NovelToon NovelToon
In Times Of Rain

In Times Of Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Y

Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.


Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Coklat.

"Lo masih kesal sama gue?" tanyanya padaku, sementara aku hanya terdiam sambil melihat orang-orang bersenang disini dan tidak menjawab pertanyaanya.

"Oh ya, gue punya sesuatu buat lo," ucapnya, dan aku pun menoleh ke arahnya. Nampaknya ia mengambil sesuatu dari kantong plastik dari minimarket tadi.

"Nih buat lo!" ucapnya sambil memberikan coklat Dairy Milk. Namun, tidak langsung ku ambil coklat tersebut.

"Coklat?" tanyaku.

"Iya, ambil!" ucapnya sambil memberikan kembali coklat tersebut padaku.

"Nggak mau!" tolakku dengan ketus padanya.

"Karena dari tadi lo nangis terus saat naik motor tadi, jadi gue beli coklat buat lo di minimarket tadi," ucapnya sambil memberikan lagi coklat tersebut padaku.

"Emang apa hubungannya gue nangis sama coklat?" tanyaku.

"Ambil dulu coklatnya, nanti gue kasih tau," ucapnya, benar-benar menyebalkan sekali sih dia. Karena aku suka coklat, dan terpaksa lah aku mengambil coklat tersebut.

"Ini udah gue ambil. Cepet kasih tau!" ucapku yang mulai penasaran.

"Sambil kasih tau, lo juga sambil makan coklat itu," ucapnya, dan aku pun meyobek plastik coklat Dairy Milk yang ku terima, dan langsung saja ku makan.

"Menurut penelitian, coklat mengandung zat kimia yang membuat orang bahagia jika memakanya. Salah satu zat kimianya adalah phenylethylalanie, senyawa ini merupakan senyawa yang sama dengan yang di produksi saat jatuh cinta. Zat ini bertindak dengan memproduksi zat endorfin, molekul perasaan baik alami yang berasal dari otak. phenylethylalanie juga terkadang disebut obat cinta karena mampu membangkitkan perasaan yang mirip ketika saat jatuh cinta," ucapnya, dan aku pun kagum dengan ucapannya.

"Jadi apa hubungannya sama gue?" tanyaku sambil mengunyah coklat yang ku makan.

"Karena tadi lo sedih, jadi gue beli coklat buat bikin lo bahagia lagi," ucapnya. Dari ucapannya seperti yang sering ayah ucapkan ketika aku kecil. Saat aku masih kecil, ketika aku sedih. Ayah selalu memberikanku coklat, dan kata ayah coklat bisa membuat orang bahagia. Makanya ketika aku sedih, ayah selalu menghiburku dengan memberikan coklat agar aku bisa bahagia lagi.

"Sekarang lo udah bahagia? Setelah memakannya?" tanyanya padaku, dan aku pun menoleh ke arahnya. Mood ku sekarang sudah lumayan baik.

"Lumayan," jawabku singkat.

"Dulu saat gue kecil, ketika gue nangis. Ada seseorang menghibur gue dengan memberikan coklat. Dan orang itu bilang coklat bisa bikin orang bahagia jika memakannya," ucapnya seperti bercerita padaku.

"Dan lo terima coklat itu?" tanyaku.

"Terima, karena orang itu baik banget sama gue. Bisa menghibur gue di saat gue sedih," jawabnya.

"Tapi..." ucapnya dengan menjeda.

"Orang itu pergi, dengan meninggalkan buku Diary nya. Di saat itu gue ingin mengembalikan buku Diary tersebut, dan sampai-sampai gue terus mencari dan menunggu orang itu," sambungnya.

"Dan lo udah ketemu sama orangnya?" tanyaku yang begitu penasaran dengan cerita masa lalunya.

"Eummm... Kayaknya udah, tapi orang itu nggak kenal sama gue," ucapnya dengan menatap ke arahku. Dan tiba-tiba saja ia terkekeh ketika melihatku.

"Lo suka banget sama coklat. Sampai-sampai blepotan di mulut begitu, kayak anak kecil," ucapnya sambil terkekeh melihatku. Dan aku pun langsung mengambil kaca milikku di dalam tas, dan saat di lihat aku tertegun. Melihat diriku sendiri di depan cermin dengan mulut penuh coklat.

"Gue nggak nyadar!" ucapku sambil mengambil tissue yang di kasih kak Zifa saat berada di sekolah. Dan langsung saja ku usapkan ke mulut hingga bersih.

"Semua orang suka coklat. Tapi sayangnya gue nggak suka coklat," ucapnya.

"Kenapa?" tanyaku dengan heran.

