Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Harem (?), Game, Isekai, Supernatural, Akademi (Arc 4), Drama (?)
- Arc 1 - Training To Be Strong - End
- Arc 2 - Engagement, First Event, Spirit, and Memory - End
- Arc 3 - Second Event <Young Heroes Tournament> - End
- Arc 4 - I Am Your Lover - End
- Arc 5 - ???
Berawal dari seorang Pemuda biasa - biasa saja bernama Shirosaki Sieg. Dia mati saat memainkan game yang poluler di zamannya yaitu game <Become The Legends>
Dan tidak disangka - sangka dirinya justru terlahir kembali ke dalam game itu.
Untuk memperparahnya lagi, dia berpindah ke tubuh salah satu tokoh Villain salah satu Villain yang paling jahat dan yang selalu merepotkan MC di game itu.
Dia tahu masa depan apa yang menanti dirinya dan tahu bahwa dia akan mati sejak terlahir sebagai tokoh ini.
Karena tidak ingin dirinya mati, maka dia akan berusaha menjadi kuat dan memanfaatkan pengetahuannya untuk sebisa mungkin berusaha untuk tidak mati di tangan MC maupun Last Boss.
Peringatan!! Banyak kesalahan ejaan, kata - kata kasar di setiap chapter!
Terinspirasi dari Novel/Manga 'My Death Flags Show No Sign Of Ending'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 31 - Royal Library
Sieg, Athanasia dan Miyu melanjutkan melakukan tur kecil di Istana ini. Selama melakukan tur kecik itu, ketiganya tanpa sadar rupanya menarik perhatian.
Orang-orang yang bekerja di istana memperhatikan Sieg, Athanasia dan Miyu yang berjalan bersama. Dan karena ini tumben sekali Putri Athanasia keluar, yang paling banyak melihat adalah kaum adam. Mau bagaimanapun, kecantikan Sang Putri itu sangatlah memikat. Hampir tidak mungkin mereka akan melewatkan kesempatan untuk melihat kecantikan itu.
Dan sekali lagi orang-orang itu mulai bergosip.
Mereka yang tahu tentang pertunangan Sieg dan Athanasia merasa kasihan pada Tuan Putri itu. Mereka yakin bahwa Putri Athanasia merasa menderita karena harus bertunangan dengan Anak Pembunuh itu.
Belum ada orang yang tahu menahu tentang pembatalan pertunangan 3 tahun lagi.
Kini Sieg, Athanasia dan Miyu tiba di sebuah Perpustakaan Kerajaan. Miyu entah mengapa meminta pada Athanasia untuk datang kesini.
"Kenapa Miyu-chan ingin datang ke Perpustakaan ini?"
"Miyu ingin melihat isi-isi di dalamnya!" Sahut Miyu semangat.
Athanasia tersenyum lembut dan dia pun menggandeng tangan sang adi imut. Tanpa menyadari ekspresi aneh Sieg, dalam pikirannya saat ini, Sieg sedikit merasa aneh dengan Miyu.
Kenapa adiknya itu ingin mendatangi perpustakaan ini? Adiknya bukanlah orang yang suka membaca kecuali baca buku cerita dongeng.
Pernah suatu ketika Sieg dipaksa oleh Miyu untuk membaca cerita dongeng supaya bisa tidur. Yah, itu sudah wajar bukan? Jika adik kecil ini butuh dengar sebuah cerita agar bisa tidur nyenyak.
Dan di waktu itu, karena Sieg sulit tuk menolak serta tak mau menyakiti perasaan sang adik. Sieg pun terima untuk membacakan buku cerita dongeng.
Tapi selain tentang buku-buku cerita dongeng. Memangnya adiknya ini tertarik dengan buku yang lain ya? Jika dia memang tertarik, kenapa Miyu belum pernah sekalipun mengunjungi perpustakaan keluarga?
Tapi apa yang dipikirkan Sieg saat ini benar. Miyu tak pernah tertarik dengan buku lain selain buku cerita dongeng.
