Di sarankan membaca Cerita pertama dulu, "Terpaksa Menikah dengan Pembantu" biar lebih nyambung ...
jangan lupa follow IG mommy ya
@Mommy_ar29 🥳🥰
"Lo pikir gue nafsu sama body rata kaya lo. Sorry, lo jauh dari type gue."
"Yaaa! Kamu pikir kamu juga type aku hah! Cowok b@jing@n kaya kamu jangan mimpi bisa dapetin gadis cantik sepertiku!"
"Hahaha, bagaimana kalau kita taruhan."
"A—apa maksud kamu."
"Kita jalani pernikahan ini selama satu tahun. Jika dalam satu tahun di antara kita tidak ada yang saling tertarik kita cerai. Dan selama satu tahun itu pula di larang saling ikut campur!"
Deg!
'Semudah itukah dia mengucapkan kata kata itu? Lalu bagaimana denganku? Aku lebih baik tidak menikah sama sekali daripada harus menyandang status janda karena di tinggal selingkuh!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chen kepanasan
"Sayang." Kata Sisil yang tiba tiba sudah berdiri di samping Chen sambil merangkul manja di lengannya.
Shiming dan Nayla langsung menoleh ke arah Sisil dan saat itu juga mereka baru menyadari bahwa Chen sudah ada di antara mereka.
"Bagus Nay!" Ucap Chen datar sambil menatap penampilan Nayla yang sangat terbuka.
Nayla menggunakan rok span putih di atas lutut yang di padukan dengan tanktop dengan tali spageti membuat Nayla terlihat semakin sexy.
( Kira kira seperti itu ya baju Nayla 🤣 )
"Oh lihat guys kita kedatangan tamu lagi." Teriak Nayla kepada kedua teman nya.
"Shiming apakah kau yang mengajak suami ku dan kekasihnya ke sini?" Tanya Nayla sambil menatap ke arah Shiming.
"Tidak." Jawab Shiming cepat.
"Ah benarkah?" Ucap Nayla lagi. "Shiming bolehkah aku meminjam dada mu, kepalaku sangat pusing." Ucap Nayla lirih lalu tiba tiba kepalanya bersandar di dada bidang Shiming, membuat Chen semakin menahan geram.
"Beib ayo ke kursi kita lagi. Aku gerah disini." Ucap Sisil manja dan menatap Nayla dengan sinis.
"Duh Cha badan gue gatel semua denger suara ulet bulu." Ucap Hanna sengaja berteriak agar Sisil mendengarnya.
"Hahaha nama nya juga ulet bulu emang suka bikin gatel. Apalagi kalau lo tau Han sel@ngk@ngan nya lebih gatel sama laki orang lagi hahaha." Ucap Chaca sambil tertawa.
"Itu sel@ngk@ng@n gatel karena kurapan kali Cha hahaha." Hanna dan Chaca tertawa bersama melihat wajah Sisil yang kesal.
"Sssttt kalian gak boleh ngomong begitu." Ucap Nayla sambil meletakkan tangannya di bibir.
"Jangan terlalu jujur kalau ngomong tuh. Setidaknya kasih lah cabe nya lebih banyak biar makin pedes." Ucap Nayla masih dengan kepalanya yang sengaja ia sandarkan did ada bidang Shiming.
"Shiming!" Geram Chen menatap tajam ke arah Shiming yang kini tangannya sudah memegang pinggang Nayla. Bukan tanpa alasan Shiming melakukan itu, ia menahan tubuh Nayla agar tidak terjatuh. Kesadaran Nayla hanya tinggal 20% bila Shiming tak menahan pinggang nya sudah bisa di pastikan Nayla akan tersungkur di lantai.
"Sorry bro." ucap Shiming menatap Chen.
"Nay lebih baik kamu pulang sama Chen." kata Shiming lembut.
"Shiming, apakah kamu jomblo?" Tanya Nayla sambil memanyunkan bibir nya membuat tubuh Chen semakin panas karena posisi Nayla dan Shiming kini begitu intim. Chen ingin segera menarik nayla namun tangannya kini di cengreram kuat oleh Sisil.
"Eh kenapa?" tanya Shiming bingung.
"Shiming maukah kau bercinta dengan ku. Buatlah tanda sesuka mu di tubuh ku." Ucap Nayla tentu saja sambil mengedipkan sebelah matanya dan Shiming langsung mengerti tujuan nya.
Shiming pun semakin mengeratkan pelukan nya di pinggang Nayla lalu berkata. "Apa kau yakin baby?" Tanya Shiming dengan senyum tersungging di bibir nya.
"Brengsek!" Pekik Chen yang sudah tidak bisa menahan emosi nya. Ia pun segera menghempaskan tangan Sisil dan langsung mengangkat tubuh Nayla di pundaknya dan melangkah keluar club.
"Chen, kau mau kemana?" teriak Sisil namun Chen tak menghiraukan nya.
"Kampret lepasin gue!" teriak Nayla terus memberontak dan memukul mukul punggung Chen.
"Diam!" Sentak Chen sambil memukul pan**t Nayla.
Plak.
"Aaa pan**t gue di tabok. Pelecehan ini woy kampret lepasin gue!" Nayla terus berteriak sambil meronta ronta di gendongan Chen.
"Yah, pemeran utama kita pulang hahaha." ucap Chaca lalu kembali hendak meneguk minuman nya sebelum akhirnya gelas nya di rebut oleh seseorang.
"Aa!" Ucap Hanna terkejut kala melihat Arlan tengah menatap nya tajam.
Fokus Hanna bukan hanya ke Arlan namun laki laki di samping nya juga. Yups laki laki yang sudah merebut gelas Chaca.
"Om!" Seru Chaca cemberut lalu ia memegang wajah Dimas dengan senyum senyum sendiri.
"Kenapa lo mirip banget ya sama om duren kesayangan gue hahaha . brbrrrr." Ucap Nayla sambil menggelengkan kepalanya yang semakin pusing.
"Sepertinya gue minum terlalu banyak sampai mata gue halusinasi kaya gini hahaha." Kata Chaca lagi.
"Heh bayangan om duda, andai lo nyata." kata Chaca sambil tersenyum sendiri. "Ahhhh gak mungkin banget. Dia mana mungkin kesini untuk apa coba." Ucapnya lagi.
Tanpa berkata apapun Dimas segera mengangkat tubuh Chaca dan membawa nya pulang.
"Woaahh gue terbang dong hahahhaa." Ucap Chaca sambil merentangkan kedua tangannya seakan dirinya terbang membuat Dimas semakin berdecak kesal.