NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Isi Box

Ceklek!

Tutup box makanan itu terbuka lebar.

Senyum penuh kemenangan di wajah Nadine seketika lenyap. Matanya melotot menatap isi di dalam box tersebut. Alih-alih menu legendaris beraroma sedap yang digadang-gadang sebagai resep andalan Xena, penglihatan Nadine justru disambut oleh gumpalan makanan yang sudah berubah warna, berlendir, dan ditumbuhi bintik-bintik jamur putih keabu-abuan di beberapa sisinya.

Seketika itu juga aroma busuk menyergap.

"Ugh!" Nadine spontan membekap mulut dan hidungnya dengan telapak tangan. Rasa mual yang teramat sangat langsung bergejolak di ulu hatinya.

"Gila! Parah banget ini! Dia sengaja mau meracuni Mas Reyhan? Atau dia sengaja mau ngerjain aku? Gak mungkin, dia kan gak tahu kalau box ini bakalan dikasih ke aku."

Nadine bergegas meraih ponselnya, lalu memfoto isi box untuk dilaporkan kepada Reyhan.

Bzzzt... Bzzzt...

Reyhan melirik layar sekilas dan melihat nama Nadine berkedip di sana. Reyhan mengernyitkan dahi. Mengapa wanita itu menelepon di jam kerja seperti ini? Bukankah tadi mereka baru saja berpisah?

Reyhan menolak panggilan tersebut dan langsung mengetik pesan singkat.

Reyhan: Ada apa, Ndin? Aku sedang rapat besar antar divisi. Jangan telepon dulu.

Detik berikutnya, sebuah pesan masuk dari Nadine lengkap dengan lampiran gambar.

Nadine: Mas, lihat ini. Ini adalah isi box bekal darimu.

Reyhan segera membuka lampiran foto yang dikirimkan oleh Nadine. Mata Reyhan membelalak seketika di balik meja rapat. Di dalam foto itu terlihat jelas makanan yang sudah berjamur dan membusuk di dalam wadah plastik miliknya.

Kenapa Xena memasukkan makanan basi untuk bekalku? Apakah Xena sengaja? Apa dia sudah tahu tentang kami?

Reyhan sudah hampir mengetik balasan. Namun tepat sebelum jarinya menekan tombol kirim, logika pria itu mendadak bekerja seperti alarm.

Tunggu, ini baru jam sembilan pagi. Ini bukan jam istirahat makan siang. Kalau aku protes sekarang ke Xena atau bertanya terlalu spesifik, dari mana aku bisa tahu kalau isi box itu makan basi.

Jika ia bertindak gegabah, kedoknya dan Nadine bisa hancur berantakan pagi ini juga. Dengan berat hati Reyhan memutuskan untuk menahan diri dan mengurungkan niatnya untuk menanyakan hal itu sampai jam istirahat makan siang tiba, di mana ia bisa berpura-pura baru saja membuka bekal tersebut di kantor.

...***...

Sementara itu di rumah.

Xena justru hampir terkikik geli menahan tawa. Ia membayangkan bagaimana ekspresi wajah Nadine saat membuka box makanan tersebut. Tentu saja itu bukan ketidaksengajaan. Xena sudah tahh watak suaminya, dan ia juga tahu trik murahan Nadine yang berpura-pura ke warung padahal menyelinap ke mobil Reyhan.

Box yang dibawanya tadi adalah wadah berisi sisa makanan yang sengaja tidak dicuci. Xena meraih ponselnya sendiri. Ia mengetik sebuah pesan pendek untuk suaminya.

Xena: Ya ampun, Rey...Maaf banget ya. Aku baru sadar pas lagi beres-beres dapur tadi. Box yang aku masukkan ke tas bekalmu tadi ternyata salah ambil. Itu box bekas makanan dua hari lalu yang belum sempat aku bersihkan. Wadah yang isinya menu resep andalanku yang baru matang ternyata masih ketinggalan di atas meja konter dapur. Aduh, maaf ya Sayang, jangan dimakan ya kalau nanti kamu buka di kantor. Buang saja.

Pesan itu masuk ke ponsel Reyhan hanya berselang beberapa menit setelah pesan dari Nadine. Membaca pesan dari istri pertamanya, kecurigaan Reyhan yang sempat memuncak seketika melorot.

Oh, jadi Xena cuma salah ambil box, batin Reyhan, benar-benar mempercayai kepolosan istrinya tanpa curiga sedikit pun.

