NovelToon NovelToon
Aku Pergi Mas

Aku Pergi Mas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Tamat
Popularitas:107.4k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Ani, seorang istri yang selama ini menganggap pernikahannya bahagia dan harmonis, tanpa sengaja menemukan ponsel suaminya, Dimas, yang tertinggal di rumah saat ia pergi bekerja. Rasa penasaran dan firasat buruk mendorongnya membuka kunci layar dan membaca isi pesan di dalamnya.

Hatinya hancur lebur saat menemukan rangkaian percakapan mesra, janji temu, dan ungkapan kasih sayang yang Dimas kirimkan kepada seorang wanita lain bernama Rina, rekan kerjanya sendiri. Di sana tertulis jelas bahwa hubungan itu sudah berlangsung berbulan-bulan, bahkan Dimas sering menjelek-jelekkan Ani dan kehidupan rumah tangga mereka di depan wanita itu, seolah-olah ia hidup dalam penderitaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pagi itu, cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah tirai jendela besar di kamar Ani, menyinari seluruh ruangan dengan kehangatan yang lembut. Burung-burung berkicau riang di luar, seolah ikut bernyanyi menyambut hari baru yang cerah. Ani terbangun bukan karena bunyi alarm atau rasa terburu-buru seperti biasanya, melainkan karena rasa damai dan bahagia yang memenuhi hatinya.

Ia bangkit dari tempat tidur dengan senyum yang mengembang di bibir, meregangkan tubuhnya pelan sambil menghirup udara dalam-dalam. Rasanya, paru-parunya terasa segar sekali, seolah semua beban, rasa sakit, dan kekhawatiran yang membelenggunya selama bertahun-tahun telah lenyap sepenuhnya.

Hari ini berbeda. Bukan hanya karena langitnya biru bersih tanpa awan mendung, tapi karena hati Ani kini telah benar-benar bersih dan bebas. Semua urusan dengan masa lalu, semua masalah dengan Dimas dan Rina, semuanya sudah selesai dengan kemenangan kebenaran. Ia sudah tidak perlu lagi menoleh ke belakang, tidak perlu lagi takut atau cemas akan ancaman apa pun. Hari ini, ia melangkah dengan bekal kepercayaan diri yang utuh, kekuatan hati yang kokoh, dan semangat baru yang berkobar lebih besar dari sebelumnya.

Di ruang makan, Bu Asri dan Pak Harun sudah menyiapkan sarapan sederhana namun penuh kasih sayang. Melihat putri tunggalnya keluar dari kamar dengan penampilan yang begitu mempesona rambutnya disisir rapi, pakaian kerjanya bersih dan pas di badan, serta wajahnya yang bersinar cerah keduanya saling pandang dan tersenyum lega. Ani yang sekarang berdiri di hadapan mereka, adalah versi terbaik dari putri mereka, wanita yang telah ditempa rasa sakit dan keluar sebagai pemenang.

"Wah, pagi ini cantik sekali putri Ayah," sapa Pak Harun ramah, sambil menuangkan air hangat ke gelas. Matanya menatap Ani penuh rasa bangga. "Lihatlah itu matanya, bersinar sekali. Ada apa nih? Rasanya semangatmu hari ini sampai terasa ke seluruh ruangan ini."

Ani tertawa kecil, suara renyahnya mengisi ruangan. Ia berjalan mendekat dan mencium tangan kedua orang tuanya dengan penuh hormat sebelum duduk di kursi makan.

"Ayah bisa saja," jawab Ani sambil tersenyum lebar, mengaduk teh manis di hadapannya. "Memang sih, rasanya hari ini beda sekali, Yah. Seperti ada beban berat yang diangkat dari pundakku. Dulu, setiap mau berangkat kerja, hati ini selalu ada saja rasa cemas, rasa was-was, takut ada hal buruk yang terjadi, takut bertemu orang yang tidak diinginkan. Tapi hari ini... rasanya lega sekali, Bu, Yah. Hati ini damai. Rasanya semua pintu kebahagiaan terbuka lebar di depan mata."

Bu Asri mengangguk sambil meletakkan sepotong roti di piring Ani, tangannya mengusap pelan lengan putrinya.

