NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Berbaikan / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadisti

Amelia menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya, namun laki-laki tersebut justru sangat membencinya, setiap hari Amelia selalu di perlakukan kasar, bahkan ia sering di tuduh sebagai pembunuh kekasih suaminya.

Adrian Aditama laki-laki tampan yang tak lain adalah suami Amelia, ia sangat membenci gadis itu, dan ia selalu menyalahkan Amelia sebagai pembunuh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka? simak terus ceritanya, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di bawah, dan berikan dukungan kalian ya dengan cara vote sebanyak_banyaknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari tau keberadaannya

Thailand

Vino sudah berada di negara Thailand, kemudian ia memutuskan untuk membawa Amelia ke Apartemennya.

Vino memutuskan untuk merawat Amelia di apartemen miliknya, ia pun mencari dokter yang hebat untuk menangani Amelia, dokter tersebut, adalah dokter yang dulu menangani dirinya saat pengobatan.

Vino meletakan Amelia di tempat tidurnya, semua alat yang di perlukan pun sudah berada di apartemennya, begitu pula dengan dokter yang menangani Amelia.

"Vino apa kamu yakin, untuk merawatnya disini?" Tanya dokter tersebut, dengan bahasanya.( Anggap aja percakapan mereka menggunakan bahasa Thai ya😁)

"Ada apa?"

"Tidak apa_apa, aku cuma menanyakannya saja."

"Kalau begitu, kamu tidak perlu banyak tanya, berikan pengobatan yang terbaik untuk dirinya."

"Ok baiklah, kamu selalu saja bersikap dingin."

Vino tidak menanggapi ucapan dokter tersebut, ia memilih untuk meninggalkannya ke kamar mandi, sementara dokter tersebut, langsung mengecek keadaan Amelia.

***

Jakarta, Indonesia.

Sudah satu bulan semenjak Amelia menghilang, Adrian terus mencari keberadaannya, bahkan ia sampai menyewa seorang detektif ternama di Indonesia.

Adrian harus menghela nafasnya dengan kasar, ketika orang suruhannya tidak dapat menemukan Amelia, bahkan Daniel sahabatnya pun sama.

Amelia hilang seakan_akan di telan bumi, ia pergi tanpa meninggalkannya jejak, bahkan Adrian yang seorang anak konglomerat pun tidak berhasil menemukannya.

Adrian sangat frustasi, bahkan kini dirinya tengah menjepit satu batang rokok di tangannya, lalu menghisapnya secara perlahan.

"Amel sebenarnya dimana kamu? Aku sangat merindukanmu." Lirih Adrian sambil menatap gelapnya malam.

Sementara itu, Daniel yang terus mencari keberadaan Amelia pun terlihat sangat lelah, bahkan ia sudah pergi keluar negeri hanya untuk mencari Amelia, namun ia sama sekali tidak bisa menemukannya.

"Orang seperti apa yang membawa Amelia pergi? Kenapa gw tidak bisa menemukannya sama sekali? Apakah dia orang hebat? Ah lebih baik gw ke apartemen Adrian dulu." Gumam Daniel sambil melajukan mobilnya menuju apartemen sahabatnya.

***

Drttt .. drttt ...

Ponsel Adrian bergetar, Adrian merogoh ponsel yang berada di dalam saku celananya, kemudian ia menggeser tombol yang berwarna hijau.

"Bagaimana, apakah kamu sudah mendapatkan petunjuknya?" Tanya Adrian datar.

"Bos sepertinya hilangnya nona Amelia ada kaitannya dengan anak perusahaan Sbastian, seperti yang anda perintahkan sebelumnya, saya sudah menyuruh anak buah saya, untuk terus memantau setiap pergerakannya, dan saya baru mendapatkan kabar bahwa anak pemilik perusahaan Sbastian, tinggal di apartemen miliknya yang berada di Thailand." Lapor sang detektif dengan serius.

"Lalu petunjuk apa yang kamu maksud?"

"Saya menyuruh salah satu anak buah saya untuk mendapatkan informasi di sana, dan menurut informasi salah satu pelayan di sana, dia mengatakan bahwa ada seorang perempuan cantik yang kini tengah terbaring koma selama satu bulan penuh, saya dapat memastikan bahwa perempuan yang di maksud adalah nona Amelia."

"Selidiki terus, dan beri aku jawaban yang pasti." Setelah itu, Adrian pun langsung memutuskan sambungannya, kemudian ia menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celananya.

