NovelToon NovelToon
Love For My Sad Boy

Love For My Sad Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:65.2k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nurpadilah

Biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Biarlah ku tanggung semua sendiri. Terluka sendiri, kupendam segala rasa. Karena aku tak bisa mengharapkan cinta yang tak pernah ada.

~Arkan

Silva tidak pernah berpikir untuk hidup dengan lelaki lain, apalagi putus dengan Faris. Bahkan, ia sudah merencanakan masa depan hubungan mereka hingga nanti setelah menikah. Namun, Arkan datang menghancurkan semuanya.

Semua harapan Silva hancur karena kebrengsekan yang dilakukan Arkan demi mendapatkan dirinya. Silva hancur bersama mimpi-mimpinya. Hingga sempat ingin mengakhiri hidupnya.

"Aku akan bebasin kamu untuk milih masih sama aku atau enggak."

"Aku maunya kamu! Apapun yang aku pilih, nikah atau berkarir, aku pengen kamu yang selalu nemenin aku."

Lalu, apakah Arkan dapat memiliki Silva? Atau harus menerima kenyataan pahit bahwa Silva tetap memilih Faris? Bagaimanakah kisah mereka? Akankah berakhir indah atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nurpadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Tragedi

Setelah operasi selama dua jam, kini Nesya sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Arkan duduk di samping Nesya menggenggam tangannya yang bebas dari jarum infus. Kedua matanya memerah karena sedari tadi menahan tangis. Ia takut, adiknya ini tidak kunjung sadar. Ia belum mengabari kedua orang tuanya karena khawatir mereka akan cemas dan malah pulang. Padahal, ia yakin bahwa pekerjaan sang papa belum selesai. Jadi, nanti saja ia beritahu.

"Kak?" Terdengar suara parau seakan memanggil dirinya. Perlahan Arkan mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. Terlihatlah Nesya yang sudah membuka kedua mata dan tersenyum lemah.

"Dek, kamu udah sadar!" Detik itu juga Arkan memeluk Nesya saking senangnya. "Kakak takut banget kamu gak sadar-sadar."

Nesya terkekeh membayangkan wajah panik Arkan saat ia belum sadarkan diri. Pasti sangat menggemaskan.

Arkan melepaskan pelukannya dan mengusap rambut Nesya lembut. "Maafin Kakak, ya. Kakak gak becus jagain kamu," ucap Arkan sedikit bergetar.

Nesya menggeleng. "Enggak, ini bukan salah Kakak. Ini murni kecelakaan. Karena aku ditabrak dari belakang."

"Abis kamu ngapain sih, jalan-jalan sendiri? Malam-malam lagi."

"Aku cuma pergi ke minimarket aja, kok. Kan deket, jadi aku jalan kaki aja," jawab Nesya dengan bibir mengerucut.

"Kamu tahu siapa yang nabrak kamu?" tanya Arkan dengan wajah penuh selidik.

Terdiam cukup lama, Nesya mencoba mengingat wajah si pelaku yang sempat ia lihat dan berteriak meminta pertolongan. Anehnya, ia melihat si pelaku sempat menyeringai. Seakan penabrakkan itu adalah hal yang disengaja. Namun, tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit. Ia meringis memegangi kepalanya.

"Astaga, kamu kenapa, Dek? Tahan sebentar, ya, Kakak panggil dokter dulu!" Arkan berlari keluar ruangan.

Beberapa saat kemudian, Arkan kembali bersama dokter yang menangani operasi Nesya. Dokter itu segera memeriksa keadaan Nesya.

"Keadaan pasien sudah stabil. Tapi, masih harus dirawat secara intensif beberapa hari. Untuk sementara waktu, jangan biarkan dia berpikir terlalu keras! Itu bisa menyebabkan kepalanya sakit seperti tadi," pesan Dokter yang ber-name tag dr. Ridwan.

"Ya, baik, Dokter. Saya akan menjaga adik saya sebaik mungkin. Terima kasih, Dok," balas Arkan menunduk sedikit.

Dokter paruh baya itu pun mengangguk dan tersenyum lembut. "Jangan lupa kabari orang tua kalian! Tidak baik merahasiakan masalah dari mereka. Apalagi ini menyangkut keselamatan anaknya," peringat Dokter Ridwan menepuk pundak Arkan.

"Baik, Dok. Besok akan saya beri tahu mereka," jawab Arkan.

Lalu sang dokter pun keluar dari ruangan itu. Arkan kembali duduk di kursi samping Nesya. Kini, adiknya itu sudah tidak meringis lagi.

"Udah baikan?" tanya Arkan mengelus rambut Nesya.

Si adik mengangguk mengiyakan. "Udah gak sakit lagi, kok."

"Syukurlah," desah Arkan lega sambil mengusap dada lalu tersenyum. "Ya udah, kalo gitu sekarang kamu tidur, ya. Atau mau makan dulu?"

