Henry, seorang pria yang berumur 45 tahun dengan status duda beranak satu. Suatu ketika takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis.
Kejadian ini berawal dari dia menolong tragedi kecelakaan pada seorang wanita muda nan cantik yang bernama Renata.
Seiring berjalan nya waktu Renata tinggal dirumah Henry, sehingga membuat Henry jatuh cinta kepadanya kemudian dia mengajak untuk segera menikah dengan nya.
Suatu ketika kejadian miris menimpa Renata kembali, hingga ia ditolong oleh seorang pemuda yang bernama Kellan.
Singkat cerita, sejak awal bertemu dengan Renata Kellan sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sayangnya, wanita yang dicintainya itu terpaksa harus menjadi ibu sambung nya.
Akankah Kellan terus mengejar cintanya dengan sang ibu sambung?
Akankah Henry mengetahui hal ini? dan jika tahu apa yang akan diperbuat olehnya?
Penasaran? mari kita simak cerita nya!
Jangan lupa vote, komen, dan like dari kalian ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gwen......
Terlihat disana seorang wanita muda yang tengah berdiri didepan pintu rumah Anne.
Tok....
Tok...
Tok...
Rupanya disana ia sudah berkali-kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban. Akhirnya ia pun menyerah dengan membalikkan badannya berniat pergi dari rumah Anne.
Ketika kakinya melangkah tiba-tiba ada suara mobil ingin masuk pada halaman tersebut.
Didalam mobil tersebut terdapat Anne, Kellan serta suaminya yang menyetir mobil, setelah mobil berhenti mereka beranjak untuk turun.
"Gwen...." Pekik Anne pada wanita tersebut segera ia menghampiri nya.
"Aunty...." Panggil Gwen.
Ternyata mereka sudah saling kenal kebetulan orang tua Gwen salah satu orang yang memasok gandum mereka.
"Aku kira Aunty ada didalam makanya sedari tadi aku ketuk terus pintu nya."
"Baru saja Aunty pulang dari makam mendiang ibu nya Kellan."
"Oh.. Begitu rupanya."
"Tumben kamu main kesini, ada apa?" Tanya Anne.
"Tadi orangtuaku menitipkan ini pada kalian." Seraya menyerahkan benda berupa bingkisan makanan.
"Wah!! Terimakasih, orangtuamu repot-repot sekali pada Aunty."
"Mereka sama sekali tidak direpotkan kok Aunty." Seru Gwen sambil tersenyum lebar.
Kellan menghiraukan percakapan mereka lalu melewati nya tepat didepan mereka, lalu ia beranjak masuk kedalam rumah.
"Kellan, kau sama sekali tidak sopan, ada Gwen bukan nya diajak masuk!" Hardik Anne padanya.
Kellan tetap beranjak masuk kedalam tanpa mempedulikan ucapan Anne.
"Kellan...Kellan... Huh! Anak itu benar-benar menyebalkan." Hardik nya lagi.
"Sudah Aunty. Aku sudah terbiasa menerima sikap Kellan seperti itu." Sahut Gwen sambil menenangkan Anne.
"Ayo silahkan masuk!" Anne mempersilahkan Gwen untuk duduk diruang tamu.
"Kamu tunggu disini sebentar ya. Aunty buatkan minum dulu untuk mu."
"Tidak usah repot-repot, Aunty." Gwen basa-basi.
"Ah tak apa, hanya sekedar minum!" Anne beranjak pergi kearah dapur karena untuk membuatkan minum.
Disela-sela sambil menunggu Anne kembali, perlahan Gwen mulai mengitari ruangan sekitar, ia pun berhenti tepat didepan pintu kamar Kellan.
Kebetulan pintu kamar nya terbuka lebar terlihat disana Kellan sedang mengganti kemeja warna hitam dengan kaos andalan nya, dari arah belakang terpampang jelas tubuh nya yang cukup kekar yang dihiasi dengan tatto lumayan besar berbentuk kupu-kupu dan naga.
Gwen sangat terpukau dengan pemandangan didepan nya,
"Wow... Tubuh yang menarik." Celetuk nya.
Sontak membuat Kellan menoleh terperanjat,
"Kau... Sedang apa berdiri disitu?"
Gwen perlahan memajukan langkahnya lalu ia duduk pada tepi kasur tanpa dipersilahkan sang penghuni kamar,
"Sedang melihat kau berganti pakaian." Sahutnya dengan santai tanpa rasa bersalah.
Kellan merasa risih dengan keberadaan Gwen dikamar nya,
"Ngapain kau duduk disana. Cepat!! Keluar !!!" Usir Nya.
"Santai lah sedikit. Lagi pula salah kau sendiri pintunya tidak ditutup."
"Tak usah banyak alasan. Cepat keluar !!! Atau ku hitung sampai tiga. 1....2...." Ucap nya dengan keras.
"Baiklah... Baiklah... Ya sudah aku keluar." Gwen mengalah akhirnya ia mengikuti apa yang Kellan perintah kan.
**
Gwen sedang asyik mengobrol dengan Anne diruang tamu.....
