Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba Di Desa Xio
Setelah meninggalkan Kota Tousan, Xio Sin dan Mu Huanran terus terbang menuju utara, setelah melewati beberapa pulau mereka tidak lagi menemukan pulau lagi, yang ada hanya hamparan laut biru.
"Gege, bagaimana nanti kita akan beristirahat tanpa adanya pulau?" tanya Mu Huanran sambil mempererta pegangannya pada tangan Xio Sin
"Aku juga sedang memikirkannya ran'er" jawab Xio Sin.
'Disaat seperti ini harusnya System bisa memberikan solusi, tapi system sedang dalam proses upgrade sehingga aku hanya sendiri' batin Xio Sin kebinggungan.
"Gege kenapa kamu melamun!" tanya Mu Huanran.
"Aku sedang memikirkan bagaimana cara kita akan beristirahat Ran'er" ucap Xio Sin.
'Ah, kenapa aku bisa lupa! kan bisa memasuki dunia kecil Long saja. dan meninggalkan Mu Hunaran disana supaya aku bis abergerak dengan bebas' batin Xio Sin
Mereka terus melanjutkan perjalanan hingga malam tiba dengan cepat.
"Ran'er mari kita beristirahat sejenak" ucap Xio Sin,
"Dimana gege?" tanya Mu Huanran kebingungan karena tidak melihat adanya pulau dibawah pandangannya dan hanya melihat lautan luas.
"Pejamkan matamu, dan hanya boleh membukanya ketika aku suruh nanti" ucap Xio Sin
Setelah Mu Huanran memejamkan matanya, Xio Sin membuka pintu masuk Dunia Kecil Long dan memasukinya.
"Kita sudah sampai, bukalah matamu Ran'er" ucap Xio Sin
"Ini dimana gege? sangat indah dan kaya akan energi alam!" ucap Mu huanran lalu melepaskan pelukan tangannya pada Xio Sin dan berjalan melihat keindahan Dunia Kecil Long.
"Ini adalah Dunia kecil Long yang ada dalam dunia batin ku" ucap Xio Sin
"Mari" ajak Xio Sin berjalan menuju sebuah bangunan yang terbuat dari emas.
Tidak henti-hentinya Mu Huanran mengagumi Dunia Kecil tersebut.
"Silahkan masuk, anggao saja ini adalah rumahmu dan pilih kamar yang kamu inginkan" ucap Xio Sin setelah masuk kedalam istana kecil emas.
"Baik gege, bersihkan diri dulu, setelah itu aku akan masak untuk gege" ucap Mu Huanran lalu masuk ke salah satu kamar.
Xio Sin juga masuk kekamar yang biasa dipakainya dulu ketika sedang berlatih bersama Lou San lalu membersihkan diri pada kamar mandi yang tersedia pada setiap kamar.
1 jam kemudian Xio Sin keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan dan disana sudah ditunggu oleh Mu Huanran.
"Gege silahkan makan, baru saja aku akan memanggil gege namun sudah keluar duluan" ucap Mu Huanran.
"Terima kasih Ran'er, mari makan" ucap Xio Sin
Mereka makan dengan lahap dan menikmati setiap makanan hingga tanpa terasa makanan mereka sudah habis.
Mu Huanran membersihkan meja makan dan membawa piring dan tempat yang digunakan untuk menyimpan makanan lalu membersihkannya. Setelah itu kembali lagi di ruang makan menemuk Xio Sin.
"Ran'er, ini pelajarilah" ucap XionSin memberikan salinan Kitab Jari Penghancur miliknya.
"Gege ini!, yang dulu gege berikan saja belum aku kuasai dengan sempurna" jawab Mu Huanran
"Pelajarilah semuanya, kamu akan punya waktu disini dan berlatihlah disini. Besok aku akan melanjutkan perjalanan kamu disini saja dulu untuj sementara waktu" ucap Xio Sin
"Gege, aku akan menemani perjalananmu" ucap Mu Huanran sedih
"Ran'er, kamu berlatihlah dan pelajari dulu kitab itu, ketika nanti sudah sampai aku akan mengeluarkanmu dari sini" ucap Xio Sin lembut.
"Baiklah gege, tapi nanti gege harus hati-hati ketika sudah melihat palung tanpa batas yang seperti air terjun masuk kedalam. Kakek bilang daya hisapnya sangat kuat, dan itu jugalah sebabnya tidak ada yang bepergian menggunakan kapal ke Benua Barat"ucap Mu Huanran.
"Baiklah, terima kasih, mari kita istirahat" ucap Xio Sin lalu beriri dan bergerak menuju kamarnya, begitu juga dengan Mu Huanran.
_____
Pagi harinya, Setelah sarapan Xio Sin berpamitan pada Mu Huanran untuk keluar dari dunia kecil.
"Ran'er, aku akan keluar untuk melanjutkan perjalanan, kamu berlatih disini dulu dan kuasai kitab yang tadi malam aku berikan, itu merupakan jurus yang selalu aku gunakan. dan manfaatkan sumber daya yang ada disini dengan baik" ucap Xio Sin.
"Baik gege" ucap Mu Huanran lalu menghampiri Xio Sin dan memeluknya dengan erat.