Alasan sebenarnya ia ingin datang ke perpustakaan ini adalah untuk membantu kakaknya. Dia tahu bahwa kakaknya, Sieg ingin mendatangi perpustakaan kerajaan. Jadi, dia membantu Sieg dengan menggunakan izin dari Athanasia. Dan jika mereka masuk ke dalam perpustakaan bersama tentunya kakaknya juga punya kesempatan tuk melihat buku-buku itu kan? Dengan kata lain, Miyu sedang membantu kakaknya (Note : Adik Sieg memang baik)
Ketiganya pun kemudian memasuki ke perpustakaan kerajaan. Terlihat seorang pengawal yang menjaga pintu masuk perpustakaan. Saat melihat kecantikan Athansia, ia dengan sigap memberikan hormat.
"S-senang bertemu dengan anda Putri Athanasia. A-apa anda punya urusan disini?!' Kata pengawal itu gugup.
"Ya. Aku ada urusan disini bersama dengan adik ini. Jadi kami ingin memasukinya. Tak masalah kan?" (Athanasia)
"Te-tentu saja. Silahkan masuk!" Dia berkata terburu-buru.
"Terima kasih." Kata Athanasia sembari tersenyum manis.
Pengawal yang melihat senyuman manis itu merasa luluh dan memerah. Sangat langka bisa melihat Dewi Kecantikan ini tersenyum, makanya dia seperti itu.
Sieg di belakang Athanasia cuma mendesah pelan. Memang senyuman Athanasia yang terbaik, bahkan para Player yang memainkan game ini langsung berteriak gila ketika memainkannya.
Apalagi Athanasia adalah [Main Heroine] tercantik Ranking 1 di game. Sekaligus Harem pertama si Mc.
Setelah itu. Sieg, Athanasia, dan Miyupun mulai masuk ke perpustakaan itu. Namun, sebelum memasuki ke perpustakaan kerajaan. Sieg sempat melihat tatapan kebencian yang diberikan padanya dari pengawal itu. Jelas sekali dia tidak menyukai Sieg yang merupakan tunangan Athanasia.
'Rasa iri itu merepotkan...' pikir Sieg.
...•••••••••••••••••...
Begitu langkah kaki ketiganya telah masuk. Langsung saja sebuah pemandangan menyambut mereka. Ada puluhan rak buku yang menjulang tinggi ke atas dan semua rak itu semua diisi dengan buku-buku yang jelas merupakan buku perpustakaan ini
Dan menariknya. Perpustakaan ini juga sama indahnya seperti tempat-tempat lain karena perpustakaan ini memiliki hiasan emas di berbagai sudut.
"I-indah sekali. Apa semua tempat di istana itu semuanya indah-indah!?" Kata Miyu semangat sekaligus antusias.
"Ahaha.. Ayahanda memang seperti ini. Dia menyukai hal-hal indah, dan karena emas yang ada di gudang kami itu terlalu banyak. Jadi Ayahanda menggunakan itu untuk memperindah dan menghiasi semua tempat di istana ini."
"Hobi yang aneh. Aku tidak mengerti kenapa orang itu bisa menjadi seorang raja." Komentar pedas Sieg.
Athanasia sedikit kesal ketika Sieg mengucapkan itu.
"Ara. Begitukah, tapi daripada ayahandaku. Hobi Duke Black lebih aneh, kalo tidak salah hobi Duke Black itu adalah selalu mengkoleksi barang-barang aneh?" (Athanasia)
"Kau ngajak debat?" (Sieg)
"Mana mungkin. Saya tidak mungkin bisa menang melawan anda. Sieg Von Black." (Athanasia)
"Umm! Sudah Kak Atha, Kak Sieg!" Miyu menjadi penengah keduanya. Dia sedikit marah melihat keduanya yang selalu berdebat setiap kali ada kesempatan.
Sieg tidak banyak bicara. Dan langsung meninggalkan mereka berdua disitu, mumpung ada disini. Dia akan berusaha untuk mencari informasi disini. Tetapi tepat sebelum dia pergi, suara Athanasia menghentikannya.
"Disini adalah perpustakaan kerajaan atau semua informasi disini sangat lengkap. Dengan kata lain, disini juga terdapat informasi terlarang. Jadi dilarang untuk berkeliaran dan mengambil buku di tempat ini sesuka hati." (Athanasia)
Langkah kaki Sieg terhenti. Dia menggertakkan giginya. Benar juga, dia tidak bisa berkeliaran di tempat ini sesuka hati karena jika dia menemukan buku terlarang atau semacamnya lalu dia tercyduk oleh keluarga kerajaan, pasti kepalanya akan dipenggal. Maka dari itu, orang lain selain keluarga kerajaan dilarang untuk memasuki ke perpustakaan kerajaan sendirian.
