mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
.........
30.
“bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya amira berkali kali pada azam,,,
Azam hanya menggelang lemas tak bisa menjawab,
Ami menyentuh bahu azam, seolah olah berani
“kakek pasti baik baik saja….” Pasti ami dengan air mata yang jatuh sesekali,,,
Azam mengangguk, lalu memikirkan sebuah permintaan yang kakek nya sejak beberapa waktu lalu di mintai nya,,,
“amira…. Menikahlah dengan ku” ucap azam tidak bisa berpikir apa apa lagi,
Ami yang mendengar hanya terdiam, menghapus air mata milik nya kemudian mendekati azam yang dengan pandangan yang tidka enak di lihat
“menikah?” Tanya ami penuh dengan pertanyaan
“menikahlah dengan ku,,” ucap azam sekali lagi
“tidak!” jawab amira dengan tegas,
“amirah jilan fakhira, atas nama allah, juga keinginan kakek… menikahlah dengan ku” ucap aszam sekali lagi, dengan tangis yang tidak bisa terbendung, entah dasar apa dia berlaku begitu, dia begitu rapuh
Dia menangis sesenggukan di lantai, dia hanya meminta amira untuk menikah dengan nya, namun air mata juga emosi dalam dirinya ikut keluar,
“aku ingin kakek tetap hidup bersama ku…” lanjut azam bersuara getar,,, amira menatap tak tega pada azam, menutup mulutnya pun menghapus air mata yang juga jatuh tanpa diminta
“pak azam, kita sama sama tidak saling cinta, tidak ada keinginan… jangan lakukan ini pak azam” ucap ami masih tetap menolak,
“berdirilah, tegaklah, kita tunggu kakek sehat dari krisis ini… berdirilah!” tekan ami membuat azam semakin menangis,,,,
“kakek hanya menginginkan hal ini, dia tidak ingin hal lain…aku yakin kalau kau ingin melakukan pernikahan ini, kakek pasti akan selamat,,, amira” pinta azam lagi dan lagi,
Air mata lelaki memang sangat jarang di temui,
Ami sangat bingung dengan permintaan azam saat ini,
Cinta pertama nya sudah mengakui kalau cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan,
Dia bisa jujur pada putra, namun azam meminta lebih dulu, menikah dengan ami,,,
Ammar yang tadinya bersama mereka memilih pergi ke kantin, tidka mau menunggu 2 orang itu,
Ami bingung tidak bisa menjawab,
“menikah dengan nya?” batin ami tidak bisa memikirkan apa yang akan menjadi masalah di kemudian hari….
“temui ayahku, lalu minta aku padanya” gumam amira pasti pada akhirnya,,,
Azam melap air mata yang jatuh dalam duduk nya,
“aku sudah…” jelas azam sambil menghapus air mata,
Amira lagi lagi kaget dengan pernyataan azam,
“pak azam, jangan bercanda!” tegas amira bersuara datar
“ayah dan kakak mu sudah mengizinkan aku terlebih dahulu…” tambah azam sekali lagi, kini amira benar benar terduduk, tidak menyangka kalau azam akan berlaku lebih dari apa yang terjadi saat ini,
“besok siapkan lah beberapa persyaratan untuk menikah, kita menikah di rumah sakit” ucap ami pada akhirnya, dia berdiri kemudian menatap sekali lagi ke arah kakek zikra,
Para dokter selesai dengan alat kejut jantung nya, jantung kakek zikra sudah kembali berdenyut meski masih lemah,,,
Ami menghapus air matanya,
“mungkin kita bukan di takdirkan bersama put” batin nya memandang kakek azam,
Pada akhirnya, mereka benar benar akan menikah.
** **
Ami menelepon ayah nya, meminta untuk datang.
Azam menyiapkan mahar juga saksi atas dirinya, dan ami
Ami di belikan sebuah gaun menikah yang sederhana, memakai polesan make up tipis juga masih tetap menutup wajah nya.
