NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:815.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Semua bermula dari CINTA TERLARANG.!!!

Diselimuti ego, obsesi dan dendam, mereka tidak sadar jika semua perasaan itu yang telah menciptakan kehancuran dalam kehidupan mereka.

Kebahagiaan terenggut, mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah di sekitar mereka. Banyak hati yang terluka, bahkan mereka yang melukai hatinya sendiri.

Seandainya saja bisa mengesampingkan ego, membuang obsesi dan menghapus dendam, mungkin kehancuran ini tidak akan mereka alami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Sayang,, tolong ambilin handuk. Mas lupa nggak bawa."

Sinta menoleh ke sumber suara. Pemilik suara itu menyembulkan kepalanya dari balik kamar mandi. Rambutnya masih basah dan tetesannya mengenai wajah. Cuma wanita tidak normal yang tidak akan terpesona dengan ketampanannya. Alan definisi pria tampan, maskulin dan gagah. Bukan pria yang menye-menye.

"Kebiasaan banget nggak bawa handuk. Sengaja ya.?" Sinta menggerutu seraya beranjak dari tepi tempat tidur. Dia baru selesai membuat sarapan, saat kembali ke kamar, Alan sudah ada di kamar mandi. Padahal tadinya ingin membangunkan Alan.

Masih di posisi yang sama, Alan hanya senyum-senyum mendengar Sinta menggerutu. Dia mengulurkan tangan ketika Sinta menyodorkan handuk padanya.

Dengan sekali genggam, Alan berhasil menggenggam pergelangan tangan Sinta dan menariknya masuk ke kamar mandi.

"Mas.!!" Pekik Sinta kaget. Dia bahkan hampir terhuyung ke belakang karna di tarik tiba-tiba oleh Alan. Beruntung Alan merengkuh pinggangnya.

"Tuh kan kebiasaan, modus banget.!" Sinta mendorong dada Alan, tapi tidak ada kesempatan untuk kabur. Dia sudah masuk ke kandang macan, mencoba kabur pun tidak akan selamat.

Dengan santainya Alan terkekeh dan mengecup sekilas bibir Sinta. "Kangen mandi pagi bareng kamu." Ucapnya dengan tangan yang mulai membuka kancing piyama adik iparnya.

Mandi pagi mereka berlangsung lebih dari setengah jam. Alan seperti tidak ada puasnya membolak-balik tubuh Sinta. Dia sudah tergila-gila pada adik iparnya sendiri. Sebab kebahagiaan dan kepuasannya hanya dia dapatkan dari Sinta.

Alan mengusap wajah basah Sinta dan mendaratkan kecupan di kening. Pria itu memeluk erat tubuh Sinta dibawah guyuran shower.

"Makasih sayang." Ucapnya. "Bulan depan liburan ke Bali mau.? Mas ada proyek di sana."

Sinta menggeleng. "Aku kan kerja Mas. Lagian kita nggak bisa muncul berduaan di tempat umum."

"Kan bisa ambil cuti 2 hari. Kamis sama jum'at. Balik ke Jakarta minggu malam."

Sinta menggeleng untuk kedua kalinya. Sekalipun ada kesempatan, dia tidak punya nyali pergi liburan berdua dengan Alan.

"Buruan mandi, nanti kita terlambat." Sinta bergegas membersihkan diri. Dia dan Alan harus berangkat ke kantor pagi ini.

...*******...

Galang menajamkan penglihatannya ketika melihat mobil yang dia yakini milik Alan keluar dari area Apartemen. Galang segera mempercepat laju kendaraannya untuk memastikan dugaannya dengan melihat plat nomor mobil tersebut.

Mengambil jarak beberapa meter, Galang menurunkan kecepatan setelah berhasil membaca plat nomornya. Dia kemudian mengambil ponsel dan menghubungi Liana.

"Halo Mba, apa Bang Alan sudah berangkat.?" Tanyanya begitu Liana mengangkat panggilan telfonnya.

"Alan di luar kota sejak kemarin. Mba kurang tau dia sudah kembali ke Jakarta atau belum. Kamu ada perlu sama dia.?" Terdengar penjelasan Liana di seberang sana.