"Vino sialan, kalau gw tau dari awal, mungkin gw sudah bikin hidup lo hancur, argh brengsek, gw bersumpah, gw akan merebut kembali Amelia dari tangan lo." Geram Adrian sambil mengacak rambutnya dengan frustasi.

Sementara itu, Daniel sudah berada di apartemen milik sahabatnya tersebut, ia memutuskan untuk masuk tanpa permisi terlebih dahulu.

"Kebiasaan lo, datang tanpa tak di jemput, pulang tak di antar, dasar jelangkung." Ujar Adrian setengah berteriak, sehingga membuat Daniel kaget.

"Ya Tuhan, lo bener_bener buat gw jantungan sialan."

"Ada apa lo kemari?"

"Gw pengen liat keadaan lo aja, gw pikir lo masih seperti orang gila yang nangis di pojokan memanggil nama Amelia."

"Oh." Adrian berujar dengan singkat, wajah frustasinya terlihat sudah menghilang.

"Lo pikir gw butuh OH lo, dasar tidak punya perasaan."

"Sudahlah gw males berdebat sama lo."

"Gw juga males berdebat sama lo."Daniel menghela nafasnya dengan kasar, kemudian ia kembali berkata ." Gw belum menemukan keberadaan Amelia, dia seperti di telan bumi, bahkan gw sudah menelpon setiap rumah sakit yang ada di seluruh dunia, tapi Amelia tetap tidak bisa di temukan."

"Gw udah tau dimana dia sekarang."

"Serius lo?"

"Ya, jadi lo tidak perlu mencarinya lagi."

"Terus apa rencana lo selanjutnya?"

"Gw akan pergi ke Thailand, untuk membawa Amelia kembali."

"Hah ,, lo jangan becanda Adrian, pekerjaan lo di kantor masih menumpuk, dan bokap lo juga sedang dinas di luar kota."

"Gw belum selesai ngomong, gw akan pergi ke Thailand, setelah urusan gw disini selesai."

"Oh kirain lo mau nyerahin semua kerjaan lo ke gw lagi."

"Kalau lo mau, dengan senang hati gw serahin semua kerjaan gw ke lo."

"No ,, no ,, sudah cukup gw selama ini begadang mulu gara_gara lo, liat mata gw kayak mata panda begini."

"Lo cocok punya mata kayak begitu."

"Sialan, tapi ngomong_ngomong lo udah tau siapa yang membawa Amelia ke luar negeri itu?"

"Ya, dia Vino Sbastian." Ujar Adrian sambil mengepalkan kedua tangan nya dengan erat.

"Tuh benar kan dugaan gw, lo sih gak percaya sama gw, hebat juga dia bisa ngilangin jejaknya."

"Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi, lebih baik lo pulang ke habitat lo, dari pada lo ngoceh di sini." Ujar Adrian sambil berlalu pergi meninggalkan Daniel yang tengah menatapnya dengan kesal.

"Dasar lo, sahabat tidak punya perasaan, bikin gw kesel aja."

Setelah itu, Daniel pun pergi melangkahkan kakinya keluar, sementara Adrian kini tengah duduk di ujung tempat tidurnya.

Adrian menatap semua photo yang kini terpajang di setiap sudut kamarnya, photo tersebut adalah photo Amelia yang ia ambil dari akun instagram Amelia.

Selama satu bulan Adrian selalu menyalahkan dirinya, selama satu bulan pula keadaannya sangat menyedihkan, bahkan dia sangat jarang sekali pergi ke kantor.

Bayangan Amelia selalu menghantuinya, entah karena dia sangat menyesali perbuatannya, atau karena ia sangat mencintai Amelia, sehingga membuat dirinya seperti orang gila yang selalu memanggil nama Amelia.

Beruntunglah Adrian memiliki sahabat seperti Daniel, sahabat yang selalu menjaganya setiap waktu, sahabat yang selalu mengingatkan dirinya, sahabat yang tidak pernah meninggalkan dirinya.

"Amel sayang, sebentar lagi kita akan bersama kembali, aku tidak akan pernah membiarkanmu di miliki orang lain, aku akan membuatmu jatuh cinta kembali kepadaku, sayang aku sangat merindukanmu, sangat, sangat merindukanmu." Lirih Adrian sambil menatap photo_photo Amelia.

***

Thailand.

Vino kini tengah berada di kamar Amelia, ia terlihat sangat bahagia, ketika mendengar bahwa Amelia sudah bisa menggerakkan jarinya.

