Setelah diperkosa beramai-ramai hingga nyaris meregang nyawa oleh Jeam dan keempat rekannya, Titi justru mendapati jiwanya menempati tubuh wanita bernama Jia. Titi terlempar ke kejadian satu tahun sebelum dirinya diperkosa!
Kejadian tersebut membuat Titi mengetahui sederet fakta mencengangkan. Beberapa di antaranya masih berkaitan dengan kasus Titi. Karena ternyata, Jia merupakan mantan kekasih Jeam, dan kini menjadi saudara tiri. Selain tengah hamil, Jia yang belum menikah juga menjadi budak nafsu orang tua mereka maupun oleh Jeam sendiri.
Awalnya, Titi hanya berniat balas dendam untuk kasusnya. Namun mengenal Jia yang rapuh, membuat Titi bertekad untuk MENGUBAH TAKDIR. Titi akan membuat takdir baru untuk dirinya tanpa membuatnya ‘dirusak’ Jeam apalagi berakhir menjadi gadis ternoda. Namun karena misinya, Titi jadi mengetahui identitas aslinya. Ia bukanlah anak pembantu seperti yang selama ini ia ketahui. Ia anak orang penting dan masih berkaitan dengan Jeam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Bekerja Sama
Sudah terlalu lama Titi diam. Tak mau makan, bahkan sekadar keluar dari kamar kost. Namun malam ini, Bian membawa Syukur dan Elra untuk menyidangnya. Bian meminta bahkan memaksa Titi untuk cerita.
“Ternyata aku dan Jeam ... kami saudara.”
Pengakuan Titi barusan, langsung membuat semuanya khususnya Bian tercengang. Bian yang duduk di sebelah Titi dan mereka sama-sama duduk di lantai depan kasur, dengan segera meraih tangan kanan Titi yang tak digenggam Erla.
“Saudara karena orang tua kalian kerabat. Apa hanya beda ayah, apa yang lain?” tanya Syukur berusaha tenang sekaligus fokus.
“Iya, ... aku juga ingin tahu itu. Jangan sampai andai dia benar papamu, kasus kalian cukup ditutup kekhilafan saudara yang sengaja dijadikan konten buat rame-rame. Itulah yang terjadi di setiap Jia melaporkan kasusnya. Ya karena dia dan Jeam saudara. Saudara apa sih ya. Tiri kayaknya,” sergah Bian.
Mendengar apa yang Bian katakan, Titi langsung menatap Bian. “Oh, jadi ... sebenarnya Jia memang sudah melakukan laporan kemudian berusaha mengusutnya?”
“Dia sudah terlalu pasrah untuk hal lapor melapor. Hingga ketika akhirnya dia dan Jeam dinikahkan, dia percaya akan ada pelangi di lembaran hidup barunya,” ucap Syukur masih sangat tenang.
Penjelasan demi setiap penjelasan yang ia dengar, membuat Titi menemukan banyak fakta lain. “Ternyata semuanya memang perlu dibicarakan. Harus serba diskusi, dan ...,” batin Titi.
“Apa yang membuat kamu tidak bahagia? Murni karena hubungan kamu dan Jeam, apa kamu ada kekecewaan tersendiri ke papa kamu? Maksudnya, ... yang aku tangkap, kecewanya kamu bukan yang karena setelah sekian lama kamu baru tahu bahwa papa kamu masih hidup dan ternyata, dia bukan orang sembarangan,” ucap Elra dengan sangat hati-hati. Kedua tangannya masih menggenggam tangan kiri Titi.
Di hadapan mereka, Titi yang menyimak dan menatap Elra dengan saksama, jadi berlinang air mata.
“Ketika menjadi Jia, ... apa yang kamu ketahui tentang papamu?” timpal Syukur dan membuat Elra maupun Bian, menatapnya bingung.
Tentu Syukur tidak lupa bahwa apa yang Titi Alami karena Jeam dan kelima teman Jeam, membuat Titi menjalani time travel sekaligus transmigrasi menjadi Jia. Hingga Syukur jadi curiga, memang ada yang Titi ketahui tentang papanya, ketika Titi jadi Jia.
Bagi Syukur, apa yang Elra tanyakan itu benar. Bahwa alasan Titi seolah tidak bisa menerima kenyataan. Alasan Titi mengalami kesedihan berkepanjangan. Murni karena urusan pribadi pak Tomy. Bukan karena akhirnya setelah sekian lama, Titi baru tahu papanya siapa dan membuat Titi kecewa. Ditambah lagi, Jeam selaku pelaku terhadap Titi justru merupakan anak pak Tomy juga.
“Iya, benar. Saat menjadi Jia, ... aku memang mengetahui sesuatu tentang dia dan itu juga yang menjadi alasanku malu bahkan jiji*k,” batin Titi. Namun, Titi ingat. Dirinya pernah merekam kelakuan pak Tomy ketika ia menjadi Jia.
“Cerita, jangan enggak. Biar kami bisa melakukan yang terbaik, dan masalah ini juga segera selesai!” ucap Syukur wanti-wanti sekaligus memohon. “Sakit banget?”