Kemari Galang reflek mencengkam kuat kemudi. Ada amarah yang dia luapkan di sana.

"Aku mau tanya urusan kerjaan. Ya sudah nanti aku telfon Bang Alan saja nanti siang." Setelah mengatakan itu, Galang segera mengakhiri panggilannya.

"Bajingan itu benar-benar bermain api rupanya.!" Geram Galang tak habis pikir. Kilat amarah semakin terlihat jelas di matanya. Dia seperti ingin menghajar Alan habis-habisan jika terbukti mengkhianati Liana.

...******...

Sinta sedang sibuk bekerja ketika ponsel di atas meja bergetar. Ada panggilan masuk dari Reyhan. Dia segera mengangkatnya tanpa pikir panjang.

"Pagi Pak, ada yang bisa saya bantu.?" Tanyanya sopan. Meski Reyhan terang-terangan menyukainya, hal itu tak membuat Sinta menghapus jarak antara atasan dan bawahan. Dia tetap sopan dan profesional dalam bekerja.

"Rachel cuti tiga hari. Nanti siang kamu ikut saya meeting di luar gantiin dia. Saya tunggu jam 11 di depan ruangan saya." Ujar Reyhan memberi tau.

"Baik Pak." Sinta tidak punya kuasa untuk menolak perintah atasnya. Paling setelah ini dia akan digosipkan lagi karna di ajak meeting di luar bersama Reyhan.

Gosip beberapa waktu lalu saja belum mereda. Sebagian orang malah percaya jika Sinta dan Reyhan memiliki hubungan. Ditambah lagi mereka akan terlihat sering bersama selama beberapa hari.

Tepat pukul 11 siang, Sinta berdiri di depan ruangan Reyhan. Manager keuangan itu keluar dari ruangannya tak lama setelah Sinta berdiri di luar.

"Dokumen yang saya kirim sudah di cetak.?" Tanya Reyhan seraya mengayunkan langkah, diikuti Sinta di sampingnya.

"Sudah Pak," Sinta menunjukkan map hitam di tangannya. Reyhan mengangguk sebagai respon.

Keduanya membicarakan soal meeting siang ini hingga sampai di basemen perusahaan. Reyhan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Sinta.

Sikap atasannya itu tampak membuat Sinta canggung. Dia sudah terang-terangan menolak Reyhan, tapi pria itu masih berusaha mengambil hatinya.

"Jangan kebanyakan melamun, ayo masuk." Tegur Reyhan menyadarkan Sinta dari lamunan.

"Makasih Pak," Sinta tetap bersikap sopan dan profesional, dia bergegas masuk ke dalam mobil Reyhan tanpa mengambil hati sikap baik Reyhan padanya.

Mobil berwarna putih itu melesat dari gedung perusahaan dan membelah kepadatan jalan Ibu Kota.

"Kita makan siang dulu. Kamu mau makan dimana.?" Tawar Reyhan sembari melirik Sinta.

"Memangnya keburu Pak.? Kalau terlambat meeting bagaimana.?"

"Meetingnya masih satu jam setengah lagi." Reyhan menjawab dengan santainya. Dia seperti tidak punya salah setelah mencuri-curi waktu untuk makan siang berdua.

Sinta membuang nafas pelan. Dia tidak bisa berkata-kata lagi. Reyhan selalu punya cara agar bisa berduaan dengannya.

"Terserah Pak Reyhan, saya ikut saja." Sinta balik menyerahkan pilihan pada Reyhan, lagipula bukan dia yang ingin makan siang berdua.

Wajah tampan Reyhan di hiasi senyum tipis. "Makan siang di rumah saya mau.?" Ujarnya bercanda.

Sinta memperlihatkan wajah terkejut. "Hah.? Kenapa Pak.?" Gumamnya seolah tidak mendengar ucapan Reyhan.

Pria hanya mengulum senyum tanpa berniat mengulang ucapannya. "Suka Japanese food.?" Tanyanya.

