NovelToon NovelToon
PESONA IBU DIREKTUR

PESONA IBU DIREKTUR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:62.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: KRISTINA ANGGRAINI

Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.

Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.

Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?


Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.

Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.

SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH

Baik, saya akan segera ke sana. " kata Leo kemudian menutup sambungan telepon.

Melihat Brigitta memperhatikannya, Leo mengecup kening Brigitta.

"I love you. " kata Leo, ada keraguan dalam hatinya untuk menyampaikan berita dari Asih.

"I love you too. " jawab Brigitta, menatap wajah Leo.

"Ada apa Sayang?" akhirnya Brigitta bertanya.

"Rico ditemukan Bu Asih, tergeletak dilantai kamarmu. " Leo memperhatikan ekspresi wajah Brigitta.

Perlahan mata Brigitta berkaca-kaca, Leo mengecup kedua mata Brigitta, lalu memeluknya. Brigitta meletakkan kepalanya di dada Leo dan menangis di sana.

"Kamu ingin menemuinya?" tanya Leo saat tangis Brigitta mereda.

"Lebih baik tidak, Leo. " kata Brigitta

"Kamu tidak ingin melihat kondisi nya?" tanya Leo lagi.

"Dia sudah menghina aku, dan sudah memilih wanita lain untuk mengisi kamarnya." lalu Brigitta kembali menangis, Leo mempererat pelukannya dan membelai kepala Brigitta.

"Sudah Sayang, aku mengerti perasaan mu. Aku tau kamu sakit hati padanya, dan aku tidak akan memaksa kamu untuk bertemu dia. " kata Leo.

"Sekarang kita mandi ya, Sayang." Brigitta menganggukkan kepala nya. Lalu Leo menggendong Brigitta masuk ke kamar mandi, lalu mendudukkan nya di pinggir bathub.

"Isi airnya dulu ya Sayang. " Leo membuka kran air, mengisi bathub. Lalu Leo mengecup bibir Brigitta lalu menciumi wajah dan leher Brigitta, kemudian Leo menyatukan tubuh mereka kembali.

"Leo... " Brigitta mendesah.

"Sayang... " Leo memeluk Brigitta dengan erat.

Beberapa saat kemudian tubuh Brigitta terasa lemas, Leo tetap memeluknya.

****

"Aku pergi menengok Rico sebentar ya Sayang. " kata Leo setelah selesai sarapan.

"Iya Sayang. " jawab Brigitta sambil merapihkan meja makan di bantu Titin.

"Kamu yakin, gak mau ikut menengok dia?" tanya Leo saat Brigitta mengambilkan sepatunya.

"Tidak sekarang, Leo. " kata Brigitta yang duduk disamping Leo.

Leo merangkul Brigitta, dan mencium pipinya.

"Ya sudah. Aku pergi dulu, kamu istirahat ya Sayang. " Pesan Leo.

"Iya Sayang. " Leo pun melangkah keluar rumah, Brigitta mengantarnya sampai naik ke mobil.

"Bye Sayang. " Leo mengecup kening Brigitta saat akan naik ke mobilnya.

"Hati-hati ya Sayang... Bye... " mobil Leo mulai bergerak pergi, Brigitta melambaikan tangannya.

"Rico, kamu sangat baik, aku berhutang budi padamu, tapi kamu sudah menghina aku, kamu mengkhianati ku, goresan luka yang kamu berikan terlalu dalam, hingga perihnya tidak pernah hilang. Tapi mendengar kamu sakit, kenapa aku ingin menemuimu? Apa aku masih mencintaimu? Tapi, sekarang aku istri Leo, jadi sudah tidak ada gunanya aku menemuimu. " kata Brigitta dalam hati.

"Kak... " panggilan Febry membawa Brigitta keluar dari lamunannya.

"Hai, kalian dari mana? Kakak kira masih tidur." Brigitta melihat Febry dan Johan baru pulang membawa satu karung singkong.

