NovelToon NovelToon
ASI untuk Pewaris Haram

ASI untuk Pewaris Haram

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Ibu susu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: N A R I

Diusir keluarga karena hamil di luar nikah dan ditinggalkan pria yang menghamilinya, Kemala bertahan hanya demi satu alasan, yaitu bayinya.

Namun dua hari setelah melahirkan, putranya menghilang tanpa jejak.

Takdir mempertemukannya dengan Bastian Rothmere, pewaris keluarga konglomerat yang sedang putus asa mencari ibu susu bagi seorang bayi yang kehilangan ibu kandungnya.

Sebagai imbalan, Bastian berjanji membantu mencari putra Kemala yang hilang.

Namun tinggal di kediaman Rothmere justru menyeret Kemala ke dalam perang dingin keluarga kaya raya. Terutama ketika istri sah Bastian terang-terangan menolak keberadaan sang bayi pewaris.

Di tengah rahasia, ambisi, dan perebutan kekuasaan yang semakin berbahaya, Kemala mulai menyadari bahwa hilangnya putranya mungkin bukan sekadar kebetulan.

Hingga suatu malam, Bastian menghantam meja rapat dan berkata dengan suara dingin,

“Siapa pun yang berani menyentuh pewaris Rothmere atau anak Kemala, akan kubuat menyesal telah dilahirkan!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N A R I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Anak yang Ditemukan

"Aku sudah menemukannya, Kemala."

Air mata langsung mengaburkan pandangan Kemala. Tangan wanita desa itu gemetar hebat. Pandangan Kemala terpaku pada bayi laki-laki yang tertidur di dalam stroller. Bayi dengan wajah kecil, tubuh mungil, seusia dengan Nathan dan hanya dengan melihatnya saja, dada Kemala terasa sesak.

"Ini Arkana," suara Clarissa terdengar begitu yakin.

Begitu tenang. Namun Kemala tak langsung bergerak. Wanita sederhana itu hanya menatap bayi itu sangat lama. Seolah takut jika berkedip, semua itu akan menghilang.

"Arkana …." Nama itu keluar seperti bisikan dari mulut Kemala.

Nama yang selama berbulan-bulan hanya hidup dalam doa dan tangis wanita desa itu. Nama yang bahkan belum pernah benar-benar Kemala panggil kepada pemiliknya. Nathan mengeluarkan suara kecil di dekapan wanita desa itu. Suara itu membuat Kemala tersadar. Dengan gerakan cepat, wanita sederhana itu membawa Nathan ke boks bayinya terlebih dahulu.

"M-maaf, Nathan."

Kemala membaringkan bayi itu dengan hati-hati ke dalam boks. Lalu kembali menoleh ke arah stroller. Kaki wanita itu terasa lemas. Setiap langkah terasa berat. Saat akhirnya sampai di depan stroller, lutut Kemala perlahan jatuh menyentuh lantai. Kemala tersimpuh dan tangis yang selama ini tertahan pecah begitu saja.

"Kemala ...." suara Clarissa terdengar lembut.

Namun Kemala tak mendengarnya. Mata wanita sederhana itu hanya tertuju pada bayi itu. Tangan Kemala terulur perlahan. Jemari Kemala menyentuh pipi mungil bayi tersebut. Terasa begitu hangat dan nyata. Kemala yakin bahwa itu bukan mimpi, tangis Kemala semakin pecah.

"Anakku …."

Air mata terus jatuh tanpa bisa dihentikan. Dengan hati-hati, Kemala mengangkat bayi itu dari dalam stroller. Tubuh kecil itu langsung berada dalam pelukan wanita desa itu. Kemala memeluk bayi itu sangat erat. Seolah takut kehilangan lagi.

Namun beberapa detik kemudian. Tangisan nyaring tiba-tiba memenuhi ruangan. Bayi itu menangis. Suara yang diciptakan bayi sekecil itu terdengar keras. Tubuh kecilnya meronta.

Kemala membeku. "A-Arkana ...."

Tangisan justru semakin keras. Kemala panik dan mencoba mengayun perlahan. Kemala menepuk punggung kecil itu. Wanita itu berusaha membujuk dengan suara lirih. Namun bayi tersebut tak juga tenang.

Clarissa segera berdiri. "Mungkin dia belum mengenalimu."

Kemala menoleh. Wajahnya masih dipenuhi air mata. "Aku ...."

"Kalian sudah lama terpisah." Clarissa tersenyum menenangkan. "Itu wajar."

Namun ada sesuatu dalam hati Kemala yang terasa ganjil. Perasaan yang tak bisa dijelaskan. Bukan karena bayi itu, melainkan karena dirinya sendiri. Kemala sangat ingin percaya. Namun mengapa hati Kemala tak langsung yakin? Seolah ada bagian dari diri Kemala yang masih mencari sesuatu.

Melihat keraguan itu, Clarissa segera mengeluarkan ponselnya. "Aku tahu kamu akan sulit percaya."