Sinta mengangguk sebagai jawaban. Reyhan kemudian mengarahkan mobilnya menuju restoran Jepang di salah satu pusat perbelanjaan terdekat.

Kini keduanya sudah berada di restoran yang menyajikan berbagai macam makanan Jepang. Situasi diantara keduanya mulai mencair, apalagi kalau sudah membicarakan soal pekerjaan. Mungkin karna pembawaan Reyhan yang santai dan humble, Sinta jadi betah jika membahas pekerjaan mereka.

"Kamu beneran nggak ada keinginan menikah lagi.?" Tiba-tiba saja pertanyaan Reyhan menjurus pada kehidupan pribadi. Raut wajah Sinta langsung berubah tidak nyaman.

Kalau sudah membicarakan kehidupan pribadi, Sinta jadi ingat hubungan terlarangnya dengan Alan. Dia selalu kesulitan memberikan jawaban karna dalam hati kecilnya masih ingin bertahan menjadi selingkuhan Alan.

"Untuk saat ini belum. Saya mau fokus bekerja saja." Sinta menjawab tanpa menatap Reyhan.

"Belum ada keinginan atau sudah terlalu nyaman memiliki hubungan spesial dengan Alan.?" Seloroh Reyhan menatap lekat wajah Sinta yang seketika berubah pucat pasi karna panik.

"Ma-maksud Pak Reyhan apa.?".Tanyanya terbata.

Reyhan menggeleng tak habis pikir. "Apa yang kamu harapkan dari pria yang sudah beristri.? Terlebih dia adalah suami Kakak kamu sendiri. Semua orang memang punya hak mencintai dan memiliki, tapi bukan berarti bebas mencintai dan memiliki suami orang." Ucapnya hati-hati.

Sinta terdiam seketika. kali ini dia benar-benar terkejut. Bagaimana Reyhan bisa tau hubungan terlarangnya dengan Alan.? Sinta merasa tidak memiliki keberanian untuk menanggapi ucapan Reyhan.

1
Nia Nara
Wah parah sih ini.. Mau apapun alasannya, tetap tidak dibenarkan
antha mom
👍
Nurul Haeni
Luar biasa
Ass Yfa
mereka saling berkhianat kayaknya....huh ..rumqh tangga macam apa yg mereka jalani...ck
silvani riskasyahputri
beda dari yang lain ..ceritanya bukan cuma mesra2 aja ..tapi byk nasehat pernikahan byk bgt pelajaran bagus disini .. semangat Thor ..sllu bkin karya bagus yaaa 🤩🫰🏻
cucu rosmalia
sinta dapat karma ga yaa.. perempuan paling ga punya hati yg tega masuk jd duri rmh tangga kka sendiri....
aku skip bacanyaaa.. aga maless..
Virgo Girl: Fuhhh untung baca komen kk jd pikir ulang mau baca. Takut ritme jantung ga teratur klo baca🤦‍♀️😭
total 1 replies
Halimah
A gemes bca Alan SM Sinta,ka apa nga bisa bikin Sinta pergi dari Alan,heemm😤🥴
Tika Sartika12
Luar biasa
Prahesti Vita masita
sudah hadir disana kak .. sedang menunggu update 😁
Ummi Yatusholiha
udah baca thor 😊
Dien Elvina
udah di sana kak 😁
Virgo Girl
Wahhh... kyknya ngeri nih endingnya... maaf tebak aj. Aku menghindar tema cerita affair antar kel spt ini. Ga kuat😭😭 tp kk Icha one of my favorite author ❤❤
Etyka Machfudyawati
Napa ga dlnjut
Bunda
nyimak lagi 😊
Larasati
lanjut dong masih gantung ceritanya
Larasati
kasihan Sinta ternyata Reyhan menikahi unsur dendam padahal kecelakaan itu tidak di sengaja
Larasati
kasihan Sinta aibnya kebongkar pengen Liana jg kebongkar berselingkuh sama bos nya
Larasati
kira" perselingkuhan Liana sama Dave ketahuan gak ya masa cuma Alan sama sinta yg ketahuan
Larasati
Luar biasa
Rahmi
up dong
dah 4 hari bolak balik mantau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!