"Hati-hati, aku akan menunggumu disini" ucap Mu Huanran dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih" ucap Xio Sin lalu melepaskan pelukannya dan keluar dari Dunia Kecil.
Setelah berada diluar Xio Sin lalu melesat terbang untuk melanjutkan perjalanan panjangnya.
Tanpa terasa, Xio Sin sudah bergerak selama 20 hari, dan dibawahnya terdapat sepertilubang hitam memanjang dengan lebar sekitar 2 mil, dan laut tersebut masuk kedalam lubang hitam tersebut seperti air terjun.
"Apakah ini yang dimaksud Ran'er?" Gumam Xio Sin
"Daya tariknya sangat kuat, dari atas sini saja masih terasa daya tariknya. apalagi jika dibawahnya pasti aku akan mati jika terhisap" lanjutnya.
Xio Sin menambah ketinggian terbangnya dan melesat dengab kekuatan penuh hingga beberapa detik kemudian berhasil melewati palung hitam tersebut setelah mengerahkan 50% Qi nya untuk menahan supaya tidak terhisap kebawah.
"Sangat kuat dari yang aku bayangkan, dan sangat mengiras Qi milik ku" gumam Xio Sin lalu melanjutkan perjalanannya.
Tanpa terasa sebulan lagi terlewati dengan cepat , akhirnya Xio Sin melihat dikejauhan bayangan daratan yang selama ini diimpikannya.
"Akhirnya sampai juga, dan sangat melelahkan' gumam Xio Sin.
Selama perjalanna, setiap 2 hari sekali Xio Sin pasti beristirahat dalam Dunia Kecil Long.
Xio Sin terus melesat diatas awan dan memasuki daratan, dan ketika hampir malam Xio Sin singgah pada gunung yang mirip kepala manusia dan dilerengnya terdapat sebuah kota kecil yang ditengahnya terdapat sebuah patung.
Xio Sin turun sekitar 200 meter dari gerbang Kota kecil lalu mengeluarkan Mu Huanran dari Dunia Kecil.
"Gege, apakah kita sudah sampai?" ucap Mu Huanran
"Ya, mari kita istirahat dulu disana" ucap Xio Sin lalu berjalan bersama Mu Huanran yang menggandeng tangan kirinya seolah tidak ingin kehilangan sosok pemuda tersebut.
Di gerbang kota Kecil bertuliskan 'Kota Xio' dan terdapat puluhan prajurit penjaga gerbang.
Setelah mendekat, Xio Sin baru mengingat bahwa ini adalah Desa Xio yang dulu dibebaskan oleh nya sebelum terbawa oleh usaran angin.
"Perubahan yang sangat cepat" Gumam Xio Sin namun dapat didengar oleh Mu Huanran
"Apakah gege mengenal kota ini? Dan kenapa nama kotanya 'Xio' ! apakah ini tempat tinggal gege dulu?" tanya Mu Huanran bertubi-tubi.
"Nanti kamu akan tahu, mari masuk dulu" ucap Xio Sin
Ketika tiba digerbang dan melakukan pemeriksaan para penjaga gerbang terkejut pasalnya wajah pemuda yang mereka perijsa sama dengan patung di depan aula dan juga yang menjadi sejarah di Kota Xio.
"Tuan Muda dan nona, mohon tunggu sebentar, saya akan memberitahukan walikota dulu karena wajah anda sangat mirip dengan patung ddidepan Aula kota" ucap salah satu penjaga lalu pergi.
Sepuluh menit kemudian datang seorang yang kira-kira berusia 35 tahun berjalan dengan tergesa-gesa dengan diikuti oleh penjaga gerbang yang tadi memanggil Walikota.
"Tuan Muda Selamat datang, maaf jika tidak ada penyambutan untuk anda" ucap Mo Guan si Walikota
"Tidak apa-apa paman Guan, selama beberapa bulan ternyata perkembangan disini sangat pesat hingga menjadi kota kecil" ucap Xio Sin
"Ah itu semua tidak terlepas dari campur tangan tuan muda" ucap Mo Guan
"Mari tuan muda kita kerumah saya dulu untuk beristirahat" ucap Mo Guan
"Owh iya kabarkan kepada patriak sekte Gunung Suci dan pada Menejer Han bahwa tuam Muda Xio telah kembali" ucap Mo Guan pada penjaga
"Baik Walikota" ucap penjaga tersebut
"Tunggu sebentar, ini buat kalian bagilah dengan adil" ucap Xio Sin memberikan sekantong uang yang berjumlah 500 coin emas kepada para penjaga gerbang.
"Ini hadiah buat pelayanan kalian yang baik dan telah menjaga kota ini dengan baik" lanjut Xio Sin
"Terima kasih tuan Muda" ucap penjaga tersebut dengan tangan gemetaran saat meneirma sekantong coin emas tersebut.
Setelah itu Walikota,Xio Sin dan Mu Huanran pergi menuju kediaman walikota.
"Tuan Muda memang sangat baik seperti yang dirumorkan penduduk dan juga masih sangat muda" ucap penjaga gerbang
"Kamu benar, walaupun hanya seperti manusia biasa tapi aku yakin dia sangat kuat" ucap penjaga lain