"Itu tandanya hatimu sudah bersih, Nak. Sudah tidak ada lagi rasa sakit hati, rasa dendam, atau rasa takut yang tersisa. Kamu sudah ikhlas melepaskan semuanya, dan Tuhan pun membukakan jalan yang lapang buat kamu. Ibu lihat, langkahmu hari ini ringan sekali. Tidak ada lagi beban masa lalu yang mengikutimu."

"Betul sekali kata Ibu," sahut Ani antusias, matanya berkilat cerah. Ia memakan sarapannya dengan lahap, semangatnya benar-benar terlihat jelas. "Dulu aku sempat berpikir, kenapa sih hidup ini keras sekali sama aku? Kenapa aku harus bertemu orang-orang yang menyakiti, yang licik, yang tidak punya hati? Tapi setelah kejadian kemarin, setelah semuanya terbongkar dan selesai... aku baru sadar, semua itu ternyata pelajaran buat aku, Bu. Pelajaran yang sangat mahal, tapi sangat berharga."

Ani berhenti sejenak menelan makanannya, lalu menatap kedua orang tuanya dengan pandangan yang dalam dan bijak, jauh melebihi usianya.

"Aku jadi ingat kata-kata Ayah dulu, bahwa emas harus dibakar dulu supaya bersih dan berkilau. Ternyata benar, Yah. Dimas, Rina, semua kesusahan, semua penghinaan, semua fitnah itu... itulah apinya. Aku hampir meleleh dan hancur karenanya, tapi ternyata aku bertahan, aku sabar, aku jujur... dan akhirnya, aku keluar dari semua itu bukan lagi sebagai besi yang kusam, tapi sebagai emas yang berharga. Sekarang, tidak ada lagi yang bisa merendahkanku. Tidak ada lagi yang bisa membuatku merasa rendah atau tidak berharga. Aku tahu siapa diriku, aku tahu kemampuanku, dan aku tahu harga diriku."

Pak Harun tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan putrinya yang begitu dewasa. Ia memegang tangan Ani di atas meja.

"Kamu hebat, Nak. Sungguh hebat. Banyak orang yang kalau disakiti, hatinya jadi keras dan jahat. Banyak orang yang kalau diinjak-injak, dia malah ikut menginjak orang lain supaya merasa tinggi. Tapi kamu tidak. Kamu tetap baik, kamu tetap jujur, kamu tetap sabar, tapi kamu juga berani membela diri. Itu sifat yang langka sekali. Itulah sebabnya kamu menang. Itulah sebabnya kamu bahagia."

"Iya, Bu," sambung Ani, menoleh ke arah ibunya. "Dulu aku pikir, kemenangan itu artinya aku harus membalas mereka, aku harus membuat mereka menderita sama seperti aku. Tapi ternyata tidak. Kemenangan yang sejati itu... adalah saat aku bisa bahagia, bisa sukses, bisa tenang, sementara mereka sibuk menyakiti diri mereka sendiri dengan kebencian dan dosa-dosa mereka. Kemenangan sejati itu saat aku bisa melihat mereka jatuh, tapi hatiku tidak bergembira karena kejatuhan orang lain, melainkan hanya merasa kasihan dan berdoa semoga mereka sadar."

Bu Asri mengusap sudut matanya yang sedikit basah, hatinya penuh rasa syukur yang tak terhingga.

"Alhamdulillah... Ibu bersyukur sekali kamu punya pemikiran begitu, Nak. Kamu benar-benar sudah jadi wanita yang hebat. Ibu tidak perlu khawatir lagi sama kamu. Kamu sudah punya kompas yang benar di hatimu sendiri. Nah, karena semangatmu sudah setinggi langit itu, berangkatlah sekarang. Kerjakan tugasmu dengan sebaik-baiknya. Buktiakan lagi dan lagi, bahwa kepercayaan Pak Damar dan rekan-rekan kerjamu itu tidak salah. Teruslah bersinar, Nak. Jadilah cahaya buat orang-orang di sekitarmu."

Ani segera menghabiskan sarapannya, lalu bangkit berdiri dengan sigap. Ia mengambil tas kerjanya yang rapi, lalu berdiri di depan cermin sejenak, merapikan sedikit penampilannya. Di cermin itu, ia tidak lagi melihat wajah wanita yang takut-takut, yang penuh keraguan. Ia melihat Ani yang baru: tegas, lembut, cerdas, dan berani.

