Kita memang memiliki hati.
Tapi kadang kita tidak bisa mengendalikan pada siapa ia ingin berlabuh.
Biarlah saja aku menjaga rasa cinta yang sudah terlanjur menetap dan bertahan untuk mu ....
ALWAYS LOVING YOU...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She Ririn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32. love...
setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Andri, intan dan Galang pun sampai di tempat tinggal Alina, sebuah rumah sewa yang cukup nyaman halaman yang ditumbuhi bunga dan tanaman hias,.
Galang pun turun dari mobilnya,dan mengikuti intan dan Andri.
Galang sedikit gugup,jantung nya berdebar debar.
setelah hampir tiga tahun mereka berpisah kini mereka akan kembali bersama, fikir nya..
intan pun mengetuk pintu beberapa kali,
tak lama Alina pun membuka pintu.
Alina membiarkan intan dan Andri masuk kedalam,dan betapa terkejutnya Alina saat melihat seorang pria tampan di hadapan nya.
"mas Galang,".
Galang hanya terdiam memandangi seorang gadis yang memakai piyama warna maroon
tersebut.
mereka hanya saling menatap...
" sampai kapan kalian akan berdiri di luar,"
suara cempreng intan yang berteriak dari dalam...
" masuk lahh.." ucap Alina
Galang merasa heran mengapa Alina tidak langsung memeluk nya, seperti bayangan nya sejak tadi.apa dia tidak merindukan ku.ucap Galang dalam hati nya..
Galang pun mengekor di belakang Alina,
Galang duduk di sofa ruang tamu, setelah di persilah kan,
Alina duduk di sofa yang berhadapan dengan Galang.
Intan yang sedari tadi sibuk megolesi obat pada luka Andri pun sadar dengan kecanggungan di antara Galang dan alina,
intan pun ber inisiatif untuk pulang bersama Andri, untuk membiarkan Galang dan Alina menyelesaikan permasalahan mereka.
setelah Andri dan intan berpamitan,
Alina dan Galang ikut mengantar mereka ke depan,
" sory bro untuk kejadian tadi," ucap Galang sambil menepuk bahu Andri."
"santay bro, mungkin itu tanda perkenalan kita," jawab Andri membalas menepuk bahu Galang.
Setelah mobil Andri menjauh dari pandangan, Alina dan Andri pun kembali masuk ke rumah Alina.
"sayang apa kamu tak merindukan aku," ucap Galang yang menarik tangan Alina.
Jantung Alina berdebar saat Galang masih memanggil nya dengan sebutan sayang...
"untuk apa kamu di sini mas, nanti istri kamu nyariin." Alina kembali kecewa dengan kenyataan bahwa Galang sudah menikah dengan wanita lain..
"Istri, istri siapa,??"
"istri kamu lah mas, waktu itu kalian membeli gaun pengantin di butik tempat ku bekerja."
Galang pun mencoba mengingat kapan dia pernah membeli baju pengantin.
"aku belum pernah membeli baju pengantin sayang,!!"
Galang pun mengelak karena memang dia tak pernah membeli baju pengantin.
"waktu itu kamu ke butik, bersama wanita kalau tidak salah namanya dini, iya namanya dini." ucap Alina yang benar benar mengingat kejadian itu.
" ohh... dini, dia bukan istri ku sayang..."jawab Galang santai.
Galang pun merebahkan kepalanya di paha Alina..
Galang sangat merindukan masa masa seperti ini..
"dini itu,anak nya bik minah sayang ," ucap Galang yang menenggelamkan wajah nya di perut langsing Alina...
"benarkah," jawab Alina yang masih tak percaya...
" besok kamu bisa tanya langsung sama bik Minah sayang,"
Alina pun hanya terdiam.
"sayang kenapa kamu jadi kurus begini,??"tanya Galang yang memeluk perut Alina..
" memang iya aku kurus,?" tanya Alina lagi
Galang pun bangun dari rebah nya,dan duduk menghadap Alina.
Galang memegang kedua tangan Alina,dan menciumi nya..
" sayang aku sangat merindukanmu.."
Galang pun memeluk tubuh Alina dengan erat .
Alina pun membalas pelukan Galang,
Mereka melepaskan kerinduan yang sudah terpendam selama tiga tahun ini..
waktu yang teras sangat panjang...
" mas, kenapa kamu tidak menikah dengan wanita lain, saat tau aku menikah dengan kak Andri..." bisik Alina di telinga Galang..
" aku hanya ingin menikah dan hidup bersama dengan wanita yang benar benar aku cintai..." jawab Galang.
" tapi mas, sekarang aku sudah menjadi janda."ucap Alina yang ingin menggoda Galang...
" hatiku yang memilih mu sayang.." jawab Galang dengan mesra..
Galang menghujani wajah Alina dengan kecupan, Galang benar benar merindukan wajah teduh alina., Galang pun memeluk Alina dengan erat, Galang tak ingin lagi kehilangan wanita yang di cintai nya ini...