SYNOPSIS:
HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.
Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.
Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANNA-31
...🍁🍁🍁...
Setelah menerima lisensi kelulusan satu minggu yang lalu, kini Anna tengah di sibukkan dengan berbagai persiapan sebelum bergabung di OCDC.
Selama beberapa hari terakhir yang di lakukan Anna adalah membaca dan menyelesaikan beberapa dokumen penting yang sengaja di bawa pulang oleh Daddy nya.
Dokumen yang seharusnya diperiksa oleh Fred, justru diberikan kepada Anna.
Dan hal seperti ini bukanlah kali pertama bagi Anna. Selama masih menjalani studinya pun, Anna sudah cukup sering menyelesaikan berbagai pekerjaan terkait dengan urusan perusahaan.
Menurut Fred, ini adalah salah satu cara belajar terbaik agar Anna bisa mengenal perusahaan sebelum ia terjun ke dalamnya.
Apa saja yang akan di lakukan Anna, pekerjaan seperti apa yang akan dijalaninya dan hal-hal penting apa saja menyangkut perusahaan yang perlu Anna ketahui terkait kebijakan dan sebagainya, tentu saja semua itu harus diketahui jauh sebelum Anna terjun ke dunia kerja.
Dan Anna benar-benar memfokuskan dirinya agar bisa memberikan kontribusi sesuai dengan yang di harapkan darinya.
...🍁🍁🍁...
Seperti malam ini pun, sepulangnya Fred dari kantor, Anna langsung meminta semua dokumen yang kembali di bawa pulang oleh Dadynya dan tanpa berlama-lama Anna pun langsung memeriksa semuanya.
Beberapa jam kemudian,..
Anna yang sudah merapikan semua berkas, kini sedang berdiri di depan ruang kerja Fred Stompson dengan membawa semua dokumen yang baru saja selesai Anna kerjakan.
"Dad, apa kau di dalam?" panggil Anna dengan suara yang sedikit di pelan kan, "Masuklah sayang,- sahut Fred mengijinkan Anna untuk masuk keruangan kerjanya.
Sama seperti malam-malam sebelumnya, wajah berbentuk oval yang di bingkai dengan kacamata minus di hadapan Anna terlihat semakin tua dan juga lelah. Matanya nan sayu namun selalu ingin menampilkan senyuman hangat membuat hati Anna merasa nyaman sekaligus iba.
Fred Stompson adalah pria tua yang berusaha sangat keras demi mengembalikan kejayaan OCDC, bahkan mungkin di saat para pegawai lain saat itu tengah terlelap, namun bagi Fred, ia masih harus bekerja demi memastikan perusahaannya tetap stabil di keesokan hari.
Bagi Anna, Daddy nya adalah seorang teladan di dunia bisnis, dan Anna berusaha sangat keras mempelajari apa saja yang bisa ia pelajari dari sang panutan.
"Pekerjaan mu masih banyak Dad?" Tanya Anna yang saat ini sudah duduk manis di depan Dady nya. Fred tersenyum sambil melihat Anna melalui sela-sela kacamatanya yang tertahan di pangkal hidung.
"Hanya sisa beberapa sayang,- bagaimana dengan mu, apa pekerjaan mu sulit, mungkin ada yang ingin kau tanyakan?" balas Fred, menunggu dan bersiap untuk menjawab apa saja yang mungkin ingin di ketahui oleh putrinya, namun Anna hanya tersenyum seraya menggeleng.
"Aku sudah memeriksa semua dokumennya Dad, dan semua ini sudah ku selesaikan, Dad hanya perlu memberikan tanda tangan di atasnya." jelas Anna menyerahkan map tersebut kepada Fred.
Fred tercengang, dan segera mengambil map tersebut, "Benarkah? secepat ini?" seru Fred, ia benar-benar merasa terkesan dengan pekerjaan yang di lakukan oleh putrinya.
Fred pun memeriksa berkas tersebut..
Ini memang bukan yang pertama Anna membuat Fred merasa kagum dengan kecepatan serta ketepatan nya dalam bekerja, cara menganalisis serta memberikan penilaian dari sudut pandang yang objective pun membuat Fred merasa sangat terkesan,
Hanya saja untuk pekerjaan kali ini, Fred sedang menguji Anna dengan memberikan beberapa dokumen yang cukup sulit untuk di selesaikan bahkan oleh seorang manager, dan lihatlah, lagi-lagi Anna membuat Fred benar-benar terkesima.
Anna mengangguk yakin dan membuka map tersebut; "Dad bisa memeriksanya sekali lagi. Dan setelahnya silahkan segera ditanda tangani, jika tidak maka pekerjaan kita tidak akan benar-benar selesai Dad." balas Anna, membuat suasana malam itu semakin terasa hangat dan menyenangkan.
