Karena sebuah kesalahan, Keyra terpaksa harus menikah dengan teman sekolahnya yang sombong.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra?
Yuk baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Keyra duduk disalah satu bangku di ruang tunggu bandara, penerbangan berikutnya sekitar empat puluh lima menit lagi.
Gadis itu tidak lagi menangis, dia tak ingin orang-orang memandangnya aneh karena menangis sendirian ditempat umum.
"Aku akan memberitahu Rendy." Ucap Keyra pelan sambil merogoh ponselnya di dalam tas dan menghubungi Rendy.
"Hallo, Key." Rendy.
"Ren, aku bertemu dia lagi." Ucap Keyra dengan suara bergetar tanpa menjawab sapaan Rendy.
"Dia siapa?" Rendy.
"Ken Ryu. Ternyata dia pemilik resort yang akan aku desain renovasinya." Jawab Keyra, setetes cairan bening lolos dari mata indahnya tapi dengan cepat Keyra hapus sebelum ada yang melihat.
"Haaa ...? Jadi bagaimana?" Rendy.
"Saat tahu itu resort miliknya, aku segera berhenti dari proyek ini dan pergi, sekarang aku lagi di bandara, aku akan pulang."
"Ya, Tuhan. Lalu bagaimana dengan Ken? Apa yang dia katakan? Dia tidak mengejarmu ke bandara?" Rendy.
"Dia sempat mengejar ku tadi, dan malah bertanya kenapa aku membencinya? Dia juga mengatakan tidak mengingat apa-apa. Keterlaluan sekali kan? Tapi syukurnya dia tidak mengejar sampai ke bandara."
"Aneh sekali, mana mungkin dia tidak mengingat apa-apa! Baiklah, kalau begitu aku akan menjemputmu, kabari aku sebelum pesawatnya take off. Kita akan bahas lagi masalah ini saat kau tiba di rumah." Rendy.
"Iya, Ren." Keyra segera mengakhiri pembicaraannya dengan Rendy.
Berapa saat kemudian, seseorang berlari menghampiri Keyra dan segera duduk di samping wanita itu.
"Pak Arkan?" Keyra memekik kaget saat melihat Arkan mendaratkan bokongnya.
"Haaa ... haa ... aku lelah sekali" Arkan ngos-ngosan karena berlari.
"Ra, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu jadi begini?" Arkan bertanya setelah nafasnya mulai teratur.
"Maaf, Pak. Saya tidak bisa cerita. Tapi saya benar-benar tidak bisa melanjutkan proyek ini, saya rela jika Bapak marah atau memecat saya." Keyra tertunduk pasrah.
"Tapi sayangnya tidak semudah itu kamu bisa mundur, Ra. Saya sudah menandatangani kerjasama dengan Pak Ken, dan kita tidak bisa membatalkannya begitu saja. Saya bisa dituntut dan rugi besar." Ucap Arkan dengan wajah serius.
"Tapi kan Bapak dan yang lain masih bisa melanjutkan kerjasama ini walaupun tanpa saya."
"Pak Ken tetap ingin kamu ikut dalam proyek ini. Atau dia akan menuntut saya karena melanggar kesepakatan kerja, sebab dari awal saya sudah berjanji bahwa kamu yang mendesain." Arkan mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar bingung.
Keyra semakin kesal mendengar kata-kata Arkan, tapi dia juga merasa tak enak hati. Wanita itu terdiam dalam lamunannya.
Dasar sombong!
Sudah lima tahun berlalu, tapi sifat egois dan keras kepalanya masih saja ada.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak ingin menyusahkan Pak Arkan.
"Ra, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antar kamu dan Pak Ken sebelumnya, saya hanya mohon keprofesionalan mu dalam bekerja, jangan mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan."
Keyra masih terdiam, dia mencoba menimbang-nimbang ucapan Arkan yang ada benarnya. Tapi dia tak bisa membohongi perasaannya yang sakit saat melihat Ken lagi, dia bingung apa yang harus dia lakukan?
"Ra, saya mohon! Bertahanlah sedikit saja untuk bisa menyelesaikan proyek ini, kalau kamu merasa tidak nyaman dengan Pak Ken, kamu bisa datang kepada saya. Saya akan melindungi kamu." Ucap Arkan lagi sambil menatap Keyra penuh harap, membuat wanita itu semakin tak enak hati untuk menolaknya.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku tak ingin melihatnya lagi, tapi aku tak bisa mengorbankan Pak Arkan karena keegoisan ku.
"Ra ... saya mohon!"
"Baiklah, Pak. Tapi saya minta tolong jangan biarkan dia mendekati atau mengusik saya. Saya sungguh tidak nyaman dekat dengannya." Pinta Keyra.
