[COMPLETE✔️]
•POSESIF I — Chapt 1-100
•POSESIF II — Chapt 101-136
(Start on 11 Nov 2020 - 5 Feb 2021)
•
•
•
•
Berawal dari masalalu orangtua yang berujung pada cinta yang dipenuhi dengan rasa posesif dan obsesi tinggi yang masing-masing Mereka miliki.
Serta lika-liku hubungan yang terjadi antara putra dan putri Mereka di masa depan.
Pahit dan manis menjadi 'bumbu' pelengkap untuk mengiringi kisah Mereka yang terlalu rumit untuk dihadapi.
Lalu, dapatkah Mereka melalui semua rintangan yang akan terjadi?
Dan mampukah kedua keluarga tersebut menemukan kebahagiaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31| PTSD
...CINTA; sebuah perasaan yang menyenangkan ketika dua hati saling memahami dan menyayangi bukan untuk saling MELUKAI...
...[POSESIF - Bee]...
.
.
.
.
••••••
"Baiklah Senora jika itu permintaanmu maka Kau akan mendapatkannya! Akan Ku ceritakan semua tapi tidak disini!"
••••••
Disinilah Carl mengajak Anna untuk bercerita— di balkon kamar Mereka yang pemandangannya langsung terhubung dengan taman yang berada di samping Mansion ini.
Nyatanya meski udara disini cukup dingin tapi jika sebuah pelukan hangat Anna dapatkan dari sang suami, maka udara dingin tersebut akan terasa seperti hembusan angin di musim semi— menyejukkan.
Mereka saling memandang, sebelum akhirnya helaan nafas panjang terdengar dari bibir sang aprodhite.
"Tentang pertunanganku dengan Rachel waktu itu terjadi begitu saja! Kau tahu—" Mulainya.
Mata Mereka beradu pandang, sejenak Carl terhanyut oleh obsidian violet milik istrinya yang begitu teduh dan menenangkan. Pria itu tersenyum lalu melanjutkan ucapannya lagi, "Wanita itu menjadikanmu sebagai senjata untuk mengancamku! Aku tidak ingin melihat Dia melukaimu, Anna."
Sendu. Violet yang tadinya memancarkan binar ketenangan, kini terlihat berkaca-kaca ketika mendengar betapa Carl sangat mencintainya dengan semua rasa khawatir pria itu padanya.
Anna bahkan masih ingat ketika hari dimana Dirinya marah saat Allena mengatakan bahwa Carl menyukainya.
"Tadi Senor Walt menunggumu saat Kau pergi ke Supermarket!"
Mengingat pagi itu Carl datang seorang diri dengan alasan untuk sarapan disana, justru yang terjadi Ia malah melarikan diri melalui pintu yang berada di samping toko dengan alasan; membeli bahan kue yang telah habis.
"Sepertinya Dia menyukaimu, Anna!"
Bahkan Ia terus mengelak ketika sahabatnya mengatakan hal itu padanya dan memilih untuk mengabaikan Allena saat itu.
Tapi sekarang semua berubah. Ketulusan Carl meluluhkan hatinya yang beku. Saat itu Anna hanya terlalu takut untuk jatuh cinta sebab baginya cinta itu hanya delusi.
Tiba-tiba, Carl merasakan kemejanya basah serta genggaman tangan Anna semakin mengerat.
Wanitanya menangis.
Mulai berpikir bahwa Anna sedih mendengarkan ini. Untuk itu Carl bermaksud tidak melanjutkan ceritanya. Dan memaksa Anna untuk mendongak, namun wanita itu menolak dengan gumaman samar; "Saya hanya terharu melihat betapa Anda sangat mencintai Saya, Senor."
Suaranya bergetar, menahan tangisnya sendiri untuk tak terisak atau Ia akan malu ketika Carl mendapati wajahnya yang sudah memerah dengan penuh airmata.
Sedang Carl hampir tertawa mendapati jawaban istrinya yang terdengar sangat menggemaskan di telinganya.
Usapan lembut dari tangan besar suaminya, membuat Anna sedikit lebih tenang. Ia sudah berhenti menangis dan Carl menggunakan kesempatan ini untuk melanjutkan ceritanya.
"Sebenarnya bukan hanya itu yang menjadi pertimbanganku untuk menerimanya lagi Sayang tapi—" Carl menjeda ucapannya, membuat Anna mau tak mau harus mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang suami.
Ada keraguan yang terpancar di obsidian hitam milik Carl. Tapi pria itu sudah berjanji akan menceritakan semua hal tentang Rachel padanya.
Carl menyadari bahwa Anna berhak mengetahui sisi lain dari Rachel agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam rumah tangga Mereka nantinya, untuk itu Ia kembali melanjutkan ucapannya setelah lima menit mengisi keraguan disana— "Dia sakit! Dan Aku tidak bisa menolak keinginannya meskipun Aku tidak mencintainya, tapi Aku tetap menerima ajakannya untuk bertunangan."
