NovelToon NovelToon
CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:398.6k
Nilai: 5
Nama Author: israningsa 08.

"Kenalkan dia pacarku!"
Tasya menghadiri pesta pernikahan temannya, dia tidak tau jika kedatangannya kepesta tersebut hanya untuk di permalukan oleh sang mempelai wanita yang tak lain orang yang mengundangnya.

Saat pesta itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang pria tak di kenal menarik tangannya, pria kaya yang tampan membawanya kehadapan pasangan pengantin baru.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia di Perkenalkan sebagai pasangan pria tidak di kenal tadi.

Bagaimana kelanjutannya? silahkan baca yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Harus Pulang!

Tasya tiba di sebuah kost-kosan putri berukuran 4x4 yang ia kunjungi dengan Andri semalam, di tempat itu tersedia fasilitas lengkap, dapur dalam, kamar mandi dalam, ranjang, serta lemari plastik dan juga wifi.

Tasya menyewa tempat tersebut dengan membayar perbulan, dia lebih memilih setiap bulan karena ia tak punya uang untuk membayar full dalam setahun apalagi biaya makan yang harus ia tanggung sendiri yang menjadi pertimbangannya.

Sebelumnya Tasya sudah membayar biaya kosnya, dia menggunakan uang tabungannya yang tersisa yang sudah lama ia simpan dalam kartu ATM nya.

Untung saja pada saat hari kebakaran terjadi dia membawa kartu itu kalau tidak mungkin Tasya sudah melarat sekarang.

Setelah terjadi kesepakatan dengan pemilik kost, Tasya dan Andri sepakat untuk membersihkan ruangan tersebut sebelum pulang dan sekarang itu membuat Tasya langsung berbaring tanpa melakukan apapun lagi saat sampai di sana.

Kepalanya masih terasa pening, kopernya pun belum di buka.

Tasya tersenyum dengan mata berkeliling menatap setiap sudut kamar kostnya, begitu sederhana tapi cukup memberikan kenyamanan.

Dert... Dert... Dert....

Dalam tas berukuran sedang ponsel Tasya bergetar menandakan seseorang sedang menelfonnya.

Dia bergegas menarik resleting tas tersebut, mengorek isi di dalamnya dan mengeluarkan benda keras dan pipih dari dalam sana.

"Andri? Ahh kebetulan dia menelfon!"

Tasya segera menerima panggilan tersebut setelah melihat sekilas kelayar ponselnya.

"Tasya, kau ada di mana? Kenapa tidak datang bekerja hari ini? Kau lupa yah, besok kita sudah gajian! Kenapa malas-malasan?" omel Andri.

"Mana mungkin aku lupa!"

"Ehh suaramu kenapa Sya?" Andri mulai menyadari keanehan suara Tasya.

"Anu... Aku tidak bisa bekerja karena tidak enak badan, tolong yah kamu beritahukan ke manager jangan sampai aku tidak dapat bonus karena tidak ada penyampaian!" pinta Tasya lirih dengan suara hidung mampetnya.

"Oke... Nanti aku akan melapor ke atasan, terus kau ada di mana sekarang?"

"Sekarang aku ada di kost! Kau jangan sampai lupa untuk pergi menghadap, kalau tidak aku akan benar-benar marah padamu!" cekam Tasya.

"Iya, aku akan pergi sekarang! Kalau begitu kau istirahatlah!"

Andri menutup telfonnya, memberi ruang untuk Tasya agar kembali berbaring agar bisa terlelap.

Tok... Tok... Tok....

Sekitar 20 menit berlalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, "siapa?" tanya Tasya yang baru saja terbangun dengan suara parau.

Tak ada sahutan dari luar membuatnya penasaran, bahkan ia sempat membayangkan jika yang datang adalah Rendi.

"Apa itu Rendi? Ahh tidak mungkin dia kesini di jam kerjanya!" meskipun ia menyanggahnya namun tetap ada harapan yang terselip dalam ucapannya.

Tasya bangkit turun dari ranjang dengan lesu berjalan untuk membuka pintu, "Hai Tasya!"

Matanya melebar melihat orang yang kini berdiri di ambang pintu bukanlah Rendi, melainkan teman yang tadi menelfonnya.

"Andri? Kenapa kau bisa di sini? Bukannya tadi kau di tempat kerja dan aku menyuruhmu untuk menghadap ke manager toko?"

"Aku sudah memberitahukannya! Kau tenang saja!" kata Andri dengan mimik wajah damai.

"Lalu kenapa kau bisa di sini?"

"Biarkan aku masuk dulu, agar aku bisa menceritakan semuanya padamu! Kau ini... Ada tamu bukannya di sambut dengan senyuman tapi langsung dengan pertanyaan yang banyak!" Andri mengeluh menerobos masuk melewati Tasya.

Ia duduk di pinggir ranjang, sementara Tasya membiarkan pintu kamar terbuka sesuai aturan kost. 'Dilarang menutup pintu kamar apabila ada teman pria yang datang bertamu!' aturan itu adalah aturan yang di buat pemilik kost apalagi kost yang di tempati oleh Tasya adalah kost putri dengan aturan yang ketat.

