NovelToon NovelToon
Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Duda / Tamat
Popularitas:741.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Kehidupan seorang pengacara tampan yang sukses dan termuda begitu banyaknya rintangan untuk menghadirkan buah hatinya. Setelah sang istri mengalami keguguran dan hampir meninggal, membuat pria itu trauma untuk memiliki anak lagi.

Dan setelah banyaknya rintangan yang kedua pasangan itu lewati akhirnya Tuhan memberikan buah hati yang tidak terduga. Keluarga Syein begitu lengkap dengan hadirnya penerus keluarga Syein Biglous yang kembar tiga.

Bagaimanakah nasib Jeerewat ketika ia melewati masa-masa kehamilan yang di kelilingi dengan keluarga yang sangat posesif padanya ?

Apakah kehidupan mereka akan tetap bahagia kedepannya atau sebaliknya, silahkan simak cerita ini yah.

Cerita ini adalah lanjutan dari cerita "Istri Seksi Milik Pengacara Tampan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlelap Karena Kekenyangan

Ravindra yang hari itu bersama Sisil di butik tampak sibuk dengan ponselnya. Beberapa kali ia menghubungi pekerja untuk terus memantau perkembangan penjualan di perusahaannya.

Tak lama kemudian matanya tanpa sengaja menatap ke arah ruanga ganti dan ia terdiam sesaat.

Sisil yang berdiri di depannya saat ini benar-benar cantik mengenakan gaun putih layaknya seorang malaikat.

Wanita itu tersenyum menggoyang-goyangkan bawah gaunnya yang tampak mekar itu.

“Rav, bagaimana? Cocok tidak?” seru Sisil yang beberapa kali melambaikan tangannya di depan Ravindra.

“Hah? I-ya cocok sangat cocok.” Jawab Ravindra yang tersadar dari lamunannya.

“Ini suara jantungku? Mengapa begitu kencang?” gumam Ravindra yang benar-benar takjub dengan calon istrinya itu.

Perlahan ia pun melangkah mendekatkan dirinya ke arah Sisil. Matanya tak henti-henti terus memandangi Sisil.

“Ravindra, ada apa?” tanya Sisil gugup melihat reaksi kekasihnya.

Namun pria itu masih enggan menjawab dan ia hanya terus mendekati tubuh Sisil. Tangannya mendekat ke arah wajah Sisil.

“Sempurna.” ucapnya pelan namun masih terdengar di beberapa telinga pekerja di butik itu.

“Kau ini membuatku malu saja.” seru Sisil tertawa dan ingin meninggalkan Ravindra.

“Tunggu dulu.” ucap Ravindra menahan pergelangan tangan Sisil yang ingin berlalu pergi ke ruang ganti.

“Jangan di ganti, kau pakai ini saja sangat cantik.” ucap Ravindra dengan pujiannya.

“Tapi...apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Sisil ragu.

Ravindra menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang berlebihan, ini sangat cocok padamu.” terang Ravindra dan akhirnya Sisil menurut saja. Setelah usai mereka mengurus gaun kini waktunya Ravindra membawa Sisil ke tempat perhiasan.

“Kita kemana, Rav?” tanya Sisil.

“Sudah kau diam saja, nanti juga akan tahu.” jawab Ravindra.

Akhirnya keduanya pun melaju ke tempat yang sudah Ravindra datangi sebelumnya. Beberapa lama setelah itu mobil pun terparkir dengan sempurna.

Ravindra begitu sigap mengajak Sisil keluar dan menggandeng tangan wanitanya ke toko perhiasan.

“Tuan yang waktu itu memesan satu set perhiasan?” tanya seorang pekerja di toko perhiasan itu dengan menghafal sekali wajah Ravindra.

Ravindra tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk pelan saja. Sisil yang mendengar kini menatap wajah Ravindra tak mengerti.

“Kau sudah pernah kesini?” tanyanya penasaran pada Ravindra.

Setelah itu datanglah satu set perhiasan dengan desain yang sangat indah. Kalung, cincin, dan satu pasang anting berlian di desain dengan indah.

Mata Sisil seketika terbelalak tidak percaya saat Ravindra meraih kotak yang tertata rapi perhiasan di dalamnya.

Ravindra meraih jari Sisil untuk memastikan jika pesanannya sudah sesuai dengan ukuran.

“Ah syukurlah semuanya sudah pas.” ucap Ravindra menghela nafasnya legah.

Akhirnya Ravindra segera menyodorkan kartu kreditnya dan setelah itu mereka pun pulang. Ravindra yang menggenggam paper bag itu terlihat sangat hati-hati.

Hingga ia berjalan sangat pelan dan membuat Sisil tertawa.

“Mengapa kau menertawakan ku?” tanya Ravindra setelah di mobil.

“Kau lucu sekali. Apa harus se begitu takutnya berjalan ketika membawa perhiasan?” tanya Sisil.

“Tidak, aku hanya takut jika ada yang rusak di hari pernikahan kita.” tutur Ravindra.

Di perjalanan keduanya pun kembali di kejutkan oleh video yang baru saja di kirim dari Pak Heru.

“Ayah.” Suara Sisil terkejut memutar video di ponsel miliknya.

“Ada apa?” tanya Ravindra penasaran.

“Ini semua perlengkapan nikah kita.” seru Sisil dengan tidak percayanya.

Ravindra yang melihatnya kini menunduk merasa penuh bersalahnya. Sisil yang menyadari tatapan pria di sampingnya seketika meraih tangan Ravindra.

“Ada apa denganmu?” tanga Sisil.

“Aku sungguh tidak enak dengan Ayahmu, aku sebagai menantu yang sama sekali tidak mampu membuat acara untuk anaknya.” tutur Ravindra sedih.

