NovelToon NovelToon
Revengeful Billionaire

Revengeful Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tamat
Popularitas:442.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alana Nourah

Balas dendam seorang lelaki yang mendadak kaya pada mantannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Nourah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 | Pulang ke Roma

Guyssssss, makasih banget udah mau baca komen vote gift 5stars dsb ♡

We made it to 50k pop wohooooo! Seru banget ternyata nulis di sini. Thank you so much antusiasnya yaa. Sebagai ucapan terimakasih, malem ini aku update 2 bab sekaligus. Jangan lupa di-LIKE duaduanya, jangan cuman yang terakhir aja hahaha ♡

Luvluv,

Alana

***

Marco Bruni mengendarai Alfa Romeo milik Carlotta menuju Verona begitu mendapatkan panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Giacomo Marinelli. Seorang kakak yang tidak pernah Marco tahu dipunyai oleh Carlotta. Entah pria ini hanya mengaku-ngaku, atau Carlotta memang punya kakak yang disembunyikan selama ini.

Giacomo Marinelli memberitahukan titik lokasi keberadaan Carlotta secara mendetail. Bahkan Marco sendiri tidak tahu keberadaan Carlotta sejak Carlotta pergi dari Roma beberapa bulan lalu. Tapi pria itu tahu.

Masalah percaya atau tidak percaya, Marco memilih untuk memikirkannya nanti. Lagipula, Verona adalah kota asalnya. Dia mengenal setiap lekuk kota yang indah itu dengan baik. Verona pasti juga terasa bagai rumah bagi Carlotta. Masuk akal juga jika ternyata Carlotta menyembunyikan diri di sana.

Dan tabloid gosip sialan yang terbit beberapa hari lalu juga menampakkan potret Carlotta yang tengah mengandung dan Alessandro Ferrara, di salah satu ruas jalan di kota Verona. Alessandro brengsek. Lagi-lagi pria itu bisa menemukan Carlotta lebih dulu daripada semua orang. Marco menduga, Alessandro telah menyakiti Carlotta lagi. Pertemuan mereka berdua tidak pernah berakhir baik. Itu yang paling membuat Marco khawatir.

Namun, seandainya Alessandro telah menyakiti Carlotta lagi, pria itu jelas langsung mendapatkan karmanya. Marco merasa ngeri sekali membayangkan kecelakaan hebat yang menimpa Alessandro. Mobilnya hancur sebagian dan berada pada posisi terbalik. Tidak ada berita meninggalnya Alessandro sejauh ini, tapi pria itu tidak mungkin tidak terluka parah akibat kecelakaan di Veneto.

Bahkan tabloid gosip berhenti bergosip tentang Carlotta dan Alessandro karena berita kecelakaan yang menimpa Alessandro.

Ketika sampai di lokasi yang disampaikan oleh Giacomo Marinelli, Marco melihat Carlotta berdiri bersama seorang pria tinggi-besar di depan sebuah panti asuhan.

"Carlotta!" Marco berteriak nyaring.

Carlotta berbalik dan melihat Marco. Matanya melebar karena terkejut. "Marco! Kau ada di sini?"

Marco ingin memeluk Carlotta erat-erat, tapi mengurungkan niatnya karena melihat perut Carlotta yang telah membesar. "Perutmu! Ya Tuhan, sudah sebesar ini sekarang! Terakhir kali melihatmu, kau bahkan tidak tampak hamil. Perutmu masih datar seperti papan setrika."

Carlotta terkikik kecil. "Cepat sekali waktu berlalu, kan?"

Marco mengiyakan.

Carlotta menunjuk pria besar yang berdiri di sampingnya. Pria itu, Marco memutuskan, adalah gangguan terlarang karena begitu menggoda iman, tetapi sudah pasti menyukai perempuan.

"Ini kakakku, Gio namanya. Kak Gio, ini Marco, manajer sekaligus sahabatku sejak kecil." Carlotta memperkenalkan mereka berdua.

