Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
City Of stars
Dia memainkan sebuah instrument yang begitu tak asing untuk ku. Itu lagu City Of Star soundtrack dari film layar lebar La La Lands yang di nyanyikan oleh Ryan Gosling dan Emma Stone di dalam film nya. Lagu dan film ini terkenal di akhir tahun 2016 dan entah mengapa lagu itu selalu mengingatkan ku kepada Althara setiap kali lagu itu di mainkan. Sejak saat itu lagu itu menjadi lagu favorit ku,dan ternyata,Althara pun memiliki insting yang sama denganku.
“Al,bukan nya ini lagu yang sering kamu puter di Resto ya?”
Memang lagu ini sudah masuk kedalam playlist lagu yang selalu ku putar setiap hari nya di Restaurant.
“Kamu tau lagu ini?” Tanya Fadil.
“Siapapun tahu lagu ini kan?” Ujar ku.
"Loh. Suara mu bagus loh waktu itu aku pernah denger di Instagram" ucap Rey yang tidak pernah absen melihat kegiatan ku di Instagram,termasuk aku yang selalu membuat story iseng bernyanyi.
Lalu Fadil kembali mengangkat tangan nya dan memanggil pelayan tadi. Dia kembali berbisik ke pelayan itu dan pelayan itu segera pergi lagi melakukan perintah lain nya dari Fadil.
Aku heran mengapa Althara hanya terus memutar instrument lagu nya tanpa bernyanyi.
“Althara emang ga jago nyanyi Al,jadi dia cuma nunjukin kebolehan nya dalam bermain piano” ujar Rey seolah tahu apa yang sedang aku fikirkan.
Pelayan tadi tampak menghampiri Mc dan berbisik kepadanya. Dan Mc itu berdiri di depan panggung mengambil mic nya.
“Euh ada satu permintaan lain dari Mas Fadil katanya,dia minta Mbak Alhena untuk menemani Mas Althara bernyanyi disini” aku tersentak kaget dan langsung menatap Fadil dengan kesal.
“Ngga mau Rey” Rey malah bertepuk tangan untuk ku sambil menertawakan hal itu.
“Ayo dong al,kado ulang taun aku ini” ujar Fadil sambil tertawa.
Aku terus duduk tak beranjak berdiri,sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi.
“Ayo dong Al,satu lagu aja kasian temen aku di panggung sendirian” ujar Rey memohon.
Kamu lebih kasihan kepada dia di banding kepadaku yang sudah beberapa tahun di tinggalkan nya.
“Ayo Al” Rey menarik tangan ku dan menuntuk ku ke atas panggung.
Dengan terpaksa aku naik ke atas panggung dan duduk dengan bingung di belakang stand mic. Semua mata sudah terlanjur tertuju kepadaku,dan instrument yang di mainkan oleh Althara terdengat hanya terus berputar putar di awal lagu seperti memang di sengaja menunggu ku untuk mulai bernyanyi.
Aku menarik nafas ku dan memegang Mic.
City of stars
Are you shining just for me
City of Stars
There’s so much that I can’t see
Who knows?
I felt it from the first embrace I shared with you
That now our dreams
They’v finally come true
City of stars
Just one thing everybody wants
There in the bars
And through the smokescreen of the crowded restaurants
It’s Love
Yes,all we’re looking for is love from someone else
A rush ,A glance,A touch ,A dance
A look in somebody’s else
To light up the skies
To open the world and send it reeling
A voice that says ,I’ll be here
And you’ll be alright
I don’t care if I know
Just where I will go
‘Cause all that I need is this crazy feeling
A rat-tat-tat on my heart
Think I want it to say
City of stars
Are you shining just for me
City of Stars
You never shined so brightly
Lagu telah berhenti. Althara berhenti memainkan piano nya lalu terdengar riuh suara tepuk tangan dari semua orang. Aku tersenyum dan menundukan kepalaku dengan malu.
Aku melirik Althara di samping ku. Dia melirik ku dengan dingin. Ini seperti the javu,aku pernah mengalami situasi ini dengan Althara. Ketika di acara lomba sekolah dulu,dia begitu bangga telah melihat ku berani bernyanyi di hadapan semua orang. Namun hari ini suasana nya berbeda. Senyum ku hilang ketika menatap Althara,aku tersadar dengan rasa kesal ku yang masih tersimpan untuk nya. Aku segera turun dari panggung dan kembali kepada Rey dan yang lain nya.
Sudah hampir tengah malam akhirnya kita semua pulang dari Restaurant itu. Jika saja Restaurant itu buka 24 jam sudah pasti Rey dan teman-teman nya akan menghabiskan waktu disana sampai pagi,beruntung Restaurant itu tutup hingga jam 11 malam sehingga membuat Rey dan teman-teman nya segera pulang.
“Thank ya tar udah kasih kado ulang taun buat gue” ujar Fadil masih saja meledek Althara.
“Jail lo ga pernah berubah yah” ucap Althara dengan tersenyum dingin.
