Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kediaman Wijaya
Adrian berniat menemui paman dan bibinya. dia pergi sendiri sekaligus mau menginap disana. karena sudah lama dia tidak bertemu paman dan bibinya. tapi kebetulan pamannya sedang pulang ke Indonesia. jadi dia bisa menemuinya dan mencurahkan rasa rindunya.
"Eh Adrian sudah datang. Ayo masuk Nak!" ajak Bu Raina yang tadi melihat kedatangan Adrian.
"Iya Bi, terimakasih" jawabnya lalu ikut masuk mengekor Bu Raina.
Kini Adrian sudah duduk berkumpul bersama keluarga Wijaya. hanya Kenan yang tidak ada disana.
"Kenan dimana Bi?" tanya Adrian
"Dia lagi keluar, biasa anak bibi itu susah diatur. dia bahkan membeli Apartemen tidak bilang-bilang." kata Bu Raina
"Lalu Kenan sekarang tinggal di Apartemennya?" tanya Adrian
"Tidak, Bibi sudah memaksanya pulang. paling sekarang dia lagi sama temannya." ucap Bu Raina
Tiba-tiba orang yang sedang bicarakan muncul dihadapan mereka.
"Kenan, kalau mau masuk rumah itu permisi atau ucapkan salam. jangan asal nyelonong seenaknya sendiri." ujar Bu Raina yang melihat kedatangan anaknya.
"Betul kata Mamahmu Ken, kamu tidak malu sama Adrian yang lebih muda tapi lebih sopan dan ramah sama orang tua." sahut Pak Raka
"Hm, maaf" hanya itu kata yang diucapkan Kenan. lalu Kenan melanjutkan lagi langkahnya menuju ke Kamarnya.
"Bi, kapan Kenan nikahnya?" tanya Adrian
"Ntahlah, Bibi masih heran dengan pemikiran anak itu. sudah bertunangan juga masih suka main-main."jawab Bu Raina
"Jangan dipaksakan juga Bi kalau Kenan belum siap. nanti pernikahananya malah tidak berjalan sesuai apa yan kita harapkan." kata Adrian memberikan sarannya.
"Iya sih, bener juga apa yang kamu bilang." Bu Raina tampak memikirkan perkataan yang diucapkan Adrian.
"Lalu kapan siapnya Kenan menikah? kalau tidak kita paksa, pasti dia sibuk bermain-main wanita saja di luar sana." sahut Pak Raka
"Nah betul juga tuh, persis seperti kamu dulu." kata Bu Raina
"Kok Papah sih"
"Iyalah, dulu kita juga nikah karena paksaan. tidak ada pilihan lain lagi sebagai jalan keluar." ujar Bu Raina
"Berarti Paman ini dulu saat nikah sama Bibi sudah tidak perjaka dong." ucap Adrian
"Tidak lah, mainnya aja celup sana celup sini. Bibi kebagian sisanya doang." kata Bu Raina
"Bukan sisa sayang, tapi milikmu selamanya. buktinya sampai sekarang cuma kamu yang memilikinya." ucap Pak Raka
"Au uah" Bu Raina memalingkan pandangannya.
"Jangan marah dong, ayo kita ke kamar saja." ajak Pak Raka
"Pinter banget yah nyari aman. dikit dikit ke kamar, dikit dikit ke kamar." jawab Bu Raina
Sedangkan Adrian hanya menahan tawanya mihat tingkah kedua orang dewasa ini.
Adrian pergi ke kamar Kenan untuk menemuinya.
Toktok
Pintu itu tidak terkunci dan Adrian masuk begitu saja kedalam.
"Ken, bagaimana kuliahmu?" tanya Adrian
"Hm, lancar-lancar saja." jawab Kenan
"Syukurlah, jangan lupa undang Kakak saat nikah nanti." kata Adrian mencoba untuk berbasa-basi.
"Sanah mending Kakak saja yang nikah sama Sintia." ucap Kenan
"Masa calon istri sendiri ditawarin ke orang sih. nanti ujung-ujungnya nyesel loh kalau beneran kecantol sama orang."