Nesya menggeleng cepat. "Enggak, aku mau tidur aja."

"Ya udah, tidur. Kakak bakal jagain kamu di sini."

Nesya mengangguk dan tersenyum. Lalu mulai memejamkan matanya. Dengan Arkan yang setia mengusap kepalanya lembut. Menghantarkan Nesya lebih cepat masuk ke alam bawah sadar.

Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk. Arkan segera merogoh sakunya dan terlihat nama Dea terpampang di layar ponselnya. Mengerutkan kening heran, Arkan mengangkat panggilan tersebut.

"Halo!"

"Halo, Arkan! Lo harus cepet-cepet ke sini! Tadi gue liat Silva dibawa sama om-om!" Terdengar suara Dea yang ribut di seberang sana.

"Hah? Maksud lo?" Arkan kurang mendengar dengan jelas suara Dea, karena suara musik yang sangat kencang.

"Udah, gak ada waktu lagi buat jelasin! Lo mau Silva gak perawan lagi?"

Kedua alis Arkan tertukik tajam. Dadanya bergemuruh mendengar perkataan Dea dan membayangkan Silva sedang ketakutan di sana. "Sharelock!"

Setelahnya, Arkan memutuskan panggilan dan beralih menelpon Rafan untuk menjaga Nesya. Selesai menghubungi Rafan dan mendapat persetujuan, Arkan segera meninggalkan rumah sakit menuju tempat sesuai petunjuk dari Dea. Ia marah sekaligus cemas karena ia tahu tempat yang dikirim Dea adalah sebuah bar yang mana tidak mungkin dikunjungi oleh Silva. Tapi kenapa gadis itu bisa ada di sana?

Arkan melajukan mobilnya seperti kesetanan. Beruntung jalanan sepi karena sudah tengah malam.

Tidak butuh waktu lama, Arkan sudah sampai di depan sebuah bar yang ditunjukkan Dea. Terlihat gadis itu berdiri cemas di depan bangunan itu. Arkan segera menghampirinya.

"Biar gue jelasin secara singkat. Gue udah biasa datang ke sini buat sekadar hiburan aja. Tapi, tadi gue liat Silva nari dikerubungin cowok-cowok. Kayaknya dia juga udah mab*k, makanya gak sadar. Terus, gak lama kemudian, seorang om-om ngegendong dia dan bawa dia ke lantai tiga yang isinya kamar-kamar buat me--"

Kalimat Dea terhenti karena Arkan segera melenggang masuk ke dalam bar.

"Hei! Arkan, kamarnya nomor 13!" seru Dea yang masih bisa didengar Arkan, namun ia tidak menanggapi.

Arkan terus berjalan melewati lautan manusia yang sedang berjoget tanpa aturan. Arkan yakin, sebagian dari mereka sudah mabuk. Ia memasuki lift menuju lantai tiga. Di dalam lift, kedua tangannya mengepal kuat. Ia berjanji tak akan membiarkan orang yang sudah menyentuh Silva baik-baik saja. Ia akan menghajarnya habis-habisan. Silva begitu berharga baginya dan bagi orang-orang yang menyayangi gadis itu. Dengan seenaknya pria tak tahu diri itu menyentuh Silva, apalagi sampai merusaknya.

Tungkainya menyusuri lorong kamar setelah lift berhenti di lantai tiga. Ia mencari kamar bernomor 13. Kamar itu berada di paling ujung. Segera Arkan mencoba membuka pintu kamar itu, namun terkunci.

"Silva! Kamu di dalam?!"

Bruk bruk bruk!

Arkan terus saja menggedor pintu itu sambil meneriakkan nama Silva. Hingga ia mendengar suara Silva yang menjerit di dalam sana. Suara teriakkan yang kesakitan namun disertai lenguhan lirih. Arkan semakin terbakar. Ia kembali meneriaki Silva yang ia yakini ada di dalam kamar itu. Karena sudah terbakar rasa cemas, Arkan bersiap mendobrak pintu itu.

Sekali percobaan, ia gagal. Pintu sama sekali tidak bergerak. "Silva!!"

Brak!!

Pintu berhasil terbuka hingga rusak. Kini Arkan dapat melihat seorang pria yang mengungkung Silva dengan seluruh tubuh mereka tertutup selimut. Arkan bisa melihat bagaimana mereka bergerak padahal Silva sepertinya sudah pingsan. Dan bahu telanj*ng keduanya. Kini, ia sudah benar-benar marah. Dadanya naik turun dengan kedua mata memerah. Kedua tangan mengepal kuat, Arkan menghampiri mereka.

Tanpa aba-aba lagi, ia menyeret lelaki brengsek itu menjauhi Silva lalu menghajarnya habis-habisan bagai kesetanan. Arkan mengerahkan semua tenaganya untuk memukuli pria itu. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Silva sudah dirusak oleh pria asing bedebah brengsek ini!