Sieg dengan kesal menghampiri ke Athanasia yang tersenyum. Namun, dilihat senyuman itu, Sieg yakin bahwa gadis itu puas.
Sieg ingin bertanya 'Buku mana saja yang bisa dibaca?' Tetapi sesuai perkiraan. Sieg tak mampu mengutarakan hal tersebut, karena jika dia berkata pasti akan berubah menjadi 'Peraturan itu terlalu bodoh. Siapa yang telah meletakkan peraturan itu?.' Jadi pada akhirnya Sieg hanya bisa diam.
Dan untungnya. Miyu yang menyadari kesulitan kakaknya untuk menyampaikan hal ingin ia katakan segera angkat bicara.
"Jadi kak Atha? Buku mana aja yang bisa dibaca oleh kita?" (Miyu)
Ucapan terima kasih Sieg katakan dalam hati.
"Ah, mari ikuti kakak. Kakak akan memberitahu Miyu buku mana saja yang bisa dibaca di perpustakaan ini dan buku yang dilarang untuk membacanya." (Athanasia)
Lalu mereka pun mulai berjalan ke arah rak buku yang bisa dibaca oleh orang-orang. Dan Sieg memasang telinganya baik-baik, dia harus ingat buku mana saja yang dilarang tuk dibaca jika ingin nyawanya selamat. Jadi, Sieg mendengarkan semua perkataan Athanasia.
Bertepatan penjelasan Athanasia selesai. Mereka tiba di sebuah rak yang penuh dengan berbagai jenis buku diisi disana. Melihat ini, Sieg yakin kalo ini adalah buku-buku yang bisa dibaca oleh semua orang.
"Miyu-chan. Buku seperti apa yang kau sukai?" Kata Athanasia. Dia mendekati salah satu buku yang terletak di rak buku tersebut. Kemudian, dia melihat judul buku tersebut.
Pertanyaan itu sedikit membuat Miyu panik. Dia datang kesini untuk membantu kakaknya masuk, namun dia tak punya niatan untuk membaca. Dan lagian, dia gak terlalu suka membaca buku-buku sejarah atau semacamnya. Selain buku cerita dongeng, tapi itupun harus dibacakan seseorang.
Jika dia membacanya sendiri, pasti dia ngantuk. Oleh sebab itu, dia kadang minta Sieg atau orang lain untuk membacakan buku dan dia menjadi pendengar.
Merasakan Miyu yang sedikit panik. Sieg yang ada di sisinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kau bodoh ya? anak seumurannya tentu saja membaca buku cerita dongeng. Hal semudah itupun kau tidak tahu? Betapa menyedihkan." Kata Sieg kasar pada Athanasia.
"Ah benar juga. Terima kasih atas pengingatnya Sieg Von Black." Bukannya marah atas tindakan kasar Sieg. Dia malah berterima kasih. Apakah gadis ini terlalu baik? Atau dia memang aneh?
Satu per satu buku dikeluarkan Athanasia. Setiap buku yang ia keluarkan itu, pasti akan dia lihat judulnya terlebih dahulu. Dia dibantu oleh Miyu.
"Bagaimana dengan buku ini Miyu-chan? Kisah seorang 'Pahlawan dan Seorang Putri'." (Athanasia)
"Apa-apaan dengan judulnya itu. Judulnya sangat payah. Ceritanya pasti membosankan." (Sieg)
"Orang yang belum pernah membacanya. Mohon jangan berkomentar. Bagaimana Miyu-chan? Kau ingin membacanya?" Dia menoleh ke Miyu.
"Emm... Mau!!!" Setelah berpikir, dia langsung menyahut semangat.
"Kalau begitu. Ayo kita cari tempat." Kata Athanasia. Dia tersenyum lembut sambil menggandeng tangan Miyu.
Mereka mencari kursi dan meja yang tak jauh dari sana. Mereka berdua pun duduk disana.
Dan tersisa sendirianlah Sieg yang masih berdiri di rak buku itu. Setelah melihat mereka berdua duduk bersama, Sieg langsung mencoba mencari buku-buku yang tersimpan di rak buku ini. Mungkin dia bisa menemukan informasi berguna yang bisa membantunya.
