Bintang Laurencia adalah seorang gadis yang sangat cantik lebih tepatnya sempurna.
Terlahir dengan keajaiban diluar nalar, dia dilahirkan di dalam mobil pada malam hari saat bulan purnama tepat bersama bintang jatuh bahkan kedua cahayanya menyatu menyinari tubuhnya dan membuat tubuhnya pun ikut bersinar, tak lama kemudian terdapat tanda bintang di bagian atas dada kanannya. Disitulah awal keajaiban yang dimilikinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syira Faozi Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Markas Dangerous Stars.
Bintang dan para sahabatnya sudah samapai dimarkas. Bintang berjalan ke salah satu ruangan pribadinya bersama sahabatnya.
"By, ada yang nantangin kamu balap malam ini loh." Ucap Farisa.
"Siapa?" Tanya Bintang.
"Entahlah, kak Fredy bilang seorang Ceo perusahaan ternama dinegara C." Jawab Farisa.
"Lumayan By 500 jt." Timpal Gracia.
"Woow fantastis ..." Celetuk Ihsyani.
"Hmmm menarik." Gumam Bintang tampak berpikir.
"Gracia, kau bilanglah pada Nando untuk mengurus nanti malam. Dan keluarkan mobil andalanku." Titah Bintang.
"Okey.." Gracia langsung keluar dari ruangan.
"Sya, Ris... aku keluar dulu." Ucap Bintang lagi.
"Oke By." Jawab Ihsyani dan Risa bersamaan.
Bintang mengambil cadar dalam laci dan memakainya, lalu keluar menemui Angel dan Boy .
"Angel, dimana Boy?" Tanya Bintang.
"Di ruang tahanan Queen." Jawab Angel tegas.
"Hmmm bagaimana tugas yang kuberikan?" Tanya Bintang lagi.
"Beres Queen." Jawab Angel.
"Bagus. Kembalilah dengan tugasmu, aku akan menemui Boy." Ucap Bintang kemudian pergi dan berjalan menyusuri lorong keruang bawah tanah.
Terlihat Boy sedang mengecek para tahanan.
"Queen ..." Sapa Boy.
"Hmm bagaimana Boy?" tanya Bintang.
"Ikutlah denganku Queen." Boy mengajak Bintang.
Mereka berjalan kearah sel yang berisi empat orang pria sekaligus.
" Aku hanya meminta satu, tapi kau memberiku bonus Boy." Ucap Bintang santai sambil menatap para tahanan itu.
"Karena mereka semua sangat terlibat dalam kekejaman itu." Jawab Boy tanpa ragu.
"Hmmm." Bintang menganggukkan kepalanya mengerti.
"Kau jangan lupa beri makan dan minum mereka. Aku akan membiarkan mereka menghirup udara banyak dulu. Jangan melakukan tindakan apapun, karena itu bagianku dan Kak Sean!" Tegas Bintang.
"Baik Queen." Jawab Boy tidak kalah tegas.
"Apa Jimmi sudah memberi kabar baik?" Tanya Bintang.
"Anak buah Tuan Sean sudah berhasil, mereka sudah berada diperjalanan penerbangan." Jawab Boy lagi.
"Apa Queen tidak ingin bermain-main dengan mereka dulu?" Tanya Boy hati-hati.
"Tidak Boy, hari ini mungkin keberuntungan mereka. Aku harus menyiapkan tubuhku untuk nanti malam dan tidak ada waktu dengan mereka." Ujar Bintang.
"Queen benar-benar akan turun kejalan lagi?" Tanya Boy.
"Hmmm, aku penasaran dengan orang yang menantangku. Firasatku mengatakan akan ada kejutan untukku." Jawab Bintang.
"Semangat Queen.." Ucap Boy menyemangati.
"Tentu Boy." Bintang menyeringai.
" Aku kembali dulu." Ucap Bintang lagi.
"Baik Queen." Boy menundukkan kepalanya
Bintang kembali ke ruangannya. Kemudian mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Sean .
📨
"Kak Sean hari ini aku akan pulang terlambat. Jangan khawatir aku bersama sahabat-sahabatku."
"Pasti setelah ini akan ada Bom panggillan dan Bom pesan, aku matikan saja lah." Gumam Bintang sambil tersenyum.
Setelah pesannya terkirim, Bintang langsung mematikan ponselnya.
Kediaman Padilla.
Hari sudah malam, penghuni rumah belum tertidur karena menunggu kepulangan Bintang.
Sean sibuk mondar-mandir dengan ponselnya. Jo yang sibuk dengan laptopnya. Sedangkan Joi yang asik sendiri dengan televisi dan cemilannya.
"Ck Sean, kau jangan seperti setrikaan! Aku semakin pusing saja melihatmu." Seru Jo memijit pelipisnya namun Sean tak menghiraukan.
"Apa belum ada kabar?" Tanya Joi, dan Sean menggeleng.
"Apa kita perlu mencarinya?" Tanya Joi lagi.
"Kita tunggu sebentar lagi!" Jawab Sean.
Bintang sudah berada dijalan menuju arena balap bersama ketiga sahabatnya. Mereka berjoged seraya meliuk-liukkan badannya mengikuti irama lagu didalam mobil Bintang.
"By kau serius kan?" Tanya Farisa.
"Hmm tentu saja, aku ingin mengasah kemampuanku lagi." Jawab Bintang.
