NovelToon NovelToon
365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: de'rini

Queen yang akan segera menikah, harus menunda pernikahan nya karena suatu tragedi terjadi kepada adik semata wayangnya. Tetapi, permintaan nya untuk menunda pernikahan kepada calon suami nya, Antoni, harus berakhir dengan gagal nya pernikahan yang akan di gelar 2 bulan lagi.

Patah hati, Queen pun bertemu dengan seorang lelaki bernama Ricky. Tetapi, lagi-lagi kisah asmaranya harus berakhir.

Kerap gagal dalam kisah percintaan, membuat Queen menjadi dingin dengan lelaki mana pun. Hingga ia bertemu dengan seorang lelaki tampan bernama Raka.

Dapatkah Raka meluluhkan hati seorang Queen yang sudah jenuh dengan kegagalan?

Bagaimana cara Raka meyakinkan Queen bila dirinya serius dan bisa menjadi labuhan terakhir untuk Queen?

Semua hanya ada di Novel 365 Hari Menuju Halal. Selamat mengikuti kisah nya... jangan lupa dukungan nya ya kakak 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31# Tentang apa yang ada di hati

The Dongdaemun Design Plaza, merupakan landmark utama di Kota Seoul. Queen yang kini membuka boutique, sangat antusias untuk menyambangi bangunan dengan desain futuristik khas neo itu. Karena The Dongdaemun Design Plaza adalah pusat jaringan fashion Korea Selatan dan tujuan wisata populer yang tidak akan dilewatkan oleh para wisatawan.

Queen dan Raka yang tidak berbicara apa pun selama perjalanan ke The Dongdaemun Design Plaza, pun turun dari taksi yang mereka tumpangi bersama dengan Tika.

Queen terperangah saat melihat desain unik dari gedung yang dirancang oleh arsitek muslim ternama dunia keturunan Irak, yang bernama Zaha Hadid serta Samoo Architect & Engineers. Bangunan unik yang menyerupai UFO ini terlihat sangat menonjol di tengah-tengah kawasan perbelanjaan Dongdaemun. Itulah mengapa, saat gedung itu diresmikan, langsung menjadi perhatian para wisatawan dunia serta wisatawan lokal.

Mengabadikan momen, tidak akan pernah dilewatkan oleh mereka bertiga. Baru saja sampai di pelataran gedung itu, mereka langsung bergegas wefie dengan kamera ponsel milik Tika dan Raka.

Setelah puas menikmati uniknya gedung tersebut, mereka pun masuk ke dalam gedung itu. Mereka pun disambut dengan pemandangan yang luar biasa, serta hal-hal yang tidak akan mereka bisa temukan di tanah air.

Queen terlihat antusias saat melihat pameran fashion dan berbagai macam produk yang di tawarkan di Plaza tersebut. Ia mencoba menyerap ilmu baru yang akan ia kembangkan pada design usaha boutique nya.

Sementara Queen yang sibuk sendiri, Raka dan Tika berjalan bersama, sambil sesekali mengabaikan apa yang menurut mereka unik, mereka pun kerap berbincang tentang apa saja. Termasuk masalah Queen yang memang sangat mengusik hati Raka.

"Jadi, kenapa elu masih single?" Tanya Tika saat Raka baru saja memotret sebuah patung di gedung tersebut.

Raka pun menatap Tika dan tersenyum kecil.

"Tuhan belum mengizinkan gue nikah atau punya pasangan. Mau gimana lagi?"

"Bukan mengizinkan tidak punya pasangan kali, gue rasa banyak cewek yang mau sama elu. Mungkin elu yang terlalu memilih-milih."

Raka mengulum senyumnya dan bersandar di dinding gedung itu.

"Tik, sebenarnya aku dan Queen sama-sama mengalami cinta yang tidak beruntung, hingga sangat sulit membuka hati. Tetapi, gak tahu mengapa, hati ku mulai terbuka saat aku pertama kali bertemu dengan Queen." Terang Raka.

"Memang lu kenapa? Emang nya masih ada cewek yang menyia-nyiakan laki-laki ganteng kayak elu gini? Buta kali itu cewek," Ucap Tika.

Raka tertunduk dan menoleh ke arah Queen yang sedang asik dengan dunia nya sendiri. Lalu, ia kembali menatap Tika dengan seksama.

"Kamu suka dunia olahraga?" Tanya Raka.

Tika mengangguk dengan ragu dan membalas tatapan Raka dengan seksama.

"Kalau begitu, kamu tahu Naysilla? Seorang atlet selancar?" Tanya Raka lagi.

Tika berpikir sejenak, ia seperti mengingat-ingat siapa Naysilla.

"Kayak nya gue pernah dengar, eh... dia atlet yang bunuh diri bukan sih? Yang frustasi gara-gara kakinya di amputasi?" Tanya Tika dengan wajah yang polos.

Raka tersenyum kecut dan mengangguk dengan perlahan.

"Nah kan benar, kenapa dengan dia? Bukan nya dia sudah dua tahun meninggal dunia? Atau jangan-jangan....."

Tika menghentikan ucapan nya dan membulatkan matanya.

"Ya.." Sahut Raka.

"Oh no..." Tika menutup mulutnya, ia menyadari bila kisah cinta tragis Raka adalah Naysilla, seorang atlet wanita yang bunuh diri. Berita tentang Naysilla menjadi highlight di berbagai media elektronik dan cetak, saat gadis itu di temukan oleh orang tuanya sendiri di kamarnya dengan keadaan meninggal dunia dengan mengiris nadi di pergelangan tangannya menggunakan sebuah silet.