"Iya, saya akan menjagamu. Sekarang kita kembali ke resort itu ya?" Arkan beranjak dari duduknya.
"Baiklah, Pak."
Keduanya berjalan meninggalkan bandara dan kembali ke resort milik Ken.
***
Keyra berjalan dengan tertunduk dibelakang Arkan, dia berusaha sembunyi di balik punggung Bosnya itu.
"Itu mereka!" Ragil menunjuk Keyra dan Arkan yang berjalan memasuki resort.
"Syukurlah Pak Arkan berhasil membawa Rara kembali." Juna menghela nafas lega.
Sementara Ken hanya memandang mereka tanpa berkomentar apapun, namun entah mengapa ada perasaan lega dan senang dihatinya saat melihat Keyra kembali.
"Saya sudah membawa Rara kembali, Pak. Kalau begitu, kami bisa segera memulai pekerjaan kami." Ucap Arkan. Dia sengaja tidak mengulur-ulur waktu agar pekerjaan mereka cepat selesai dan bisa segera pulang, karena dia tahu Rara tidak nyaman berlama-lama di disini.
"Kenapa terburu-buru sekali? Ini sudah jam makan siang, sebaiknya kita makan dulu." Ken beranjak dan berjalan menuju restoran yang masih menjadi bagian dari resort miliknya itu. Lelaki itu terlihat cuek padahal sebenarnya dia ingin sekali berbicara kepada Keyra, tapi Ken berusaha tenang agar tidak membuat Keyra takut dan tidak nyaman.
Keyra, Arkan, Juna dan Ragil saling pandang dan terpaku ditempat masing-masing, sampai seorang karyawan mempersilahkan mereka mengikuti Ken.
Kelima orang itu sudah duduk di restoran dengan nuansa khas Bali, makanan juga sudah tersedia di atas meja.
"Silahkan." Ken mempersilahkan mereka makan, tapi tatapan matanya tertuju kepada Keyra yang sedari tadi tertunduk tak mau memandangnya.
Sebenarnya siapa dia?
Apa dia yang selalu hadir di dalam mimpiku?
Lalu apa yang terjadi antara kami sampai dia begitu membenciku?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dipikiran Ken, dia benar-benar penasaran dengan semua ini.
Mereka semua makan tanpa ada pembicaraan sama sekali, suasana begitu hening, hanya terdengar lantunan musik khas Bali dan suara sendok yang berbenturan dengan piring.
Tapi di dalam keheningan itu, ada dua hati yang sedang bergemuruh menahan perasaannya masing-masing.
***
Setelah selesai makan, merekapun memulai pekerjaannya. Keyra berusaha bersikap profesional dan mengabaikan Ken yang terus memandanginya, walau sebenarnya dia risih sekali.
Hatinya benar-benar geram, ingin sekali dia memaki dan mencekik Ken, tapi itu tak mungkin dia lakukan.
"Ra, dari tadi pandangan mata Pak Ken tidak lepas dari kamu, sebenarnya ada apa sih?" Bisik Juna yang mulai penasaran.
Belum sempat Keyra menjawab, suara Arkan sudah lebih dulu membungkam mulutnya dan membuat Juna takut.
"Ehem ... jangan bergosip!" Arkan berbicara dengan pelan tapi penuh penekanan.
Tiba-tiba Ken melangkah mendekati Keyra, menyadari hal itu, Arkan segera mengalihkan Keyra ketempat lain agar menjauh dari Ken.
"Ra, coba kamu lihat bagian sini!" Pinta Arkan sembari mendorong pundak Keyra agar mengikuti arah yang dia tunjukkan.
Melihat hal itu, Ken sedikit kesal. Tapi dia menutupinya dan berpura-pura melihat hasil kerja Juna dan Ragil.
"Kenapa Bapak mendorong saya kesini?" Tanya Keyra bingung, dia tak tahu apa-apa karena sedang fokus dengan pekerjaannya.
"Tadi dia berjalan mendekatimu. Jadi saya sengaja menjauhkan mu dari dia." Jawab Arkan jujur.
"Benarkah? Saya tidak menyadarinya. Terimakasih ya, Pak."
"Iya, saya kan sudah berjanji akan melindungi kamu dari dia." Balas Arkan sambil tersenyum. Dan Keyra juga membalasnya dengan senyuman.
Melihat keakraban Arkan dan Keyra, Ken malah berpikir mereka memiliki hubungan spesial. Dan entah mengapa dia merasa tidak suka, sepertinya chemistry antara Ken dan Keyra masih ada.
Kenapa rasanya aku tidak suka melihat mereka dekat?
Padahal aku tidak mengingat siapa wanita itu?
***
Like nya jangan lupa ya guys ...
knp Keyra g sama Rendy aja thor kan udah cerai dari Ken..
sama Rendi aja Key..