"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.
Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.
Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.
Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Siapa?
Keluarkan perusahaan kecil itu dari daftar tender. Aku tidak butuh kompetitor yang berani memotong harga bahan baku demi memenangkan proyek pelabuhan ini." Suara berat Arga menggema tajam di ruang tunggu eksklusif Hotel Grand Vista.
Reno mengangguk cepat sambil mencoret nama sebuah perusahaan dari tabletnya. Pergantian musim hujan ke musim kemarau telah berlalu, menandai berjalannya waktu sejak perombakan besar-besaran di Alvandra Group. Arga kini kembali menjadi predator puncak seutuhnya. Namun, kekosongan di matanya tidak pernah bisa ditutupi.
"Aku mau kamu mengerahkan seluruh tim analis kita untuk membedah setiap celah dari proyek ini," ucap Arga menambahkan instruksi dengan tegas. "Kita tidak boleh kalah langkah dari siapapun. Proyek pelabuhan ini adalah batu loncatan paling krusial untuk mengembalikan kepercayaan dewan direksi."
"Semua sudah diatur sesuai standar tertinggi kita, Bapak Arga. Berkas presentasi untuk proyek Pelabuhan Samudra Biru sudah siap. Tinggal menunggu panitia membuka pintu ruang utama," lapor Reno dengan sigap.
Arga hanya bergumam pelan. Ia menatap pantulan dirinya di kaca jendela besar.
Setelan jas hitam mahalnya menempel sempurna. Kekuasaannya tidak tertandingi. Namun di balik itu semua, otaknya terus memikirkan satu nama yang hilang ditelan bumi sejak palu pengadilan diketuk.
Keysa. Mantan istrinya itu benar-benar menghapus jejak, mengganti nomor kontak, dan tidak pernah muncul di radar dunia bisnis mana pun. Hingga hari ini.
Suara denting bel tanda acara dimulai memecah lamunan Arga. Laki-laki itu membalikkan badan dan melangkah tegap menuju ruang pertemuan raksasa yang sudah dipenuhi oleh para pemimpin perusahaan konstruksi terbaik di negara ini.
Ruangan itu riuh oleh obrolan bisnis. Di barisan depan, Bastian duduk menyilangkan kaki dengan senyum congkak khasnya. Pemimpin Grup Mutiara Abadi dari Surabaya itu langsung melambaikan tangan saat melihat Arga masuk.
"Hei, Arga! Kulihat perusahaanmu semakin bersih sekarang," provokasi Bastian sambil tertawa keras, suaranya sengaja dikeraskan agar didengar oleh kolega lain di ruangan itu. "Kudengar kamu memecat setengah dari jajaran direksimu sendiri. Langkah yang sangat berani atau justru sangat bodoh. Tapi sayang sekali, proyek pelabuhan raksasa ini pasti akan jatuh ke tanganku."
"Simpan mimpimu itu, Bastian. Mulut besarmu tidak akan bisa menutupi proposal lemah milikmu. Fokus saja pada urusanmu sendiri sebelum aku yang mengambil alih semuanya," balas Arga telak, duduk di kursi VIP yang berseberangan dengan saingannya itu.
Pembawa acara naik ke atas panggung. Pria berkacamata itu mengetuk mikrofon pelan, meminta perhatian seluruh peserta tender.
"Selamat pagi, para pemimpin perusahaan sekalian. Sebelum kita memulai presentasi teknis hari ini, panitia penyelenggara baru saja menerima konfirmasi masuk dari satu peserta tambahan. Firma konsultasi dan investasi ini memberikan jaminan dana segar penuh untuk proyek kita. Mari kita sambut perwakilan utama dari K.A. Zenith Consulting!"
Bisik-bisik langsung meledak di seluruh penjuru ruangan. K.A. Zenith Consulting? Nama itu sangat baru, agresif, dan sama sekali belum pernah terdengar di asosiasi konstruksi. Semua mata langsung tertuju pada pintu ganda kayu mahoni di ujung ruangan yang perlahan terbuka lebar.
Napas Arga seakan berhenti mendadak. Jantungnya berdetak liar menghantam tulang rusuk.
Seorang perempuan melangkah masuk dengan aura kekuasaan yang luar biasa pekat. Ia memakai setelan jas merah darah yang membalut tubuh rampingnya dengan sempurna, dipadukan dengan celana bahan hitam lurus dan sepatu hak tinggi runcing. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai bebas, berayun indah setiap kali ia melangkah. Riasan wajahnya tegas, tajam, dan mematikan.
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..