Fred pun melakukan apa yang di katakan oleh putrinya, dan kini mereka pun tengah bertukar pekerjaan.
Sementara Fred membaca semua dokumen yang sudah selesai, Anna kembali mengambil alih semua dokumen dengan tanda merah yang berada di atas meja Dady nya- yang berarti mendesak untuk segera di selesaikan.
"Sayang," Fred kembali bersuara setelah menyelesaikan map ketiganya, "Ya Dad..?" sahut Anna, melirik sekilas, kemudian kembali fokus ke map yang berada di tangannya- Anna sedang fokus memeriksa tabel saham satu minggu terakhir.
"Kapan kau ingin memulai secara resmi pekerjaan mu dikantor sayang?" Tanya Fred, membuat Anna berpikir sejenak kemudian mengalihkan pandangannya; Anna sedang memikirkan sebuah jawaban yang tepat.
Selama ini bukannya Anna sengaja menunda, hanya saja ia ingin belajar secara mandiri seperti yang dilakukannya bersama Fred, karena bagi Anna, jika nantinya ia harus masuk kedalam perusahaan dan bekerja di sana, maka saat itu Anna harus bisa dan siap untuk memberikan kontribusi yang tepat.
Dan karena alasan itu jugalah Anna masih memikirkan kapan waktu yang tepat untuknya bisa masuk dan bergabung dengan OCDC, ini bukanlah keputusan yang mudah baginya.
"Apa menurut Dad aku cukup pantas untuk mulai bergabung di perusahaan?" ujar Anna ragu, "Maksud ku, aku merasa belum memiliki pengalaman dan juga pengetahuan yang cukup, justru sebaliknya aku lebih merasa tertarik bekerja seperti ini untuk sementara waktu." jelas Anna secara singkat.
"Tapi cepat atau lambat, kau juga akan segera menggantikan Dad, dan Daddy rasa- putri Dad ini sangat mampu untuk melakukan pekerjaannya." balas Fred dengan penuh pertimbangan,
Fred meletakan pulpen yang ada di tangannya, kemudian menyenderkan punggung yang terasa sedikit kaku, "Bagaimana jika minggu depan saja?" usul Fred kepada Anna,
"Dad rasa semua yang kau pelajari selama ini sudah cukup, dan hasil dari pekerjaan mu semuanya sangatlah akurat, kau pantas untuk berada di tempat yang tepat, sayang, kau putri Dad, Hanna Grace Stompson yang begitu cemerlang." puji Fred dengan wajah berbinar,
"Satu minggu Dad rasa sangat cukup untuk mempersiapkan dirimu, setelahnya, kau harus bergabung dengan OCDC, Dad sudah mempersiapkan posisi yang tepat untukmu di sana." tambah Fred memberikan keputusan.
Anna yang mendengar keputusan demikian dari Daddy nya tak bisa menolak permintaan tersebut, lagi pula tujuan utama Anna adalah untuk membantu meringankan pekerjaan Fred di perusahaan dan tidak masalah ia mendapatkan posisi apa saja, asalkan ia bisa membalas budi atas kebaikan orang tuanya, meskipun ia tak akan bisa membayar lunas semua yang sudah ia terima selama hampir enam tahun terakhir.
"Aku mengerti Dad, aku akan mempersiapkan diriku." sahut Anna dengan mantap.
...🍁🍁🍁...
...Satu hari di akhir pekan,...
Anna sedang dalam perjalanan ditemani oleh sahabatnya Lisa; keduanya sedang menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Florida.
Sesuai dengan jadwal yang sudah di tulis Anna dalam agenda hariannya, hari ini ia harus membeli beberapa pakaian dan juga perlengkapan yang nantinya akan ia gunakan saat bekerja.
Alasan Anna meminta Lisa untuk menemaninya adalah karena Lisa seorang senior didalam dunia kerja, maka Anna meminta pada sahabatnya itu untuk menentukan style seperti apa yang nantinya akan cocok di gunakan saat bekerja.
Anna tidak ingin asal-asalan dalam mengenakan pakaian. Terlebih lagi, Anna sangat takut jika nantinya kesalahan sekecil apapun yang ia perbuat akan turut mencemari nama Daddy nya.
Setibanya di pusat perbelanjaan, dengan antusiasme yang tinggi, dengan senang hati Lisa mengajak Anna untuk keluar masuk ke dalam toko-toko ternama mencari apa yang mereka butuhkan.
Beberapa toko telah mereka sambangi, dan Anna baru saja mendapatkan satu outfit yang cocok, "Bagaimana jika kita pergi ke sana? biasanya aku membeli beberapa kemeja dan juga tas di toko itu." ajak Lisa tak kenal lelah.
