Novel ini masih on going ya dan akan diupdate satu episode tiap hari nya.
Mohon dukungannya juga untuk vote, like dan komen ya Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wasni Fania Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Setelah beberapa saat tak sadarkan diri, Vania akhirnya siuman.
..."Nona, anda sudah sadar! " ucap dokter wanita itu dengan senyum manis...
Karena wanita itu menggunakan seragam kedokterannya, Vania bisa langsung menebak kalau wanita yang berada di depannya merupakan seorang dokter.
Namun yang membuatnya tekejut adalah ketika dokter itu dengan tiba-tiba mengelus perut Vania dengan lembutnya.
..."Sudah berapa minggu? " tanya dokter itu membuat Vania seketika langsung membulatkan kedua matanya...
..."Ma... maksud dokter? " ucapnya yang mungkin hanya pura pura tak paham. ...
..."Berapa usia kandunganmu? " tanyanya lagi dengan tersenyum manis...
..."A... apa Reyn sudah tahu? " ucapnya...
Vania seketika terlihat panik, bagaimana jadinya bila Reyn tahu. Ia pasti akan merebut anak yang dikandungnya ini.
..."Kau belum mengatakannya pada tuan Reyn? " tanpa dijawab mereka malah saling bertanya satu sama lain...
..."Ah.. ah... aku hanya ingin menjadikan sebagai kejutan di malam pergantian tahun baru nanti. Jadi , aku harap tolong rahasiakan ini dari Reyn"...
Vania terpaksa mencari alasan, karena ia tak ingin Reyn tahu soal kehamilannya ini. Tapi apa yang akan dilakukannya nanti.
Apakah dua bulan kemudian ia akan memberitahukannya pada Reyn? Tepat di malam pergantian tahun baru.
..."Nona ternyata kau benar-benar orang yang romantis ditambah lagi kau sangat cantik. Kau hebat bisa menghangatkan manusia freezer seperti tuan Reyn " puji wanita itu...
'Freezer ? itu adalah sebutan yang tepat untuknya ' pikirnya skarang.
..."Aku rasa dia bisa menjaga tentang kehamilan ku ini " batinnya setelah menatap wajah wanita itu sekilas...
Sekitar dua menit kemudian, wanita itu selesai memberikan vitamin dengan resepnya masing-masing. Ia memberikan vitamin bagi Vania yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuhnya. Apalagi Vania skarang tengah berbadan dua.
..."Sudah selesai tuan, nona hanya perlu istirahat. Apa nona mendapat tekanan sehingga ia menjadi syok ? " tanya wanita itu sambil menatap Reyn dan Vania secara bergantian...
..."Tidak aku baik-baik saja !" sahut Vania...
..." Hey nona cantik, siapa namamu? " tanya dokter Stiven...
..."Vania ... Vania Maverick " ucap Vania dengan senyuman tipis...
..."Wah, nama yang cantik seperti orangnya! " ujar dokter Stiven...
Reyn yang melihat tingkah dokter Stiven pun menjadi kesal padanya.
Namun ia tidak ingin menghentikannya karena didepan Vania.
..."Kalian berdua sudah selesai dengan pekerjaan kalian , sekarang kalian silakan pergi dari sini. Willy berikan apa yang menjadi hak mereka "...
Ucapan Reyn secara terang-terangan seperti tengah mengusir mereka, hanya saja secara halus. Mungkin karena didepan Vania jadi Reyn bertingkah seperti itu.
..."Hissshhh.... "...
..."Nona Maverick, kalau begitu kami permisi dulu. Ah, dan soal bayaran kali ini , kami menolak kami iklas kalau untuk nona Maverick" ujar dokter Stiven...
..."Nona Maverick Xing memang hebat bisa menaklukkan hati manusia freezer seperti tuan Reyn " tambah wanita itu...
Sebutan itu membuat Reyn langsung tersenyum manis. Seandainya, Vania dapat mengerti alasannya selama ini bukan hanya pura-pura peduli dan baik tapi itu sungguh.
Tapi apa alasannya? Kenapa Reyn dengan tiba-tiba sikapnya berubah menjadi hangat , bukannya awal pernikahan mereka Reyn selalu bersikap dingin. Dan lihatlah sekarang, ia bakan bersikap seperti kelinci .
Setelah itu dokter Stiven bersama teman wanitanya pamit, begitu juga dengan Willy .
Kini hanya tertinggal seorang pria dan wanita dalam kamar yang luas itu.
Tak berbicara membuat suasana dalam kamar menjadi sunyi.
Reyn sibuk dengan handphonenya, seperti sedang melakukan sesuatu yang penting karena itu dapat terlihat dari raut wajahnya.
Sementara Vania terbaring ditempat tidur sambil mengelus perutnya yang masih rata.
..."Bagaimana keadaanmu skarang ? " tanya Reyn sambil duduk diranjang samping Vania...
..."Ah aku baik-baik saja, terimakasih telah menolongku " sahut Vania dengan senyum manis yang digambarkan pada wajah cantiknya....
..."Bagaimana bisa kamu bersama pria berkelakuan sampah datang ke acara itu? Bukannya kamu...! " tanya Reyn yang tak sempat melanjutkan ucapannya...
..."A.. a... aku dibayar untuk menemaninya keacara itu, ta.. tapi aku sama sekali tak habis pikir, sifatnya yang terlihat manis malah menciptakan kebusukan! " jelas Vania dengan berbelit-belit , seketika itu pun juga air matanya jatuh dan terus mengalir membasahi pipi mulusnya itu. ...
Tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau Reyn tak datang menolongnya, mungkin dirinya kini sudah menjadi santapan atasannya.
Bersambung.......
Halo Yorobun, jangan lupa like dan votenya😊
Kalian juga bisa menambahkan kritik (positif ) ataupun saran di kolom komentar ya😊
Terimakasih❤
Kritik dan saran dikolong komentar ❤