“Thank juga ya Alhena,ga nyangka suara kamu bagus banget”
“Ouw terimakasih”
“Chemistry kalian bisa langsung dapet gitu ya”
Aku tersentak dengan ucapan Fadil,membuat ku dan Althara saling diam tak berkomentar.
Yups ini pun sama persis seperti dulu ketika aku di minta bu Renatha untuk menyanyikan sebuah lagu dan di iringi oleh Althara untuk pertama kalinya sebelum lomba,dan saat itu pun Althara tak memberi tahuku lagu apa yang akan di mainkan nya. Dan hebatnya,lagu yang kami sukai selalu sama bahkan ketika kami terpisah begitu lama.
“Ya udah kita pulang dulu ya” ujar Sam
“Gue juga” sahut Fadil.
“Ya udah sampai ketemu nanti lagi ya”
Dan kami semua bubar masuk kedalam mobil masing-masing. Althara masih ikut masuk kedalam mobil Rey.
Sepanjang perjalanan aku hanya terus diam menatap jalan menuju rumah ku,dan di tengah perjalanan tiba-tiba aku menyadari sesuatu.
“Rey Stop!” ucap ku meminta dia berhenti,lalu Rey memberhentikan mobil nya ke bahu jalan.
“Kenapa Al?” Tanya nya dengan khawatir menatap ku.
“Rey aku ada janji sama Riani” ucap ku yang tiba-tiba saja mengatakan apa yang terlintas di fikiran ku.
“Hah? Janji sama Riani ? Malem-malem gini?”
“Iya,aku lupa Riani nunggu aku dari tadi,aku udah janji mau nemuin dia dirumah nya” ucap ku terbata bata.
Aku benar-benar baru menyadari jika Rey mengantarkan ku pulang dan Althara ikut menganatarkan,ini akan membuat dia tahu dimana rumah ku. Atau malah memang ini tujuan Althara sejak awal untuk ikut di mobil Rey.
“Ya udah aku anter kerumah Riani ya”
“Hah? Ga usah Rey, aku bisa sendiri”
“Kok ga usah? Aku kan bisa anterin kamu al,emang kamu mau pake apa kesana? Ini udah malem,aku ga mau kamu naik taxi”
“Ya aku di jemput Riani nanti”
“Ya udah kamu telepon dulu dia coba”
Aku bingung harus memberikan alasan seperti apalagi kepada Rey. Karena yang aku tahu malam ini Riani tak ada dirumah,dia sedang mengambil cuti untuk berlibur dengan keluarga nya di luar kota.
“Alhena” panggil Rey.
“Gimana?” Tanya nya lagi menatap ku dengan bingung.
Aku juga bingung bagaimana mencari alasan lain kepada Rey. Dan aku yakin di belakan sana Althara tertawa di dalam hatinya melihat ke khawatiran ku.
“Yaudah Rey pulang aja” ucap ku begitu pasrah.
"Ga jadi ke Riani nya ?"
"Ngga" jawab ku pasrah.
"Mmhh. Kita anterin temen kamu dulu kan ?" Tanyaku terus berusaha agar jangan sampai Althara tahu tempat tinggalku.
"Ngga Al. Rumah dia lebih jauh,jadi kita anterin kamu dulu kok" ucap Rey dengan tersenyum.
Aku hanya bisa menarik nafas begitu dalam dan kembali menyandarkan kepalaku sambil menatap luar jendela.
Aku yakin di belakang sana Althara sedang bersorak kemenangan karena akhirnya akan tahu dimana tinggal ku sekarang. Aku pasrah saja,kalaupun dia tahu aku tidak akan membiarkan dia berani menemuiku ke rumahku.
Kita sampai di depan halaman rumah ku.
“Besok aku ke resto ya”
“Oke” jawab ku sambil berusaha melepaskan seatbelt.
Tiba-tiba Rey membelai rambutku dengan lembut. Membuat ku terkejut melihatnya. Andai saja tidak ada Althara di belakang sana,aku pasti sudah menepis tangan Rey yang sudah berani memegang kepalaku.
“Thank ya udah mau nemenin aku malem ini”
Aku menganggukan kepalaku dengan kaku,lalu segera keluar dari mobil. Aku berdiri di samping mobil Rey menunggu mobil Rey pergi, namun bukan nya pergi aku malah melihat Althara membuka pintu mobil nya,dia berjalan kedepan dan berdiri tepat di hadapan ku begitu dekat,sampai aku bisa melihat begitu jelas wajah nya yang semakin tampan. Jantung ku berdetak hebat,aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Althara seberani itu berdiri di hadapan ku namun kaki ku tak dapat bergerak sampai aku mendengar suara pintu mobil yang di buka Althara tepat di belakang nya.
Dia hanya akan pindah tempat duduk ke depan, namun cara nya yang selalu membuat ku gugup telah membuat nya begitu puas, Althara sudah berhasil membuat ku jantungan seharian ini.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu