NovelToon NovelToon
LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Petualangan / Trauma masa lalu / Anak Yatim Piatu / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4
Nama Author: MING2

Ini merupakan sekuel lanjutan dari LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM, Yang menceritakan pemuda yang tidak suka belajar Ilmu Silat.
Karena trauma di masa kecil harus ke hilangan kedua orang tuanya.

Menurut pemikiran nya ini semua karena ibunya yang suka bergelut di bidang ilmu silat dan bidang militer yang selalu terlibat dalam kekerasan.

Seandainya Ibu nya adalah seorang wanita biasa tentu dia tidak akan menjadi Yatim Piatu di usia muda.

Mari kita ikuti perjalanan hidup dan pertualangan pemuda bernama Wu Song tersebut, apakah dia benar-benar bisa mewujudkan keinginan nya menuntut ilmu yang jauh dari kekerasan.

Atau malah sebaliknya takdir mengharuskan dia untuk hidup di jalan yang berbeda dengan cita-cita masa kecilnya.

Kita juga bisa mengikuti cerita Lu Sun dan keluarga kecilnya.

Serta cerita perjalanan hidup putri tunggal Lu Sun yang bernama Lu Ping.

Mari kita ikuti perjalanan hidup mereka semua.

Semua ini akan kita temukan dalam cerita baru ku, LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SI MA JIAN MEMBERITAHU WU SONG KONDISI CENG CENG,

"Saat tidak berdaya melindungi Ceng Ceng, wanita yang sangat aku cintai. Aku baru menyadarinya tapi semua sudah terlambat." ucap Wu Song sambil menatap Ceng Ceng dengan perasaan bersalah.

Ceng Ceng menggenggam tangan Wu Song, lewat tatapan matanya seakan berkata pada Wu Song dia tidak pernah menyesal ataupun menyalahkan Wu Song sama sekali.

Mengenai aku dari awal ujian tidak menyebutkan nama Guru ku, itu karena aku tidak mau mempermalukan nama besarnya. Dengan kondisi ku yang tidak bisa silat.

Si Ma Jian menghela nafas kemudian berkata,

"Kamu tidak salah Song Er, tapi sistem kerja dunia inilah yang salah, bila kamu tidak punya kemampuan dan berani menantang arus maka kamu akan tenggelam."

Sambil kembali menghela nafas Si Ma Jian melanjutkan,

"Bila kamu pada waktu interview menulis nama gurumu, aku yakin kamu bukan hanya akan lulus sebagai sarjana terbaik bahkan kaisar sendiri akan menemui mu."

"Kamu tahu ketika berita kematian mu sampai ditelinga guru mu dan dia datang menuntut keadilan untukmu apa yang terjadi di LUO YANG."

Tunggu kakek apa maksudmu dengan berita kematian Song ke ke..?" tanya Ceng Ceng curiga dan heran.

Sambil menatap Ceng Ceng, Si Ma Jian berkata,

"Aku sekarang tidak khawatir lagi memberitahukan padamu karena Wu Song sekarang sudah pulang dan dalam kondisi baik-baik saja."

"Sebenarnya setelah kamu ikut dengan Pangeran ke 4 Si Ma Ong, mereka tidak melepaskan Wu Song seperti apa yang dijanjikan oleh Ibumu."

Mereka memukulinya dan melempar tubuhnya kedalam jurang.

"Hahh..!" Ceng Ceng berteriak kaget sambil menutup mulutnya yang terbuka.

Wu Song membelai lembut tangan Ceng Ceng sambil berkata,

"Kamu tenanglah sayang, aku tidak apa-apa, bukan kah saat ini aku baik-baik saja."

Sambil tersenyum Wu Song berkata,

"Aku sudah mengetahui semuanya lewat cerita kakak seperguruan ku Lu Ping."

"Makanya aku langsung menuju kemari karena aku tahu Ceng Ceng sudah aman bersama kakek."

Ceng Ceng mengerutkan alisnya ketika mendengar Wu Song menyebut nama Lu Ping.

Wu Song berpikir Ceng Ceng masih kurang senang perihal dirinya dilempar ke jurang, jadi

dia tidak terlalu menanggapi nya dengan serius.

Wu Song melanjutkan ceritanya kembali sambil membelai tangan istrinya.

Hal ini membuat Ceng Ceng mereda dan tidak berpikir terlalu banyak lagi soal Lu Ping.

Wu Song bercerita tentang yang di alaminya ketika terjatuh kedalam jurang dan secara tidak terduga dia mempelajari ilmu silat sakti di sana.

Wu Song menutup ceritanya sambil berkata,

"Ceng Ceng kedepan nya kamu tidak perlu khawatir lagi, aku akan selalu berada disisi mu dan menjaga mu. Tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita."

Ceng Ceng mengangguk senang, kemudian mereka berdua pamit kepada Si Ma Jian dan kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.

Malam itu Wu Song tidur sambil merangkul dan menenangkan Istrinya yang tidurnya kurang nyenyak karena bayi dikandungan nya sering menendang perutnya.

Pagi-pagi Wu Song bangun pelan-pelan agar tidak sampai membangun kan Ceng Ceng yang sedang tidur nyenyak.

Wu Song menyelimuti Ceng Ceng dengan selimut tebal sebelum meninggalkan nya.

Untuk berlatih di dekat taman.

Wu Song membuka kitab ke 4 dan mulai mendalami isi kitab tersebut.

Wu Song yang sedang asyik berlatih mendengar langkah kaki berjalan mendekati tempat latihan nya.

Dia pun menghentikan latihannya dan menatap kearah datangnya suara langkah tersebut.

Sesaat kemudian yang datang ternyata adalah Si Ma Jian.

Wu Song memberi hormat kemudian menyapa dengan sopan,

"Selamat pagi kek.."

Si Ma Jian tersenyum dan mengangguk sambil balik bertanya "Ceng Ceng belum bangun..?"

Wu Song mengangguk tidak berdaya, kemudian berkata.

"Semalam Ceng Ceng kurang bisa tidur nyenyak karena bayi nya sering menendang perutnya membuat dia senantiasa terbangun."

"Jadi pagi ini melihat dia sedang asyik tidur nyenyak aku tidak berani membangunkan nya."

Si Ma Jian mengangguk sambil tersenyum,

"Song Er kamu sangat perhatian, Ceng Ceng benar-benar pintar memilih suami."

Wu Song tertunduk tidak enak hati mendengar pujian kakek istrinya, kemudian dia berkata,

"Kakek terlalu memuji, aku biasa saja. Hanya melakukan yang sudah sewajarnya dilakukan seorang suami terhadap istrinya."

Si Ma Jian tiba-tiba menatap Wu Song dengan serius sambil berkata,

"Song Er aku akan memberitahu mu satu hal penting."

Wu Song menatap heran kakek Istrinya, kemudian berkata,

"Ada hal apa katakanlah, aku siap mendengarnya.

Si Ma Jian memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan diri sambil menghela nafas panjang dia pun berkata,

"Song Er menurut tabib yang memeriksa istrimu, tabib memberi tahu ku, Ceng Ceng mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses melahirkan."

"Karena posisi kandungan nya tidak benar, posisi anaknya kaki menghadap kebawah.

Harusnya saat ini posisi bayi kepalanya harus menghadap kebawah, agar memudahkan persalinan nya nanti."

Si Ma Jian melanjutkan penjelasannya, *menurut tabib, ini semua karena pengaruh suasana hatinya yang sangat buruk ketika sedang mengandung, sehingga mempengaruhi pergerakan janin didalam.perutnya."

Mendengar hal ini Wu Song terduduk lemas, wajahnya murung dan dia terlihat khawatir.

Perlahan-lahan dia bertanya,

"Kakek apa tidak ada cara untuk merubah posisi kandungan nya."

Sambil menghela nafas panjang, Si Ma Jian kemudian berkata,

"Semua hanya dapat diserahkan pada Thian."

"Wu Song meski kamu khawatir dan cemas tapi didepan Ceng Ceng kamu tidak boleh menunjukkan nya."