"Aku Gio." Gio mengulurkan tangan. Marco menjabatnya secepat kilat.

"Maksudmu Giacomo Marinelli?" Tanya Marco.

Gio tertawa. "Benar."

Marco pura-pura memelototi Carlotta. "Dan kau bilang kalau aku sahabatmu, tapi menyembunyikan fakta bahwa kau punya kakak laki-laki yang hot."

Carlotta tertawa. "Kau sudah punya pacar, Marco!"

Gio ikut tertawa. "Maaf, kawan, sayangnya aku masih berada di jalan yang lurus."

"Kalau kau mau berbelok, bilang saja padaku." Marco buru-buru menyahut.

Carlotta mencubit pipi Marco gemas. "Jangan main-main, ya!"

Marco kini tidak lagi bercanda. Ia fokus pada Carlotta. "Kau masuk tabloid gosip, apa kau sudah tahu?"

Carlotta mengangguk. "Kak Gio memberitahuku."

Marco mendesah. "Banyak sekali pekerjaan yang harus kita lakukan, Carlotta. Karirmu tidak akan terselamatkan jika kau tetap bersembunyi di sini. Kita harus menuntut Alessandro untuk bertanggung jawab. Aku akan menyewa pengacara terbaik yang bisa kita temukan dan-"

"Serahkan masalah itu padaku." Giacomo memotong. Marco mengenali amarah yang berkobar di mata sebiru lautan milik kakak Carlotta. Lalu, dengan bangga ia berpikir bahwa kakak Carlotta tidak main-main dengan ucapannya.

Hell yeah, bahkan kakak Carlotta ini menguarkan aura yang lebih berbahaya daripada Alessandro Ferrara.

"Baiklah, kalau begitu aku akan menyerahkan urusan Alessandro pada Kak Gio." Kata Marco. "Aku dan Carlotta akan mengurus segala sesuatu yang harus diurus dengan gosip-gosip miring ini."

"Tidak, tunggu dulu." Sekarang Carlotta memandang kakaknya dengan marah. "Aku bercerita padamu bukan karena aku butuh bantuanmu. Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Tidak ada yang akan menuntut apa pun pada Alessandro. Kalian berdua mengerti?"

Marco menepuk jidatnya sendiri, sementara rahang Giacomo mengeras karena menahan diri.

"Kita tidak bisa membiarkannya lolos begitu saja dari tanggung jawab, Carlotta." Giacomo berbicara setelah mengatur napas agar suaranya tidak sarat oleh emosi.

"Tanggung jawab apa? Aku tidak butuh dia untuk bertanggung jawab. Aku bahkan tidak tahu dia masih hidup atau tidak! Dia melihatku dan terkejut saat menyadari aku hamil. Itu sebabnya dia menyetir ugal-ugalan dan mengalami kecelakaan itu. Aku yang menyebabkan kecelakaan itu! Dia pasti sudah sangat menderita. Kumohon, jangan melakukan apa pun padanya!" Carlotta berkata marah, air mata frustasi terjun bebas di pipinya.

Marco menggenggam tangan Carlotta. "Dengar, Sayang, kecelakaan Alessandro bukan salahmu. Kau tidak boleh menyalahkan diri sendiri begitu. Alessandro masih hidup, kuharap berita itu menenangkanmu. Dan kita akan menuntut dia bertanggung jawab nanti saat dia telah pulih. Bagaimana?"

"Tidak." Carlotta menggeleng keras kepala. "Meskipun dia telah pulih, aku tetap tidak ingin mengganggunya."

Mencoba sudut pandang yang berbeda, Marco membujuk kembali, "Kalau kau benar-benar mencintainya, kau harus memberitahu dia tentang anak ini, Carlotta. Kau tidak berhak memisahkan dia dari anaknya. Bukankah itu sedikit kejam?"

Carlotta terdiam. Perempuan itu membuka mulut, kemudian menutupnya kembali tanpa bisa berkata apa-apa. Detik itu, Marco tahu kalau dia berhasil.