Sesekali juga dia melihat ke arah Miyu dan Athanasia sembari mencari. Walau begini-begini, dia tuh masih khawatir pada adiknya tapi kayaknya itu tidak perlu lagi. Miyu terlihat sangat antusias dan senang membaca buku cerita dongeng itu dengan Athanasia.
'Betapa manisnya senyuman mereka berdua. Tak heran jika jumlah fans mereka sangat ramai..' pikir Sieg.
Tangan Sieg mengeluarkan satu per satu buku-buku itu dari raknya dan langsung memasukkannya kembali. Hal ini berulang-ulang selama 2 menit dan dia masih lagi tidak menemukan buku yang berguna untuknya. Kebanyakan buku disini adalah informasi umum maupun cerita dongeng.
Dan setelah dia cari-cari. Dia menemukan informasi yang bisa membantunya.
'Meningkatkan batas Level huh.'
Itu adalah informasi yang berguna untuknya. Batas level setiap orang adalah 100 tak terkecuali, bahkan Sieg pun demikian.
Dalam Game [Become The Legends]. Cara untuk menaikkan batasnya dari level 100 ke batas level 200 adalah dengan menggunakan Diamond.
Namun jelas hal tersebut gak ada di dunia ini karena di dunia ini bukanlah Game melainkan dunia nyata. Jadi tentunya cara untuk meningkatkan batas level juga berbeda.
Sieg kemudian mengambilnya dari rak dan membukanya. Dia membolak-bolik halaman satu per satu. Kebetulan, disini juga tertulis tentang sejarah asal mula batas level.
Tapi ini aneh. Dalam Gamenya, batas levelnya memang sudah ditentukan oleh Pencipta atau [Game Master] sedangkan di buku ini, sejarahnya mengatakan bahwa ini berawal dari seseorang yang telah naik ke alam dewa.
5.000 Tahun lalu. Untuk pertama kalinya ada seorang manusia yang menjadi Dewa. Dan tanpa sengaja manusia tersebut merusak hukum, dari yang awalnya batasan level gak ada kini memiliki batasan.
Dan karena kesalahan ini. Para Dewa Dewi yang ada di alam dewa pun turun tangan dan mengatakan pada makhluk yang ada di dunia ini kalo cara untuk menaikkan batas level mereka adalah dengan...
".... Pergi ke sebuah Pohon kehidupan dan memohon pada pohon tersebut untuk menaikkan batas levelmu?" Kata Sieg bingung
Nah, sekarang Sieg menjadi bingung. Pohon kehidupan? Dia belum pernah mendengar apa-apa tentang ini di Game.
"Tapi mungkin karena ini adalah dunia nyata. Jadi ada sedikit perubahan dari yang ada di Game." (Sieg)
Ia segera melupakan hal itu. Dan hanya bisa berharap dalam hati, semoga tak ada perubahan yang terlalu besar di dunia ini.
Kemudian dia mencari lokasi yang disebut [Pohon Kehidupan] ini. Dan Sieg pun langsung mendapatkan informasi baru, yaitu setiap kerajaan mempunyai satu [Pohon Kehidupan]. Berarti di ibukota ini juga memiliki [Pohon Kehidupan]
Titik pastinya adalah...
"Akademi kah..."
[Pohon Kehidupan] yang dimiliki Kerajaan Ini berada di Akademi. Dan bicara soal Akademi, Sieg menjadi teringat dengan Keqing.
"Keqing itu adalah murid Akademi kan. Berarti dia saat ini ada di Ibukota?" Sieg hanya bisa berharap tidak bertemu dengan Keqing di Ibukota ini nanti.
Namun mengingat [Event Besar] atau [Teror] yang akan terjadi di Ibukota ini. Maka kemungkinan Sieg akan bertemu dengan Keqing di saat kejadian [Event] sangat tinggi.
Karena jika ada kejadian besar atau masalah (seperti pembunuhan, bencana, serangan, dan semacamnya) yang berlaku di Ibukota ini. Maka tentunya para murid Akademi wajib untuk turun tangan, mengevakuasi warga kota, melindungi orang-orang, dan membantu para Prajurit mengalahkan musuh.
Dan juga. Di Game juga sudah diperlihatkan dengan jelas, Salah satu penyebab [Event] ini berhasil diselesaikan adalah karena Para Player dibantu oleh murid-murid Akademi di Ibukota ini. Tentunya yang berperan besar dalam [Event] itu adalah Keqing karena kekuatannya yang luar biasa dan berhasil menumbangkan para Musuh. Dan tak lupa para Player juga.
