Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌
Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ardi menemani Amelia.
Selama Amelia dirawat Ardiansyah selalu menjenguk nya. ia sering membawa buah, atau makanan sehat lainnya.
Hari ini keluarga alexio datang menjenguk Amelia. mereka mengucapkan banyak banyak terima kasih, bahkan Freya begitu mengidolakan Amelia.
namun hanya hanya alexio disana yang berwajah masam.
Mereka hanya sebentar dan segera berpamitan.
dan hanya tertinggal sean dan Ardi di sana.
"ngapain elo di sini lagi!" " eneg banget gue lihat muka elo....!"
triak amelia, pada ardi.
"adik elo galak bener!" makan nya apa sih dia sean?"
"gue makan orang puas elo.....!
mending elo cabut, sebelum elo yang gue makan!"
Sela Amelia.
"bau dong" di makan lia!" abang rela lo.
goda Ardiansyah,yang membuat wajah Amelia seperti hendak memakan orang beneran.
buk.....buk....buk........
Amelia dengan semangat memukuli Ardi dengan bantal rumahsakit.
Sedangkan Ardiansyah tertawa lepas melihat Amelia yang semakin uring uringan dibuat nya.
Sean hanya geleng geleng,melihat kelakuan dua manusia ini.
Sean yang hari ini ada kegiatan kuliah, yang tidak bisa di tinggal kan. akhir nya menitipkan Amelia pada Ardiansyah karena orang tua nya juga baru saja pulang, setelah beberapa hari menginap di rumah sakit.
Padahal, sebenarnya Amelia sudah minta pulang. dari hari pertama ia masuk rumah sakit. tapi permintaan nya tentu di tolak mentah-mentah oleh semua orang.
"gue bosen disini,mana dua cecunguk itu kok belum muncul muncul.....!"
keluh Amelia, frustasi.
"mau gue antarin jalan jalan?
kata,Ardiansyah menawarkan.
"gak usah!" yang ada elo anterin gue ke surga lagi."
kata Amelia,sinis.
Ardiansyah menghela napas lelah, sulit sekali menghadapi gadis satu ini.
Jalan jalan di sekitar rumah sakit aja gimana?
tawar Ardi lagi dengan sabar.
"ngapain sih elo di sini muluk? Bosen gue lihat nya.
keluh Amelia.
"lihat wajah ganteng gini kok bosen sih?
goda ardi
"cih..... dasar narsis!" bahkan elo gak sebanding dengan dilan wong atau vin zang, tapi berani ngaku ganteng.
cibir Amelia..
"siapa mereka?
"aktor yang sering elo lihat itu di drama?
gue rasa sih, masih ganteng ngan gue lah.
kata Ardiansyah lagi. Sambil menaik turun kan alis matanya mengoda Amelia.
Seru sekali ternyata menggoda ratu pemarah satu ini
membuat Ardiansyah ingin terus menggodanya.
"gue mau kabur aja dari rumah sakit ini. tapi elo dian ya jangan sampai orang tua gue tau,gue bisa mati bosen di sini."
pinta Amelia.
Ardiansyah seolah sedang berfikir.
"oke......tapi......ada syarat nya......!
"apaan syarat nya?
"Cium gue dulu."
iseng Ardiansyah.
Brak......duk.......
Amelia menendang perut Ardiansyah dan menyikut punggung nya dengan kencang.
"Nih cium ......enak kan perut elo kena cium ama kaki gue.
kata Amelia emosi.
Ardi meringkuk menahan perutnya yang nyeri akibat tendangan Amelia,
"dasar antagonis gila.....!"
seru Amelia lirih hingga Ardiansyah tidak mendengar nya.
Ardiansyah menemani Amelia kabur dari rumah sakit. dan kini mereka tengah duduk di sebuah restoran hot pot.
Tentu saja ini permintaan dari Amelia.tapi yang lebih gila Ardiansyah menuruti nya.
Amelia begitu antusias menakan makan berkuah pedas tersebut.
Ia makan dengan lahap dan tidak memperdulikan keberadaan Ardiansyah sama sekali.
"ternyata semakin diperhatikan gadis ini begitu imut.
lucu sekali melihat mulut kecil nya yang melahap begitu banyak makanan sekaligus membuat kedua pipi nya mengembung seperti hamster.
ternyata dia begitu bahagia hanya dengan makanan.
Rasanya jadi pengen cium."
Kata hati ardi yang semakin ngelantur, sampai jakunnya ikut naik turun memandang bibir mungil Amelia.
setelah selesai makan ardi mengantar Amelia kembali ke rumah sakit. sebelum ketahuan sean. bisa di hajar dia.
Sepulang dari rumah sakit. Ardiansyah ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu tentang shofia.
ardi menyamar sebagai tukang bersih-bersih sekolah.
menggunakan topeng muka silikon, yang menyerupai wajah tukang bersih-bersih di sekolah permata buana.
Tukang bersih-bersih yang asli sedangkan di bius oleh ardi dan di amankan.
Kebetulan, ia melihat Shofi yang tengah bersama laki laki di belakang sekolah.