"Apa di sana barang-barangnya mahal?" sahut Anna terdengar ragu. Lisa berpikir sejenak kemudian menjawab; "Menurutku kualitas dan juga harganya sepadan. Kau tidak akan memakai barang berkualitas rendah di hari pertama mu bekerja bukan? penampilan pertama mu akan sangatlah menentukan masa depanmu sayang." jelas Lisa mengatakan nasihat bijaknya sebagai seorang senior.
Anna bukannya tidak mampu membayar semua barang yang akan ia beli, terlebih lagi Daddy nya bahkan mengisi rekening Anna dengan jumlah yang lebih dari cukup untuk biaya hidup selama satu tahun penuh, hanya saja, bagi Anna tidaklah perlu berlebihan dalam menggunakan uang-uang tersebut.
Uang adalah sesuatu yang sulit di cari namun sangat mudah untuk di habiskan, dan bagi Anna, uang yang di milikinya saat ini haruslah benar-benar di manfaatkan sesuai kebutuhan saja, siapa yang tahu keadaan akan berubah tanpa adanya peringatan.
Setidaknya seseorang harus bersiap bukan?
"Baiklah, ayo.. ku rasa aku masih membutuhkan beberapa kemeja dan juga sepatu." balas Anna, setelah mempertimbangkan.
Dalam waktu kurang dari dua jam, Anna sudah memilih beberapa kemeja dan juga setelan, serta beberapa tas dan juga sepatu yang cocok dengan busana nya.
Agenda berbelanja pun akhirnya selesai..
"Aku sangat lelah.- bagaimana jika kita istirahat di apartment ku saja." ajak Lisa yang mulai merasakan pegal di area kakinya.
"Aku akan memesan beberapa makanan dan juga minuman untuk kita." sahut Anna bersemangat.
"Baiklah, setuju."
...🍁🍁🍁...
Satu jam kemudian keduanya tiba di apartment, setelah masuk ke dalam, Anna langsung meletakan barang-barang belanjaannya dan berbaring di atas sofa sambil mengerang,
"Ah... pinggang ku," serunya, "kaki ku bahkan terasa lebih pegal." keluh Anna sambil merilekskan tubuhnya.
Sementara itu, Lisa yang juga membeli beberapa barang langsung masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dan juga menyimpan barang belanjaannya di lemari.
"Kau diamlah disini, aku akan mencoba mu nanti." ucap Lisa berbicara dengan tas belanjaannya.
Setelahnya Lisa pun segera mengganti pakaian nya dengan hotpant dan juga kaos oversize Yang sangat nyaman, kemudian keluar untuk menghampiri Anna, "Kau ingin minum jus, akan ku buatkan." tawar Lisa berdiri di samping Anna.
"Aku ingin yang manis dan dingin," balas Anna bersikap manja. Lisa pun tersenyum, "Camilan...?" tawarnya lagi, Anna mengangkat tangan dan menggoyang telunjuk nya, "No. No.. makan siang akan segera tiba, cukup jus saja." tolak Anna cepat.
Lisa pun hanya tersenyum sambil menggeleng, "Ya ya.. baiklah nona.."
Lima menit kemudian, saat Lisa baru saja meletakan gelas jus di atas meja, bel apartmentnya kembali berbunyi; "Pasti pesanan mu." gumam Lisa,
"Sebentar.. " serunya, lalu berjalan cepat ke arah pintu, dan benar saja, itu adalah petugas pengantar makanan. "Pesanan atas nama nona Anna," ujarnya, "Benar," Lisa menerima tas makanan dan juga bill di atasnya, "Silahkan tanda tangan disini nona."
"Terima kasih."
Lisa membawa tas makanan nya ke dapur dan Anna menyusul setelahnya, "Baunya harum sekali, perutku tiba-tiba saja kembali berdemo." gumam Anna yang sudah tidak sabar untuk mengisi perutnya.
"Cuci tangan mu nona, dan duduklah di kursi. Makanan akan siap sebentar lagi." tegur Lisa layaknya seorang kakak yang sedang mengurus adik kecilnya.
Anna pun melakukan perintah Lisa dengan senang hati. Mungkin karena Anna sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama dengan Lisa seperti ini, Anna merasa Lisa sama seperti saudarinya sendiri, terlebih lagi, sahabatnya itu adalah kekasih dari Antonio.
Setelah selesai menata semua makanan di atas meja, Lisa dan Anna sama-sama duduk bersiap untuk makan, "Terima kasih untuk berkat makanan dan juga kebahagiaan untuk hari ini Tuhan, amin." ucap Lisa dan Anna secara bersamaan.
"Selamat makan,-
...🍁🍁🍁...