Clarissa membuka sebuah foto lalu menunjukkannya kepada Kemala. Foto USG, sebuah foto yang pernah Kemala kirim kepada Clarissa beberapa hari lalu.

"Kau ingat ini?" tanya Clarissa sambil memperbesar gambar di ponselnya.

Kemala mengangguk pelan. "Itu foto Arkana."

"Nah." Clarissa mendekat. "Lihat baik-baik."

Wanita itu mulai menunjuk bagian-bagian tertentu.

"Bentuk wajahnya." Clarissa langsung memperbesar gambar itu ke bagian wajah.

"Hidungnya," lanjut Clarissa sambil menunjuk bagian hidung di gambar tersebut.

"Garis dagunya." Clarissa kembali meyakinkan Kemala.

Kemala mencoba memperhatikan. Namun semakin lama melihat. Semakin kabur pandangan wanita desa itu karena air mata.

"Memang masih sulit dilihat," kata Clarissa. "Tapi bayi sering berubah setelah lahir."

Kemala hanya diam. Bayi itu masih menangis. Akhirnya Kemala duduk lalu membuka sedikit pakaiannya. Refleks seorang ibu mengambil alih. Kemala menyusui bayi tersebut. Tangisan perlahan mereda. Ruangan menjadi lebih tenang.

Namun ketenangan itu tak benar-benar sampai ke hati wanita sederhana itu. Kemala terus memandangi wajah bayi itu. Wanita itu mencari, mengingat, dan mencocokkan. Namun tak menemukan jawaban yang benar-benar membuat Kemala yakin.

Waktu berlalu tanpa terasa. Sore mulai berubah menjadi senja. Nathan sudah beberapa kali tidur dan bangun kembali. Clarissa tetap berada di sana. Wanita elegan itu tetap berbicara, tetap menjelaskan, dan tetap meyakinkan.

Sedangkan Kemala lebih banyak diam. Setiap kali menatap bayi yang disebut Arkana itu. Dada wanita sederhana itu selalu bergetar. Namun bersamaan dengan itu. Pertanyaan-pertanyaan lain juga terus muncul. Bagaimana Clarissa menemukan Arkana? Di mana Arkana selama ini? Siapa yang merawat anak semata wayang Kemala itu? Kenapa Clarissa begitu mudah menemukan Arkana?

Semua pertanyaan itu berputar di kepala wanita sederhana itu. Tetapi setiap kali melihat wajah bayi itu. Keberanian Kemala menghilang. Kemala begitu takut mendengar jawaban yang salah.

Di ruangan lain, Madam Eleanora baru saja kembali ke kediaman. Wanita tua itu berjalan menuju ruang pribadinya. Seperti biasa, sebelum melakukan apa pun, Madam Eleanora membuka tablet dan mengakses CCTV ruang Nathan. Kebiasaan penguasa Kediaman Rothmere sejak Nathan dibawa masuk oleh Madam.

Namun baru beberapa detik melihat layar, kening Madam langsung berkerut.

"Itu siapa?" Madam Eleanora memperbesar tampilan layar.

Nathan terlihat ada di sana. Begitu juga ibu susu penerus Rothmere, Kemala juga ada. Tampak satu wanita yang juga dikenali oleh Madam, Clarissa. Namun selain Clarissa yang tak biasa terlihat di kediaman utama, terlihat kejanggalan yang langsung mengganggu Madam Eleanora, seorang bayi selain Nathan.

Tongkat Madam mengetuk lantai dengan keras. Tanpa menunggu lebih lama. Wanita tua itu langsung berbalik menuju ruang Nathan.

Di saat yang hampir bersamaan. Bastian baru tiba di kediaman. Hari yang panjang membuat kepala pria dengan setelan jas lengkap itu terasa berat. Namun langkah Bastian terhenti ketika melihat ibunya berjalan cepat di koridor.

"Mama?"

Madam tak berhenti. "Ada bayi lain di ruang Nathan."

Bastian langsung mengernyit. "Apa?"

"Ayo." Madam terus berjalan menuju ruangan Nathan.

Mereka berjalan bersamaan. Semakin dekat ke ruang Nathan, semakin besar rasa tak nyaman yang muncul di hati Bastian. Perkataan ibunya dan raut wajah Madam Eleanora yang begitu Bastian kenali memberikan kepastian bahwa ada sesuatu yang salah.

Pintu ruang Nathan terbuka. Kemala langsung berdiri dan Clarissa menoleh ke arah pintu. Madam dan Bastian masuk bersamaan. Keduanya langsung terpaku. Nathan berada di boks, sedangkan dalam pelukan Kemala ada bayi laki-laki yang sama sekali tak mereka kenal.

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Sama sekali tak ada yang berbicara. Sampai suara langkah tergesa terdengar dari belakang. Raline muncul masih mengenakan pakaian acara sosialitanya. Begitu melihat situasi di dalam ruangan. Mata wanita dengan pakaian serba mewah itu langsung membelalak.

"Apa lagi ini?" tanya Raline dengan intonasi tingginya.

Tak ada yang menjawab. Lalu suara Raline meledak.

