NovelToon NovelToon
Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Kultivasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:437.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: shukaku master

Seorang Kultivator Surgawi menemui dirinya terkurung di tempat misterius. Tempat tersebut berisi jutaan buku yang berisi pengetahuan seperti seni bela diri, obat-obatan, berbagai segel dan masih banyak lagi. Awalnya sang Kultivator berniat mencari jalan keluar dan membawa sebagian buku. Akan tetapi, setelah segala cara yang ia gunakan tak membuahkan hasil, ia pun menyerah dan menghabiskan sisa hidupnya untuk membaca buku. Suatu hari ia membaca sebuah buku reinkarnasi dan mencoba teknik di dalamnya.

Jangan pelit like ya^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shukaku master, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-32 Penginapan

Instruktur Wei Tong menghampiri Wanzhou, dia mengundang Wanzhou untuk menjadi bagian dari paviliun blood line.

“Aku akan memberi mu sumber daya dan fasilitas terbaik yang kami miliki.” Instruktur Wei Tong mengulurkan tangan pada Wanzhou. Dengan hormat, Wanzhou menolak undangan dari instruktur Wei Tong.

“Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan menjadi tameng dan pedangnya Xiao Qin. Jadi, aku tidak bisa menerima undangan ini.” Wanzhou membungkuk hormat.

“Siapa Xiao Qin ini?” Tanya instruktur Wei Tong penasaran.

Wanzhou melirik ke arah Xiao Qin, dia tersenyum kepadanya.

Instruktur Wei Tong menghela nafas, “baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksamu untuk bergabung dengan paviliun blood line. Akan tetapi, tolong terima pemberianku ini!” Instruktur Wei Tong memberikan sebuah token dengan logo naga berwarna hijau.

Wanzhou menerima token tersebut dengan senang hati, “terimakasih tuan!”

“Tidak perlu memanggilku tuan, panggil saja aku Wei Tong.” Jelasnya.

Wanzhou mengangguk, sebenarnya ia agak keberatan jika disuruh memanggilnya secara langsung seperti itu.

Xiao Qin merasa kurang enak jika tinggal di paviliun alkemis, dia menyewa sebuah penginapan tingkat menengah di kota itu. Jaraknya pun tak jauh dari paviliun alkemis, jadi dia bisa ke sana kapan saja.

“Kalau begitu, jika butuh sesuatu jangan ragu untuk datang ke paviliun alkemis.” Tabib Luan meninggalkan penginapan tersebut karena hari mulai sore.

Xiao Qin hanya memesan satu kamar. Walaupun begitu, kasur yang tersedia disana ada 3. Xiao Mei langsung berbaring di salah satu kasur, dia sangat kelelahan hari ini.

“Aku akhirnya mendapatkan blood line ku kembali, walaupun berbeda dari sebelumnya.” Xiao Mei lupa, di kamar itu ada orang selain dirinya dan Xiao Qin. Dia terbangun dan melirik ke arah Wanzhou, Wanzhou pun merasa keheranan dengan hal itu.

“Tidak apa-apa, jika dia tahu pun takkan menjadi masalah. Kamu takkan memberi tahu hal ini pada orang lain kan?” Tanya Xiao Qin.

Wanzhou mengangguk paham, sebenarnya ia selalu memikirkan hal itu sejak malam kemarin. Lautan jiwa merupakan pondasi seorang kultivator, tanpa itu seseorang takkan bisa berkultivasi maupun mempertahankan kultivasinya. Jika orang-orang tahu bahwa lautan jiwa bisa diperbaiki, para kultivator dari seluruh penjuru dunia akan memburu Xiao Qin demi mendapatkan cara memperbaiki lautan jiwa tersebut.

“Xiao Qin, aku ingin memelukmu!” Xiao Mei manja. Sebelumnya ia memang selalu begini, tetapi kali ini ada Wanzhou yang melihatnya.

“Lebih baik aku pindah ke kamar lain, aku tidak ingin mengganggu kalian.” Jelasnya. Dia merasa gugup satu kamar dengan adik kakak yang terlihat mesra itu. “Aku tidak bermaksud untuk menambah biaya penginapan ini, hanya saja....” Wanzhou ragu meneruskan kata-katanya, ia tak ingin ucapannya malah menyinggung Xiao Qin dan Xiao Mei.

“Baiklah, ini ambil!” Xiao Qin memberikan sebuah koin emas, “sisanya bisa kamu pakai jika ada keperluan mendadak.”

Wanzhou berterimakasih dan pergi dari ruangan tersebut, dia menghela nafas lega sambil berjalan menuju lantai terbawah. Saat dia memesan sebuah ruangan, seorang gadis berambut putih dengan mata merah terang datang dan memesan sebuah kamar. Karena kamar kosong di penginapan tersebut hanya tersisa satu, Wanzhou mengalah dan memberikan kamar itu pada gadis usia belasan tahun tersebut.

“Hei, kamu mau pergi kemana?” Tanya gadis tersebut.

“Aku akan mencari penginapan lain di dekat sini.” Wanzhou melanjutkan langkah kakinya.

Gadis itu melarang Wanzhou untuk pergi, “sekarang kondisi di kota Fu sangat berbahaya, tidak baik jika keliaran di malam hari seperti ini. Bagaimana kalau kita berbagi kamar saja?”

Wanzhou ingin menolak, akan tetapi ucapan gadis itu tak sepenuhnya salah. Kemarin, dia mendengar hal tersebut dari Guo Zi dan di konfirmasi oleh Xiao Qin yang berhadapan langsung dengan siluman tersebut.

1
Mbah Haryo
ceeekkk.....!!!!
Didi Wahyudi
Luar biasa
Putra_Andalas
Tes Read...
Jimmy Avolution
cukup menarik...
Jimmy Avolution
josss
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaspol thor
Jimmy Avolution
nice
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
gaskeun
Jimmy Avolution
terus
Yuda Suastika
awal yg menarik coba dilanjut dulu bacanya mudah"an tdk membosankan
Nino Ndut
sejauh ini penulisan war nya kurang greget thor..harus bisa lebih ekspresif lg penulisannya sehingga pembaca bisa ngerasa seolah2 lg dimedan perangnya
Nino Ndut
emg bego kan mc nya..coba dari awal dibunuh si yulan..malah dilepasin make alesan lg males bunuh..asli disini enek bener ma mc..padahal saat momen lain yg harusnya g perlu bunuh malah maen asal bunuh..lagian si lin mei ngapain diajak war..kan dia spesialis alkemis..hadehh
Nino Ndut
aneh udh dendam segitu gedenya tp tiba2 males ngebunuh..asli aneh..klo misal g ngebunuh tp minimal nangkep n nagncurin kultivasinya trus buat disiksa sih masih maklum..asli g jelas bab ini dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!