Ups, hampir lupa saja…
Sehari sebelum akad, ketika ayah ami sudah sampai di rumah putrinya, azam datang dengan melamar ami dengan permintaan menikah secara resmi,
Azam membawakan beberapa barang seserahan sederhana sesuai permintaan ami,
Wajah ami di tunjukkan pada azam, bagaimana pun azam harus menatap wajah ami untuk pertama kalinya,
Tanpa penutup wajah.
Saksi, penghulu yaitu ayah ami bergumam dengan lantang di depan kakek azam,
Menggenggam dengan erat tangan azam, dan berusaha tetap tegar ketika memberikan putri nya pada orang lain,,,
“jangan sakiti dia, dan jaga putri ku” ucap ayah ami memeluk azam yang sekarang sudah berstatus sebagai suami ami,,,
Ami yang juga diselimuti haru meneteskan air mata di depan ayahnya,
Ia memleuk ayah nya, mengucapkan beberapa kata yang sejatinya bisa memberikan rasa ikhlas pada ayah nya
“kau sudah menjadi seorang istri, patuh pada suami mu dan jangan menjadi istri yang buruk untuk azam” pesan ayah ami membuatnya mengangguk dengan serius,
Kini bergeraklah ami menatap wajah azam,
Mata ami dan azam masih merah, karena ada haru yang muncul. Kakek zikra belum juga sadar,
Azam mengulurkan tangan nya untuk di cium amira saat itu, tanda bakti ia pada suami nya
Smi ragu, sulit untuk berpegangan dengan seorang yang masih asing,
Ami menarik tangan azam, dengan cepat mencium nya kemudian melepas genggaman itu dengan paksa,
Azam menahan tarikan tangan ami,
Azam menarik ami lebih dekat, mendaratkan ciuman di kening ami, memberi semburat merah pun malu di pipi amira,
Selesai azam mencium kening ami, tangan nya di letakkan di kepala amira. Membacakan doa setelah pernikahan…
Ami terkejut, tidak menyangka kalau azam bisa berlaku seperti itu,
Penuh harap ami meminta agar kakeknya bangun di hari pernikahan itu, namun semua nya masih sama,,, kakek zikra belum sadar
Selesai dari urusan akad, ami melepas pakaian putih itu, lalu kemudian menggantinya dengan pakaian biasa.
“untuk sementara, perusahaan di pegang penuh oleh mu” pesan ami pada hansel,
“jangan lupa kabari lira terus, berikan laporan padanya…jangan telepon aku” pesan ami pada hansel,
Hansel dan lira sedikit terkejut dengan permintaan ami,
Lira berpikir kalau mungkin saja ami sedang berobat untuk sakit yang di deritanya,
Sedang hansel berpikir kalau ami sedang pulan kampung ,
Namun tebakan ke 2 orang itu tidak benar sama sekali…
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
dear kalian semua,
yang suka sama novel ini makasihhh banget,
tapi kayaknya mungkin 5 hari kedepan aku belum up ceritanya.
bab ini udah aku tulis dari lama, dan bab selanjutnya masih kosong karena.... mentok ide nya.
aku sebenarnya setuju sama pernyataan beberapa pembaca yang bilang alurnya disitu situ aja,
percaya banget.... karena pas nulisnya juga gitu,
dear all,
laptop ku kini benar benar Hank, ga bisa idup. aku bingung ga ada ide karena mikirin doi yang udah ga bisa di pake lagi😫😭
ini serius, karena semua file ada disana. semua ide mentok ga ada alur lain, sumpah laptop aku tuh semacam segalanya buat aku,
more than phone...
aku lebih cinta sama laptop ku, banding handphone. meski keadaan nya udah rusak itu laptop, tapi isi nya bener bener ga bisa di ikhlas kan. cerita aku yang lainnya juga ada disana...
ide nya ada disana, dan semua nya ada disana🤧🤧🤧🤧🤧
maaf banget, ga tau mau bilang apa apa lagi,
aku udah beli yang baru, 4 hari lagi sampai. semoga kalau udah ada yang baru...
aku bisa lanjutin ceritanya dengan bener bener sesuai dengan ide ku sejak awal...
maaf ya... atas ketidaknyamanan ini...
so sorry🙏🙏🙏🤧😢
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