NovelToon NovelToon
Cinta Terbagi : Istri Kontrak CEO Dingin

Cinta Terbagi : Istri Kontrak CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cacctuisie

“Anda sudah gila?!” Nasya menutup bibirnya menggunakan kedua tangannya.

“Kegilaan yang menguntungkan bukan? Hanya sebatas kontrak saja. Saya tidak akan menggunakan status suami untuk menyentuhmu,” ujar Elgan dan mendekat ke telinga Nasya. “Rasanya tidak sudi juga jika bukan karena terpaksa.” Elgan menjauh setelah berbisik.

Elgan memberikan kartu namanya. Kemudian, dia meninggalkan Nasya yang masih mematung dengan menggenggam pemberiannya tadi. Nasya menggemnya erat, air matanya terus saja mengalir, semakin deras seperti hujan malam ini.

“Kenapa semuanya begitu menyedihkan? Dikhianati pujaan hati yang katanya berjanji akan menikahi dan sekarang apa? Nikah kontrak? Begitu menyakitkan menjadi miskin. Tidak ada pilihan, meski ingin memilih,” batin Nasya meratapi hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisah rumit ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cacctuisie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTIKCD - Titik Terang?

“Aku memang kalah harta, Nasya. Hanya saja, aku akan mengingatkanmu selalu bagaimana kita yang sudah sejauh ini. Kamu gak pantes diberlakukan buruk di keluarga pria yang katanya suamimu ini. Dia hanya memanfaatkanmu. Aku akan tetap memperjuangkanmu bagaimanapun caranya,” ujar Revan menggebu-gebu seakan menantang Elgan.

Sebelum Elgan bertindak lagi. Nasya dengan terpaksa melayangkan tangannya di pipi kanan Revan. Lengkap sudah rasa sakit kedua pipi Revan, meski Nasya tak ada niat untuk melakukannya. Nasya hanya tidak ingin Elgan lebih marah lagi. Revan terkejut dengan tindakan Nasya. Dia tak menyangka jika Nasya akan melakukannya.

“Pergi! Kamu gak tau apa-apa tentang keluargaku. Aku bahagia dengan pasanganku saat ini, Van. Jadi, berhenti bersikap kekanak-kanakan!” tegas Nasya, berharap bisa meruntuhkan pertahanan Revan untuk menghentikan ucapannya dan pergi.

Elgan sudah muak dengan keadaan ini. Menanggapi pria asing di hadapannya yang penuh obsesi tidak akan selesai. Sedangkan, Nasya selalu ingin melindunginya. Elgan bertindak dengan menarik Nasya hingga berbalik ke arahnya. Elgan melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Nasya. Tangan satunya menahan pipi Nasya agar tak bergerak.

Cup! Tepat di bibirnya. Durasinya cukup lama sampai bisa membuat amarah Revan memuncak. Bukan ini yang dia inginkan, tapi Nasya malah memejamkan mata seakan menikmatinya. Kali ini, lebih lama dan dalam. Keduanya seakan terhanyut dalam permainan yang Elgan ciptakan.

“Nasya! Kamu keterlaluan sekali. Ingat kata-kataku, dia hanya akan menjadi sumber luka bagimu!” Revan benar-benar pergi kali ini.

Pipi Nasya memerah, diam beberapa detik sebelum tersadar pada kenyataan yang terjadi. Elgan melepaskan tautannya, memandangi Nasya mematung di tempat beberapa detik. Elgan mengusap bibir Nasya pelan.

“Aku hanya ingin mengusir pria itu. Jika tidak begini, aku akan melakukan hal buruk yang tidak akan kamu sukai. Apalagi, melihatmu yang sangat ingin melindunginya,” ucap Elgan, tapi mengalihkan pandangannya sebelum Nasya tersadar dan menatapnya.

“Ka—kayak gak ada cara lain lagi, Mas,” balas Nasya gugup.

“Gak ada, ini cara paling tepat. Juga sebagai pembuktian ke dia kalau hubungan kita gak seperti yang dia kira. Urusanku sudah selesai, aku akan kembali ke kantor. Aku tidak sengaja mampir, ternyata malah bikin suasana hatiku buruk,” kata Elgan yang sepertinya puas dengan perbuatannya, kemudian meninggalkan Nasya.

“Iya juga, sih. Daripada nanti berantem, tapi bibirku terus ternoda kalau kayak gini terus. Mana ini paling lama dari sebelumnya. Sadar-sadar, Nasya. Jangan sampe bawa perasaan.”

***

“Apa kamu sudah tidur?” tanya Elgan sambil membuka pintu kamar Nasya sedikit.

Nasya memang ingin istirahat lebih awal, rasanya sangat melelahkan. Namun, ketika mendengar suara Elgan. Matanya kembali terbuka, seakan semangat kembali untuk menyambutnya. Nasya membuka selimutnya, melihat ke arah pintu. Elgan tidak berniat masuk.

“Sebentar lagi, Mas. Kenapa?” tanya Nasya penuh harap jika Elgan mau menemaninya meski hanya tidur bersama.