"Bayi mana lagi yang dimasukkan ke kediaman ini?!" hardik wanita itu sambil menunjuk ke arah Kemala.

Semua orang tersentak. Nathan bahkan ikut terkejut dan mulai merengek. Raline menunjuk ke arah bayi dalam gendongan Kemala.

"Sudah satu hama masuk ke rumah ini!" teriak Raline begitu penuh amarah sambil berjalan memasuki ruangan. "Sekarang tambah satu lagi?!"

"Raline," suara Madam terdengar dingin.

Namun wanita itu sudah terlanjur marah. Madam mengabaikan menantunya itu.

Tatapan Raline beralih kepada Clarissa. "Siapa bayi itu?"

Clarissa tersenyum tipis lalu menjawab dengan tenang. "Arkana."

Ruangan langsung membeku. Anak panah seolah berhenti bergerak. Bahkan napas semua orang terasa tertahan.

"Arkana?" ulang Bastian.

"Anak Kemala," jawab Clarissa.

Wajah Bastian benar-benar menunjukkan keterkejutan. Karena selama ini, semua sumber daya yang pria itu kerahkan belum menemukan hasil apa pun. Sedangkan Clarissa, tiba-tiba datang membawa bayi.

"Aku ingin penjelasan," suara Bastian berubah dingin.

Clarissa sama sekali tak terlihat gugup. Wanita elegan itu mulai menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan informasi dari jaringan bisnis cabang. Bagaimana salah satu orang lapangan mengenali kasus bayi hilang. Bagaimana pencarian itu akhirnya mengarah kepada bayi tersebut.

Penjelasan Clarissa terdengar sangat masuk akal. Namun bagi Bastian penjelasan tersebut justru terlalu masuk akal. Madam Eleanora hanya diam. Sedangkan Bastian semakin lama justru semakin tak nyaman.

Karena seluruh cerita dari Clarissa itu, sangat tak cocok dengan laporan pencarian Bastian sendiri. Seolah ada dua cerita berbeda yang berjalan bersamaan. Dan hanya salah satunya yang benar.

Saat itulah Raline kembali maju. "Aku tidak peduli bayi siapa itu!"

Raline mendekat ke arah Clarissa dan menghardiknya. "Kalian hanya menambah masalah!"

"Kediaman ini bukan panti asuhan!" lanjut Raline menunjuk bayi yang berada dalam dekapan Kemala.

Clarissa bahkan tak melirik wanita yang berpakaian sosialita itu. Sikap Clarissa membuat Raline semakin kesal. Sedangkan Kemala masih berusaha menenangkan bayi dalam pelukannya. Tangisan kecil itu kembali muncul. Bastian menatap bayi tersebut sangat lama. Lalu kembali menoleh kepada Clarissa.

"Kau yakin ini anak Kemala?" tanya Bastian dengan tatapan tajamnya.

Clarissa tak langsung menjawab. Sebaliknya, wanita elegan itu tersenyum. Senyum yang membuat Bastian semakin waspada. Kemudian wanita itu menoleh ke arah Kemala.

"Kemala," panggil Clarissa singkat.

Kemala mengangkat wajah. Mata wanita desa itu masih merah karena menangis. Clarissa berbicara dengan sangat lembut.

"Tujuanmu datang ke Jakarta adalah mencari Arkana, bukan?" tanya Clarissa dengan wajah sedikit tersenyum.

Kemala mengangguk pelan.

"Kalau begitu ..." Clarissa tersenyum. "Karena Arkana sudah ditemukan. Artinya kau akan kembali ke kampung halamanmu, bukan?"

Sontak pertanyaan Clarissa kepada Kemala menimbulkan keheningan dalam. Namun, dalam keheningan itu yang bereaksi bukan Kemala atas pertanyaan Clarissa. Melainkan Raline. Amarah di wajah nyonya Rothmere itu perlahan mereda. Raline baru menyadari sesuatu. Namun sebelum wanita dengan pakaian mewah itu sempat berkata apa pun. Suara lain terdengar lebih dulu.

"Apa maksudmu?" Bastian melangkah maju.

Tatapan pria itu menjadi sangat tajam. Hampir bersamaan, tongkat Madam menghantam lantai. Wanita tua itu menatap Clarissa tanpa berkedip yang membuat suasana ruangan itu berubah menjadi sangat berbahaya.

"Jelaskan maksudmu!"

1
Apita BalqisNabillah
jangan sampai ketipu kemala siapa tau anak yng dibawa clarissa bukan arkana anakmu melainkan anak orang yng diambil dari panti asuhan.....jangan sampai nathan celaka gegara kamu lengah kemala...
Apita BalqisNabillah
waduh apa tujuan si clarissa mendekati kemala apa mau dijadikan tumbal
N A R I: waduh serem banget 😢
total 1 replies
Syifa Rufaidah
kerennn
N A R I: terima kasih kak 😍
total 1 replies
Alia Chans
cerita nya ser😣
Like+ bunga🌹 , semangat thor ✍️






kalo berkenan mampir juga y😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!