"Tidak boleh sampai dia tahu hal ini, semakin dia cemas itu akan membuat dia semakin sulit dalam proses melahirkan nanti."

"Dan hal ini bisa membahayakan nyawanya."

Wu Song berpikir dalam hati dia memang memiliki kemampuan untuk melihat organ dalam tubuh manusia.

Tentu dia bisa melihat jelas pergerakan janin didalam perut istrinya, tapi dia tidak punya kemampuan untuk merubah posisi anak yang ada dalam kandungan Istrinya.

Ketika Wu Song sedang larut dalam pikiran nya, pendengarannya yang tajam mendengar suara Ceng Ceng yang panik mencari dirinya.

Karena Ketika bangun tidur menyadari Wu Song tidak berada di sisinya.

"Kakek maaf Ceng Ceng sedang mencari ku," belum juga ucapan Wu Song selesai dia sudah menghilang dari hadapan Si Ma Jian.

Si Ma Jian dibuat terkejut dengan kesaktian cucu menantunya.

Si Ma Jian mengeleng-gelengkan kepalanya, hanya beberapa bulan tidak bertemu Wu Song telah berubah menjadi seperti seorang yang berbeda sama sekali.

Hanya perasaan nya terhadap Ceng Ceng yang tidak pernah berubah. pikir Si Ma Jian.

Dalam sekejab mata Wu Song telah berada di depan istrinya dan dengan lembut berkata,

"Sayang aku ada di sini, kamu tenang ya."

"Song ke ke.." Ceng Ceng langsung memeluk nya, dan berkata,

"Aku takut Song ke ke.. aku takut Song ke ke kembali meninggalkan ku."

"Aku sangat bodoh dan menyusahkan mu ya Song ke ke...?"

Wu Song tersenyum sedih kemudian berkata,

"Kamu menjadi seperti ini karena diriku, aku mana mungkin tega menganggap mu menjadi beban bagi ku."

"Ini salahku, aku bukan suami yang baik, aku selalu membuatmu cemas, khawatir dan sedih."

Wu Song memeluk lembut Ceng Ceng dan mencium dahinya sambil berkata,

"Maafkan aku sayang,"

1
Arjuna Singit
sengsara membawa berkah 💪💪👍👍
Tamburelo
gak takut kena tilang.🤭
Tante Cailin
keroyokan
Tante Cailin
semoga ke depannya Mc gak gampang nongolin keberadaannya gitu aja
Arsi Oke
Biasa
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, kali aja suka sama cerita nya
total 1 replies
Arsi Oke
Kecewa
Roni Sakroni
ini cerita jadi tidak menarik lagi........
makanya jangan meremehkan ilmu apapun itu perlu dipelajari.
Roni Sakroni
jgn bikin masalah dgn gadis yang sudah bertunangan
Anonim
Kapan sakti nya wu song? Kok kalah sama kodok ngorok
Antho Seven
Luar biasa
Fadli brave
bagus apalg ada esek2 nya ceritanya thor
Ahmad Yahya
mati Yamati di perang...
Ahmad Yahya
wongnge xusan bodo budek kabeeeeee
Ikhwatul Jannah
rasanya kaya baca novel dari bab tengah
Ikhwatul Jannah
kok ceritanya kek kepotong ya🥲
Edy Herdiansyah
hhhhhh contoh manusia yang munafik mau menghidupkan manusia dengan alasan balas Budi tapi apakah dia tau kalau perbuatannya salah karena menghidupkan manusia yang salah jalan karena membantu peperangan di pihak yang zholim dan haus kekuasaan serta tidak tau balas Budi
eddy.h
hhhhh ga ada sejarah nya naga kalah sama kodok thor
Rehaan Aamir
Laaahhh Bini Pekookk...Yg Kegatelan Perempuan nya Tolooll bukan laki loe...Bukan nya bersyukuurr laki loe Gk Mau punya bini lagi malah Ngotooot nyuruh Punya Bini lg....
Ken Ken
pantengong.
ceritanya kok disitu situ aja..
alur cerita selalu menjadi orang yg kena fitnah..
nampak nya pengarang ini memang tukang tipu.. 🐱🐱🐱
Mang Doyok
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!