Hari yang membuat dada Anna berdebar-debar pun akhirnya telah tiba,
Hari ini adalah hari pertama Anna bergabung di perusahaan, dan menurut pemberitahuan yang disampaikan oleh Daddy nya, hari ini juga Anna akan langsung di perkenalkan kepada seluruh dewan direksi terkait dengan pemberitahuan posisi apa yang nantinya akan di isi oleh Anna.
"Kau sudah siap sayang?" Fred menghampiri Anna yang sudah berada di meja makan, "Aku siap Dad, bagaimana penampilan ku, apakah aku terlihat cantik, apa warna kemeja ini cocok dengan ku?" Anna berdiri sejenak menunjukan outfit yang sedang digunakannya kepada Fred.
Fred pun melihat dengan seksama, tersenyum kemudian mengangguk, "Kau menakjubkan sayang," pujinya dengan sungguh-sungguh.
"Tentu saja sangat mempesona, terlihat begitu elegan dan juga sangat berkarisma, jangan pernah meragukan putriku, kau yang terbaik sayang." sela Maria yang langsung menciumi pipi Anna,
"Thanks mom, kau juga yang terbaik." balas Anna membagikan senyuman khasnya.
"Lalu Dad...?" ujar Fred menyela kemesraan ibu dan Anak itu, Anna dan Maria langsung menoleh menunjukan wajah serius seperti menilai, sedetik kemudian keduanya sama-sama tertawa, "Kau yang terbaik sayang-Dad,- Ayah terbaik di dunia." seru mereka.
Fred berdehem dengan penuh rasa percaya diri mendengar pujian dari istri dan juga putrinya, "Terima kasih,"
...🍁🍁🍁...
Sesampainya di OCDC, dada Anna seperti bergemuruh. Ia begitu gugup, bahkan tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin.
Hari ini adalah pertama kalinya Anna datang dan melihat langsung perusahaan yang di miliki oleh keluarga Stompson tersebut.
Perusahaan yang cukup megah dan tidak terhitung tingginya, entah ada berapa ribu karyawan yang di miliki Perusahaan itu.
Gedung itu sendiri terdiri dari dua bangunan kembar, yang pertama adalah OCD company, dan yang kedua adalah OCD Group.
Dan Fred adalah pemilik dari keduanya;
"Sayang, ayo. Para dewan direksi telah menunggu kita." ajak Fred yang sudah di sambut oleh beberapa staf di belakang nya.
Anna pun mengangguk dan mulai berjalan mengikuti tepat di belakang Daddy nya..
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, mereka pun memasuki ruang rapat yang sudah terisi penuh oleh para dewan direksi, ketua tim, manager, dan juga jajaran teratas lain nya,
Semua mata yang saat ini tertuju kepadanya, membuat tubuh Anna semakin menegang, ia begitu gugup sekaligus antusias.
Rapat pun di mulai;
"Selamat pagi semuanya, terima kasih untuk kesediaan anda sekalian menghadiri rapat pagi ini; sesuai dengan agenda rapat yang telah di sampaikan sebelum nya," ujar Fred menyampaikan tujuan pengadaan rapat itu,-
"Hari ini saya selaku presdir dari OCDC akan mengumumkan secara langsung wakil presdir utama dari OCD Company dan juga OCD group, pewaris tunggal dari keluarga Stompson, Hanna Grace Stompson," ujar Fred, membuat dada Anna bergemuruh.
Ia tak menyangka jika Daddy nya akan memberikan posisi seorang wakil presdir utama kepadanya. Namun Anna berusaha mengesampingkan perasaan terkejutnya, ia pun segera berdiri dan memberikan hormat kepada para dewan direksi beserta para jajaran nya dengan begitu anggun dan penuh kesopanan.
"Dan mulai hari ini juga, secara resmi semua tanggung jawab dan pekerjaan seorang wakil presdir utama akan langsung di berikan kepada wakil presdir utama secara langsung, karena mulai hari ini juga Hanna akan mendedikasikan dirinya demi kemajuan dan perkembangan OCDC di masa yang akan datang." Fred tersenyum dengan bangga menghadap kepada putrinya,
"Hanna, kemarilah nak, silahkan sampaikan beberapa kata yang hangat sebagai salam perjumpaan bagi para pahlawan di OCDC," ujar Fred mengulurkan tangannya dan menyambut Anna untuk berdiri di atas podium,
sehingga semua yang ada di ruangan itu memberikan tepuk tangan yang cukup meriah untuk memberikan apresiasi kepada Anna. Meskipun di belakang banyak yang berbisik-bisik tentang status dirinya, namun Anna tidak akan memperdulikan hal tersebut. Baginya semua itu sudah biasa.
"Terima kasih Dad,"
"Lakukan yang terbaik sayang. Dad akan selalu mendukung mu."
.......
.......
.......
.......
.......
Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.
Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.
Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.
Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.
Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.
Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.
Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
sehat selalu baby twins .