"Biarin saja, lagian gue mana ada perasaan sama Sintia." ucapnya
"Tapi setidaknya kamu harus belajar untuk mencintainya Ken. dia itu calon istri pilihan orangtuamu." kata Adrian memberikan sarannya.
Kenan pura-pura sibuk dengan ponselnya dan mengabaikan Adrian yang menurutnya begitu cerewet.
Setelah mengatakan itu, Adrian pamit untuk keluar dari kamar itu.
Adrian yang hendak keluar kamar tak sengaja melihat sebuah kertas putih berukuran kecil yang terjatuh di pojok kamar. dia mengambil kertas itu dan ternyata itu bukan kertas tapi foto. Adrian tak melihat foto itu namun dia segera memasukannya kedalam kantong celananya. dia takut Kenan mencurigainya jika melihatnya mengambil sesuatu dari kamarnya.
Adrian berjalan melewati ruang keluarga. dia melihat Paman dan Bibinya yang sedang lengket-lengketnya.
"Mau kemana Nak?" tanya Bu Raina
"Mau cari angin diluar Bi. tapi nanti balik lagi kok."
"Ya sudah, tapi jadi nginap kan disini?" tanya Bu Raina
"Jadi Bi, ya sudah, Adrian keluar dulu."
"Hati-hati Nak"
"Siap Bi" setelah mengatakan itu Adrian langsung pergi keluar.
Beberapa saat kemudian, Bu Raina dan Pak Raka melihat Kenan yang sudah rapih dengan pakaian yang berbeda dari yang tadi.
"Mau kemana lagi Ken? baru juga pulang sudah mau pergi lagi?" tanya Bu Raina
"Kayak nggak tahu anak muda saja nih Mamah. Kenan pergi dulu Mah, Pah." ucapnya lalu Kenan pergi dari hadapan kedua orangtuanya.
"Ken..Kenan, astaga anak itu." Bu Raina menghempaskan nafas kasarnya.
"Sudahlah Mah, biarkan anak kita bebas sebelum menikah. Mamah jangan terlalu melarangnya." ujar Pak Raka
"Iissh Papah gimana sih, kalau Kenan hamilin anak orang gimana coba."
"Mamah kalau ngomong jangan sembarangan."
"Bukan sembarangan Pah, tapi Mamah bicara dengan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi."
"Sstt jangan emosi Mah, lebih baik kita istirahat saja. Ayo kita ke kamar!" ajaknya
"Iisshh ujung-ujungnya ke kamar."
"Memangnya ada apa dengan kamar?"
"Au ah"
"Mamah tuh yang pikirannya kemana-mana." kata Pak Raka
Pak Raka mengekor istrinya yang sudah melangkah terlebih dahulu menuju ke kamarnya.
Malam harinya, Keluarga Wijaya sedang berkumpul di ruang makan. mereka makan malam bersama disana. kecuali Kenan yang tidak berada disana karena belum pulang.
"Kemana perginya Kenan? kenapa anak itu betah sekali diluar sih?" tanya Nek Sandra
"Sudah Mah, jangan mikirin Kenan. nanti kalau capek dia pasti pulang sendiri." ucap Pak Raka
"Dari pada keluyuran terus mending kita nikahkan saja itu anak." ucap Nek Sandra
"Itu bisa dibicarakan lagi nanti. sebaiknya Mamah lanjutkan dulu makan malamnya." pinta Bu Raina
Mereka semua diam dan melanjutkan lagi makan malamnya.
Adrian yang sudah selesai terlebih dahulu segera menuju ke kamar tamu untuk istirahat. Adrian merogoh kantong celananya karena hedak mengambil ponsel miliknya. namun foto yang tadi dia simpan terjatuh ke lantai. Adrian mengambil foto itu dan melihatnya. dia terkejut saat melihat foto Nadia. dia semakin penasaran mengenai hubungan Kenan dan Nadia.
Lalu ingatannya kembali ke pertemuan pertamanya dengan Nadia. diacara pertunangan Kenan, Nadia juga pingsan. apakah memang benar jika mereka ada hubungan? dan anak yang dikandung Nadia, apakah ada kemungkinan jika itu anak Kenan." pikirnya
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.