Kisah Naysilla yang gempar dua tahun lalu, karena kisah nya yang tidak beruntung dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Sempat di ikuti oleh Tika yang memang suka mengikuti berita di media elektronik. Lagi pula siapa yang tidak mengenal Naysilla? Gadis berprestasi itu sempat beberapakali kali menyabet mendali emas di beberapa pertandingan yang ia ikuti. Tidak hanya masalah prestasi, Naysilla juga memiliki paras yang begitu menarik, hingga membuat dirinya bak bintang di dunia olahraga yang ia geluti.

"Dunia ku hancur saat kehilangan dia. Aku dan dia berencana menikah, walaupun...." Raka tercekat, matanya mulai berkaca-kaca.

"Walaupun?" Tanya Tika yang terlihat penasaran.

"Walaupun dia tidak lagi sempurna,"

Tika terperangah, kali ini ia baru percaya bila ada cinta yang tidak memandang fisik sama sekali.

"Berapa tahun lu dengan dia?" Tanya Tika.

"Empat tahun dan berakhir setelah dia tiada," Ucap Raka.

"Turut berdukacita ya," Tika terlihat hanyut dalam cerita Raka.

Raka mengangguk dan tersenyum tipis, mereka pun berjalan menyusuri bagian gedung yang belum mereka jelajahi.

"Terus? Kalau memang lu menerima dia apa adanya, mengapa dia mengakhiri hidupnya?" Tanya Tika lagi.

"Hmmm," Raka menghentikan langkah kakinya dan menatap Tika dengan seksama.

"Kisah ku dan Queen tidak berbeda, orang tua lah yang menjadi penyebab perpisahan kami,"

Tika menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ia tidak menyangka banyak sekali kisah cinta yang gagal karena campur tangan orang tua.

"Kalian ngobrolin apa?" Tanya Queen yang merasa sudah puas dengan eksplor nya di gedung itu.

Raka dan Tika menatap Queen yang baru saja menghampiri mereka berdua.

"Ah, enggak, hanya membicarakan tentang unik nya gedung ini," Ucap Raka dengan salah tingkah.

Queen menatap Tika yang juga tampak salah tingkah.

"Yakin hanya membicarakan gedung?" Tanya Queen.

"Iya," Sahut Tika sekenanya, lalu ia berjalan meninggalkan Queen dan Raka.

"Belanja apa?" Tanya Raka sambil melirik beberapa paper bag yang sedang Queen tenteng.

"Ah, hanya beberapa pakaian saja," Ucap Queen.

"Sudah?" Tanya Raka lagi.

"Sudah, kembali ke hotel yuk..."

"Ayo.." Ucap Raka sambil meraih tangan Queen.

"Ah, Raka.." Queen menarik kembali tangan nya dan menatap Raka dengan tatapan yang terlihat serius.

"Ya?"

"Kita bisa jalan masing-masing kan? Tidak perlu bergandengan tangan." Tegas Queen.

Raka terlihat salah tingkah dan mengangguk dengan pelan.

"Terima kasih Raka," Ucap Queen. Lalu, gadis itu berjalan mendahului Raka dan menyusul Tika yang sudah terlebih dahulu berjalan ke arah pintu keluar gedung itu.

Dengan tatapan hampa, Raka menatap punggung Queen yang berjalan di depannya. Ia mengusap dadanya yang terasa sesak.

"Queen, aku paham rasa sakit yang kamu rasakan. Aku pun pernah di posisi kamu yang merasa kehilangan orang yang dicintai, begitu saja. Tetapi, aku rasa sudah saatnya kita melangkah kedepan. Bukan melupakan masa lalu, tetapi lebih menyimpan masa lalu di hati masing-masing. Life must goon... kita harus melangkah maju, waktu terus berjalan tanpa bisa bertoleransi. Hati pun mulai merasa butuh untuk di isi oleh cinta yang baru. Queen... open you heart... lihat aku... aku disini untuk mu..." Batin Raka.

Lelaki itu terus berjalan di belakang Queen. Hatinya terus bergumam tentang apa yang saat ini sangat ingin ia ungkapkan kepada Queen. Tetapi, ia tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan apa yang ada di benak nya saat ini. Semua terasa begitu terbatas, karena Queen tidak sama sekali memberikan dirinya kesempatan apa pun itu. Terutama berbicara tentang hati.

1
falea sezi
putra ne adeknya banyu kan yg nanti suka sama tasya
falea sezi
kapok si lala memanfaatkan anak akirnya kehilangan deh
falea sezi
lala bukannya kaki nya cacat ya dan bnuh diri
falea sezi
baru paham ne Antoni yg jd gila kan
falea sezi
g cinta tp punya anak munafik lu ton
Swinarni Ryadi
ini ayah andra gk punya anak sm Farah
Swinarni Ryadi
lebih cepat lebih baik karena klu tidak disegerakan akan lbh banyak masalah yg muncul
Swinarni Ryadi
malah kesannya gk natural lg
Maezoun Supriyati
Buruk
Swinarni Ryadi
lala, lulu, lele lolo ini ternyata kurang ajar sekali .Raka hrs bertindak tegas
Swinarni Ryadi
tinggal kan tasya, mungkin dgn begitu akan ada rasa kehilangan, apa lg punya anak
Nadira Alexa
Luar biasa
Swinarni Ryadi
egois, yg laki-laki sdh dewasa banget, hrusnya queen tamat kuliah nikah
indira kusuma wardani
Luar biasa
Diana Budhiarti
ehmmm.. queen type cewek yg hati hati banget ya.. n jadi terkadang kesannya ragu ambil keputusan
Gendhuk sri
bukannya kedap suara y
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🥰🥰
Holipah
kampung ku Cikampek,😄
Sofia
ayah Andra g punya anak kandung..jd sayang bgt SM anak smbungnya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!