"Itu bawa singkong juga, dari mana?" Brigitta tersenyum.

"Kami habis jalan-jalan ke kebun-kebun orang, ada yang lagi cabut singkong, pulangnya malah dikasih singkong. " kata Febry.

"Ya sudah, bawa ke dalam sana, bilang sama Bu Lela itu singkong ingin dibuat apa." kata Brigitta. Lalu mereka masuk ke dalam rumah.

****

"Kopinya Sayang. " Brigitta membawakan secangkir kopi untuk Leo.

"Terima kasih Sayang. " Leo sedang memeriksa laporan yang masuk sore itu.

"Kamu masih mengerjakan semua usaha Rico, Sayang?" Brigitta duduk di sebelah Leo, dan memperhatikan laporan pada laptop Leo.

"Iya Sayang. Semua usaha Rico harus tetap jalan, karena biaya perawatan Rico tidak sedikit. " kata Leo prihatin.

"Apa dia masih belum sadar?" tanya Brigitta dengan suara yang bergetar.

Leo menatapnya, namun Brigitta memalingkan wajahnya melihat ke arah lain.

"Iya Sayang. " Leo meletakkan laptop nya di meja, kemudian merangkul Brigitta.

"Mungkin dia menunggu kamu datang." Leo mengecup kepala Brigitta.

Brigitta meletakkan kepala nya di dada Leo, dan mulai menangis. Leo membelainya, dan membiarkan Brigitta menangis.

"Sayang, maafkan aku, karena aku sudah menangisi laki-laki lain di depanmu." kata Brigitta setelah tangisnya mereda.

"Tidak apa-apa Sayang, aku mengerti dengan masalah yang sedang kamu hadapi." Leo menempelkan kepalanya dengan kepala Brigitta sambil membelai kepalanya.

****

"Ya Bu Asih, ada apa?" Leo meletakkan cangkir kopinya. Brigitta yang sedang merapihkan meja makan, memperhatikan Leo.

"Baik, saya akan segera ke sana." kata Leo menutup sambungan telepon.

Brigitta terus menatap Leo, dan duduk di sampingnya.

"Rico kritis, Ta. " Leo meraih tangan Brigitta sambil menghela nafas panjang.

"Boleh aku melihat dia, Sayang?" tanya Brigitta, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Iya Sayang, kebesaran hatimu seperti ini yang aku harapkan. " kata Leo tersenyum.

Kemudian mereka berangkat menuju rumah sakit tempat Rico dirawat.

"Nyonya... " Asih terkejut melihat Brigitta.

"Bu Asih. " Brigitta menyalami Bu Asih.

"Tuan Rico, Nyonya. " Brigitta segera mendekati Rico. Wajah Rico sangat pucat, badannya banyak tersambung selang.

"Pak, ada tamu istimewa menjengukmu." bisik Leo ditelinga Rico.

"Papi.... " bisik Brigitta memanggil Rico.

"Aku disini, Pi. Buka mata Papi, lihat aku, Pi." Brigitta menatap wajah Rico, menunggu responnya. Perlahan Rico membalas genggaman Brigitta, dan mulai membuka matanya.

"Ta, Sayang. " Rico terbata-bata.

"Papi."

"Maafkan Papi, Sayang. " Brigitta menoleh ke arah Leo, dan Leo menganggukkan kepala nya.

"Aku sudah memaafkan Papi. " kata Brigitta.

"Peluk Papi, Sayang. Papi rindu sekali." punya Rico. Kembali Brigitta menoleh ke arah Leo, Leo kembali menganggukkan kepala nya.

"Aku juga rindu sama Papi. " Brigitta memeluk Rico dan mencium pipi nya.

"Jangan tinggalkan Papi lagi, Ta. Papi ga mau kehilangan kamu lagi Sayang. " Rico memeluk Brigitta, dan membelai kepalanya.

"Iya Pi. " jawab Brigitta.

