NovelToon NovelToon
Hanya Seorang Figuran

Hanya Seorang Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: XoLyn

Renazia Putri Maharaja, adalah salah satu orang yang beruntung di dunia. Selain pintar dan cantik, wanita yang baru saja menginjak umur 27 tahun itu, juga memiliki keluarga yang sangat sayang padanya, serta teman yang banyak.

Ditambah dengan kesuksesannya di dunia desainer, membuat orang-orang iri padanya.

Namun, semuanya hilang dalam semalam, ketika Rena tiba-tiba terbangun di tempat yang asing dengan tubuh yang berbeda, dengan nasib yang berbeda juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XoLyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

duapuluhtiga

"Tante Adel?"

Adelaide dengan Rena sontak menoleh ke arah Daniel yang baru datang. Pria itu berkunjung ke mansion Moretti karna, merasa bosan di apartemennya. Namun, dia tidak menyangka akan bertemu dengan saudara perempuan dari ayah Daniel.

"Oh, Daniel? Kapan kamu ke Indonesia? Kok, tidak kasih kabar ke tante?"

Daniel melangkah mendekati mereka. Dia menyalimi tangan Adelaide. "Kemarin, Tante. Aku pikir, kak Dante sudah kasih tau," jawabnya sambil duduk di samping Adelaide.

Adelaide mendengus. "Kamu tau, sendiri bagaimana anak itu."

Daniel hanya tersenyum. Dia tidak ingin, terlalu terlibat dengan urusan keluarga kakak sepupunya. Daniel beralih menatap Rena yang terlihat tegang, namun sepertinya Rena berusaha menyembunyikannya dengan bersikap biasa saja.

"Hai, kak Rena," sapanya.

Rena mengangkat kedua sudut bibirnya. "Hai, juga. Kamu sudah sarapan?"

"Sudah, Kak."

Adelaide mengangkat salah satu alisnya menatap Rena dengan Daniel secara bergantian. "Ternyata, kalian sudah akrab, yah?"

"Yah, bagaimanapun juga, kak Rena sekarang merupakan bagian dari keluarga ini, Tante," jawab Daniel.

"Hm, begitu yah." Adelaide mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tapi, tante rasa, tidak akan bertahan lama."

Suasana di ruang tamu itu berubah canggung. Daniel menatap Rena yang menundukkan kepalanya, lalu menatap Adelaide. "Tante, tidak boleh berbicara seperti itu. Kita'kan tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Siapa tau, pernikahan kak Dante dengan kak Rena akan bertahan lama."

"Iyalah." Adelaide bangkit berdiri. "Tante, mau pulang." Wanita itu beralih menatap Rena. "Rena, baik-baik di sini. Semoga betah," ucapnya sambil tersenyum miring.

Rena terdiam sejenak. Dia tau, jika mama mertuanya itu sedang mengejeknya. "Iya, Ma."

Adelaide berbalik, meninggalkan Daniel dengan Rena. Begitu, Adelaide menghilang dari pandangan mereka, Daniel beralih menatap Rena.

"Kak, jangan dimasukkan ke dalam hati, perkataan tante Adel tadi."

Rena tersenyum. "Tidak kok. Lagian, aku juga merasa, pernikahan ini tidak akan bertahan lama." Rena tau itu, dan dia juga berharap hal itu akan terjadi. Karna, Rena tidak ingin terlibat terus dengan Dante.

Daniel menggelengkan kepalanya. "Jangan pesimis dulu, Kak."

"Daniel, kamu tau, pernikahan kami terjadi karna, utang papa aku. Jujur saja, aku tidak ingin bertahan lama dalam pernikahan ini. Aku ingin menjalani kehidupan pernikahan dengan orang yang aku cintai. Jadi, jangan berharap banyak. Karna, baik aku dan Dante, kami tidak pernah menginginkan penikahan ini. Maaf, aku mau ke kamar."

"Iya, kak."

Wanita itu langsung beranjak meninggalkan Daniel. Sedangkan, Daniel hanya menatap punggung Rena hingga menghilang dari pandangannya.

Daniel menghela napas panjang, lalu melangkah menuju belakang mansion. Kakinya melangkah menuju bangunan di mana bahan makanan di simpan.

Salah satu pengawal yang sudah di tambahkan, mendekatinya. "Selamat pagi, Tuan Daniel."

"Pagi. Bagaimana?"

"Seperti perintah Tuan, saya menyebar tim saya, dan supir yang akan membawa bahan makanan sudah saya ganti."

Daniel mengangguk puas. "Bagus. Seperti kata kak Dante, keamanan mansion harus diperketat." Daniel berbalik, menatap bangunan mansion utama, "terutama, di dekat nyonya rumah ini. Tanpa harus ketahuan."

"Baik, Tuan."

...

El memasuki ruangan di mana dia dan beberapa bawahannya, menyelidiki dan mencaritau siapa yang mencuri buku hitam milik majikannya.

