NovelToon NovelToon
Against The World II: Transgression

Against The World II: Transgression

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Barat / Tamat
Popularitas:498.8k
Nilai: 5
Nama Author: Near

"Dunia ideal yang kau ingin wujudkan hanyalah sesuatu yang fana. Lambat laun kau akan menyadari...tentang betapa tak bergunanya idealisme naifmu. Tidak ada aturan yang dapat mempertahankan kedamaian – makhluk-makhluk fana bergerak di atas emosi! Hari ini mereka duduk semeja bercengkerama, hari lainnya mereka memalsukan senyum dan membuat siasat gelap. Makhluk-makhluk itu tak ubahnya binatang liar, hanya ketakutan yang akan membuat mereka mengerti. Dan aku akan menjadi sumber ketakutan itu – aku akan menjadi dewa dan memaksakan semuanya patuh. Kedamaian abadi, dunia di mana semuanya hidup penuh ketundukan, akan kuciptakan dunia yang seperti itu – dunia di mana seorang anak tak perlu melihat ibunya mati. Dunia yang abadi. Untuk itu, matilah di sini, Xavier von Hernandez, matilah demi dunia yang sempurna!"

—Nueva el Vermillion to Xavier von Hernandez—

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Near, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6: Preparation, part 4

Hari sudah hampir senja saat separuh dari pasukan Divisi 12 bergabung dengan perkemahan pasukan Divisi 11 di depan gerbang besar yang memberi akses masuk ke Hutan Besar Amarest. Tak terlihat satu pun elf di sana. Namun, ada bekas darah di sana—telah terjadi pertempuran/pembunuhan di sana. Dan dari yang terlihat, itu kemungkinan besar konflik internal.

Mengesampingkan para staf dan pekerja lainnya, total terdapat 22.500 prajurit Imperial Army yang berada di area perkemahan. 15.000 dari Divisi 11, 7.500 dari Divisi 12. Mereka semua akan bergerak besok pagi tepat saat matahari terbit. Perang tak terelakkan ‒ Reinhart sudah lama kembali dengan laporan yang mengatakan kalau Elf Kingdom lebih memilih mengantagonisi kekaisaran daripada meninggalkan New World Order.

Tenda-tenda baru langsung didirikan. Logistik juga sudah disediakan untuk jangka waktu empat hari ke depan. Puluhan prajurit Divisi 3 juga sudah meletakkan tenda komando mereka—posisinya agak jauh dari tenda-tenda itu. Semua persiapan bisa dilakukan dengan cepat karena kerja keras dari mereka. Jika divisi 3 tidak ada, mustahil bagi Imperial Army untuk berangkat perang esok pagi. Minimal mereka perlu dua minggu untuk sepenuhnya siap.

Dalam kerumunan tenda yang dibuat dalam formasi melingkar itu, tiga tenda yang lebih besar dari tenda-tenda lainnya berdiri tepat di tengah-tengah. Dari ketiga tenda besar itu, tenda yang di tengah lebih besar satu setengah kali dari tenda di kanan-kirinya. Itu adalah tenda pusat komando. Namun, tenda itu masih kosong—para prajurit masih sibuk mengisinya dengan barang-barang.

...—dua setengah jam kemudian, Tenda Utama—...

Di sekeliling meja bundar besar yang di atasnya terletak peta Hutan Besar Amarest yang luas, tiga kursi berdiri membaginya dalam besar sudut yang sama. Namun begitu, tidak ada satu pun yang menduduki kursi itu. Semua yang ada di dalam tenda dalam posisi berdiri, mata tertuju pada penanda-penanda yang disusun di atas peta.

“Seperti yang kita ketahui, ada dua jenis prajurit yang Elf Kingdom miliki: prajurit khusus (atau yang lebih dikenal dengan Black Shadow) dan Elven Army.” Emily—yang bertugas menjadi moderator dalam diskusi untuk penyerangan besok—berkata sambil memukulkan ujung tongkat penunjuk ke telapak tangannya. “Sebelumnya ada tiga, tetapi sejak Evillia Evrillia memegang tahta, pasukan pengawal elite kerajaan dilebur satukan dengan Elven Army.

“Elven Army total terdiri atas enam puluh ribu prajurit, terbagi ke dalam empat divisi yang sama rata. Commander Utama mereka adalah Alforalis Grammolia, dia kuat—dia elf terkuat setelah sang ratu. Tidak ada keraguan kalau dia yang akan memimpin pasukan Elven Army secara langsung. Namun, nol persen dia akan memobilisasi semua pasukan Elven Army. Paling tinggi, dia hanya akan menggerakkan setengahnya, meninggalkan setengah lagi untuk melindungi ketiga kota.

“Sementara itu, Black Shadow hanya terdiri atas sepuluh squad—dan masing-masing squad terdiri atas sepuluh anggota inti. Seperti Chiron Army, mereka adalah terelite dari yang terelite. Enam dari kapten mereka adalah anggota dari tujuh pengawal ratu—anggota satunya lagi adalah Alforalis. Black Shadow kemungkinan besar akan menyerang kita secara sembunyi-sembunyi, membantu Elven Army yang akan kita hadapi secara terbuka.

“Untuk itu, kita akan menghadapi mereka dengan membagi pasukan menjadi tiga. Pasukan utama akan menyerang dari jalan utama, terdiri atas sembilan batalion (dari total lima belas batalion). Her Highness sendiri yang akan memimpin mereka.” Emily menoleh pada yang dimaksud, begitu mendapat anggukan ia kembali fokus pada yang lain.

