NovelToon NovelToon
Aku Dijodohkan

Aku Dijodohkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggraeni

Alisya Silvia, anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia baru lulus dari universitas swasta di Jakarta dan ia berencana akan bekerja di luar kota. Tapi entah ayahnya akan menyetujuinya atau tidak.

Semua di luar dugaannya, ketika Alisya memberitahukan keinginan ini pada ayahnya, beliau tidak meresponnya sama sekali. Beliau malah ingin menjodohkannya dengan laki-laki yang tak pernah ia maupun keluarganya kenal sebelumnya. Dan itu hanya karena perjanjian di masa lalu, perjanjian masa lalu mendiang Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Pertamaku

Tak lama terdengar suara ketukan pintu. Tok.tok.tok.

Alisya membuka matakunya dan hendak bangkit dari tubuh Fino. Tapi tidak bisa karena Fino belum juga melepas pelukannya.

"Mas, itu ada orang di luar, mungkin bu Darmi." ucap Alisya sedikit panik.

"Biarkan saja, kalau aku tidak menjawabnya, ia tak mungkin berani untuk masuk ke sini." jawab Fino santai. "Aku masih ingin seperti ini, mungkin untuk beberapa menit lagi." melanjutkan kalimatnya, memeluk Alisya lebih erat. Alisya mengangguk pasrah, lagian ia juga mulai menikmati pelukannya. tersenyum sumringah.

Tapi bagaimana kalau ternyata itu Ambar, mama mertuanya, dia pasti langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Fino. Alisya akan merasa malu kalau sampai Ambar melihat posisi mereka seperti ini.

"Apa kamu sudah mulai mengemas pakaian Fin ? Ini mama membawa bu Darmi untuk mem...." Ambar menghentikan ucapannya.

Mendengar suara itu Alisya langsung bangkit dari tubuh Fino, tangannya menekan dada bidang Fino, sepertinya sedikit keras, karena Fino terdengar mengerang sakit. Ia tidak memperdulikannya, karena sekarang ini ia benar-benar sedang menahan malu di depan mama mertuanya, wajahnya sudah memerah seperti udang goreng.

Aaaa.. ini gara-gara mas Fino, kalau mau beradegan seperti itu kenapa pintunya tidak dikunci dulu tadi.

Alisya menundukkan wajahnya, tidak berani menatap ke depan. Apalagi sampai bertemu pandang dengan Ambar. Malu.

"Maaf, mama tidak tahu kalau kalian ... ." Ambar tidak melanjutkan ucapannya, dia langsung berbalik hendak keluar dari kamar.

"Tidak apa-apa ma, kami hanya berbaring sebentar." jawab Fino santai sembari bangkit dari tempat tidur.

"Sebenarnya mama ke sini itu membawa bu Darmi untuk membantu mengemas pakaian, tapi ternyata kalian ..., hihihi." Ambar malah terkekeh, dia mengingat adegan tadi yang tidak sengaja ia lihat. Itu membuat nyali Alisya semakin menciut, ia benar-benar tidak berani mengangkat wajahnya.

"Ya sudah mama dan bu Darmi ke bawah lagi ya, nanti kalau kalian sudah mulai mengemas, panggil bu Darmi saja, biar dia membantu kalian." bu Darmi mengangguk tersenyum.

"Baik ma, nanti aku menelpon ke bawah." jawab Fino. Kemudian Ambar berjalan ke luar kamar, terlihat senyum usil masih tersungging di bibirnya.

Setelah mendengar pintu tertutup, Alisya baru berani mengangkat wajahnya, wajah yang sepertinya masih terlihat merah merona.

"Wajahmu kenapa Sya ? Merah begitu, sudah seperti udang goreng saja ?" ledek Fino.

"Ini semua gara-gara mas Fino !" memukul keras lengan Fino, Sampai ia mengerang sakit. "Aku kan malu mas kepergok sama mama sedang beradegan seperti itu, jadi tadi aku hanya menundukkan kepalaku, sekedar melihat wajah mama saja aku tidak berani." mengumpat kesal. Fino malah tertawa mendengar ocehan Alisya.

Alisya mengerucutkan bibirnya.

"Kenapa harus malu Sya, kita kan suami istri, tidak salah kan jika berpelukan seperti itu."

"Iih, bukan masalah pelukannya, tapi posisi kita nya." Alisya semakin terlihat kesal menjawabnya.

"Memang seperti apa posisi kita ? Sepertinya aku lupa, bisa kita reka ulang adegannya ?"

Pertanyaan Fino malah semakin membuat Alisya geram, ia memukul-mukul dada bidang Fino, sepertinya benar-benar keras hingga Fino mengerang kesakitan, dan akhirnya ia menahan pukulan Alisya, menggenggam kedua tangan Alisya yang tadi membuatnya kesakitan.

"Sepertinya kamu hobi memukul orang ya, tadi lengan, sekarang ini !" menunjuk tegas dengan tangan kirinya. Menunjuk dada bidangnya, sepertinya jika dibuka akan memperlihatkan tanda merah.

