Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 tanda kepemilikan
Aku masih tidak percaya dengan ucapan wita, sudah banyak karyawan yang memperhatikan kehebohan kami, aku tidak bisa melihat expresi mereka aku hanya fokus ke wajah WITA dan Arion, Arion diam sejenak lalu melihat ke arahku,
"Benarkah nyonya Arion Adhitama...?"ucap Arion sambil menatapku, aku serentak kaget dan melihat ke arah WITA yang mana juga terkejut saat mendengar Arion memanggilku nyonya Arion Adhitama,
"Benar, aku memang bekerja diruangan pak Daniel, karena pak daniel masih belum pasti memberiku status apa di perusahaan"jawabku sambil terbata-bata,
"ny..ny..nyo.nya Arion, maksudnya..??"tanya WITA dengan wajah yang pucat pasi, namun penuh dengan pertanyaan,
"Biar aku perjelas no...na WITA"ucap Arion sambil membaca identitas di bajunya,
"Nyonya ara, Nyonya Ara ini adalah istriku, jadi dia mempunyai hak penuh atas Perusahaan ini, mau dia bekerja dimana?itu terserah Nyonya Ara,
dan masalah Daniel, Nyonya Ara, saya harap anda bisa menjaga batasan anda sebagai istriku, dan untuk nona wita, saya harap anda minta maaf atas apa yang anda lakukan kepada nyonya Ara, setau saya, istri saya tidak pernah marah sampai seperti tadi, sebenarnya, apa yang nona WITA katakan, bisa nona ulangi lagi" ucap Arion penuh dengan ancaman, menyadari akan situasi semakin memburuk aku segera menarik Arion
"Sesi pemotretan ku akan segera di mulai,kita keruangan pemotretan saja"ucapku sambil menarik lengan Arion, namun aku perhatikan Arion masih memandang WITA,mungkin ia heran dan penasaran kenapa aku sampai menampar seseorang,
saat masih belum sampai diruangan pemotretan, Arion menghentikan langkahnya dan mendorongku,hingga tubuhku bersandar di dinding,
"Apa yang ia katakan padamu, sehingga kau begitu marah?"ucapnya sambil menatapku, dengan segera aku mendorong tubuh Arion,
"Kau tidak usah berpura-pura peduli denganku, disini tidak ada orang yang akan melihat ektingmu,"ucapku yang berhasil menjauhkan tubuh Arion dari tubuhku,
"Ara bisakah kau bersikap baik kepadaku, aku hanya peduli kepadamu"
"Tidak perlu, apapun yang dikatakan WITA kepadaku, itu tidak terlalu menyakitiku, jauh dengan apa yang sudah kau lakukan"ucapku,
"jika semua yang aku lakukan dan aku katakan sangat menyakitimu, mengapa kau tidak menamparku seperti kau menampar nona wita?"ucapnya yang berhasil membuat pandanganku beralih kepadanya,
"kau mau tau alasan nya, ataukah kau pura-pura tidak tau, Arion berhentilah... berhentilah membuat harapan, yang mana kau akan menghancurkan dalam seketika itu juga, aku lelah,"ucapku,
"Arion... mari kita introspeksi diri kita sendiri, aku juga menyadari kalau sebenarnya hubungan kita yang berantakan ini, sepenuhnya bukan salahmu, aku juga salah, aku belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan, jadi kau jangan merasa bersalah, aku lah yang bersalah, aku seharusnya tidak hadir di kehidupanmu, kembalilah, dan jangan temui aku lagi"ucapku sambil memalingkan wajahku lagi,
"Ara... mengapa kau selalu mengungkit hal itu, apakah kau benar-benar tidak akan memberi harapan pada hubungan kita, kau tidak melihat wajah-wajah orang tua kita? Ara... aku tau aku salah, kau pegang ucapanku, aku akan kembali kesurabaya dan akan menyelesaikan semuanya, dan jika semuanya sudah selesai, aku akan kembali dan akan memintamu berada di sampingku, aku janji, aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama"ucap Arion sambil menangkup kedua pipiku, pandangan kita sangat lah dekat hingga nafas kita sama-sama terasa, saat aku menyadari keadaan ini, aku segera mendorong nya kembali,