“Pasukan selanjutnya sebanyak tiga batalion akan menyerang dari sayap kanan ‒ aku sendiri yang akan memimpin pasukan ini. Kemudian, tiga batalion akan bergabung untuk menyerang dari sayap kiri. Commander Xavier akan memimpin mereka—dan ketiga batalion ini semuanya dari Divisi 12. Target kita bukan kedua kota lainnya, melainkan sama seperti pasukan utama: Evrillia.”

“Kemungkinan besar kita akan berbentrok dengan mereka di sini,” jeda Emily sembari mengarahkan ujung tongkat di titik di antara Evrillia dan tepi hutan. “Alforalis takkan membiarkan kita lewat lebih dari ini. Dan kita akan mengepungnya di sini. Karena itu, pasukanku dan pasukan Commander Xavier akan berangkat terlebih dahulu dibandingkan pasukan utama. Dari sini….”

...—Evrillia, Elf Kingdom—...

Atland tidak bisa mengatakan ini kali pertama ia berada di Evrillia ‒ ini adalah kali ketiganya. Namun, dengan sangat pasti, Atland bisa mengatakan kalau kedatangannya kali ini jauh lebih ia sukai dibandingkan dua kedatangan sebelumnya. Selain karena ia akan menarik anak panah dan menghancurkan Imperial Army, Elenoa berada di Evrillia—sebelumnya wanita itu sama sekali tak bisa ditemui.

Ada dua alasan mengapa Atland merasa puas mengetahui Elenoa berada di Evrillia. Pertama, untuk pendekatan. Atland ingin mengenal lebih jauh tentang wanita itu. Kedua, jika pendekatannya berhasil, tuduhan palsu kalau ia homo akan bisa dihapuskan. Nama baiknya akan kembali, dan para lelaki yang berbicara dengannya bisa menghilangkan kewaspadaan mereka.

Itu tentu saja bukan berarti Atland memanfaatkan Elenoa. Sungguh bukan. Ia memiliki rasa pada wanita itu. Mereka dulu pernah bertarung bersama saat insiden penyerangan atas Kota Etharna. Kenangan hari itu masih membekas, terlebih lagi saat itu mereka terlihat cocok dengan satu sama lain.

“Maaf membuatmu menunggu.”

Atland spontan berbalik badan mendengar suara feminin tapi penuh otoritas itu. Ia langsung berhadap-hadapan dengan wanita cantik berbalutkan seragam hitam ketat yang membuat lekuk tubuhnya terlihat—dan Atland tak berkomentar tentang itu!

“Kau sekarang bergabung dengan Black Shadow?” tanya Atland, menghampiri Elenoa seraya mengulurkan tangan bersalaman.

“Ada beberapa masalah yang terjadi, dan aku tak punya pilihan lain selain mengisi posisi sebagai kapten Skuad 4 Black Shadow. Bayarannya juga tak mengecewakan. Apa boleh buat.” Elenoa menjeda sebentar, menyalami Atland, sebelum kemudian melanjutkan. “Jadi, ada tujuan apa kau ingin bertemu denganku? Aku dan skuadku sibuk malam ini. Kami harus mengarahkan Magical Beast untuk menyingkir ke arah melajunya Imperial Army.”

“Aku ingin kau mengajakku ke tempat populer di sini. Namun, aku berubah pikiran. Biarkan aku ikut kalian!” Senyum lebar mematri di wajah Atland. “Pandanganku tajam. Aku juga pengguna sihir sensorik. Dan kau takkan menemukan pemanah yang lebih baik dariku. Aku yakin kehadiranku akan sangat membantu.”

“Hm, aku tak bisa menyangkal kalau kehadiranmu akan sangat membantu, dan aku akan dengan senang hati menerimanya. Namun, bukankah kau punya tugas penting besok? Sebaiknya kau beristirahat malam ini. Aku akan mempertimbangkan untuk mengajakmu ke tempat populer setelah urusan kita selesai.”

Atland tidak bisa menyangkal hal itu. Namun….

“Aku hanya akan menemani kalian sampai lewat tengah malam, setelahnya aku akan langsung kembali ke sini untuk beristirahat. Namun, sebagai gantinya, kau harus mengajakku ke tempat populer—bukan lagi mempertimbangkan. Bagaimana?”

“Sepakat!”

Atland tidak bisa lebih senang la—ah, ia akan lebih senang lagi jika Elenoa tidak mengenakan sarung tangan.

1
Arief Wahyu's
kerenn
PHSNR👾
sebelum baca cerita ini harusnya baca cerita apa dulu ya?
Las Ruinas
keren gilaa
Ardianovich
Kok malah kek sistem
Ardianovich
BWHAHAHAHAHAA
Ardianovich
astagaaaaaa cari mati xavier wkwkw
kucing ungu
Luar biasa
Blue
bagian kw 3 nya kapan?
karyakarsa.com/Near: ATW III bisa dibaca di: k a r y a k a r s a.c o m/Near
total 1 replies
Fafarifa
kerennn
walaupun suka lupa sama tokoh sampingan
blueby
Seru
Zaenal Imron
👍👍👍
Lavendra
benar-benar sebuah mahakarya
MD🔸UT
story yg mantap 🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍
MD🔸UT
dannnn.......bersambung
MD🔸UT
gila, tarungnya
MD🔸UT
hahaha dasar clown, peeusak masterpiece🤣🤣🤣🤣
Hendra hmd
kereennnn
MD🔸UT
hehehe ini pasti seru
MD🔸UT
gile juga kemampuan VH
MD🔸UT
jurus yg mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!