Berduaan di dalam kamar dengan lawan jenis juga sudah menjadi larangan keras, selain pasangan yang sudah sah, jadi Tasya tidak ingin melanggarnya.

Tasya menyilangkan tangan di depan dada menghampiri Andri, "Kau sudah masuk, cepat katakan padaku!"

"Ehh yah... Aku sudah memberitahukan soal kondisimu pada manager, terus aku berkata kalau sakitmu sangat parah dan kau itu tinggal sendiri jadi aku membuat alasan kalau aku ingin menjenguk sekaligus merawatmu!"

Ia memicingkan mata, "Ohh kau menggunakan namaku?"

"Sekali-kali Sya!"

"Sekali apanya? Ini sudah berulang kali!! Kau juga pernah menggunakan namaku hanya untuk bertemu kekasihmu!"

"Ehh jangan mengomel! Ini kan sudah terjadi, bukankah kau memang sakit? Kalau begitu baring-baring saja! Aku akan menjagamu!"

"Kembalilah bekerja, aku tidak mau kau tidak mendapat bonus bulanan!"

Andri berdiri, kemudian merangkul Tasya menuntunnya untuk segera berbaring di atas kasur, "Aku tidak perduli soal bonus, yang aku perdulikan itu kamu! Ayo berbaringlah.... "

Kali ini Tasya menjadi gadis penurut, dia merebahkan diri di atas ranjang dengan tatapan sayu menatap Andri, "Kenapa kau melakukan ini?"

Andri terdiam seketika tersenyum, "Karena kau adalah temanku!"

"Jangan-jangan kau menyukaiku?"

"Pertanyaan itu lagi? Tentu saja tidak, aku melakukan ini karena kamu tidak ada di toko, rasanya tidak menyenangkan jika aku tidak berdebat denganmu saat bekerja! Jadi aku melakukan ini!"

"Ohh iya... Kau sudah minum obat?" Tasya menggeleng, "Kenapa? Apa kau tidak punya?" dia menggeleng lagi.

"Kebetulan aku melihat ada apotik di sekitar sini, kau tunggulah aku akan pergi membeli obat sekarang!"

Andri benar-benar pergi keluar, hingga suara motornya terdengar meninggalkan kost-kosan tersebut.

***

Berbeda dengan Tasya, Rendi kini melakukan rapat dengan beberapa client di ruang rapat, Sepanjang pemaparan yang di sampaikan oleh Doni, sekretarisnya. Mengenai kerja sama sekaligus membahas produk baru yang akan mereka luncurkan.

"Jadi produk baru ini nantinya akan di targetkan untuk menarik konsumen dari luar negeri dengan bahan yang berkualitas tentunya tahan lama juga! Dan perusahaan akan menyewa beberapa stasiun televisi swasta untuk mengiklankan produk ini, bagaimana? Apa ada yang ingin bertanya mengenai produk ini?" papar Doni menatap satu-persatu orang yang hadir dalam rapat.

Ada 3 orang yang mengangkat tangan, Rendi yang melihatnya berdecak memalingkan wajahnya malas.

"Begini saja!" ia angkat bicara, membuat semua orang mengalihkan pandangan dari Doni ke Rendi, "Kalian simpan saja semua pertanyaan, lalu setor ke Doni, besok baru diskusikan lagi!" ucapnya.

Rendi berdiri setelah mengakhiri ucapannya dan berjalan keluar meninggalkan semua orang yang serentak melongo heran melihat sikap pemimpin perusahaan itu.

"Aku harus pulang sekarang! Aku ingin bicara baik-baik dengan Tasya! Aku pikir ucapanku tadi malam sedikit berlebihan!"

1
Iiq Rahmawaty
mangkanya andri.. lbih baik berteman sajakn dripda hrus nembak mnembak dan pda akhirnya kau ditolak trua skrg mlah jd menjauh kan
Iiq Rahmawaty
🤣🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
nyerocos bae lu ah rend..
di awal mh sikap lu jutek bnget sumpah ehh skrg cereewett minta ampun🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
siapa ya orgtua tasya???
kn ktanya lg pda jd TKI ga pulg2
Iiq Rahmawaty
et alah tasya🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
ah ganggu aja org lg mkn juga🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
high heels.. bukan ngitu tulisan nya thor ??
Alya Yuni
Tasya kau jngn bodoh
orng tua Rendi trllu egois
Aqiyu
mereka kakak beradik????
Aqiyu
terserah Rama kamu mau apakan Nadya aq sih ikhas 😁
Aqiyu
Tasya orang yang baik
Aqiyu
jangan bilang keguguran
Aqiyu
Rama Rama....
Aqiyu
Rama gila loe
Aqiyu
Nadya hamil ga mau dekat-dekat dengan Rama
Aqiyu
bener tuhhh ...
Rama belum kenal betul sifat dan kelakuan Nadya
Aqiyu
gara-gara Nadya prsahabatan jadi rusak
Aqiyu
Nadya kamu tuh bekas Rendy ga akan memungut barang bekas
Aqiyu
Rendy bener tuh hubungan dah hancur karena Nadya malah lari kerumah mantan gaimana ga tambah hancur tuh.
Leon aneh.....
Aqiyu
Rendy modus.ada yach tugas sekertaris harus mau di peluk-peluk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!