Namun saat ini. Tak ada Player sama sekali karena ini bukanlah Game melainkan dunia nyata lagi.
Jika boleh diumpamakan dalam Game, Sieg adalah Player di dunia ini dan dia akan dibantu para NPC murid-murid Akademi.
Kembali ke topik utama. Dan soal batasan level, untuk meningkatkannya. Sesuai yang dijelaskan, Sieg harus memohon pada [Pohon Kehidupan] yang ada di Akademi supaya batas levelnya bisa meningkat.
Tapi masalahnya..
"... Bagaimana caraku masuk ke Akademi?"
Sieg bukanlah seorang murid dari Akademi. Dan meskipun dia seorang murid Akademi, untuk bisa mendekati dengan [Pohon Kehidupan] itu tetap saja tidak bisa karena [Pohon Kehidupan] adalah sebuah Tumbuhan yang berharga. Jadi tentu saja dijaga dengan baik oleh orang-orang disana.
Bahkan anggota kerajaan dilarang untuk mendekatinya. Dan bisa dibilang, Gelar Sieg yang merupakan Putra seorang Duke pun tak berguna di Akademi. Di Akademi latar belakang tak berguna lagi, dan disana, orang kuatlah yang berkuasa.
Dan cara untuk mendekati [Pohon Kehidupan] adalah dengan cara menjadi murid di Akademi dan menjadi orang berpengaruh (Seperti orang beprestasi atau jenius). Dan mungkin dia akan diizinkan untuk mendekati Pohon itu dan meningkatkan batas levelnya.
Tapi jika dia kesana. Maka pasti dia akan bertemu Keqing. Dan dalam Game aslinya, Sieg Von Black tak pernah sekalipun melangkahkan kaki ke Akademi karena dia memang sudah pintar dan jenius. Bahkan dalam Rute Sieg Von Black tak pernah diceritakan tentang Akademi sama sekali.
'Tapi.. mungkin tak masalah jika aku sedikit mengubah alurnya. Jika di dalam Game, Sieg Von Black tidak memasuki ke dalam Akademi. Maka di dunia ini, aku akan memasukinya. Apakah aku harus meminta Harold untuk memasukkanku ke sana?' Pikir Sieg.
...••••••••••••••...
Tak terasa hari sudah pun sore. Hal ini membuat Sieg langsung menghentikan kegiatannya. Dia segera mengembalikkan buku-buku yang ia ambil sesuai ke tempatnya seperti semula.
Setelah selesai. Dia pun menghampiri Athanasia dan Miyu namun disana dia bisa lihat Miyu tertidur di meja sedangkan Athanasia masih lagi membaca buku cerita dongeng itu sembari tersenyum lembut.
"Memangnya Ceritanya menarik? Bukankah itu hanya dongeng penuh dengan omong kosong?" Kata Sieg.
"Tentu saja ceritanya menarik. Karena ini mengisahkan tentang seorang Pahlawan yang menyelamatkan seorang Putri dari tangan sang Penjahat." (Athanasia)
"Cerita apa itu. Bukankah itu sangat membosankan dan alurnya mudah ditebak." (Sieg)
"Memang ceritanya sedikit membosankan dan alurnya mudah ditebak. Tapi yang menariknya dari Cerita ini dan membuat saya menyukai cerita ini adalah adegan dimana Sang Pahlawan mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Sang Putri." Kata Athanasia. Dia memperlihatkan senyuman indah yang belum pernah ia perlihatkan.
"Dengan kata lain kau menginginkan hal yang sama seperti si Putri bodoh dalam cerita itu? Kau ingin ada seseorang yang rela mempertaruhkan nyawamu demi melindungimu?" Itulah yang Sieg simpulkan dari melihat ekspresi dan kata-kata Athanasia.
"Yah... begitulah. Seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi dirimu. Bukankah itu sangat romantis?"
"Bagian mananya yang romantis? Itu sangat menjijikkan."
Athanasia terlihat sangat kesal namun, dia tidak mengatakan apa-apa.
"Tapi aku yakin kau akan menemukan orang bodoh seperti itu di masa depan. Cepat atau lambat." (Sieg)
".... Eh?" Athanasia menjadi terkejut sekaligus bingung. dia akan menemukan orang seperti itu di masa depan? Apa maksudnya.