Reyhan pun segera membalas pesan Xena dengan cepat.

Reyhan: Oh, begitu ya Sayang. Iya tidak apa-apa, kok. Namanya juga buru-buru tadi pagi. Nanti box-nya biar aku buang saja di tempat sampah kantor. Kamu jangan merasa bersalah ya, Sayang. Gak apa-apa.

Setelah membalas pesan Xena, Reyhan mengirim pesan singkat kepada Nadine, menyuruh istri keduanya itu untuk membuang wadah tersebut dan bercerita tentang alasan Xena.

Nadine yang menerima balasan tidak memuaskan dari Reyhan langsung memberengut masam.

"Sialan. Malah aku yang kena zonk." umpat Nadine melempar box ke tempat sampah di dapur dengan kasar.

Nadine kemudian berjalan kembali ke ruang tengah dengan pikirannya kesal, dan seketika perhatiannya langsung teralih begitu melihat eksistensi Xena.

"Ndin...kepalaku mendadak pusing banget dari tadi. Efek kurang tidur mengurus Aksara semalaman, ditambah tadi buru-buru masak."

"Mbak Xena sakit? Terus itu mau ke mana bawa tas besar begitu?"

"Ini, aku mau ke kamar mandi belakang yang dekat ruang jemuran. Mau merendam baju-baju kotornya Aksara yang numpuk dari kemarin. Sekalian aku mau menyendiri sebentar di kamar belakang, mau tiduran di kasur lantai sana biar gak keganggu. Soalnya kalau di kamar utama, Aksara suka sensitif sama suara sekecil apa pun."

"Ndin, tolong banget ya. Aku mau istirahat di belakang kira-kira sampai siang nanti. Tolong jangan ganggu aku dulu, ya? Jangan ketuk pintu kamar belakang atau panggil-panggil aku dulu kalau gak darurat banget. Kepala aku beneran mau pecah rasanya. Oh iya, Aksara sudah tidur pulas di kamarku. Di dalam kamar juga sudah ada Bu Ratna, bidan pensiunan tetangga sebelah yang sengaja aku minta tolong buat nemenin Aksara sementara aku istirahat. Jadi kamu gak usah repot-repot ngecek ke kamar juga, biar Bu Ratna yang urus."

Nadine yang mendengar rentetan penjelasan Xena langsung tersenyum sinis di dalam hati. Baguslah kalau dia sakit dan mengurung diri di belakang. Rumah ini jadi serasa milikku sendiri, batin Nadine bersorak kegirangan.

"Oh, iya Mbak Xena. Siap. Istirahat saja yang tenang di belakang, gak bakal aku ganggu kok. Biar aku yang jaga area depan sini,"

"Oh iya, belanja keperluan acara gimana ya?" Acara tasyakuran, Reyhan sudah ambil keputusan untuk diadakan sesuai usul ibunya.

"Biar aku saja mbak yang menyiapkan."

"Oh gitu. Nemang gak ngerepotin kamu?"

"Nggak kok mbak. Mbak Xena istirahat saja. Biar cepet fit kembali. Atau mau berobat?"

"Makasih ya, Ndin, gausah. Aku perlu istirahat aja." lalu Xena melanjutkan langkahnya ke arah koridor belakang hingga sosoknya benar-benar tidak terlihat lagi.

Di dalam kamar mandi belakang, Xena dengan gerakan sekilat kilat membuka tas kain besarnya. Di dalamnya sama sekali bukan berisi baju kotor, tapi setelan blazer kerja yang modis, sepatu hak tinggi, dan alat rias lengkap miliknya. Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Xena berhasil menyulap penampilannya menjadi sangat anggun dan profesional.

Setelah memastikan penampilannya, Xena mengintip sedikit melalui celah pintu belakang. Sebuah taksi daring yang sudah ia pesan sejak tadi ternyata sudah menunggu tepat di luar pagar gang samping.

Nadine di ruang tengah sama sekali tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah mengecek ke area belakang sesuai janjinya, bahwa istri pertama yang dikira sedang meringkuk sakit di kasur lantai, kini tengah melenggang pergi dengan taksi menuju gedung pertemuan rapat.

Bersambung.

1
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
MULIANA 💦
dan aksara juga bukan anak nadine. pantas bisa haheho ketika masih hitungan hari nifas /Facepalm/
MULIANA 💦
maksudnya? sama-sama mandul? 🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!