Ardi mengeryit dalam. melihat pemandangan itu. kenapa shofia berada di halaman belakang? dan seperti nya lelaki itu. bukan lah pria yang sama dengan yang di pesta jenni.
Untuk lebih memastikan. Ardiansyah sengaja lebih mendekat. ia bersembunyi di balik tembok di belakang mereka berdua.
"ada apa kok kak boby ajak shofi kesini?
tanya Sofia dengan suara lembut.
"Sofia sebenarnya......gue suka sama elo." shofia.....meski kita belum lama kenal." "tapi kelembutan mu, kecantikan mu membuat ku sulit untuk berpaling.
kata Bobby sambil memegang kedua tangan shofia dengan lembut.
"gue......tau.....elo udah ada alexio, tapi perasaan ini gak bisa gue kontrol.
kata Bobby lagi sambil membelai punggung tangan shofia.
Shofia yang mendapat kan pernyataan cinta yang mendadak itu. begitu terkejut,namun juga ada kebahagiaan tersendiri di hati shofia.
Apalagi, Bobby ini juga termasuk lumayan tampan. meski tak setampan alexio ,sean apalagi Ardiansyah.
Namun masih lumayan kok dan yang paling penting.
belakangan ini, juga Bobby begitu perhatian dengan nya. Mengajak nya belanja, nonton dan memanjakan nya dengan berbagai kado.
tak seperti alexio ,yang kaku.
Bobby sering mengirimkan pesan dengan obrolan yang ringan. mengirim kan coklat, dan bunga hampir setiap hari ke apartemen nya.
apalagi Bobby ini dari keluarga William yang terkenal itu.
bahkan keluarga nya lebih kaya dari alexio.
bagaimana mungkin shofia bisa menolak nya, rugi dong.
"sebenarnya shofia juga nyaman sama kak Bobby." tapi shofia sudah ada kak Alexio.
"maafkan shofia ya?
kata shofia manja sambil bergelayutan di lengan Bobby.
Bahkan Ardiansyah yang mengintip dari balik tembok pun. entah kenapa merasa jijik dengan tingkah shofia.
"gue gak papa kok shofia.jika harus jadi orang ke tiga, di antara kalian. yang penting kamu bahagia. dan gue bisa tetap bersama kamu.
Rayu Bobby, sambil membelai mesra rambut shofia.
"Jika kak Bobby ingin begitu." shofia juga tidak keberatan. Mulai sekarang kita menjalin hubungan diam diam di belakang alexio."
kata shofia, tersenyum manis.
Bobby membalas ucapan Sofia dengan kecupan ringan di bibir tipis shofia.
dan lebih gila nya shofia membalas ciuman dari Bobby.
Akhirnya lumat,melumat antara keduanya tidak terhentikan. dan semakin panas saja.
Ardiansyah yang menyaksikan itu. hampir tidak percaya. bahwa yang ia lihat adalah teman masa kecilnya yang polos dan lugu itu.
atau seperti kata Amelia dan sean, bahwa dia sudah terlebih dulu di butakan dengan cinta.
hingga tidak mampu melihat wajah asli shofia.
Ardiansyah merasa begitu jijik. pernah mencintai gadis murahan, seperti shofia. tak hanya memberikan harapan palsu pada nya, bahkan sekarang dia menyelingkuhi alexio. dengan adik tiri nya yang begitu ardi benci.
Alexio yang malang.pikir Ardi.
Mulai sekarang Ardiansyah bertekad. untuk tidak lagi mau berurusan kembali dengan shofia.
Ardiansyah segera pergi, namun tak sengaja Ardiansyah menginjak kaleng minuman. dan menimbulkan suara yang lumayan nyaring.
Membuat kedua pasangan selingkuh itu, menghentikan aksi menjijikkan nya.
Dan segera menghampiri tembok di belakang mereka.
Untung nya Ardiansyah dengan lincah,ardi segera pergi dan melompat ke luar pagar sekolah. dan meninggalkan tempat itu tanpa ketahuan.
Sofia dan Bobby yang tidak menemukan siapa siapa disana segera merasa hawatir.
dan dengan cepat,meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kantin.
Di kantin, semua murid sedang makan siang. ruangan kantin begitu penuh. dan di sebuah meja yang berisikan Bella, alexio,leo dan rian yang sudah menunggu dirinya.
"maaf ya.... kalian nunggu lama ya?
tanya shofia lembut.
"enggak juga, kenapa lama di kamar mandinya shofi?
"apa ada yang ganggu kamu?
Tanya Bella pura pura perhatian.
"hik.....hik.....tadi shofia gak sengaja berpapasan dengan jenny dan Aurora......
kata shofia ambigu.
"mereka ganggu in kamu lagi?
tanya alexio dengan marah.
"eh....eng.... enggak kok kak"
elak shofia, sambil memegang tangan alexio yang sudah berdiri hendak mencari jenny.
Hallo hallo raider, akhirnya author bisa update lagi cerita ini.
ada yang kangen gak,sama cerita ini?
Semoga suka