Meskipun kedua bola matanya masih tertutup rapat, tapi kemungkinan besar, Amelia akan segera sadar dari komanya.

"Amel sayang, bangunlah, ini aku Vino laki_laki yang akan selalu membuatmu bahagia, sadarlah sayang." Gumam Vino sambil mengecup telapak tangan wanita yang sangat di cintai nya itu.

"Vino, bersabarlah gadismu mungkin sebentar lagi akan segera sadar, lihatlah kedua matanya mengeluarkan air mata, itu berarti dia bisa mendengar suaramu." Ujar Radit sang dokter yang menangani Amelia.

"Ya kau benar, dia menangis, dia ,, dia bisa mendengar suaraku."Vino berucap dengan bahagia."Sayang jangan menangis, ada aku disini, bukalah matamu."

Air mata Vino terjatuh secara perlahan, ia sangat bahagia, ketika Amelia bisa merespon ucapannya, walaupun hanya jarinya yang bergerak, tetapi bagi Vino itu adalah sebuah keajaiban.

Pasalnya, sebelum Vino membawa Amelia ke luar negeri, dokter yang menangani Amelia mengatakan bahwa, kemungkinan besar Amelia sadar dari komanya, sekitar tiga bulanan, itupun hanya perkiraan saja.

"Vino sepertinya harapannya untuk hidup sangat besar, lihatlah, air matanya masih terjatuh, ini sungguh sebuah keajaiban."

"Dia harus tetap hidup, aku tidak akan pernah membiarkannya pergi, aku sangat mencintainya." Ujar Vino sambil menghapus air mata di wajah cantik Amelia.

Vino terdiam, ketika ia tiba_tiba merasakan sakit di kepalanya, entah mengapa rasa sakit itu, sama persis dengan rasa sakit yang di alaminya dulu.

"Ada apa Vin?" Tanya dokter Radit khawatir.

"Tidak ada apa_apa, kepala ku sedikit pusing saja, mungkin aku kurang tidur." Balas Vino berbohong.

"Istirahatlah, jangan sampai kau juga jadi sakit."

Vino hanya menatap sekilas dokter Radit, kemudian ia mencium kening Amelia dengan lembut.

"Sayang, aku istirahat dulu ya." Ucap Vino dengan nada lembutnya, setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar, bersama dokter Radit.

"Jaga kekasihku, jangan sampai kalian meninggalkannya sendirian." Ujar Vino kepada dua perawat yang bertugas untuk menjaga Amelia.

"Kami mengerti tuan." Jawab perawat tersebut berbarengan.

"Kenapa kepalaku sangat sakit sekali, tidak mungkin penyakitku kambuh lagi, bukankah Radit bilang pengobatanku berhasil." Gumam Vino dalam hati, setelah ia tiba di dalam kamarnya.

Vino memutuskan untuk tidur, rasa sakit di kepalanya secara perlahan menghilang seiring dengan kedua matanya yang perlahan tertutup rapat.

***

Perusahaan Aditama Group.

Adrian berdiri di dekat jendela ruangannya, ia menatap langit yang terlihat mendung, ingatannya tentang Amelia masih saja berputar di kepalanya.

"Lo ngapain berdiri disitu?" Ujar Daniel dengan tiba_tiba sehingga membuat Adrian terkejut.

"Sialan, apa lo gak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk hah." Geram Adrian sambil melempar tatapannya yang tajam.

"Gw udah ketuk, lo nya aja yang gak denger." Elak Daniel sambil mendudukan tubuhnya di kursi.

"Ngeles aja lo kayak tukang bajay."

Daniel terkekeh dengan pelan, ia senang karena sahabatnya sudah kembali lagi seperti biasanya, meskipun kesedihannya masih terlihat, tetapi Daniel sangat bersyukur karena Adrian sudah tidak lagi frustasi.

"Ngapain lo kesini?"

"Tanda tangani berkas ini."

"Bagaimana pembangunan kita yang ada di luar kota, apakah lancar?" Tanya Adrian sambil menanda tangani berkas yang di berikan Daniel.

"Lo telat nanya nya, pembangunannya sudah selesai seminggu yang lalu."

"Kenapa lo tidak lapor ke gw?"

"Ck ,, gimana gw mau lapor, lo aja kayak orang gila nangis_nangis di pojokan kamar, sambil teriak_teriak memanggil nama Amelia."

"Lo yang orang gila, minggu besok gw mau terbang ke Thailand, lo disini hendle semuanya."