"Ayah, Ibu... saya berangkat ya," pamit Ani sambil kembali mencium tangan kedua orang tuanya. "Doakan saya ya, semoga hari ini lancar, semoga saya bisa berguna buat perusahaan, dan semoga saya bisa terus menjaga sikap dan hati ini tetap bersih."

"Pasti kami doakan selalu, Nak. Hati-hati di jalan ya. Nikmati setiap langkah kakimu hari ini," ucap Pak Harun sambil mengusap puncak kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.

Dengan langkah yang ringan dan tegap, Ani melangkah keluar dari apartemennya. Udara pagi yang sejuk langsung menyapa wajahnya, membuatnya menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan rasa syukur. Jalanan kota yang biasanya terasa bising dan melelahkan, hari ini terasa hidup dan indah. Semua yang dilihat Ani terasa indah: pohon-pohon yang rimbun, orang-orang yang berlalu-lalang, kendaraan yang bergerak... semuanya terasa seperti bagian dari keindahan hidup yang kini bisa ia nikmati sepenuhnya.

Bersambung,,,

1
Ririn
semangat kak
Yunita Asep
/Rose//Rose//Rose/
Surati Surati: 💪💪💞💞💞 lanjuty thoorr
total 1 replies
Yunita Asep
nama sahabat Ani, kok sama dngn nama si pelakor si thorr selingkuhan Dimas...
Yunita Asep
lanjuut.,
Yunita Asep
pelakor.. pasti ad..
Yunita Asep
lanjutkan...
Yunita Asep
yaa kasiaan deh Dimas kena karma tu...
Surati Surati: iya kasihan jg sih....apalagi adik dan ibunya dimas yg baru merintis usaha warung makan kecil"lan moga""ada jalan solusi yg baik buat kedua belah pihak amiinn....
total 1 replies
Yunita Asep
lanjut..
Yuni Ngsih
semangat Ani jangan kalah ,dengan kemampuanmu yg hebat itu pasti berhasil biarkan si Dimas jadi salting dengan kemapuannya dasar Mokindo .....maju trs Ani ....Author mksh ceritramu bgs jd ku yg baca asyik nih ....ok
Yunita Asep
Arga kan dah tau, kalo ortunya Ani mau pulang.!
Yunita Asep
Arga y...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
lanjut thorr...
Yuni Ngsih
Authooooor duh ku bcnya ngenes banget suami Ani berpikiran picik tentang istrinya suami mokondo gitu Ani buang & jauhi nanti jg akan berasa oleh suamimu klw kamu tinggalkan ...dasar Dholim ...eheheh ku ko ngeyel ya pdhal itu cuma ceritra ya...jd Thor ceritramu bgs bangeeeet ...ok
Yunita Asep
jangn Si Rina aj yg menderita thorr... kasih juga tu si suami luknutt... Dimas...!!
Surati Surati: q s 7 thorr berikan jg hukuman yg berat buat dimas ....biar imbas sama”kena karma tunaii dari othorr🤣
total 1 replies
Yunita Asep
udah pastilah hamil, mereka sering berdua, sejak dulu, ih berzina, jjikk amat y...
Yunita Asep
syukurin lu Rina, suami orang lu hembat, skrng hamil.. ihh.. zina jjik.. amat azab tu..
Surati Surati: iiiihhh jinik banget aq thoorr.....bodoh amet lah sama rina....yg penting bahagiakan ani ya thoorrr ,dan smoga doa"kita fi ijabah othorr buat ani bahagia sama arga....lanjuuttt
total 1 replies
Yunita Asep
allaaah.. pura2... ampe rumah, kebayang truss... ya kan thorr
Yunita Asep
udah sama Ani aj, Arga... ccokk...
Surati Surati: iya arga sama ani aj cocok bangett loo.....ayo thorr ketukkan pintu hati arga agar terbuka buat ani dan bucin kan arga sama ani yaa.....💪💪💪👍👍👍💓💓💓💓💐💐💐
total 1 replies
Yunita Asep
jodoh spertinya y thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!