Wajah Fino kini terlihat dingin dan menakutkan, nyali Alisya mulai menciut.

Aaaaa kenapa aku bisa sebodoh ini sih ? Kenapa juga aku harus memukulnya sekeras tadi.

"Bagaimana jika aku membalas pukulanmu ?" bisik Fino ke telinga Alisya, tangan kanannya masih menggenggam kedua tangan Alisya.

Deg. Jantung Alisya terasa mau copot, menelan ludah pun jadi terasa sulit.

Membalas pukulan? Apa Fino serius dengan kata-katanya ? Ia bisa mati kalau itu benar !

Belum terjadi saja dadanya sudah terasa sesak seperti ini.

"Tidak ada jawaban, berarti kamu menyetujuinya. Apa kamu sudah siap ?"

"Tunggu ! Jadi mas Fino benar-benar serius mau memukulku, jahat sekali !"

"Apa kamu bilang ? Jahat ? Bukannya kamu sendiri yang jahat. Kamu kan yang sudah memukulku beberapa kali, jadi kamu harus menerima konsekuensi nya."

Eh iya iya, aku kan yang sudah memukulnya, wajar saja jika dia mau membalasnya.

Ya sudah, akhirnya Alisya pasrah saja, agar masalahnya cepat selesai, jadi impas juga. Daripada ia ditagih terus. Tapi tapi, pasti bakalan sakit rasanya, secara tenaga Fino kan lebih kuat darinya, bisa hancur tulang dadanya nanti, hiii.

"Ya sudah aku terima konsekuensi nya, aku izinkan mas Fino memukulku, tapi jangan keras-keras ya." ucap Alisya memohon, dengan wajah sedikit memelas. Berharap Fino mengurungkan niatnya untuk memukulnya.

"Aku akan melakukan hal yang sama persis seperti yang kamu lakukan padaku."

Deg. Tadi aku kan memukulnya keras sekali, terasa lemas tubuh ini.

Alisya menutup matanya, ia tak kuasa melihat apa yang akan Fino lakukan padanya. "Baiklah, aku akan mulai menghitungnya, satu.. dua.. ti.. ,"

Apa ini ? Dia tidak memukulku, dia malah mengangkat daguku dan aku merasakan bibir lembutnya menyatu dengan milikku.

Bukannya menukul Alisya, Fino malah menciumnya, dia melakukannya dengan sangat lembut sampai Alisya tidak kuasa untuk menolaknya, bahkan ia masih menutup matanya, menikmati sentuhan bibir lembut Fino.

Ini ciuman pertamaku. Ia mengambilnya secara tiba-tiba, tapi aku menerimanya dengan perasaan bahagia.

"Izinkan aku untuk mencintaimu Alisya." bisik Fino lembut setelah menyudahi serangan ciuman yang tiba-tiba itu. Dia melepas genggaman tangannya.

Alisya mencoba membuka matanya, menatap wajah pria tampan di hadapannya, wajah yang sekarang penuh kasih sayang terhadapnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa, sekarang ia hanya ingin memeluknya, memeluk erat tubuh sempurna yang dimilikinya.

Aliaya memeluk Fino, membenamkan wajahnya di dada bidang Fino, terasa nyaman, batinnya. Dengan sekejap Fino membalas pelukankunya, dia memeluk Alisya erat dengan penuh cinta, itu yang sekarang ia rasakan.

"Aku akan mulai mencoba membalas cintamu, mas." gumam Alisya pelan, masih membenamkan wajah di dada Fino. Mempererat pelukan, rasanya ia tak rela melepaskannya, melepaskan pelukan atau bahkan melepaskan dirinya untuk siapapun.

Dia milikku, hanya milikku seorang. Alisya

Aku tenggelam dalam pelukan hangat Alisya. Membawa perasaan bahagia yang luar biasa. Perasaan yang baru aku rasakan setelah sekian lama. Semoga dia juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Fino

1
icha pratiwi
lanjut NY kemana
minarni 0714
Luar biasa
Diah Ratna
kaget ntar kl Renata yg menyebabkan adiknya keguguran
Tri Astuti
eng... ing... eng...
Tri Astuti
waduh...
ceritanya sangat menarik
Retno SI
Bagus..isi ceritanya jg mantap...bisa membuat penasaran.sedih..seneng.pokoknya jagan sampai terlewatkan ...👍👍👍💪
Nur Yanti
Donghae Suju😍😍
Nur Yanti
Masih nyimak thor
Lisi Yani
lanjud lagi ya
Nurmi Yani
😊 seru2 nih
Nda Oom
lanjuttt
Ekhy Syaputri
lanjut dong
Klaudiani Mulliyanisafitri
gg
Falivia Falivia
lanjuttttt
Mike Kapero
mulai bucin nih sejoli❤
Lilan Dewy
mengandunh bawang...
Dian Agustiningsih
'lanjut thor
Yulianti
lanjut Thor smngat
icha pratiwi
kelamaan sambungan nya jadi lupa CRT nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!