"Sialan, bukannya lo bilang kalau urusan lo udah selesai baru ke sana, kenapa jadi minggu besok?"

"Gw gak bisa menunggu lagi, gw harus segera membawa Amelia, gw tidak ingin membiarkan laki_laki sialan itu berlama_lama dengan Amelia."

Daniel terdiam sejenak, sebenarnya ia juga sangat ingin bertemu dengan Amelia, kalau bukan Adrian sahabatnya, mungkin dia sendiri yang akan terbang ke Thailand untuk membawa Amelia hidup bersamanya.

Berhubung Adrian sahabatnya dari kecil, Daniel pun harus merelakan Amelia kembali bersama dengan Adrian, meskipun hatinya terasa sakit, tetapi Daniel mencoba untuk bersikap seperti biasanya.

"Bagaimana kalau Amelia sudah melupakan lo? Apa lo akan melepaskannya?" Tanya Daniel sengaja memancing reaksi dari sahabatnya tersebut.

"Meskipun dia sudah melupakan gw, gw tetap akan membawanya, dan gw akan membuat Amelia kembali jatuh cinta lagi sama gw, cuma gw yang boleh memilikinya. Mengerti." Ujar Adrian dengan tegas.

"Adrian gw saranin lo, kalau Amelia sudah melupakan lo, lebih baik lo melepaskannya, jangan membuat kesalahan yang sama."

"Tidak ,, gw tidak akan melepaskan Amelia, bagaimana pun caranya, gw harus mendapatkan Amelia kembali, sudahlah, lebih baik lo kembali ke tempat lo."

"Serah lo dah."

Setelah itu, Daniel pun pergi melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Adrian yang tengah mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.

"Tidak ,, Amelia tidak boleh melupakanku, hanya aku yang boleh memilikinya, ya hanya aku Adrian Aditama." Gumam Adrian dengan pelan.

Setelah itu, Adrian pun kembali melanjutkan pekerjaannya.

Bersambung.

1
ayu cantik
suka
Jumiah
ardian sfh membuat amellia menderita .
buat ap kembali sma ardian...
Jumiah
amel sma arga padahal punya ms lalu yg manis ,masa kecil nya ko gk dilanjut kan
kan lebih seru...
Jumiah
mellllll sdh di selingkuhi masih mau balikan...jd gereget aq...
Mesri Sihaloho
judulnya juga sudah mengejar cinta mantan,,ia wajarlah salah satu pria yg mencintai Amel harus pergi selamanya .selamat jalan vino cinte pertam amel
Mesri Sihaloho
aku merasa Amelia itu bodoh sudah disiksa tetap aja mau tinggal sama Adrian,,pergi jauh kenapa masa GK ada kepikiran kenapa setiap pergi Adrian tau..ah pusing thor jangan kelamaan buat si Amelia bodoh
Mesri Sihaloho
ameli kabur ngapa?sakit thor hati ini
Mesri Sihaloho
jangan jadi wanita lemah dong Amelia,,harus bisa melawan jangan karena cinta kamu jadi bodoh seperti kata adrian
Mesri Sihaloho
jangan lama thor Adrian menyiiksa Amelia,,
Jumiah
amellia ingat janjimu ucapan mu ..
jangan sampai kmu balikan lg sma sikeparat mantan suami ...
Fitri Yani
Adrian ngeri psikopat
Fitri Yani
rasain lu Adrian
Fitri Yani
Adrian ini berkepribadian ganda sepertinya, mengerikan
Jumiah: klo ardian berkeperibadian ganda ,
gk punya pendirian ...
gk bisa di jd kan teman hidup..
mengerikan ...
total 1 replies
Fitri Yani
pergi gblk, ihhhh sebel aku lama2 darah tinggi baca novel ini 😭😭😭😭
Fitri Yani
gwoblooookkk banget sih Amelia, ngapain juga masih cinta hadeh, gregetan aku sm karakter Amelia😡😡😡
Jumiah: amelia harga dri mu ..kmu sendiri yg bisa menjagax ...
jd berenti merendahkan dri mu ..
jangan jd orang bodoh ...
pertahan kan cinta yg gk berarti bagi suami mu...
total 1 replies
Komang Diani
Luar biasa
Epijaya
jadikan mrk suami iatri
falea sezi
akhirnya cerai jg
Ninik Ningsih
aduh Amel bodoh atau befo...gregetbbangetb
Ninik Ningsih
kenapa gak pergi jauh amelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!