"Karena coklat dengan mudahnya mampu merebut hati orang yang gue cintai," ucapnya yang malah membuatku sebal padanya, karena bucinannya mulai kumat lagi.

"Memangnya siapa orang yang lo cintai?" tanyaku yang mulai penasaran.

"Orangnya adalah orang ngasih coklat ke gue, ketika gue masih kecil. Dia yang gue ceritain tadi," jawabnya.

"Itu orangnya? gue jadi penasaran sama orang itu? Seperti apa sih dia?" ucapku yang malah tertarik dan penasaran dengan orang tersebut.

"Lo tau nama orang itu?" tanyaku. Ia pun berdiri dari kursi taman dan menatap ke arahku.

"Udah malem, gue takut lo di cariin sama orang tua lo," ucapnya.

"Iya! Gue lupa! Gue harus cepat pulang sekarang!" ucapku yang mulai panik dan berdiri dari atas kursi taman yang sudah ku duduki.

"Ayo!" ajakknya sambil mengajakku untuk menghampiri motornya yang terparkir di parkiran yang tersedia di alun-alun. Setelah sampai ia memberikan helm miliknya padaku untuk ku pakai, aku langsung menerimanya dan memakainya di kepalaku. Karena jika aku menolak, ia pasti akan memaikan sendiri ke kepalaku seperti saat di minimarket tadi. Aku langsung naik ke atas motor tersebut setelah ia menghidupkan motornya.

Suasana malam ini sangat menyenangkan. Dan terasa adem sekali, dan rasanya aku ingin segera tidur. Bahkan aku telah menguap berkali-kali ketika Larbi terus melajukan motornya untuk menuju rumahku. Mataku sudah tidak sabar untuk tidur, rasa kantukku sudah tidak bisa di tahan lagi. Sampai-sampai aku hampir menyenderkan kepalaku di punggung Larbi. Dan tidak kerasa aku tertidur di belakangnya, dengan menyendarkan kepalaku ke punggungnya. Rasanya nyaman sekali, dan entah kenapa aku ingin memeluknya. Aku begitu nyaman di dekatnya, entah aku juga tidak tahu kenapa. Mungkin akan terasa hangat jika aku memeluknya.

Tiba-tiba saja ia menghentikan motornya, dan ia pun membangunkanku ketika aku sedang tertidur.

"May! Maila!" panggilnya padaku, dan aku pun langsung terbangun dari tidurku dengan muka yang masih mengantuk.

"Apa?" tanyaku.

"Lo kenapa tidur di saat gue mengendarai motor?" tanyanya.

"Gue ngantuk," jawabku.

Dan tiba-tiba saja ia memegang kedua lenganku dan melipatkannya di perutnya.

"Supaya nggak jadi kenapa-kenapa, lo peluk gue erat-erat. Jangan di lepasin! Bahaya ketika lo tidur di saat gue mengendarai motor."

"Hmmm... Yaudah!" ucapku untuk mengiyakan. Ia pun kembali melajukan motornya. Aku memeluk ia dengan erat agar aku tidak terjatuh ketika aku tidur. Benar-benar nyaman, dan sangat terasa hangat.

Walaupun malam ini menyakitkan bagiku, tapi setidaknya ada satu kebahagiaan di malam ini. Walaupun Larbi orang yang menyebalkan bagiku, tapi ia bisa menghiburku juga.

Tak lama kemudian ia menghentikan motornya tepat di depan gerbang rumah, lantas ia langsung membangunkanku. Sehingga membuatku terbangun dari tidurku.

"Udah sampai!" ucapnya, dan aku pun terbangun dengan mengucek-ucek mataku dengan sedikit menguap karena masih mengantuk. Aku pun turun dari atas motor, dan melepaskan helm yang ku pakai di kepalaku.

"Makasih udah nganterin gue pulang, dan makasih udah nolongin gue dari dua orang br*ng*ek itu. Dan makasih udah bikin gue bahagia lagi." Aku memberikan helm miliknya padanya. Lantas ia pun terseyum ke arahku dengan menerima helm tersebut.

"Jangan terlalu banyak bilang makasih, udah seharusnya gue nolongin lo," ucapnya.

"Gue aneh sama lo, segitu baiknya lo sama gue. Apakah ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue? Sehingga lo terlalu baik ke gue? Dan gue rasa ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue," ucapku padanya. Dari feeling ku, ketika aku dekat dengan dia. Seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku. Dan itu berhubungan denganku.

"Ada sesuatu yang gue sembunyiin dari lo? Mana ada, ada juga lo yang nggak nyadar sendiri," ucapnya dengan terseyum miring ke arahku.