Setelah puas menghajar pria itu hingga tak sadarkan diri, Arkan menghampiri Silva. Segera ia selimuti tubuh gadis itu yang dipenuhi tanda kemerahan ulah si brengsek itu. Hatinya begitu sakit melihat keadaan gadis yang ia cintai dan begitu ia jaga semenyedihkan ini. Kedua mata itu terpejam dengan bibir bengkak dan sudut bibirnya terdapat darah kering.

"Silva, bangun... Ini aku, maaf aku gak bisa jagain kamu," lirih Arkan mengusap rambut Silva yang basah oleh keringat.

Hingga tak menyadari seseorang berjalan mengendap-endap mendekatinya dengan membawa sebuah linggis. Seperti tidak memiliki rasa kasihan, ia menghantamkan linggis itu ke punggung dan tengkuk Arkan. Dua pukulan keras itu berhasil membuatnya tumbang.

Sosok itu menyeringai puas. "Harusnya lo berterima kasih sama gue, Arkan. Karena gue, sebentar lagi Silva bisa jadi milik lo."

Sosok itu menoleh pada pria yang tadi dihajar Arkan dan berpura-pura pingsan. Pria itu sudah memakai lengkap pakaiannya.

"Lakukan tugas lo, sekarang!" titahnya yang segera dituruti oleh pria itu.

...Bersambung......

no coment. kalian aja yg komen yuk!

luv yu all❤️♥️❣️🧡💛💙🖤💘💝💓💕💌💟💜💚💗💖

salam sayang

Didilove💖

1
Hilda Naning
sebenarnya sp yg memperkosa silva ky g jelas..
Sophia Aya
bagus cerita nya thor 👍
𝐂͢𝐞ℓ᰻ᥢ𝐞⍣
Tp ini lbh baik utk mereka ber 2 ke depannya. Jd gk ada byg2 lgi tentang ank mereka kelak😊.
𝐂͢𝐞ℓ᰻ᥢ𝐞⍣
Lam kenal kk Diah,,se jauh ini aku baca bagus isi ceritanya😊..
pi kolom komentar kayanya gk ada y kk🤔.
Diah Nurpadilah: terima kasih udah baca dan suka sama ceritaku😊 iya nih, komentarnya sepi setelah ceritanya tamat
total 1 replies
Saae
semangat... selalu mendukungmu kak..
yyyyyy
lanjut lagi lah thor
Diah Nurpadilah: boleh boleh, tapi nanti yaaa jangan sering2 baca yg uwu2 nanti authornya kepengen, kan bahaya wong masih jombs🤭
total 1 replies
Fadiylah19
uwuw bgt sih bang arkhan,jg g rela kan klo critanya harus berakhir,,,💞💞💞
yyyyyy
ku kira masih panjang ceritanya
TyR
yaaaahh end 😥😥😥
gaada part 2 gitu thorr masih berbunga ini sama bang arkhan dan silva
Fadiylah19
loh kok end,,, 🥺🥺🥺 lanjut season 2 g nih abis extra partnya?,,,masih kesemsem sma babang arkhan,,,
Fadiylah19: lanjoooot doongg,,,tebar kebucinan gituuhhh🤪🤪🤪🤭
total 2 replies
Fadiylah19
absen hadir thor,,, 😉🥰🥰
Fadiylah19
lanjut,,,,
Diah Nurpadilah: bab selanjutnya bisa dibaca jam 8 pagi nanti ya
total 1 replies
Fadiylah19
oh astaga,,,no koment thor,,,
Fadiylah19
othor,, maaf aq baru hadir,,baru isi pulsa 🙈🙈🙈 jd maraton deh bacanya,,,,
Fadiylah19: sma,,aq jg kngen,, apalagi sma cerita mu🥰🥰
total 2 replies
yyyyyy
lanjut thor
Diah Nurpadilah: siap! jam 8 udah bisa dibaca ya bab selanjutnya
total 1 replies
Saae
Like mendarat...
Niaa
koq jd gini sih,, kan udah GK ada penghalang LG, harus nya Arkan & Silva bersatu thor 😭
Diah Nurpadilah: aduh calm down, gurl😂 aku sebagai author yg baik pasti akan memberikan yg terbaik juga buat para tokoh kesayanganku eaaak hihi🤭 untuk sekarang, biarkan semuanya berjalan sesuai alurnya dulu, oke😉 jangan lupa dukung terus lapak ini ya, like dan komen kalian berharga bgt bagi author😊
total 1 replies
Saae
Boom like mendarat, jangan lupa untuk saling dukung..
yyyyyy
lanjut thorrr
Diah Nurpadilah: bab selanjutnya
total 2 replies
yyyyyy
lanjutt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!