Giacomo tersenyum puas. "Kalian berdua kembalilah dulu ke Roma. Aku akan menyusul setelah mengambil beberapa keperluanku di Milan dan membeli properti di Roma."

Marco memandang Giacomo dengan takjub. Pria itu membicarakan pembelian properti seperti membeli sabun di minimarket. Tidak salah lagi, orang seperti inilah yang cocok menjadi lawan Alessandro Ferrara.

***

Alessandro membuka matanya, tapi tidak dapat melihat apa-apa. Semburat warna-warna berputar-putar di kepalanya. Dunia di sekelilingnya seperti berombak. Kepalanya sakit bukan kepalang. Ketika akhirnya dapat melihat dengan fokus, yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit rumah sakit.

Ia berteriak, memanggil siapa saja yang bisa mendengarnya, tetapi tidak ada yang datang. Ia berusaha duduk dengan susah payah dan menyadari selang oksigen masih terpasang di hidungnya. Dengan kesal, ia melepas selang sialan itu. Lalu, ia melihat tangannya dibebat infus. Ia juga menarik semua ikatan agar infusnya terlepas.

Ia ingin berdiri, meskipun kepalanya masih terasa berputar-putar. Tiba-tiba, sengatan rasa sakit di dada menyerbunya.

"Tulang rusuk Anda patah, Signor." Terdengar suara Lombardi. Beberapa petugas medis ikut masuk di belakang Lombardi.

Sialan. Ini semua pasti gara-gara truk pembawa wine kurang ajar yang seenaknya saja muncul dari balik tikungan di Veneto.

"Di mana ini?" Alessandro berusaha tidak banyak bergerak, agar rasa sakitnya tidak bertambah.

"Roma, Signor." Lombardi menjawab.

Dua kali sial. Alessandro tidak ingin meninggalkan Verona. Belum. Ia butuh bicara lebih banyak pada Carlotta. Memohon, jika perlu. Apa saja. Dadanya sesak, dan itu tidak ada hubungannya dengan tulang rusuknya yang patah.

Hatinya yang patah.

***

1
Rozie
alurnya bagus dan tidak membosankan
Tutik Rahayu
duh kasihan carlotta dah d tinggal ibunya sekarang d tinggal bpknya pula dendam kesumat lah ini jawabnya
Nur Amala Latharazha
Luar biasa
LarasatiAtiqahGunawan
bagus ceritanya. cuma krn blum tamat kukasih 4 bintang. nti klo ditamatin baru binang 5
LarasatiAtiqahGunawan
aq tau lukisan ini. ntahlah. apa yg hrs qkatakan saat melihat lukisan ini. aq bahkan berniat membeli replikanya, tp krn 1 n lain hal, tak jd. spt menatap keindahan ibu n anaknya. keagungan seorang dewi mendekap putranya? dewi kesuburan? lambang cinta n kasih sayang?
farizyara rsfy
yaaah tamat
Instagram @AlanaNourah: belonn ka ratna syg, bagian tamatnya udah aku hapusin 🥹🥹
total 1 replies
farizyara rsfy
bawa banyak pasukan ky mau tawuran aja
farizyara rsfy
🙈🙈🙈🔥🔥🔥🔥
farizyara rsfy
apa itu
farizyara rsfy
harus dpt bonus nih si mbak martha
farizyara rsfy
terlalu bersemangat smpe nyruh d sekap
farizyara rsfy
hayo loh g boleh rahasia rahasiaan
farizyara rsfy
si ale msh aja bisa d hasut
farizyara rsfy
eh jadi saling jebak ini teh🤔🤔🤔
farizyara rsfy
malah d lamar ciara, gmn jwbnya tuh si roberto🤭🤭
farizyara rsfy
woooo
farizyara rsfy
emang pnts mati tuh si rocco🤬🤬
farizyara rsfy
ih bapak satu ini pengen tak hiiiiih🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
farizyara rsfy
ish ko jdi k balik😲
farizyara rsfy
siap siap babak belur tuh bpk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!