lama keheningan tercipta di antara kami sehingga suara Daniel memecahkan keheningan itu,
"Hei kalian..kenapa masih belum masuk?"tanya Daniel yang berjalan kearah aku dan Arion,
"Ini bentar lagi masuk kok"ucapku sambil berusaha tersenyum,
"Apa ada sesuatu yang terjadi antara kalian...ayolah, kalian jangan seperti kucing dan tikus,"ucap Daniel yang ingin membuat suasana tidak kaku,
"Daniel, aku ingin kau memecat karyawan yang bernama WITA"ucap arion dengan tiba-tiba, ternyata ia masih menaruh dendam pada wita,
"Loh, kenapa tiba-tiba, dia karyawan terbaik di perusahaan kita Arion, dia salah satu perancang yang hebat"ucap Daniel dengan heran,
"Masih banyak karyawan yang berkualitas, aku tidak ingin dia menghina Ara lagi, cukup aku yang menyakitinya, tapi tidak orang lain"ucap Arion lagi dengan serius,
"Ara... apa yang terjadi"tanya Daniel kepadaku,
aku tidak bisa menjawab, Karena terlalu malu jika aku mengatakan hal itu kepada Daniel dan Arion,
"Apakah aku boleh masuk..., hal itu kita bahas nanti kalau pemotretan nya sudah selesai bagaimana?"ucapku dengan hati-hati, seperti yang aku duga, Daniel selau bisa mengerti ku, mengerti kalau aku tidak bisa menjawab,
"Baiklah, Arion kita akan bahas itu nanti, tapi jika apa yang dilakukan WITA kepada Ara sudah kelewat batas, kau jangan khawatir aku sendiri yang akan mengeluarkan dia dari kantor"ucap Daniel dengan penuh keyakinan, sehingga membuat Arion merasa tenang,
"Terimakasih kau memang bisa di andalkan"ucap Arion sambil memeluk Daniel,
mereka pun masuk kedalam ruangan pemotretan, dan langsung saja Ara bergaya dengan gayanya sendiri, ia terlihat anggun dengan busana China, membuat Arion tidak berhenti menatapnya,
Aku melihat Arion dan Daniel berbicara, namun aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi dari gerak gerik Arion, dia sangat berterima kasih kepada Daniel atas suatu hal, apkah mereka bersaudara yang sangat dekat, karena aku lihat meski mereka saling melempar sindiran tapi tatapan mereka seperti berbeda, ada rahasia di antara mereka yang tidak aku ketahui...
jam sudah menujukkan pukul setengah sembilan, aku sudah selesai berganti pakaian dan segera menghampiri Arion yang sedang sibuk dengan ponselnya,
"Sudah hampir jam 9, mari ku antar kau ke bandara"ucapku sambil mengambil tasku, sekilas Arion melihatku dan memegang tanganku, namun tangan satunya masih fokus dengan ponselnya, kaca mata yang sudah terpasang membuat ku semakin melihatnya, melihat bahwa dialah suami tertampanku, menyadari kegilaanku, aku segera mengalihkan pandanganku, kami berjalan keluar dari kantor, sedangkan Daniel sedang menemui WITA diruangannya dengan beberapa saksi saat ada di tempat kami berada, sedangkan aku fokus mengantarkan Arion ke bandara, sesampainya di bandara keberangkatan Arion masih kurang 15 menit, terpaksa aku harus menemaninya duduk, meski penumpang begitu sepi tapi aku merasa canggung,
"Ara.. sebelum aku pergi, aku ingin kau tahu sesuatu, jangan pernah mencoba berlari dariku, karena kau hanya milikku"ucapnya sambil memegang tanganku,
"Tapi kau bukan milikku..."ucapku, tanganku juga ikut memegang tangan Arion, entah perasaan apa ini, tapi aku bahagia mendengar kalimat singkat dari Arion itu, dengan tiba-tiba Arion mencium leher ku, sehingga membuat jejak kepemilikannya di leherku, aku kaget dengan tindakan Arion, namun rasa bahagiaku yang lebih besar,
MAAF BUAT SEMUANYA, SEHARIAN INI LAGI PIKIRAN BUNTU, ANAK KURANG SEHAT, JADI BELUM BISA FOKUS UNTUK MENULIS, TAPI AKAN SELALU KUUSAHAKAN UP YA KAKAK-KAKAK SEMYA, SEMOGA SELALU DI SEHATKAN AMINNN
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