“Hey, Ayah sama sekali tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting bagi Ayah kau akan selalu menyayangiku.” ucap Sisil meyakinkan calon suaminya itu.

Beberapa lama keduanya masih terus berdebat hingga akhirnya Ravindra pun menyetujui ucapan Sisil. Mereka pun menuju ke salah satu make up artis yang berada di Kota itu juga untuk membicarakan tentang pernikahan mendadak mereka.

***

Di tempat lain, Jee dan suster Syanin tampak kelelahan karena makan yang begitu banyak di pinggir jalan. Kali ini Jee benar-benar lupa dengan suaminya yang selalu mengingatkannya untuk tidak sembarang makan.

“Aduh perutku sunggu kekenyangan.” Suara suster Syanin yang tidak lagi canggung dengan Jee.

“Iya, Sus. Perut saya juga terasa sangat kenyang rasanya tidak bisa berdiri. Aduh... ini gara- gara suster nawarin saya terus sih.” ucap Jee yang mengelus lembut perutnya dan sesekali tampak menguap.

“Ayo kita pulang, Nyonya.” ajak suster Syanin menuju mobil dan kedua wanita itu segera menghempaskan pelan tubuhnya di atas kursi mobil.

Pak Deni yang segera membawa kedua wanita itu pulang bisa mengintip dari spion mobil. Jee dan suster Syanin sudah terlelap di belakang sana.

“Astga lucu sekali mereka ini.” gumam Pak Deni yang tertawa melihat tingkah tidur mereka.

Jee tertidur dengan duduk seraya menyandarkan kepalanya di bahu suster Syanin, dan begitu juga sebaliknya.

Semua keluarga sudah sejak tadi menunggu kepulangan dua wanita itu. Dan tidak berapa lama keluarga pun melihat kehadiran mobil yang sudah membawa pergi Jee dan suster Syanin.

“Pak, ada apa dengan mereka?” tanga Nyonya Syein cemas saat melihat Jee dan suster Syanin tak sadarkan diri di belakang.

“Itu Nyonya, mereka hanya tertidur sepertinya kelelahan.” jawab Pak Deni dengan cepat.

Nyonya Syein yang tidak habis fikir melihat kelakuan dua wanita itu akhirnya meminta para pelayan membantunya untuk membopong dua wanita itu masuk ke rumah.

Jee sama sekali enggan bangun dan membuka matanya. Suaranya terus menyebut nama suaminya.

“Awas kalau kau pulang! Akan ku tarik sampai putus telingamu karena sudah tega meninggalkan aku di rumah. Dan kau juga Jac, awas saja jika aku bertemu denganmu! Ku cubit pinggangmu sekalipun kau minta ampun tidak akan ku beri. Karenamu suamiku jadi harus pergi jauh.” gerutu Jee yang di tertawakan beberapa pelayan dan orang tuanya.

“Mah, mengapa menantu kita jadi segalak ini?” seru Tuan Reindra terkekeh hingga menggelengkan kepalanya.

“Entahlah Pah, Mamah juga tidak mengerti. Tanyakan saja pada sahabat Papah.” pintah Nyonya Syein menatap ke arah Tuan Indrawan.

“Yah aku juga tidak tahu, mungkin Jee sedang hamil lagi jadi ia tidak mau jauh dari suaminya.” jelas Tuan Indrawan.

“Papi, Jee itu baru saja melahirkan tidak mungkin jika ia hamil lagi saat ini.” bantah Nyonya Flora pada Tuan Indrawan.

Mereka yang menatap dua wajah wanita itu seperti sedih juga. Tak biasanya memang mereka jauh dari suaminya dan ini pasti akan terasa berat meskipun hanya satu atau dua hari saja.

1
Sunny Kwok
endingnya ga enakin nih nyesel bacanya ms jee nya meninggal sih
Sunny Kwok
Luar biasa
Ary N
w serong cowok dan pya 2 anak
dengerin novel ini aja bisa nangis anjai
sedih banget menusuk hati kepergian jee
ya ampunn
jee
plis bikin prart ke 3 jee
bikin sakit keritis dan sembuh kembali aja
gak rela jee meningal ya tuhan
Fii
hadeuhhh syanin
Fii
apa gpp hamil bsar naik pswat
i grils
kasih season 4 ny donk
•cell09•
.
Asih
itu kan si alfi nya dah mulai bekerja dikantornya dn si alfi menangani kasus ayah dr si putri cantiknya kn pasti ad kelanjutannya thor kok malh berhenti ceritanya menggantung ayo dong dilanjut thor ceritanya kn mash pngen thu kelanjutan ceritanya
mamah destya
trima kasih cerita up lgi
April Ayuogo
alfiiiiiiiiiiiyyy
novi silvia
kecewa banget..gak happy endiiinggg,,kasian alfy..kenapa ceritanya jee meninggal padahl udh dinyatakn sembuh..knp gk ad cerita jee melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang biar.sembuh total dan ttep bahagia sm alfy. episode panjang tapi akhir cerita mengecewakan.
lina 88
lanjut thor jng di gantung ceritany
Christian Langi
Anjing
Dwi Susilawati
ceritax sprti nyata dlm kehidupan bahwa kita manusia hnta bisa berencana smua tergantung di tangan Allah SWT,
N'Dön Jùañ Shakespeare
😭😭😭
Maya Astuti
Bagus mami2😊😊😊😊😊
Maya Astuti
Yah ampun mertua dan bapaknya tega banget ke anaknya mau dikasih Obat tidur 😄😄😄
Maya Astuti
😄😄😄😄😄
Maya Astuti
Jenis kelamin anak2nya apa thor
Maya Astuti
Dara si bukan dengar duku,ini malah marah2😡😡😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!