"Katanya, kamu dapat petunjuk," ucapnya langsung pada salah satu anak buahnya yang dia perintahkan untuk menyelidiki Julian dan Vendra. Setelah, dia mengantar William tadi pagi, dia tiba-tiba mendapatkan laporan dari anak buahnya, sehingga dengan segera dia berangkat menuju tempat itu.

"Iya, Pak El. Saya sudah menyelidiki keduanya. Vendra sedang berada dirawat di rumah sakit, tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari dia. Sedangkan, Julian... dia baru pulang dari luar negeri dan bertemu dengan Daniel." Anak buah El itu menyerahkan beberapa lembar foto yang dia dapatkan sewaktu mengikuti Julian ke luar negeri.

"Hm, tidak ada yang mencurigakan," ucap El, sembari menatap anak buahnya dengan tatapan tidak puas. Karna, EL sudah berharap ada petunjuk.

"Benar, Pak. Tidak ada yang mencurigakan. Tapi, tidak mungkin, bapak melupakan kalo Daniel adalah pemilik dari perusahaan keamanan yang cukup terkenal di luar negeri?"

El terdiam. Dia merasa, dia melewatikan sesuatu. Siapa yang tidak kenal Daniel Bharastara. DI usianya yang masih muda, dia berhasil membangun perusahaan yang bergerak di bidang jasa keamanan dan banyak perusahaan lain yang menggunakan jasa dari perusahaannya.

Walaupun begitu, Daniel sendiri tidak pernah dikawal dengan anak buahnya. Hal ini, membuat orang lain leluasa mengintainya. Namun, belum ada berhasil menyentuh Daniel.

"Dan, setelah Julian balik ke Indonesia, Daniel juga ikut balik," lanjut anak buah El.

"Terus, sekarang dia di mana?"

"Di mansion Moretti. Orang kita tidak bisa masuk ke dalam area Moretti."

El menghela napas, dia tampak berpikir bagaimana dia bisa mendapatkan bukti yang lebih kuat lagi jika, Julian adalah orang yang mencuri buku hitam milik majikannya.

"Pastikan dulu, jangan ada pergerakan dari orang kita. Dan, tetap pantau dia. Kita butuh bukti yang lebih kuat lagi."

...

Helaan napas panjang terdengar dari Dante, begitu Enzo habis memberitahunya soal kedatangan William. Ingin sekali, Dante menyuruh William untuk pergi dari kantornya, tapi dia sadar, jika dia melakukan itu, William akan semakin mengejarnya.

"Biarkan dia masuk."

Enzo menundukkan badannya, dan kembali keluar dari ruang kerja Dante. Tidak lama, pintu kembali terbuka dan menampakkan William dalam balutan kemeja batiknya.

"Hai, Dante," sapanya dengan nada riang, sedangkan Dante hanya menganggukkan kepalanya.

Tanpa dipersilakan, William duduk di sofa dan, membuka beberapa toples cemilan. "Aku dengar, adik sepupumu pulang ke Indonesia."

"Iya," jawab Dante seadanya, yang membuat William terkekeh.

"Aku ingin bertemu dengannya." Permintaan William sontak membuat Dante mengernyitkan keningnya. "Untuk apa, Pak?"

"Aku hanya ingin bertemu dengannya. Sudah lama, tidak bertemu dengannya. Memangnya salah?"

"Tidak, hanya saja, belum ada waktu yang tepat. Daniel masih sibuk dengan kepindahannya kali ini." Daniel memang berencana pindah ke Indonesia, dan dia sudah membicarakannya dengan Dante. Untungnya, Dante bisa memberikan ijin dengan beberapa syarat.

"Baiklah, kalo udah ada waktu, tolong kabari."

"Iya, Kak Kov."

Tiba-tiba, suasana menjadi hening. William menatap lurus ke arah Dante. "Dante, kamu tau'kan? Aku sangat mempercayaimu?"

Entah mengapa, Dante tiba-tiba merasa firasat buruk. Dia menelan ludahnya, lalu mengeluarkan kata." Iya, aku tau."

William mengangkat kedua sudut bibirnya. "Baguslah." Pria itu bangkit berdiri. "Aku tidak ingin kehilangan rekan kerja yang sangat kompeten seperti, kamu."

Dante hanya tersenyum tipis, menanggapinya.

"Ngomong-ngomong,..." William mengeluarkan ponselnya dan, menunjukan sesuatu pada Dante. "Apa kamu dekat dengan mertuamu?"

Pertanyaan William membuat Dante mengernyitkan keningnya. "Tidak juga."

"Oh seperti itu. Aku kira, kamu dekat dengannya."

"Kenapa memang?"

William tersenyum. "Aku hanya penasaran saja."

Dante hanya diam, menatap William yang masih tersenyum padanya. Perasaan Dante semakin tidak enak. Dia merasa, bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

...bersambung

1
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
lanjut, thor, makin penasaran/Determined/
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
wih, banyak rahasia ternyata/Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!