"Gwen, Aunty perhatikan makin hari kamu makin cantik saja." Sahut Anne dengan pujian nya.
"Akh.. Aunty bisa saja." Balas nya dengan tersenyum malu.
Padahal dalam hatinya berkata,
'Percuma aku cantik dimata Aunty, kalau tidak cantik dimata Kellan untuk apa!'
"Aunty rasa kamu sangat cocok jika disandingkan dengan Kellan."
"Duhh,,, bagaimana ya, Aunty. Kellan itu orang nya sangat dingin sekali terhadap ku !"
"Dia memang seperti itu orang nya. Tapi kalau sudah dekat dengan nya kamu pasti akan meleleh." Seru nya.
Anne sering sekali menyandingkan Kellan dengan nya, Gwen sih terima-terima saja tapi Kellan yang merasa risih dengan nya.
Lagi pula Kellan itu tipe pria yang dingin, prinsip dirinya ia lebih suka mengejar daripada dikejar.
Terkadang Gwen juga mengunjungi rumah aunty makanya tak heran jika mereka terlihat begitu akrab.
Dan Gwen sudah lama sekali menyukai Kellan bahkan ia pun sempat menaruh perasaan padanya. Sampai saat ini ia selalu mengejar Kellan, namun sayang nya Kellan tidak menanggapi keinginan hatinya.
Tapi meskipun Kellan menjauh darinya, ia takkan mundur apa yang sudah menjadi tekad nya.
Padahal kalau dilihat secara fisik Gwen terbilang cantik bahkan diluar sana tak sedikit pria ingin menjadi kekasih hati nya, namun tetap saja dihatinya Kellan lah yang paling utama.
"Kellan, kamu mau kemana?" Tanya Anne yang melihat Kellan berjalan dihadapan mereka.
"Aku ingin ke gudang penyimpanan gandum karena Paman berada disana."
"Kamu tak usah ke sana, lebih baik kamu temani Gwen disini. Nanti biar Aunty yang ke sana."
"Tidak perlu Aunty, aku saja yang ke sana lebih baik Aunty teruskan saja ngobrol nya dengan Gwen."
"Bolehkah aku ikut, Kell?" Gwen menawari dirinya.
"Ya sudah Aunty aku pergi dulu ya."Kellan tidak menjawab perkataan Gwen malah bablas dengan pergi nya.
'ish! Aku pingin ikut. Malah dia langsung kabur,' gurau hatinya nampak kesal.
"Tenang saja Gwen, Kellan tidak pergi lama kok nanti sore juga pulang. Lebih baik sekarang kamu bantuin Aunty masak, jadi setelah Kellan pulang kita bisa makan bersama."
"Ide bagus tuh, Aunty. Ya sudah, ayo!" Ucap Gwen dengan semangat nya.
~~
~~
Motor Kellan terparkir berhenti tepat disebuah tempat penyimpanan gandum. Kini langkah kaki nya masuk kedalam sana, terdapat banyak sekali gandum yang disimpan disana guna untuk dikirimkan masing-masing para pemasok.
Terlihat disana suami Anne dengan serius serta teliti memberi pengarahan kepada para pekerjanya.
"Saya minta gandum kita ini harus dicek sesering mungkin, agar mencegah dari kualitas buruk." Perintah nya dengan tegas pada salah satu pekerja.
"Siap, Tuan!" Balas nya lalu pekerja tersebut pergi dari hadapan nya dan kembali mengerjakan aktivitas nya.
"Paman....!!!" Panggil Kellan padanya.
"Eh,,, Kellan."
"Untuk stok disini apakah aman untuk kedepannya, Paman ?"
"Aku rasa cukup aman."
"Bagus lah kalau begitu. Aku tidak menyangka banyak sekali yang ingin menjadikan kita sebagai pemasok nya, aku sangat berterima pada Paman dan juga Aunty sudah memajukan usaha mendiang Ibuku." Gurau Kellan dengan haru nya.
"Paman juga sangat berterimakasih pada mu dan juga mendiang Ibumu, berkat kalian hidup paman sekarang jadi berubah kini paman tidak merasakan kesulitan lagi seperti dulu."
"Dan jangan lupa juga, ini semua berkat kerja keras dari Paman. Karena aku lihat Paman orang nya tidak mudah menyerah." Balas Kellan dengan senyum manis nya.
"He-he- kamu bisa saja Kellan memuji Paman, semua orang juga tidak ingin menyerah begitu saja." Balas nya dengan sedikit tertawa.
"Iya, Paman. Benar juga kata mu!"
"Oh iya! untuk laporan keuangan kamu yang ingin mengecek nya atau Paman yang mengecek nya?" tanya nya.
"Lebih baik kita cek sama-sama Paman supaya adil." balas nya lirih.
"Ya sudah kalau begitu, Paman serahkan semuanya pada mu."
Mati aja lu Kellan 😛😕
Renata, Kellan itu suka sama kamu peka dong . masa kamu gk tau sih 😕
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟✨💜💜💜✨🌟
🌟✨✨💜✨✨🌟
✨🐬✨🐬✨🐬✨
🌊🌊🌊🐬🌊🌊🌊