Aling Seorang mahasiswi kedokteran yang harus mengalami nasib tragis karena ia di tembak oleh salah satu maling yang masuk ke dalam kos - kosan nya. Namun bukan nya mati jiwa aling masuk ke dalam tubuh seorang selir dari abad ke 50.
Ling mei merupakan seorang selir yang selama hidupnya tidak pernah bersosialisasi dengan orang lain, ling mei merupakan anak dari menteri terdahulu yang memang sudah di jodohkan dengan kaisar ming.
Menteri terdahulu menyumbangkan seluruh kekayaan nya untuk kerajaan karena pada masa itu kerajaan sedang dalam kondisi krisis pangan. Karena kebaikan menteri terdahulu kaisar terdahulu memberikan sebuah anugrah bahwa putri dari menteri itu dapat menikah dengan kaisar ming.
Bagaimana kisah kelanjutan nya ?? ayo di baca all.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Akh sialan ! " permaisuri Xie He menghancurkan semua benda yang ada di hadapan nya.
Permaisuri sangat malu , ia merasa dirinya telah menjadi badut para pelayan istana, permaisuri di temukan tidur lantai dingin dengan bersandar di pilar. Seorang pelayan membangunkan nya, pelayan tersebut berpikir jika telah terjadi sesuatu dengan permaisuri.
Permaisuri yang di bangunkan tidak kunjung bangun pun membuat Zhang Rui yang kebetulan lewat meminta pelayan untuk menyiramkan air ke wajah ibu nya. Tujuan Zhang Rui sangat baik namun di salah artikan oleh permaisuri.
Permaisuri berteriak memarahi Siang Rui, Zhang Rui yang tidak terima malah menghina ibu nya dengan mengatakan ibunya sudah seperti orang bodoh yang tidur sambil berjalan.
"Semakin hari anak itu semakin kurang ajar " tangan permaisuri mengepal dengan kuat nya.
"Bagaimana bisa rencana ku gagal ? apakah kaisar tidak ada di perpustakaan ? " tanya permaisuri kepada dirinya sendiri.
Sementara di kamar kaisar, kaisar Ming tengah menatap istri tercinta nya dengan senyuman yang merekah. Istri tercinta ? entah sejak kapan kaisar menyematkan julukan itu kepada selir nya itu. Rasa cinta kaisar Ming kepada Ling Mei semakin besar, melihat kasih sayang Ling Mei kepada anak - anak nya membuat perasaan kaisar Ming Menjadi hangat.
Sayang sekali kaisar Ming tidak bisa menjadi seperti ayah nya yang mencintai satu wanita dan memiliki satu permaisuri saja. Karena ingin memperkuat kerajaan kaisar Ming menikahi para istrinya karena berdasarkan keuntungan kerajaan bukan cinta.
"Aku mencintaimu " Ciuman di kening Ling Mei sangat lama.
"Aku juga mencintaimu " kaisar Ming tersentak kaget, ia tidak tahu kalau Ling Mei sudah bangun. Rasanya sangat malu sekali seperti ketahuan sedang mencuri.
"Kenapa kita bisa di sini ? " tanya Ling Mei bingung, setahunya ia dan kaisar bermain di perpustakaan.
"Aku yang menggendong mu sebelum mata hari terbit " jawab kaisar sambil menetralkan jantung nya yang masih berdebar.
"Ya dewa kemana pakaian ku ? " betapa kaget nya Ling Mei saat melihat tubuh polosnya yang hanya di tutupi dengan sebuah selimut yang di kenakan bersama dengan kaisar Ming.
Ling Mei menutup mata nya ketika melihat barang milik kaisar yang tidak di tutupin apa pun, beruntung nya barang tersebut masih dalam keadaan tidur. Ling Mei duduk bersandar di pundak kaisar Ming, rasanya ia ingin tidur lagi karena tubuh kaisar Ming yang sangat nyaman.
"Ayo kita harus segera bersiap , anak - anak pasti sudah menunggu di ruang makan " kaisar Ming mengendong Ling Mei dan membawa nya ke kamar mandi.
"Maafkan aku atas kejadian tadi malam ya sayang ! apakah ada yang sakit dari tubuh mu ? " tanya kaisar Ming.
"Tidak masalah, sudah kewajiban ku sebagai seorang istri membantu suaminya " jawab Ling Mei.
Kaisar Ming membantu Ling Mei mandi dengan menyabuni area yang sulit di jangkau , begitu juga sebalik nya dengan kaisar Ming. Setelah mandi mereka bersiap dan berjalan menuju ruang makan.
Kasim memberikan pengumuman kedatangan kaisar dan selir Ling, setelah kaisar duduk semua nya duduk kembali dan mulai menyantap sarapan mereka. Permaisuri Xie He mengumpat karena ia ingin muntah mencium bau masakan.
Huek....
Semua orang berhenti makan dan menatap jijik ke arah permaisuri Xie He.
"Permaisuri dimana letak tata krama mu ? " tanya kaisar membuat permaisuri Xie He menunduk malu dengan terus mengumpat bayi yang ada di dalam kandungan nya.
"Apakah kamu sakit permaisuri Xie He ? " tanya Ling mei yang menatap penuh curiga.
"Aku hanya sedang tidak enak badan saja, masakan ini bau sekali dan rasanya aku ingin muntah " jawab permaisuri Xie He.
"Kamu seperti orang yang sedang mengandung saja permaisuri " celetuk selir agung.
"Jaga bicara mu selir agung. " bentak permaisuri Xie He.
'Aneh sekali ' pikir Ling Mei dan selir agung.
"Tidak perlu membuat keributan permaisuri Xie He ".
'Sialan kamu selir agung, lihat saja aku akan membunuh mu nanti. Kamu bisa menjadi ancaman untuk ku '. batin permaisuri Xie Hem