Namun itulah yang Sieg katakan. Maksudnya Athanasia akan jatuh cinta pada Mc sesuai dengan di Game. Namun, itu terjadi 3 tahun lagi. Dan disaat itu juga, Pembatalan pertunangan akan dilakukan secara resmi antara Sieg dan Athanasia. Jadi Athanasia tak perlu khawatir lagi jika dia ingin menikah dengan si Mc.
Tanpa mempedulikan reaksi terkejut dan bingung Athanasia. Sieg mendekati Miyu dan menggoyang-goyangkan tubuh Sang Adik.
"Dasar Tukang Tidur. Oi, cepat bangun. Hari sudah mau malam." (Sieg)
Merasakan telapak tangan Sieg yang dingin. Mata Miyu pun langsung terbuka, dan segera bangun.
"Ah. Kak Sieg, Kak Atha. Selamat pagi..." kata Miyu sambil menggosok-gosok matanya.
"Selamat pagi dengkulmu. Hari sudah mau malam. Cepat bangun."
"Emm.. kak. Gendong Miyu dong." Dia mengulurkan kedua tangannya ke Sieg. Minta digendong
"Ha? Apa kau bercanda denganku? Kenapa aku harus melakukan hal merepotkan itu. Cepat sadarkan dirimu itu." Kata Sieg kasar. Walau sebenarnya dia ingin adiknya itu mengurungkan niatnya.
Mau digendong? Hentikan saja. Jika Sieg menggendong Miyu, pasti adiknya ini akan merasa mati rasa dan kedinginan karena tubuh Sieg yang sangat dingin. Biarpun baju Sieg itu tebal, tapi suhu tubuhnya yang dingin masih bisa menembusi kain tebal itu
"Ummm... kalo gitu, Kak Atha. Bisakah Kak Atha gendong Miyu?"
Wajah memelas Miyu itu membuat Athanasia sulit menolaknya dan dia pun langsung menggendong sang adik di belakangnya.
Sieg ingin sekali minta maaf pada [Main Heroine] ini karena dia telah merepotkan Athanasia. Seharusnya dia yang melakukan hak tersebut karena dia adalah Kakak Miyu, namun justru Athanasia yang melakukan semua itu. Dan Sieg hanya bisa mengucapkannya dalam hati.
Mereka bertiga pun langsung keluar dari Perpustakaan itu. Tapi sebelum Sieg keluar dari perpustakaan itu. Dia berbalik ke belakangnya sekali lagi. Dan menyipitkan matanya karena dia menyadari ada sesuatu di dalam perpustakaan ini.
'Sudah kuduga.. tidak mungkin tak ada seseorang yang menjadi petugas perpustakaan ini..' pikir Sieg
...•••••••••••••••...
'Ternyata anak itu sangat peka ya...' gumam seorang gadis berambut abu-abu dan mata ungu indah. Gadis abu-abu itu melihat punggung Sieg yang menjauh dari belakang.
Dia adalah petugas perpustakaan kerajaan ini. Sesuai yang dikatakan Sieg, setiap perpustakaan pasti memiliki petugasnya tanpa terkecuali karena ini semua demi keamanan agar tak ada buku yang hilang atau jika ingin meminjam buku bisa meminta izin pada petugas perpustakaan. Makanya Sieg merasa sedikit aneh, Dimana petugas perpustakaan ini?
Namun gadis yang dimaksudkan sebagai pertugas perpustakaan ini lekas-lekas menyembunyikan dirinya begitu dia melihat Sieg, Athanasia dan Miyu memasuki tempat ini. Semua itu supaya keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun itu.
Tetapi di saat mereka keluar. Gadis ini merasa terkejut ketika melihat Sieg yang masih tinggal di perpustakaan ini dan mendengar gumaman anak itu.
Makanya gadis itu menjadi terkejut dan Sieg pun meninggalkan perpustakaan ini.
"Sieg Von Black.. jadi diakah anak-anak yang baru-baru ini dibicarakan semua orang?"
...•••••••••••••••...
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang
padahal novelnya bagus karena bisa dibuat dengan hati
emosional nya dapet
action nya dapat
alur nya bagus
bahkan cewe² nya cakep uy😋
siapa yang memanggil alucard disini???dingin tetapi tidak kejam