sedikit mencemooh Arlez.
Arlez menahan diri agar tidak terpancing dengan perkataan Luciana. Setelah Luciana pergi untuk berdansa dengan pria yang mengajaknya. Arlez menjadi lebih tenang, karena tidak ada pengganggu.
Pesta belum berakhir, Arlez dan Angga memilih untuk pulang duluan dan berpamitan pada Altan.
🌷🌷🌷🌷
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
Terimakasih ❤