"Kau pasti berhasil By." Sahut Ihsyani dari kursi belakang.
"Apa kita masih jauh dari lokasi Graci?" Tanya Bintang.
"Tidak By, sebentar lagi kau lurus saja lalu ambil kanan dan setelah itu sampai." Jawab Gracia.
Bintang dan sahabatnya sudah sampai ditempat arena balap, lalu segera turun.
"Wow rame banget By, ada anak motor juga." Ucap Ihsyani terkagum.
"Dimana dia?" Tanya Bintang menghampiri Nando.
"Belum datang By." Ujar Nando sambil memberikan kunci mobil andalan yang Bintang minta dan Bintang menerimanya.
"Hai By, sudah lama aku tidak melihatmu. Kemana saja kau?" Tanya Fredy yang berada disamping Nando.
"Aku habis liburan diNegara luar." Jawab Bintang asal.
"Ck pantas saja. Waktunya masih agak lama By, kau tidak ingin mencoba rutenya dulu?" Tanya Fredy.
"Tidak perlu! Feelingku selalu benar Fred." Tolak Bintang.
Brumm Bruummm
Mobil lawan sudah datang dan langsung mensejajarkan mobilnya dengan mobil Bintang membuat Bintang tersenyum penuh arti.
"Sudah datang By, masuklah ke mobil." Ujar Nando.
Bintang melangkah membuka pintu mobilnya lalu masuk.
Bintang dengan lawannya sudah bersiap dan Fredy sudah berdiri di depan di tengah-tengah mobil Bintang dan lawannya sambil membawa Bendera.
3 .... 2..... 1.....
Bendera terlempar ke atas.
Wuuuuussss ....
Mobil Bintang melaju kencang dan memimpin.
"Com on man kejar aku!" Ucap Bintang tersenyum penuh arti.
Kini mobil mereka sejajar, dan saling membuka kaca mobil. Mereka sesekali saling melihat dan lawan itu tersenyum.
"Astaga.. kenapa mirip sekali dengan Kak Ricko?" Tanya Bintang begumam dengan diri sendiri.
Keterkejutan Bintang membuat dirinya lengah, hingga kali ini lawan berhasil memimpin.
Mendekati tikungan terakhir, Bintang mencari celah untuk menyalip. Bintang sedikit menyerempet mobil lawan untuk mendapat celah, sehingga mobil mereka kini kembali sejajar.
"Sial, berani banget gadis itu." Ucapnya sambil tersenyum.
Mereka kembali membuka kaca mobil. Bintang menjulurkan lidahnya dan mengedipkan satu matanya, lalu menambah kecepatan mobilnya sehingga kembali memimpin.
"Bisa-bisanya dalam posisi seperti ini dia menggodaku." Ucapnya geleng-geleng kepala.
Finis sudah didepan mata dan Bintang masih memimpin.
"Ah 500jt." Ucap Bintang dengan mata yang langsung berbinar.
Wuuuuuuusss
Bintang memenangkan balapan itu.
Bintang keluar dari mobil disambut ketiga sahabatnya.
"Wooow By kau memang terbaik." Ucap Ihsyani mengacungkan jempol.
"500 jt By, party ..." ujar Gracia.
Bintang hanya tersenyum menikmati kemenangannya.
Seorang pria mendekati Bintang
"Hai adik kecil, kau hebat sekali." Ucapnya dengan tersenyum menggoda.
"Hah. Kak Ricko kau disini?" Tanya Bintang.
"Aku disini dari sebelum kau datang Baby .." Jawab Ricko.
Lawan Bintang turun dari mobil dan menghampiri Bintang yang sedang mengobrol dengan Ricko.
"Selamat telah mengalahkanku." Ucapnya mengulurkan tangan.
Bintang menerima uluran tangannya.
Ricko dan lawan Bintang saling bertatap tajam.
"Reynand Delindra." Ucapnya terseyum.
"Baby ...." Balas Bintang.
"Cih kau juga sudah tau semuanya, pakai pura-pura segala. dasar licik!" Umpat Bintang dalam hati.
"Apa kau tidak rindu dengan Kakakmu ini Ricko?" Tanya Reynand namun Ricko tidak menjawab.
Ricko menarik tangan Bintang lalu membawanya pergi .
"Nando kau urus semuanya!" Teriak Bintang melangkah pergi bersama Ricko.
Ricko membawa Bintang untuk naik ke Motornya lalu pergi.
Ricko dan Bintang sampai diapartemen Ricko.
Kini mereka duduk di sofa ruang tamu.
Kediaman Padilla.
Sean masih tidak bisa diam menunggu Bintang pulang.
"Ini sudah mau larut malam tapi Bintang belum pulang juga, kemana dia." Ucap Sean.
"Lebih baik kita susul saja Bintang sekarang." Saran Joi.
"Kau benar Joi , kita harus mencarinya." Ucap Sean.
"Pergi dengan mobilku saja, aku tau dimana Bintang berada karena aku memasang gps diponselnya." Timpal Jo.
"Ish kenapa kau tidak bilang dari tadi!" Gerutu Joi.
"Aku tidak menyangka denganmu Jo, kau memang cerdas, ayo!" Sean keluar diikuti Jo dan Joi.
ini udh ganti tahun loh kak.
certny menarik syng kalo berhenti ditengah jalan.
semangat terus Thor...