"Udahlah! Gue nggak ngerti apa yang lo ucapin. Lo buruan pulang!" ucapku sambil menyuruhnya untuk segera pulang.

"Iya." Singkatnya. Ia pun membalikan arah motornya untuk pulang.

"Hati-hati!" ucapku. Ia pun mengangguk dan tersenyum ke arahku. Ia melajukan motornya untuk pulang. Aku melangkahkan kaki ku untuk masuk ke gerbang rumah, dan saat aku masuk ke dalam. Aku terkejut ketika melihat mobil milik Lita terparkir di depan rumahku. Bahkan di depan rumahku terlihat Lita, Rini, dan juga ayah sedang berdiri dengan menatap datar ke arahku.

Habis aku!!!

"Kalian berdua belum pulang?" tanyaku dengan ragu pada Lita dan Rini. Mereka berdua pun menghampiriku dan menatap datar ke arahku. Dan tiba-tiba saja memelukku.

"Kita khawatir sama lo Maila!" ucap Lita padaku dengan suara lirihnya.

"Iya, lagian kenapa lo berbohong? Kalo lo udah pulang duluan, dan ternyata malah malam mingguan sama kak Larbi?!" timpal Rini dengan rasa khawatirnya padaku. Aku merasa bersalah karena malah berbohong pada mereka, sehingga membuat mereka khawatir padaku.

"Maafin gue!" ucapku.

"Kalo lo mau malam mingguan sama kak Larbi, lo nggak usah gengsi ke kami berdua," lanjut Rini padaku. Aku sedikit sebal padanya, karena malah berpikir seperti itu padaku.

"Gue nggak malam mingguan sama dia, tapi ada sesuatu yang... " ucapku yang malah keceplosan, karena aku tidak mau ingin mereka tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Sesuatu yang?" ulang Lita dengan menatap bingung padaku dengan melepaskan pelukannya padaku, begitu pun dengan Rini.

"Eummm..." aku bingung harus menjawab apa, dan aku pun berpikiran untuk mengalih pembicaraan.

"Ayah! Maafin Maila, ya?" ucapku sambil menghampiri ayah dan meminta tangan kanannya untuk mencium, tapi ayah enggan untuk memberikan tangannya. Dan aku pikir ayah marah padaku. Dan aku pun menurunkan tanganku, dan tiba-tiba ayah meraih tanganku. Aku menatap bingung padanya, dan tiba-tiba saja ia tersenyum ke arahku.

"Lain kali jangan berbohong!" ucap ayah padaku, dan aku pun langsung mencium tangannya. Dan tersenyum ke arahnya.

..............

Karena sekarang masih Lebaran. Jadi, author punya pantun untuk para pembaca disini☺

Jalan-jalan ke kota kediri

Kesananya sama si Titin

Selamat hari raya idul fitri

Mohon maaf lahir dan batin☺🙏

Selamat hari raya idul fitri semuanya. Bagi yang merayakannya. 😁

Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.

1
Ai laelasari
Aku udah mampir kak, jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
auliasiamatir
mari saling dukung yah Kaka auyhor
Lee anna
kok kota kediri? othor berasal dari kediri kah?
Hiatus: Hehe bukan, Author bukan orang Kediri. itu cuman pantun 😅🙏
total 1 replies
Ria Diana Santi
Alhamdulillah kalau kamu senang Maila! Aku juga ikut senang! 🥰

Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰

Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️

Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!

Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
Ria Diana Santi: Aamiin ya rabbal alamin!🙏🏻🥰 🤲🏻❤️🤗 Makasih banyak doanya, Dek.
total 2 replies
Ria Diana Santi
Pasti lah rasa rindu itu menguasai dirimu, Maila! Apalagi, kalian terpisah ruang, jarak dan waktu. 😔😔
Ria Diana Santi
Apa tuh yang dititip ke Anggi oleh Maila?🙄🙄
Ria Diana Santi
Buku diary itu bertuliskan kisah cinta kalian yang teramat indah, Maila. Larbi ... ayo kembali ... 🥺🥺
Yukity
mampir lagi Thor..
like😍
TK
next Thor
Mila sari
bakal rindu mereka😪😪
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
dah end ya☺️
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Lenkzher Thea
Keren thor, lanjut 👍❤❤❤
IG: Saya_Muchu
lanjut
Lenkzher Thea
Lanjut ka semangat 👍❤❤❤💪💪
Roselia Dufan
next thorr
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat💪☺️
Ria Diana Santi
Ini namanya ujian hidup, Maila!

Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧
Mila sari
lanjut thor
Roselia Dufan
smangattttt thorr
Lenkzher Thea
Lanjut ka mila, 👍❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!