Sambil menahan sesak di dadanya, Titi mengangguk-angguk. Walau menyakitkan, malu, sekaligus jiji*k, Titi menceritakan bahwa saat menjadi Jia, dirinya jadi mengetahui bahwa pak Tomy sudah terbiasa menidur*i Jia.
“Papa kandung, papa sambung, dan juga Jeam selaku kekasihnya, sudah terbiasa melec*hkan Jia. Masalahnya, Jia terlalu tidak berdaya. Ya mungkin, Jia memang tipikal yang begitu juga,” ucap Titi sambil tersedu-sedu.
“Setelah aku selidiki, pernikahan Jia dan Jeam, sengaja untuk membungkam Jia agar Jia tak sibuk melaporkan apa yang dia dapatkan dari papa kandung, papa sambung, dan juga kekasihnya yang tak kalah gi*la,” jelas Syukur.
Di sana, Elra yang tak terbiasa dengan kehidupan menyimpang, jadi sibuk merinding. Kedua tangan Elra jadi sibuk mengusap kedua lengannya yang merinding.
“Kita tetap bisa memperkarakan semuanya,” sergah Bian yang kemudian menatap Syukur penuh tuntutan.
Mendengar itu, Elra langsung mengangguk. “Aku lihat, sekarang banyak yang viral dan melibatkan presiden.”
“Jika dia memiliki hubungan baik dengan presiden, kita wajib sabar. Prosesnya tetap panjang. Iya kalau diproses, biasanya tidak diproses dan sengaja pelapor dibuat lupa,” balas Syukur.
“Berarti wajib bikin gebrakan viral lagi,” sergah Bian.
“Sebenarnya kuncinya ada di Titi. Hadapi papamu. Buat dia insyaf dan malu dengan apa yang dia lakukan. Selanjutnya mengenai kasus kamu, kita bikin tim pengacara. Keluarga dari kampung siap membantu. Mereka pengacara-pengacara hebat! Sisanya, aku juga akan terus mencari pelaku lain. Termasuk Jia yang sejauh ini masih aku pantau!” yakin Syukur.
“Biasanya berurusan dengan hal-hal gaib dan aku pikir itu sudah bikin aku panas dingin. Namun sekarang, ternyata ada yang lebih bikin panas dingin dan itu berurusan dengan kejaha.tan kela*min,” lirih Elra.
“Bahkan sepertinya aku terkena karma papaku. Dia yang menabur, ... aku yang menuai,” sedih Titi, jujur sejujur-jujurnya.
Elra merasa miris dengan nasib Titi. Menyemangati tak mungkin, apalagi meminta Titi untuk sabar. Terlalu serba salah, kecuali pak Tomy yang wajib dihaja*r sampai pindah alam. Itu saja belum tentu bisa mengobati luka maupun trauma Titi.
“Besok juga kita temui dia. Aku bersamamu, tapi kamu jangan marah kalau aku menghaj*arnya!” ucap Bian sambil mengelus-elus punggung Titi.
“Sayang, ... lakukan sesuatu!” bisik Elra kepada Syukur. Di sebelahnya, awalnya Syukur sedang merenung.
Syukur berangsur menatap Titi yang ia khawatirkan mengalami gangguan mental atas apa yang dialami.
“Selagi kalian tinggal di sini, nanti Elra akan menemanimu. Bian juga akan tetap di kost sebelah, sementara aku akan mengurus segala sesuatunya,” ucap Syukur.
“Kamu mau ngapain?” sergah Bian penasaran.
“Empat pelaku masih bebas, ... sudah waktunya mereka mendapatkan balasan dari perbuatan mereka!” tegas Syukur.
“Aku ikut!” sergah Titi yang sungguh ingin membalas bahkan bila perlu menghabis*i setiap pelakunya, sendiri.
Semuanya langsung terdiam menatap Titi, tapi beberapa detik kemudian, semuanya kompak menghela napas kemudian mengangguk.
Selanjutnya, kemudian mereka menyadari, bahwa kasus Titi membuat mereka yang tak pernah sejalan apalagi akur, menjadi satu ikatan yang tak terpisahkan. Mereka siap bekerja sama dan tengah menyusun segala sesuatunya. Termasuk juga, mengenai setiap pembalasan bagi mereka yang sudah terlibat dalam kasus Titi, tanpa terkecuali pembalasan kepada pak Tomy.
“Jangan sampai, hanya karena pak Tomy papa kamu, dia dengan leluasa menghentikan kasus yang sudah bergulir. Kejadian ini sering terjadi,” ucap Bian.
“Sebenarnya, itu juga yang aku khawatirkan,” sergah Syukur yang kemudian menatap Titi penuh keseriusan. “Sampai sekarang, aku belum bisa menghubungi ibumu. Ibumu belum pulang ke kontrakan. Apa dia masih di rumah Jeam, atau malah di tempat lain yang belum aku prediksi.”
“Awas loh ... jangan sampai ibumu dibodo*h-bodo*hi!” sergah Elra yang detik itu juga makin membuat Titi khawatir. Bagi Titi, semua kekhawatiran ketiga orang di sana sangat beralasan.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Good job thor, terus & tetap semangat berkarya..