Bingung. Kali ini violet Anna meminta sebuah penjelasan.
"Sakit? Apa maksud Anda, Senor?"
"Rachel memiliki catatan rekam medis di Italia. Kondisi mental dan kejiwaannya terganggu akibat insiden enam tahun lalu. Dokter yang menanganinya memberi tahu padaku bahwa Rachel mengalami PTSD. Dia bahkan pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menabrakkan mobil yang Kami berdua kendarai saat itu!"
Pagi itu, hujan deras mengguyur kota Napoli. Bahkan akibat derasnya air hujan, membuat sebagian wilayah di kota itu berkabut dan banyak kendaraan memutuskan untuk berhenti di rest area demi keselamatan Mereka. Tiba-tiba dari arah selatan, terjadi sebuah kecelakaan tunggal yang mana satu diantara ketiga orang yang berada di dalam mobil menghilang entah kemana.
Rachel muda yang kala itu usianya baru menginjak 20 tahun harus merasakan kehilangan ibu serta adik perempuannya yang masih dalam pencarian tim penyelamat. Ia adalah putri sulung dari keluarga Borjuis yang terkenal di daratan Italia; De Aldine.
Tak banyak yang tahu bahwa musibah ini meninggalkan luka yang begitu dalam di hati Rachel.
Ibunya meninggal di tempat kejadian, sedang ayahnya terbaring koma yang entah sampai kapan akan sadar dan yang membuatnya semakin terpukul adalah mengetahui fakta bahwa satu-satunya adik perempuan yang Ia miliki masih tidak di ketahui dimana keberadaannya sekarang.
Satu bulan setelah kecelakaan itu, Rachel menjadi sosok yang pendiam. Ia tak akan bicara pada siapapun termasuk dengan para Maid ataupun orang-orang yang masih bekerja dengannya.
Ia bagaikan 'mayat hidup' setiap harinya.
Dan kala itu Carl datang ke dalam hidupnya.
Pertemuan Mereka tak di sengaja, terjadi juga bukan dalam situasi yang baik. Carl bertemu dengan Rachel saat gadis itu akan melompat dari atas gedung setinggi 15 lantai. Dan Carl yang saat itu kebetulan sedang ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya, bermaksud ingin menerima panggilan telepon sebab kondisi ruangan sedang ramai dan kebetulan, acara yang digelar satu lantai dengan rooftop.
*Dan k**etika Carl membuka pintu betapa terkejutnya Ia saat melihat ke arah pagar besi yang menjadi pembatas rooftop, dengan seorang gadis yang bersiap-siap untuk meloncat ke bawah*.
Ia pun berlari dan segera membawa tubuh gadis itu menjauh dari sana.
"APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriaknya. Tak peduli dengan keadaan gadis itu yang bisa saja terkejut dengan bentakan keras darinya.
Tapi gadis itu diam saja, tubuhnya terkulai lemas di pelukan Carl. Berkali-kali pria itu mencoba menyadarkannya dengan menepuk pelan pipi gadis tersebut namun tak ada respon apapun. Gadis itu tetap diam saja.
Dan Carl berasumsi bahwa gadis ini jatuh pingsan.
Lantas Ia menghubungi Darelano untuk segera menjemputnya di loby hotel.
Tak butuh waktu lama Mereka membawa gadis itu ke rumah sakit.
Entah sebuah kebetulan atau memang takdir Tuhan— Carl membawa gadis ini ke rumah sakit yang sama saat gadis itu melakukan perawatan medis sebelumnya.
"Signorina Al, oh astaga— Apa yang terjadi dengannya, Signor?" Dokter dengan name tag; Evellyn Grace— tersebut merasa terkejut dengan kondisi yang terjadi pada Rachel.
"Gadis ini mencoba untuk bunuh diri dengan melompat dari atas gedung setinggi 15 lantai, Dokter."
Dokter Grace menatap tak percaya namun sedetik kemudian pandangannya berubah menjadi sendu.
Setelah Dokter Grace keluar dari ruang perawatan gadis itu, Carl dengan cepat berdiri dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya hingga membuat gadis itu menjadi frustasi dan memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
"Banyak hal yang sudah terjadi pada Signorina Al. Saya tidak bisa menceritakannya sekarang. Tolong jaga Dia sebentar sementara Saya harus kembali memeriksa dua pasien lainnya. Saya permisi, Signor."
Dan Carl menggangguk ketika Dokter Grace mengatakan hal itu, tak menyadari jika seseorang yang baru saja Ia selamatkan hidupnya adalah seseorang yang baru Ia kenal beberapa jam lalu.
••••••
-PTSD (n); Post Traumatic Stress Disorder— muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang di cintai atau bencana alam
tetep semangat ya othor,..
cinta pak bos hadir lagi..
Semangat kak💪
like..like..like..
mampir yuk