“Ada Iren dan Lala di bawah. Sedang mencarimu, Iren ingin mengobrol berdua. Lala akan aku ajak dulu.” Lala menyembuhkan kepalanya dari belakang Elgan.

Senyuman Lala selalu cerah dan menyenangkannya. Menyapa Nasya tanpa berani melangkah masuk lantaran tidak ada perintah dari Nasya maupun Elgan. Nasya hanya bisa membalas senyuman Lala, kemudian beranjak dari ranjangnya untuk menemui Iren.

“Malam-malam begini habis dari mana, Lala?” tanya Nasya.

“Lala habis pulang dari rumah nenek. Terus senangnya mama ajak Lala ke rumah Om Elgan dan Tante Nasya. Kata mama ada urusan penting dengan Tante Nasya,” jawab Lala.

“Kamu temui Iren, aku akan membawa Lala main ke ruang keluarga. Aku harap tidak ada kegaduhan malam ini. Selesaikan baik-baik jika ada masalah,” ujar Elgan yang kemudian mengajak Lala bersamanya.

Setelah membalas anggukan atas kalimat yang diucapkan Elgan. Nasya segera turun untuk menemui Orang yang menunggu. Awalnya ada ketahuan, tapi Nasya memberanikan diri. Dia tidak bersalah, apa yang perlu ditakutkan?

“Ada urusan mendesak apa yang membuat kamu harus datang di jam malam begini, Iren?” tanya Nasya tanpa basa-basi.

“Aku orangnya tegas dalam bertindak. Dari awal kedatanganmu di keluarga kami, memang tidak mendapat respon baik. Aku tidak akan mengungkit hal ini. Aku hanya mau minta maaf sudah menuduhmu atas pesan masuk ke mama. Ternyata ada orang lain di balik semua itu. Aku terlalu gegabah karena waktu hanya kamu yang tahu,” jelas Iren, tatapannya pun sudah tidak seperti biasanya.

Sejujurnya, saat ini juga Nasya merasa lega. Mendengar bahwa ada orang yang meminta maaf padanya atas tuduhan yang tak dilakukannya. Maaf tersebut pun keluar dari salah satu keluarga Elgan. Nasya sudah cukup senang.

“Aku mengerti kekhawatiran itu. Apalagi, hanya aku yang tahu. Tetapi, bukan tidak mungkin orang yang tidak senang akan melakukannya, kan? Aku maafin kok. Aku tau di posisi kamu itu berat. Terlebih Lala juga ikut terbawa. Sungguh jahat orang itu,” balas Nasya seakan mengerti keadaan yang dialami Iren.

“Oh, iya. Kalau kamu tahu ada orang yang sengaja kirim ke mama. Berarti kamu tau orangnya? Apa kamu udah kasih tahu mama, Ren? Soalnya, semenjak kejadian itu, mama semakin membenciku,” lanjut Nasya yang ingin namanya bersih di hadapan mertua.

Iren tak langsung menjawab. Dia tampak berpikir sejenak. “Maaf, aku gak bisa kasih tahu. Tenang aja, aku akan jelaskan pada mama. Aku juga tidak ingin orang yang tidak bersalah malah disalahkan. Dan mulai saat ini, aku kasih izin kamu jika mau menemui Lala. Akan tetapi, jangan pernah coba-coba memberinya dampak buruk,” jawab Iren.

Nasya masih belum puas dengan jawaban Iren. Meskipun, ada satu kabar baik mengenai dirinya yang sudah diperbolehkan bebas bertemu dengan Lala. Nasya masih ingin tahu, siapa pemilik nomor yang sering kali mengirim pesan untuk menghasut hubungannya dengan keluarga Elgan.

“Makasih udah izinin aku main dengan Lala, tapi aku mau tau juga orang itu, Iren. Bukan hanya kamu, aku juga sering mendapat pesan tersebut yang hujannya mau memprovokasi hubungan aku sama Mas Elgan,” ujar Nasya memohon.

“Boleh aku liat nomor yang kamu maksud?” sahut Iren yang masih menyimpan nomor yang mengirimkan pesan ke mamanya.

Nasya mengangguk. Dia kembali ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengambil ponselnya. Dengan langkah semangat dan penuh harap. Nasya benar-benar ingin tahu dan membuktikan bahwa dibalik semua kejadian ini adalah perbuatan Reina.

“Ini, coba kamu cek dan samakan.” Nasya memberikan ponselnya pada Iren.

“Sebelum aku periksa. Aku mau tahu satu hal. Pernikahan kamu dan Kak Elgan, apa benar tanpa merusak hubungannya dengan Reina sebelumnya? Maksudku, kehadiranmu bukan sebagai pihak ketiga di hubungan mereka?” tanya Iren yang selama ini hanya mendengar cerita sepihak dari Reina mengenai berakhirnya hubungannya dengan Elgan.

“Gak ada hubungannya, Ren. Aku menyukai Nasya saat tidak sengaja makan di tempat dia bekerja dulu, sudah lama dan aku menahan diri, dan aku masih setia dengan Reina yang malah meninggalkanku menikah dengan pria lain. Itu kebenaran mutlak,” celetuk Elgan yang tiba-tiba datang menanggapi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!