"Sekarang Papi istirahat ya, aku temani Papi di sini. " kata Brigitta.

"Iya Sayang. " Rico memejamkan matanya, namun tangan nya masih menggenggam tangan Brigitta.

Leo mendekatkan bangku ke arah Brigitta, agar Brigitta bisa duduk.

Asih tersenyum lega, melihat Tuannya sudah sadar.

****

"Lelah Sayang?" bisik Leo sambil membelai punggung Brigitta.

Brigitta menggelengkan kepala nya.

"Berbaring di sofa dulu ya. Wajahmu mulai pucat. " kata Leo. Brigitta menganggukkan kepala nya.

Leo merangkul Brigitta, pindah ke sofa.

Dua minggu sudah, Brigitta menemani Rico di rumah sakit. Keadaan Rico berangsur membaik.

"Hai Sayang, " bisik Leo pada Brigitta yang sedang duduk disamping Rico yang sedang tidur.

"Sayang, kamu sudah datang?" Brigitta juga berbisik.

"Apa tadi dokternya sudah datang?" tanya Leo.

"Sudah. Kata dokter, Rico sudah stabil, jadi besok pagi sudah bisa pulang." kata Brigitta.

"Syukurlah, jadi kamu bisa istirahat di rumah." kata Leo.

"Aku bawa makanan, kita makan dulu ya." kata Leo sambil merangkul Brigitta pindah ke sofa, lalu membuka makanan yang dibawanya di atas meja. Lalu mereka makan berdua.

"Kalau Rico sudah pulang, bagaimana Leo?" tanya Brigitta setelah mereka selesai makan.

"Apa aku harus tinggal sama dia?" tanya Brigitta lagi.

"Terserah kamu, kalau kamu merasa perlu tinggal bersama dia, aku ijinkan. Tapi kamu harus ingat, kalau kamu istriku. " Leo mulai khawatir kalau Brigitta akan kembali kepada Rico.

"Tentu Sayang. Aku tidak akan lupakan itu. Terima kasih ya Sayang, kamu sudah mengerti aku. " Brigitta mencium pipi Leo. Leo pun langsung memeluk Brigitta dan mengecup bibirnya sekilas.

****

Mungkinkah Rico dan Brigitta kembali bersama?

Terima kasih ya Sobat yang sedang asyik membaca novel ini...

Ikuti terus ceritanya ya.

Terima kasih juga untuk Sobat yang sudah memberikan LIKE, RATE, VOTE dan KOMENTAR.

Untuk yang belum, jangan lupa LIKE, RATE dan VOTE ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.

TERIMA KASIH

(Sayang selalu - KRIS)

1
💜Lin
lanjut kak...
Supriyani
baru Nemu novel ini jd baru sempt baca 🙏🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
mf thor ru mmpir...ijin nyimak y thor🙏
ibah
aku udah mampir thor
Tara
Kapan yach tamat nya.. Buat penasaran nich.. Semangat kak🤗
Sakya
mampir aah keliatanya seru😁😁
Dsmbr happier
Lanjut terus kak tetap semangat dan jaga kesehatan juga yaa
Terra Chi
BOM Like!
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Angela Jasmine
Ayo lanjuuuttt lagi kakak
Salam dari

Bumi Untuk Raina
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍jempol hadir lagi
Whiteyellow
Aku datang..semangat ya..saling dukung🤗🤩
Bintang kejora
10 like dari jodoh tak terduga. semangat
Martina Alfarizqi
semangat
RRR
semoga aja Brigitta sama Rico,,,
kasian Rico sudah banyak berkorban
Alpri prastuti
Fighting, kak author
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
Lade eunoia
like mendarat, terus semangat up kak 💪
semakin bagus ceritanya 👍 🥰

salam dari ROSE 💜
Dee Arr
semangat kak
Erni II
next
Thrye
dukungan like mendarat lagi kak 😉😉
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!